
"Aish! Wanita yang cemburu benar-benar sangat lucu. Baiklah, Lin Feng. Aku tidak akan becanda lagi. Tapi soal kerjasama kita, aku tidak main-main. Aku rasa kita dapat berbisnis dan memiliki kesempatan untuk bertemu lagi."
"Kedatanganku hanya untuk mengambil tungku ini. Masalah bisnis, aku sudah menyerahkan pada kakekmu. Aku hanya bekerja sama dengannya. Jadi mohon undur diri, Nina Lin."
Lin Feng tidak mau melihat Alysa dalam suasana hati buruk. Maka harus segera membawanya pergi sebelum semuanya terlambat. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi padanya dan Lin Mian.
"Ooh, padahal kita baru pertama kalinya. Aku harus memberimu hadiah pertemuan, bukan? Bagaimana kalau aku berikan tubuhku padamu?"
"Maaf, Nona Lin. Kami tidak bisa menemanimu becanda. Hari ini aku ada janji dan tidak perlu merepotkan Nona." Lin Feng menggandeng tangan Alysa agar tidak membuat masalah.
Karena merasakan emosi Alysa yang memuncak, tidak mungkin bisa lama-lama. Mereka pun pergi dengan terburu-buru. Lin Yu'er berada di gendongan Lin Feng saat ini. Melewati para penjaga yang tengah bekerja. Untungnya Lin Mian tidak mengejar atau membuat masalah lainnya.
"Lin Feng, yah? Apa kau pikir bisa membodohiku? Aku tahu dirimu didua kehidupan. Dimasa lalu kamu adalah Dewa Obat. Dan sekarang juga bisa membuat obat dan pil. Kali ini harus mendapatkanmu bagaimanapun juga." Lin Mian tersenyum penuh arti.
Lin Mian pada saat hancurnya Gunung Linshan, berada di sana. Ia adalah seorang wanita yang hendak mencari informasi tentang Lin Feng dan ingin mendekatinya. Siapa sangka saat kunjungan pertamanya, ia juga memiliki takdir mengenaskan. Dirinya tidak berdaya setelah mendengar tentang Lin Feng yang keracunan.
Sejak memiliki ingatan dari masa lalu, Lin Mian telah membuat rencana dan melakukan beberapa investasi. Ia meneliti tentang dirinya yang dikirim ke masa depan. Menempati tubuh seorang wanita muda yang kaya raya. Sebenarnya kekayaan yang didapat adalah dari mendiang orang tuanya yang mengalami kecelakaan bersamanya beberapa tahun lalu.
Seharusnya ia sudah mati karena kecelakaan itu. Namun jiwanya dari masa lalu merasuk ke dalam tubuhnya saat ini. Setelah itu, ia meneliti apa yang terjadi padanya. Hingga menemukan beberapa orang yang mengalami nasib yang sama. Seperti seorang ahli racun bernama Gu Fego. Ia juga berteman baik dengan pria itu dan sama-sama menyelidiki apa yang mereka alami.
__ADS_1
Lin Feng juga merasakan adanya energi spiritual yang disembunyikan oleh Lin Mian. Namun wanita itu tidak menyadari energi spiritual yang ada di dalam guci. Lin Feng sudah berbuat demikian, juga karena melindungi istri dan anaknya.
"Lin Feng, aku tidak tahu tentang kerjasama di antara kalian. Tapi aku tidak suka kamu dekat-dekat dengan wanita itu." Alysa langsung mengutarakan pendapatnya. Ia juga tidak ingin menyembunyikan sesuatu dari suaminya.
"Kamu bicara apa, sih? Aku tidak ada hubungan kerja dengannya. Aku bekerja sama dengan kakeknya untuk mendistribusikan pil obatnya. Aku hanya membuat pilnya."
"Sama saja. Kamu bekerja sama dengan kakeknya. Lalu kamu pasti diangkat menjadi cucu menantu. Bukankah itu yang kamu mau? Kamu bisa kaya mendadak karena hal itu."
Kecemburuan Alysa benar-benar membuat Lin Feng bingung. Mau bagaimana menjelaskannya, ia kesulitan untuk berkata-kata. Apalagi ada Lin Yu'er yang mendengar. Tidak mungkin mereka bertengkar di depan anak kecil. Maka hanya bisa diam tanpa menjawab.
Namun yang namanya wanita, Alysa terus mengungkit hal-hal sepele. Meski perkataan Lin Mian benar atau tidaknya, akan tetap menjadi masalah ke depannya. Alysa juga berpikir sebagai wanita, ada perasaan tidak rela jika sang suami dekat dengan wanita lain.
"Aku tidak mau menduakan kamu. Jangan bicara seperti itu, wahai Istriku! Ku ingin kamu percaya padaku. Kalau tidak percaya padaku, aku akan menyerahkan semua keuntungan yang ada untukmu."
Keuntungan tidak penting bagi Alysa. Yang penting Lin Feng tidak tergoda wanita lain. Selamanya pria di sampingnya hanyalah miliknya seorang. Namun perbuatannya itu, justru terkesan mengada-ada.
"Ah, terserah kamu saja. Tidak butuh harta banyak. Apalagi kalau aku ambil semuanya, bagaimana jika kamu butuh? Berikan saja aku uang untuk pegangan. Aku juga ingin memulai bisnis dan mengambil kembali perusahaan yang dibangun oleh mendiang orang tuaku."
"Tidak perlu. Kamu tidak bisa mengambil perusahaan orang tuamu. Apakah kamu ingin memimpin perusahaan itu? Tapi aku sudah mengubah pemilik perusahaan itu menjadi milik keluarga Lin."
__ADS_1
"Keluarga Lin? Apakah perusahaan itu ada di tangan Lin Mian? Tidak! Jika dia pemilknya, aku tidak mau! Aku ingin merebut perusahaan itu. Tapi tidak punya uang sama sekali. Kalau kamu bisa membantuku, kamu juga berhak untuk memilikinya. Aku hanya tidak ingin mereka mengambilnya."
"Kamu bicara apa? Kau bisa ambil dokumen di dalam tas di jok belakang. Kamu akan tahu siapa yang memiliki semuanya. Aku yakin kamu tidak akan menolaknya. Bagaimana juga, pemilik seluruh kekayaan keluargamu ada di satu orang yang tidak mungkin kamu musuhi."
Alysa sejak tadi sudah mengambil dokumen yang ada di dalam tas. Lin Feng sudah mengurus semuanya dengan cepat. Dengan waktu yang singkat, ia sudah membuat dokumen yang menyatakan hak milik atau kepemilikan semua aset milik keluarga Lien kini berada di tangan Lin Yu'er.
Membaca semua itu, membuat Alysa terbelalak. Jika dia tidak memiliki semua asetnya, tidak masalah. Namun saat ini semua aset sudah berganti nama dengan nama anak mereka. Lin Yu'er kini sudah menjadi orang kaya di usianya yang masih empat tahun.
Alysa menatap Lin Yu'er dengan pandangan tidak percaya. Tapi itu sudah cukup baik. Setidaknya anak yang ia lahirkan adalah orang yang paling tepat untuk memilikinya. Maka sebagai orang tua, ia akan mengurus semuanya.
"Bagaimana? Aku tidak mungkin mengembalikan semua atas namamu. Itu akan memancing keluargamu untuk merebutnya. Tapi karena yang memiliki semuanya adalah Lin Yu'er, maka kamu memiliki tanggung jawab untuk mengurusnya sebagai walinya."
Tak terasa air mata Alysa menetes dengan deras. Ia segera memeluk suaminya dan dipenuhi emosi. Ia sangat senang karena Lin Feng melakukan hal yang tepat. Ia tidak bisa membayangkan jika itu ada di tangan Lin Mian.
"Terima kasih! Terima kasih, Lin Feng! Terima kasih sudah membantuku. Aku sangat senang karena semuanya masih di tangan kita. Yu'er, kamu adalah pemilik semua aset keluarga Lien. Kamu adalah bosnya sekarang. Bolehkah mama mengurus semua sampai kamu dewasa?"
"Mama bilang apa? Yu'er tidak mengerti apa yang dikatakan mama. Tapi mama jangan menangis lagi. Yu'er sedih kalau mama menangis."
"Tidak! Tidak apa-apa, Yu'er. Mama sangat senang hari ini. Kalau begitu, bagaimana jika kita rayakan bersama? Kita makan di restoran, yah! Papamu yang membayarnya!"
__ADS_1
***