Papa Untuk Bayiku

Papa Untuk Bayiku
24, Berbelanja


__ADS_3

Mita membeli beberapa pakaian untuk kuliah serta pakaian untuk Azam. Mita juga membeli pakaian untuk Hisyam. Setelah puas berbelanja Mita mengajak Hisyam menuju ke bioskop yang berada di lantai paling atas. Mereka melihat-lihat film yang akan di tayangkan di bioskop itu. Semenjak mereka menikah mereka belum pernah nonton bersama di bioskop karena Hisyam sibuk praktek. Jika Hisyam libur praktek mereka lebih sering berada di rumah daripada pergi keluar.


Ketika ia sedang asyik memilih film apa yang akan mereka tonton ada beberapa orang yang sedang memperhatikan mereka. Mereka menghampiri Mita.


“Mita,” sapa salah satu di antara mereka.


Mita menoleh ke orang yang menyapanya.


“Eh, Dinda. Sama siapa?” tanya Mita.


“Sama teman-teman kelas kita, Mit. Kamu lupa ya, kalau kita mau nonton rame-rame,” jawab Dinda.


Mita menoleh ke orang-orang yang berdiri di belakang  Dinda. Ternyata teman-teman kuliahnya ada di sana semuanya.


“Hai, Mita. Sombong ih, mentang-mentang jalan sama cowok,” kata Vitri.


Mita nyengir kuda mendengar perkataan Vitri.


“Kenalin dong cowoknya, Mit,” ujar Ade.


Mita menoleh ke Hisyam meminta persetujuan Hisyam. Hisyam pun mengangguk.


“Teman-teman kenalkan ini Abang Hisyam suami Mita,” kata Mita kepada teman-temannya.

__ADS_1


Teman-teman Mita kaget mendengarnya.


“Serius, Mit?” tanya Dinda.


“Serius. Kami sudah menikah selama setahun empat bulan,” jawab Mita.


Tiba-tiba terdengar suara pemberitahuan jika pintu teater sudah dibuka. Teman- teman Mita pun pamit karena hendak masuk ke dalam teater.


“Kita nonton apa, Bang?” tanya Mita sambil memperhatikan film yang ditayangkan.


“Terserah kamu,” jawab Hisyam.


“Kamu maunya nonton apa?” Hisyam balik bertanya.


“Ayo, kita balik ke hotel,” ujar Hisyam.


“Tapi makan siang dulu di sini. Perut Mita lapar,” kata Mita.


“Boleh. Kamu mau makan apa?” tanya Hisyam.


“Mita mau lihat ada apa aja,” jawab Mita.


Mereka keluar dari lobby bioskop dan turun ke lantai bawah. Mereka berjalan menuju ke food court yang terdapat di mall tersebut. Mereka berputar mencari makanan. Akhirnya mereka memutuskan untuk makan di restaurant all you can eat Waktunya Memanggang. Ketika mereka sedang makan ada sekumpulan perempuan muda yang duduk tak jauh dari meja mereka. Perempuan-perempuan  itu melirik-lirik ke arah Hisyam membuat Mita kesal melihat mereka. Namun, Hisyam cuek saja tidak memperdulikan mereka. Ia hanya fokus ke Mita saja.

__ADS_1


Setelah selesai makan Mita dan Hisyam menuju ke supermarket yang berada di lantai dasar. Mereka membeli beberapa bungkus camilan dan minuman untuk di hotel. Selesai membeli camilan mereka kembali ke hotel.


Sesampai di kamar hotel dada Mita sudah terasa sakit. Mita meringis kesakitan.


“Kenapa?” tanya Hisyam melihat Mita meringis sambil memegang dadanya.


“Sepertinya asi Mita sudah penuh,” jawab Mita sambil memegang dadanya.


“Nanti di pompa. Sekarang kita sholat dulu, sudah jam dua,” ujar Hisyam.


“Ia, Bang. Mita ambil wudhu dulu.” Mita berjalan menuju ke kamar mandi sambil memegang dadanya.


Beberapa menit kemudian ia keluar dari kamar mandi. Gantian Hisyam yang wudhu. Setelah Hisyam selesai wudhu mereka langsung sholat dzuhur. Selama sholat dzuhur Mita menahan rasa sakit pada bagian dadanya. Asinya merembes sampai membuat underwear dan baju Mita basah. Setelah selesai sholat Mita cepat-cepat membuka dan melipat mukenahnya.


Hisyam memperhatikan istrinya yang melipat mukenah dengan terburu-buru lalu mengambil pompa asi. Mita memompa asi sambil meringis kesakitan karena dada sebelah  kiri di pompa dada yang sebelah kanan keluar asi. Mita menutup dada sebelah kanan dengan menggunakan tissue.


Setelah selesai dipompa Mita merasa lega. Mita memindahkan asi ke botol kaca lalu menaruh botol-botol tersebut di kulkas.


Hisyam mendekati istrinya. Tangan Hisyam mengusap-usap punggung istrinya lalu mengecup pipi istrinya.


“Yuk, kita lanjutkan lagi yang tadi malam,” bisik Hisyam. Mita menjawab dengan mengangguk.


***

__ADS_1


__ADS_2