
Setelah melakukan peningkatan Kultivasi Atas, Lin Feng baru keluar dari kamarnya. Ia menempati kamar yang berbeda dengan Alysa dan Lien Yu'er. Kebetulan Alysa selesai masak dan Lin Feng telah meningkat dengan cepat. Sementara Lin Yu'er telah dipanggil untuk menikmati masakan Alysa.
"Kebetulan makanan sudah siap. Lin Feng, ayo makan. Ini masakanku yang biasa saja. Aku sudah mencicipi, bisa dimakan." Sebelum ini, Alysa sudah mencicipi masakannya. Sehingga yakin menghidangkan masakannya.
Karena tidak ingin membuat makan malam mereka kacau akibat dirinya yang tidak bisa memasak. Saat usia belasan tahun ia sudah ahli memasak. Dan sudah lama tidak memasak lagi.
"Kebetulan ada makanan. Aku lapar sekali hari ini. Baiklah, mari kita coba masakan istri tercintaku. Hehehe." Pria itu langsung mengambil tempat duduk.
"Waaahh ... banyak sekali makanannya? Yu'er mau ayam goreng! Ayam goreng!" Lin Yu'er menatap ayam goreng yang letaknya jauh.
Ada rasa tak sabar dalam diri Lin Yu'er melihat makanan yang disukainya. Ia segera meraih piring dan memberikannya pada Alysa. Minta diambilkan ayam goreng. Tidak peduli ada nasinya atau tidak.
"Kamu ini, biarkan mama yang ambilkan." Alysa menerima piring yang diberikan padanya. "Kamu juga ambil sendiri, yah." Berpaling pada Lin Feng. Sebenarnya ingin mengambilkan makanan untuknya juga. Tapi merasa malu melakukannya.
"Yah, aku maunya diambilkan juga. Tapi ya sudahlah, kamu sudah memasak begitu banyak. Seharusnya giliranku melayanimu. Aku siap melayanimu di sini maupun di kamar, heemm."
"Tidak perlu. Kamu makan saja yang ada. Kita juga mungkin harus tinggalkan apartemen ini segera. Karena ini bukan milikku lagi."
Sebelum semuanya berakhir, lebih baik katakan saja langsung. Karena bukan hanya dirinya yang akan terusir dari apartemen. Namun nasib kedua orang terdekatnya saat ini sedang tidak baik-baik saja.
__ADS_1
Sebagai orang yang paling tua di sini, Alysa merasa memiliki tanggung jawab untuk menafkahi dan memberikan tempat tinggal yang cocok. Ia juga akan menjual apapun yang bisa ia jadikan uang. Sangat disayangkan bahwa tidak ada yang bisa diandalkan saat ini.
Namun rasa khawatir Alysa hanya membuat Lin Feng tersenyum dalam hati. Ia tidak tahu apa reaksinya saat mengetahui siapa pemilik seluruh aset keluarga Lien saat ini. Bahkan keluarga Lien sudah tidak memiliki hak untuk merebut semuanya lagi.
Bukti-bukti palsu yang dibuat oleh Lin Feng, diarahkan ke seluruh pemuka besar yang ada di perusahaan. Mulai dari direktur, sekertaris, para pemegang saham dan juga seluruh keluarga Lien yang telah menjual dan dan membawa seluruh keuangan yang ada. Dibuat seolah-olah sebagian kekayaan dibagi-bagikannya pada seluruh karyawan yang ada.
Rencana Lin Feng mungkin menimbulkan kecurigaan para petugas kepolisian atau hukum. Jika mereka memeriksa lagi, Alysa bisa saja terlihat. Namun ada rekaman CCTV yang menunjukkan wanita itu diikat dan dipaksa tanda tangan. Di sana juga ada dokumen yang belum ditanda tangani oleh Alysa. Hanya korbannya tiba-tiba hilang dan para tersangka telah mengalami penderitaan.
Kembali ke meja makan, Lin Feng mengambil sendiri makanannya. Makan malam hari bersama keluarga kecilnya, merupakan kebahagiaan kecil. Yang penting hari ini telah menyelesaikan langkah awal.
"Rasanya lumayan enak. Andaikan setiap hari merasakan masakan istri yang cantik dan seksi ini, alangkah baiknya." Lin Feng berkhayal.
"Jangan banyak berkhayal. Siapa istri cantik dan seksimu?" Alysa merasa malu karena ucapan Lin Feng. Ia tidak berharap itu ditujukan padanya. Karena merasa dirinya sendiri sebagai orang yang penuh kekurangan.
Alysa tidak bisa berkata-kata. Namun tidak ingin tergoda dengan godaan yang diarahkan padanya. Masih ada hal lebih penting daripada memikirkan percintaan. Namun tidak bisa selalu menghindar. Akan ada hari di mana harus berbahagia. Menjalankan peran sebagai seorang istri dan seorang ibu bagi anak-anak. Namun tidak bisa meninggalkan dunia bisnis yang membesarkan namanya.
Makan malam terasa sangat cepat bagi Lin Feng. Namun terasa sangat lama bagi Alysa. Ada rasa tidak tenang terkait perkataan Lin Feng. Saatnya mereka bersiap untuk beristirahat. Apalagi bagi Lin Yu'er, harus tidur lebih cepat.
"Malam ini Yu'er mau tidur bertiga sama mama dan papa," celetuk Lin Yu'er. Karena sudah memiliki keluarga yang utuh, ingin rasanya ia bisa merasakan kasih sayang kedua orang tuanya.
__ADS_1
"Boleh. Nanti saat mau tidur, papa akan datang ke kamar, yah," ujar Lin Feng bersemangat. Kalau untuk tidur bersama Alysa, siapapun tidak akan pernah menolak. Bersama dengan anak hanyalah sebuah alasan kecil.
"Ti-ti-dak, kan? Papamu harus tidur di sebelah." Tanpa diduga Alysa menolak permintaan Lin Yu'er. Ia merasa malu jika tidur bersama Lin Feng. Namun ia seharusnya akan terbiasa. Hanya masalah waktu mereka bisa bersama.
Karena tidak ingin membahasnya lagi Alysa pergi ke dapur untuk membersihkan peralatan makan. Sebenarnya tidak masalah jika mereka bersama seperti keluarga sebenarnya. Tapi perkataan Alysa terasa sangat kejam. Entah mengapa dia menyesal telah mengatakan hal itu.
'Ah, apa aku ajak saja Lin Feng untuk tidur bersama? Ada Yu'er juga, tidak akan terjadi apapun pada kami. Tenanglah Alysa. Hanya akan tidur dan Yu'er ada di tengah-tengah. Tidak akan terjadi apa-apa antara kami. Iya, nanti aku akan bicara pada Lin Feng.'
Bagaimanapun juga, Alysa tidak berniat mencari pria lain untuk menjadi ayah sambung Lin Yu'er. Dalam hal ini, maka ia hanya bisa menerima Lin Feng seumur hidupnya. Pikiran seorang pria tidaklah pasti dan dapat melakukan segalanya yang diluar pikiran seorang wanita. Begitu juga sebaliknya. Lin Feng tidak tahu pikiran apa yang ada di dalam otak sang istri.
Setelah mendapat penolakan, Lin Feng terdiam. Tidak mau membantah atau memaksakan kehendaknya. Dari dulu ia tidak ingin berinisiatif untuk menyerang wanita terlebih dahulu. Ia akan menunggu kesiapan sang istri untuk menerimanya secara perlahan.
'Sepertinya di luar masih ada tamu. Tidak disangka dia berani datang ke sini mencariku.'
Lin Feng dapat melihat seseorang yang dikenal yang ada di luar gedung apartemen. Orang itu terlihat mondar-mandir dan tidak bisa masuk begitu saja saat malam hari. Andaikan itu siang hari, ada kemungkinan bisa masuk ke apartemen. Namun saat malam hari, tidak seorangpun yang tidak memiliki akses dapat masuk.
"Papa tidak bisa memaksa mamamu." Lin Feng mengusap kepala Lin Yu'er. Yu'er, kamu patuh saja pada mamamu. Meski papa ingin sekali tidur bersama kalian, mamamu juga belum bisa menerima papa. Hemm, malam ini kalian tidur lebih awal."
"Yah. Padahal Yu'er belum pernah tidur bareng papa sama mama. Kenapa mama begitu? Huhh, mama jahat," rutuk Lin Yu'er.
__ADS_1
"Jangan bilang begitu, yah. Papa juga ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Nanti bilangin mama kamu, papa keluar sebentar."
***