
Wajah Alysa sudah terlalu cemberut karena ada banyak wanita mendekati Lin Feng. Padahal hubungan mereka sebatas rekan kerja. Meski demikian, tetap ada kesenjangan di antara mereka.
Dirinya hanya seorang wanita tidak beruntung dan miskin tanpa bantuan dari suaminya. Ia juga tidak memiliki keluarga yang menyayangi. Hanya ada orang-orang beban diatas nama keluarga Lien.
Sebuah perbedaan menjadikan dirinya minder dibandingkan wanita lain yang tidak memikirkan hari-hari esok. Ia harus bekerja sangat keras untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Namun ia percaya pada dirinya sendiri. Jika ia melakukan yang terbaik untuk bertahan, para wanita itu akan mundur dengan sendirinya.
"Bagaimana aku harus memanggilmu? Nyonya Lin atau nama saja? Hemm, biar akrap, bagaimana jika kamu panggil aku Nanran dan aku panggil kamu Lusi?" Qin Nanran tersenyum manis sambil mengambil dua gelas anggur dari pelayan.
"Aih, bagaimana aku bisa menolak ini? Baiklah, Nanran. Semoga kita bisa menjadi teman yang baik. Dan teman yang baik, tahu batasan. Tidak peduli apa, kita sama-sama wanita. Dan tentu tahu apa yang bisa kita dapatkan dengan kemampuan. Namun tidak boleh mengambil milik orang lain."
Alysa mengambil anggur di tangan Qin Nanran. Lalu meminum setengah dari isinya. Setelah itu, ia berjalan mendekati Qin Nanran untuk bersulang. Ia kembali meminum sampai habis. Sebagai istri dari Lin Feng, tidak akan mudah menghadapi ancaman. Namun sejak dahulu, ia sudah berpengalaman menghadapi musuh-musuhnya dalam bisnis.
Asalkan bisa menjadi lebih kuat dan memiliki pemikiran yang matang, maka tidak perlu ada yang ditakuti. Sebuah pemandangan yang menarik bagi para tamu undangan. Dimana penampilan anggun dari Alysa Lien. Yang memakai gaun yang sangat cocok untuknya.
Bukan hanya gaun yang cantik. Itu juga ditunjang dengan pembawaannya yang elegan. Juga wajahnya yang cantik dan menarik. Serta tubuhnya yang proposional, yang orang menyangka dirinya adalah seorang model. Saat orang-orang melihatnya, hanya ada rasa kagum. Dengan pandangan tak lepas dari mata mereka.
"Nona, apakah kau adalah model? Bagaimana mungkin aku tidak pernah melihatku di media?" Seorang pria berusia tiga puluhan tahun mendekati Alysa. Ia melihat hal menakjubkan pada wanita itu karena penampilan keseluruhan.
"Bukan. Aku hanya orang biasa yang mengurus perusahaan kecil," jawab Alysa dengan sopan. Sebisa mungkin tidak menimbulkan masalah ke depannya.
"Oh, di perusahaan mana? Perkenalkan namaku Julian Lee. Panggil aku Julian saja. Siapa nama Nona cantik ini?" tanyanya dengan mata jelalatannya.
__ADS_1
"Namaku Lusi. Senang bertemu denganmu juga," balas Alysa dengan gugup. Ia gugup karena pria itu terus menatapnya seakan-akan ingin memangsanya. Ia takut perkenalan dengan pria itu, akan membuat dirinya dalam bahaya.
"Oh, Lusi? Nama yang bagus. Tapi tidak tahu, margamu apa, yah?" tanya Julian dengan nada memelas.
"Julian! Kamu sedang apa? Eh, Nona yang sangat cantik ini, siapa namamu? Namaku Joseph Duan. Aku sangat menyukai Nona ini."
"Maaf. Aku sudah punya suami. Permisi!" Alysa ingin segera beranjak dari tempatnya. Ia sudah merasa tidak nyaman. Asalkan dirinya menemukan Lin Feng, maka ia akan selamat.
"Hey. Kalian tidak lihat temanku jadi takut? Aku tidak tahu mengapa kalian berdua tidak tahu diri. Tolong jangan ganggu dia. Dia adalah istri dari penyelamat kakekku. Lebih baik kalian ganggu wanita lainnya."
Qin Nanran menarik Alysa untuk menjauhi dua pria itu. Ini adalah acara yang diadakan di kediaman Qin. Tidak mungkin membiarkan adanya kekacauan. Jika dia membiarkan Alysa diganggu oleh mereka, maka akan membuatnya terkesan buruk oleh Lin Feng.
Kedatangan Lin Feng membawa seorang anak kecil, membuat Qin Hai tidak menyangkanya. Bahkan yang diketahui olehnya, seharusnya Lin Feng hanya hidup sendirian. Tidak tahu anak siapa di gendongan Lin Feng.
"Selamat ulang tahun, Tuan Qin. Maafkan atas keterlambatan saya. Terima kasih karena telah mengundangku. Ini adalah hadiah yang sudah ku siapkan." Lin Feng mendekati Qin Hai dengan santai namun sopan. Ia menunduk sedikit dan menyerahkan sebuah kotak.
Qin Nanran menerima kotak berukuran kecil itu dengan senang hati. Tidak tahu apa isi dari kotak itu tapi terasa ringan. Itu adalah hadiah paling kecil yang diterimanya. Namun tidak akan ia permasalahan. Karena kedatangan Lin Feng saja sudah cukup baginya.
"Ah, tidak perlu repot-repot. Anak muda yang baik dan pintar sepertimu, aku justru sangat senang denganmu. Hemm, nona kecil, siapa namamu?" tanya Qin Hai pada Lien Yu'er.
"Dia namanya Yu'er. Maafkan saya, Tuan Qin. Saya membawa istri dan anak saya untuk menemani. Karena nona Qin bilang sebelumnya, boleh membawa keluarga dekat ke sini."
__ADS_1
"Ah, kamu sudah menikah? Hemm, sayang sekali kalau begitu. Terima kasih atas kedatanganmu. Kalau begitu, mana istrimu?"
"Kakek. Aku mengajak istrinya mengobrol! Aku kembalian pada yang punya!" Qin Nanran menggandeng Alysa dengan mesra. Mengajaknya kepada Lin Feng dan Qin Hai.
Qin Hai baru pertama kali melihat Alysa. Jelas saja perbedaannya dengan cucunya. Pantas menjadi istri seorang Lin Feng yang memiliki kehebatan dalam pengobatan. Sebelumnya ia berharap Lin Feng akan dipertimbangkan sebagai cucu menantu. Namun semua telah terlambat. Bahkan anak mereka sudah sebesar itu.
"Berapa lama kalian menikah? Aku tidak pernah mendengar pernikahan kalian. Lin Feng, orang tuamu sangat terkenal dalam dunia bisnis. Tetapi pernikahan anaknya, sampai aku saja tidak mendengar."
"Sebenarnya kami menikah lima tahun yang lalu, sebelum orang tuaku meninggal. Sebelumnya kami mau mengadakan pesta pernikahan. Namun sebelum acara, kedua orang tuaku terlibat kecelakaan pesawat. Dan tak lama setelah itu, tiba-tiba perusahaan berada di tangan pembantu rumah tangga kami."
Berita tentang jatuhnya keluarga Lin telah menyebar di seluruh dunia. Hal yang membuat bingung adalah orang lain yang tidak ada hubungan darah, malah menjadi ahli waris keluarga Lin. Apalagi ditambah rumor tentang anak mereka yang bodoh dan tidak berguna. Sehingga mau tidak mau, perusahaan itu dikelola oleh Gu Fego. Yang hanya orang luar dan tak ada hubungan darah maupun kerabat.
Dilihat dari manapun juga, Lin Feng bukannya bodoh dan tidak berguna. Melainkan Gu Fego yang telah lama mengincar aset keluarga Lin. Nasib Lin Feng membuat Qin Hai merasa kasihan. Tapi karena semua telah terjadi, hanya bisa bekerja keras untuk hidupnya sendiri.
"Kau pemuda yang tegar. Jika ada sesuatu yang perlu bantuan ku, datang padaku saja. Aku hanya punya satu cucu perempuan. Aih, sayangnya tidak bisa menjadikan menantu laki-laki untuk meneruskan usaha keluarga."
"Kakek." Qin Nanran menampilkan wajah malu. "Dia sudah beristri dan masalah pernikahan, itu adalah masalah kami anak muda yang memutuskan."
"Tidak apa-apa. Namun ketahuilah, Nak. Sejak zaman dahulu, seorang pria bisa memiliki lebih dari satu istri. Jika berkenan, kakek juga tidak masalah jika kamu menjadi yang ke dua."
***
__ADS_1