
Tak ada yang bisa memastikan kebenaran yang dikatakan Lin Feng. Pada akhirnya itu tergantung sikap Nanggong Chai dan bawahannya. Menahan atau membunuh Lin Feng adalah masalah besar. Meski berhasil dibunuh, tidak memiliki manfaat apapun. Malah membuat Nanggong Chai mengalami kerugian. Apalagi mereka juga tidak tahu yang sebenarnya terjadi.
"Orang tua, seharusnya kau menerima biaya pengobatanku yang kurang satu miliar itu. Namun sepertinya tuan Nanggong tidak mau membayar sisanya, heh. Aku tidak sekaya mereka. Tapi bisa menukarkan dengan resep lainnya."
"Ini?" Lin Haizan bingung mau menjawab apa. Bahkan resep yang diberikan Lin Feng kemarin berharga lebih dari satu miliar. Ilmu pengobatan adalah sesuatu yang sangat mahal.
Lin Haizan tidak ingin terlibat masalah dengan Nanggong Chai. Namun tidak bisa mengabaikan Lin Feng. Karena dengan salah satu resep obatnya, bahkan bisa menghasilkan miliaran lebih dalam beberapa bulan. Jika resep itu dijadikan sebagai barang lelang, bahkan bisa membuat kehebohan dan menjadi rebutan.
Tanpa adanya resep obat yang dapat menyembuhkan penyakit dengan tingkat kesembuhan paling sedikit, membuatnya menjadi resep paling berharga. Lin Feng hanya memberikan resep menyembuhkan penyakit kanker tanpa harus melakukan operasi. Hanya dengan akupuntur ditambah dengan resep obat tradisional. Maksimal dalam waktu satu bulan, sudah sembuh sepenuhnya.
"Tuan Nanggong. Saya tidak ingin ikut campur dengan masalah ini. Namun perlu diketahui, etika medis seorang dokter adalah tidak menutup-nutupi kebenaran. Jika tuan Lin mengatakan itu benar, berarti itu benar. Bukankah tiga hari lalu kepalamu sudah tidak sakit lagi? Soal bagaimana bisa seperti ini, aku rasa kau lebih tahu daripada orang tua ini."
Bawahan Nanggong Chai sangat banyak. Lin Haizan mempertaruhkan nyawanya demi membantu Lin Feng berbicara. Meski ia merasa bukan orang penting, ia lebih mementingkan kebenaran. Ia tidak boleh hanya karena kekuasaan, membuatnya lupa tentang kebenaran.
"Orang tua, aku memerlukan bahan obat lagi. Tapi sepertinya bahan-bahan di sini terlalu sedikit. Apa kau tahu, di mana bisa menemukan bahan-bahan yang lebih lengkap? Aku ingin membuat pil obat."
Lin Feng menyerahkan sebuah kertas. Sebuah resep pembuatan pil. Zaman sekarang, membuat pil ada pabriknya sendiri. Namun pil yang dibuat oleh Lin Feng jelas berbeda dari pil obat pasaran. Bukan pil obat yang menggunakan bahan kimia yang menimbulkan efek samping.
Bahkan Lin Haizan tidak bisa membuat pil sama sekali. Ia hanya bisa membuat rebusan dan obat bubuk. Jika ingin membuat pil, butuh seorang alkemis. Alkemis juga tidak diketahui ada di dunia saat ini. Namun Lin Feng tidak main-main untuk melakukannya.
__ADS_1
"Tuan Muda Lin. Bagaimana jika ku kirim sisa satu miliar itu? Namun kau harus menyembuhkan penyakitku. Kalau bukan karena pengobatanmu yang luar biasa, mungkin kau akan menyusul kedua orang tuamu."
"Maaf Tuan Nanggong. Aku tidak bisa diancam. Kau sendiri yang cari penyakit. Tidak ada hubungannya denganku. Bukannya sudah ku beri kesempatan? Namun ada niat pembunuh di ruangan ini. Baiklah, bunuh saja aku. Ku jamin tidak ada seorangpun yang dapat menyembuhkan penyakitmu."
"Seumur hidupku, jika ada orang yang berani mengancamku hanya bisa, MA-TI!" Nanggong menekan kata mati dalam ucapannya. Membunuh Lin Feng bisa dilakukan setelah penyakitnya sembuh.
"Siapa yang mengancammu? Sepertinya anda salah paham, Tuan Nanggong? Anda sendiri yang mengatur anak buahmu untuk membunuhku. Karena gagal, kenapa aku yang dijadikan sebagai kambing hitam?"
Nanggong Chai semakin marah pada Lin Feng. Karena hal itu, membuatnya terluka semakin parah. Ia tidak bisa menggerakkan tangannya. Menjadi lumpuh sepenuhnya mungkin hanya tinggal menunggu waktu. Jika Lin Feng tidak bisa hidup, maka hanya bisa bertahan untuk hidup hari ini.
Perdebatan antara Lin Feng dan Nanggong Chai semakin memanas. Jika saja tidak terjadi masalah, mereka bisa hidup dengan baik. Tanpa mereka sadari, beberapa orang di luar telah menjadi sasaran tembak.
"Tuan! Kita diserang! Kita tidak tahu siapa mereka. Tapi berpakaian hitam! Mereka membunuh sebagian anggota kita!" Seorang melaporkan dengan keadaan tangan terluka karena tertembak.
Beberapa saat kemudian, orang itu tak bersuara. Ternyata telah mendapatkan luka tusukan sebuah pedang. Pedang yang menembus tubuh, memiliki ketajaman yang luar biasa.
"Si-siapa yang berani? Keluarga Nanggong tidak akan melepaskan kalian!" Nanggong Chai muntah darah karena saking tidak kuatnya jantung. Akibat tekanan dari sekelompok pembunuh yang menyerangnya.
"Nanggong Chai, kan? Kami hanya orang yang kebetulan lewat. Hemm, bisa dikatakan ingin menghancurkan kekuatan keluarga Nanggong. Apakah kau mau bekerja sama? Biarkan aku membunuhmu dengan pedang atau peluruku?"
__ADS_1
Sementara Nanggong Chai tidak memiliki kekuatan besar untuk mengalahkan orang tersebut. Meski hanya satu orang, tidak bisa dikatakan baik. Karena di luar sudah pasti masih ada banyak pasukan.
"Kultivasi Atas tingkat ketiga, huh. Aku tidak mengetahui dendam di antara kalian. Ahh, hanya orang luar yang tidak tahu apapun. Silahkan selesaikan masalah ini. Tapi jangan sisakan satu mayat pun di tempat ini. Ini adalah toko pengobatan, bukan arena pembunuhan."
Lin Feng menarik Lin Haizan untuk mundur. Karena dapat melihat kekuatan lain di belakang. Ada seorang wanita berusia empat puluhan tahun. Dan jelas siapa yang ada di balik serangan itu.
'Baru semalam kita saling melihat. Namun sekarang sudah tidak sabar membunuhku? Shu Mei, awalnya aku berencana untuk membunuhmu setelah aku meningkatkan kultivasi. Sepertinya aku yang terlalu berharap.'
"Tuan Lin? Kenapa kita mundur ke belakang?" tanya Lin Haizan. Pria tua itu ketakutan setengah mati. Namun bisa melihat resep pengobatan dari Lin Feng pun tidak sepenuhnya menyesal. Hanya saja belum sempat mempraktekannya.
Lin Feng dan Lin Haizan masuk ke ruangan belakang. Tentu saja Lin Feng tahu tempat yang bisa digunakan untuk bersembunyi. Dengan pupil ganda miliknya, ia bisa mendeteksi segala hal.
Ruangan rahasia di bawah lantai, hanya orang-orang terdahulu yang membuatnya. Itu seperti sebuah tempat pelarian darurat yang disiapkan untuk melarikan diri saat dalam bahaya. Satu-satunya orang yang perlu diselamatkan Lin Feng memang hanya Lin Haizan. Ia tidak akan sanggup menyelamatkan Nanggong Chai. Juga tidak ada niat untuk melakukan hal bodoh itu.
"Tuan Muda Lin, bagaimana kau bisa tahu tempat rahasia di toko obatku? Aku sudah berusia segini, tidak tahu ada ruangan rahasia ini," ungkap Lin Haizan.
Padahal Lin Feng baru dua kali ke toko tersebut. Seharusnya hanya leluhur keluarga Lin yang mengetahuinya. Ini membuat pria tua itu memikirkan berbagai situasi.
"Bukankah ini adalah bangunan yang sudah sangat lama? Kebanyakan tempat bersejarah ini, memiliki ruang rahasia. Aku hanya asal menebak. Ternyata memang benar ada ruangan rahasia bawah tanah."
__ADS_1
***