
"Kenapa semua bisa begini? Polisi bahkan menyita rumah ini dan mengharuskan kita pergi dari sini! Anak sialan itu juga tidak tahu di mana. Lien Thung masuk penjara dan uang kita sudah habis."
Chu Ruti, seorang wanita berusia empat puluh tujuh tahun itu, tengah kesal karena didatangi kepolisian dua hari lalu. Ia tidak bisa menghubungi Alysa dan tidak tahu keberadaan sang keponakan.
Awalnya ia menikah dengan keluarga Lien, demi mendapatkan kehidupan yang mewah. Suaminya Lien Du adalah paman dari Alysa. Juga merupakan kakak dari Lien Xia, ibu Alysa Lien.
Lien Du telah hidup selama lima puluh satu tahun dan tidak memikirkan pekerjaan. Sebenarnya ia juga mendapatkan warisan leluhur keluarga Lien. Hanya saja ia mengalami kebangkrutan karena istri dan anak-anak mereka menghamburkan hartanya.
Alhasil dari perbuatan mereka, berdampak pada kehancuran keluarga. Beruntungnya mereka masih ada keluarga yang mau menampung dan memberinya harapan. Kedua orang tua Alysa sebenarnya ingin mereka bekerja di perusahaan. Namun bukannya membuahkan hasil yang maksimal, malah membuang-buang uang.
Mereka tidak bisa bekerja, malah memanfaatkan kebaikan kedua orang tua Alysa. Hingga pada akhirnya kedua orang tua Alysa mengalami kecelakaan, mereka adalah beban terbesar dalam keluarga Lien.
Chu Ruti dan Lien Du memiliki dua anak yang sudah dewasa. Namun hanya bisa menghamburkan uang saja. Entah apa yang mereka lakukan di luaran sana, tak ada yang bisa menghentikan. Bahkan terus-terusan meminta uang lebih pada Alysa.
Karena keuangan keluarga sedang tidak baik, mereka kerap kali memiliki rencana untuk menjual Alysa. Dengan mencari pria kaya raya agar mau menidurinya atau menikahinya. Namun mereka selalu saja gagal dan rencana mereka akan mereka lakukan. Namun sampai saat ini orangnya belum juga muncul.
"Kita sudah mencari pria kaya yang mau meniduri Alysa, bahkan mau menikahinya. Demi kehidupan kita di masa depan, kita harus bekerja sendiri."
"Chu Ruti! Mengapa kamu selalu membuatku kesal? Alysa bukanlah barang yang seenaknya kamu manfaatkan. Kenapa kamu tidak mau berhenti saja?" Lien Du sebenarnya merasa kasihan pada keponakannya. Namun ia lebih kasihan pada keluarganya yang terancam miskin.
__ADS_1
"Lien Du! Aku menikah dengan keluarga Lien ini, sudah sepantasnya aku mendapatkan apa yang ku mau. Bukankah kamu mengatakan dulu, kamu mau membahagiakan aku dan anak-anak kita? Kenapa? Kamu tidak mau mengorbankan keponakan tidak bergunamu?"
"Ah, sudahlah. Lagipula anak itu tidak ditemukan sampai sekarang. Aku khawatir dia sudah memiliki kehidupan baru dan melupakan kita. Mungkin dia sudah kabur sebelum keluarga Lien bangkrut."
"Iya. Keluarga Lien bisa bangkrut gara-gara keponakanmu itu. Huh, wanita sialan itu sudah tidak mentransfer uang padaku lagi. Kesal!"
"Dalam pikiranmu hanya ada uang? Kita tidak tahu nasib Alysa bagaimana. Malah yang ada di pikiranmu hanya uang. Kita harus mencarinya secepat mungkin. Tapi uangku juga sudah menipis. Ini karena kalian menghabiskan uang di tabunganku."
"Hey, kamu lupa bagaimana kamu berjanji dahulu? Katanya mau membahagiakan aku? Ini karena keponakan kesayanganmu itu tidak mentransfer uang lagi! Kamu cepat cari dia dan minta uang padanya. Pasti dia sudah menjadi simpanan pria kaya. Dia kan cantik dan tubuhnya seksi. Jadi dengan menjual tubuhnya, pasti bisa mendapat miliaran!"
'Dasar istriku ini. Kalau bukan istriku, sudah ku pukul sejak dulu. Tapi di mana harus mencarinnya? Aku bahkan tidak punya kendaraan. Mobil ada di anak-anak yang kerjaannya hanya bersenang-senang.'
Anak mereka juga telah menikah dan semua menantu mereka adalah pengangguran. Sehingga beban yang ditanggung Alysa selama ini bukan hanya dari keluarga Lien. Bahkan menantu Lien Du dan Chu Ruti juga meminta uang bulanan pada Alysa.
"Ayah, Ibu! Apa sudah ada kabar dari keponakan kalian yang tidak berguna itu? Uangku sudah menipis dan suamiku juga sudah tidak bekerja sejak menikah."
Lien Ruo, anak kedua pasangan Lien Du dan Chu Ruti adalah wanita berusia tiga puluh satu tahun. Ia sudah menikah dan memiliki seorang anak. Namun suaminya tidak bekerja, malah sama-sama mengharap harta Alysa.
Setiap harinya ia hanya bersenang-senang dan membeli barang-barang mewah atau jalan-jalan bersama suaminya. Juga melakukan perawatan seluruh tubuh yang menghabiskan puluhan juta tiap bulannya. Meski demikian, wajahnya tidak bisa secantik Alysa. Terkadang suaminya sendiri juga sering membandingkan dirinya dengan Alysa yang lebih cantik darinya.
__ADS_1
Kedatangan Lien Ruo adalah untuk mencari Alysa. Kekecewaan di hatinya semakin besar karena tidak melihat Alysa di manapun. Ia juga telah menghubungi nomornya namun tidak aktif. Apalagi Alysa juga tidak suka bermain media sosial. Sehingga tidak ada cara untuk mencarinya. Bahkan ketiga ia membuat postingan orang hilang pun, tak ada yang tahu di mana keberadaannya.
Sementara Alysa di mobil memgalami bersin beberapa kali. Ia merasakan ada orang yang membicarakan dirinya. Tapi ia tidak ingin memikirkan apapun. Ia hanya ingin bersama keluarga kecilnya yang bahagia.
"Mama bersin-bersin! Apa mama sakit? Atau mama lagi hamil adik untukku?" tanya Lien Yu'er dengan ekspresi polosnya.
"Uhukk! Apa yang kamu katakan, Yu'er? Mama tidak hamil dan belum mau memberikan Yu'er adik." Alysa melirik ke arah Lin Feng. Seharusnya pria itu juga tidak menginginkan juga.
"Yu'er benar. Mama harus secepatnya hamil dan berikan adik untukmu. Yu'er tenang saja! Papa dan mamamu akan berusaha agar Yu'er segera punya adik. Kamu mau berapa adik? Satu? Dua? Tiga? Atau sepuluh? Papa jamin, mama bisa melakukannya!"
"Uhuk! Apa yang kamu katakan? Sepuluh? Kamu mau membunuhku?" protes Alysa. Ia menjewer telinga suaminya yang sedang menyetir. Ia kesal dengan perkataannya yang asal keluar.
Namun bagaimanapun juga, jika dirinya hamil lagi, ia tidak masalah. Hanya saja ia harus mengembalikan kondisi perusahaan seperti dahulu. Ia akan membangun kembali yang sudah hancur. Membangun sistem yang sempurna dan mencari orang-orang yang dapat dipercaya.
Mobil memasuki sebuah mall terbesar di kota Chang. Lin Feng membawa keluarganya untuk berbelanja dan menikmati hidupnya. Selama ini Alysa tidak pernah memiliki waktu untuk kebahagiaan hidupnya.
Apa salahnya jika hari ini memanfaatkan waktu untuk foya-foya? Tentunya tidak memiliki banyak waktu tapi ia ingin memanfaatkan waktu saat ini sebelum memulai awal yang baru. Ini adalah sebuah hal bagus untuk dijalani.
"Apa yang mau kalian beli? Kalian bisa membeli apapun yang kalian mau. Hari ini biarkan kalian habiskan uang ratusan juta pun tidak masalah." Lin Feng memberikan sebuah kartu pada Alysa.
__ADS_1
"Ah, ini untukku? Kamu benar-benar suami terbaikku! Tentu saja aku mau menghabiskan uangmu! Eh, ini seharusnya menjadi uangku, bukan?" Alysa memeluk lengan Lin Feng. Tidak bisa terlalu dekat karena Lin Feng menggendong Lin Yu'er.
***