Pelangi Senja Diujung Timur Indonesia

Pelangi Senja Diujung Timur Indonesia
PSDUTI 10 Makanan Planet


__ADS_3

Begitu Anggi berlalu dari ruang tamu,Rita langsung menggerutu.


"Ish loe lagi,loe lagi.Eneg gue ketemu loe!",ketusnya pada Wira.


"Eh,emang loe pikir gue seneng gitu ketemu loe,dasar manusia planet",jawab Wira.


"Apa loe bilang,gue manusia planet",pekik Rita sambil melotot,membuat Wira makin gemas dibuatnya.


"Iya loe manusia planet yang unik,kenapa?",tanya Wira.


"Emang loe pikir loe siapa,hah?",ketus Rita lagi.


"Eh jadi perempuan jangan galak-galak.Nanti cantiknya hilang loh.Lagian kamu kenapa sih kalau ketemu aku kok kaya yang ketemu musuh aja.Slow baby",goda Wira pada Rita.


Mendengar apa yang dikatakan Wira,Rita pun jadi salah tingkah.


"Ngga usah salting gitu napa neng?",goda Wira lagi.


"Ngga,siapa yang salting?",jawab Rita.


Sementara Rita dan Wira saling ejek,maka beda lagi dengan yang terjadi dengan si tuan rumah yang sedang berada dikamar mandi.


Setelah meninggalkan Rita dan Wira diruang tamu,Anggi segera kekamar dan mempersiapkan baju ganti untuk Hans.


"Loh abang kok belum mandi?",tanya Anggi karena Hans masih memakai PDLnya sambil memainkan ponselnya.


"Abang sengaja nunggu kamu,mandi bareng yuuk!",ajak Hans.


"Cuma mandi ya,didepan ada Rita sama mas Wira bang",kata Anggi.


"Ngga janji deh dek",jawab Hans sambil.merengkuh tubuh Anggi dari belakang sembari melepas hijab Anggi.Lalu menghirup dalam-dalam aroma tubuh Anggi.


"Eeemmmhh abaaangg",desah Anggi karena Hans sudah mencium lehernya bahkan meninggalkan jejaknya disitu.


Hans terus menciumi leher mulus Anggi seraya melepas satu persatu kain yang menempel ditubuhnya atau pun tubuh Anggi.


Setelah keduanya polos,Hans segera menuntun Anggi kedalam kamar mandi.Diangkat tubuh Anggi,lalu dimasukkan kedalam bathup yang sebelumnya sudah diisi air hangat.


Hans segera menyusul Anggi,mereka pun saling menyabuni,saling meraba hingga bibir keduanya saling bertaut.


"Bang diluar ada mas Wira sama Rita",kata Anggi ketika Hans hendak menyatukan tubuh mereka.


"Biarin mereka saling bicara.Kita beri mereka kesempatan",jawab Hans sambil memghentakkan pinggulnya.


"Eeemmhh abaang,nga-sih me-re-ka ke-sem-pa-tan,at-tau abaang yang nya-ri ke-sem-pa-tan eeemmhhh",jawab Anggi sambil mendesah.


Sementara Hans tak memperdulikan racauan istrinya,dia terus menghujamkan senjatanya kepusat inti Anggi dengan hentakan-hentakan yang makin cepat.


"Eeemmhh abaaang,faster baaangg",racau Anggi yang sudah tak mampu menahan gejolak kenikmatan yang ditimbulkan oleh hentakan Hans.


"Teruslah mendesah Nggi,abang suka suara desahmu,Eeemmhh sungguh kau membuatku gila sayang",racau Hans yang merasakan kenikmatan luar biasa.

__ADS_1


Mereka pun terus berpacu dalam irama cinta.Hingga satu jam permainan mereka baru selesai.Setelah membilas tubuh mereka,mereka segera kembali kekamar dan berganti pakaian.


Belum lagi Anggi mengenakan bajunya,Hans sudah kembali menyerang bibir ranum Anggi.


"Abang iih",seru Anggi setelah ciuman mereka terlepas.


"Dek lagi ya,ya....",tanya Hans dengan tatapan berkabut penuh hasrat.


"Baaanng,di depan ad....mmmmhh",lagi-lagi Hans menyerang bibir Anggi,dan mereka pun kembali bergulat,kali ini mereka bergulat di meja rias.


Hans mendudukan Anggi dimeja rias dengan menghadap kearahnya,kemudian Hans mrlakukan hentakan demi hentakan dengan tempo cepat,namun lembut.


Membuat Anggi terus meracau karena kenikmatan yang Hans ciptakan.


Tiga puluh menit kemudian,mereka menyelesaikan pertempuran mereka.Dengan kekalahan telak dikubu Anggi.


Lutut Anggi hingga bergetar saking habis tenaganya.


"Abang,abang harus bertanggung jawab.Lututku sampai bergetar gini",seru Anggi.


"He he he,habis tubuhmu candu sih,abang ngga bisa berhenti kalau sudah menyentuhmu bidadariku",jawab Hans sambil mengecup lembut bibir Anggi.


"Sudah ah,nanti abang kebablasan lagi.Diluar ada tamu bang",kata Anggi sambil melotot kearah Hans.


Yang mana hal itu justru membuat Hans makin gemas,dia langsung merengkuh tubuh istrinya sambil meremas dua bongkah pantat Anggi.


"Iiihh abang mesum",seru Anggi sambil mencubit perut Hans.


Setelah selesai berpakaian,mereka segera keluar kamar menuju ruang tamu.


Dan ketika sampai diruang tamu,mereka dikagetkan dengan aksi kedua tamu mereka.


Ternyata ketika sipemilik rumah tengah asyik membuat adonan bayi,tamu mereka pun tengah asyik bertukar saliva.


Flash back on


"Abang neng yang salting",kata Wira.


"Hah,kok bisa,kenapa emangnya?",tanya Rita.


"Gimana ngga salting,orang abang dihadapkan pada bidadari",jawab Wira.


"Bidadari?Dimana?",tanya Rita polos.


"Ini,didekatku.Bidadari yang turun dari planet mars",gombal Wira.


"Ih,abang bisa ngegombal juga ya?",kata Rita.


"Yang gombal juga siapa neng.Beneran kok,kamu kaya bidadari,bidadari berhijab",kata Wira lagi.


"Ih abang bisaan.Eh ngomong-ngomong ini tuan rumahnya kemana.Kok mandi aja lama banget sih",gerutu Rita.

__ADS_1


"Palingan mereka mandi sambil bikin adonan",jawab Wira.


"Hah,bikin adonan?Maksudnya adonan apaan bang?",tanya Rita polos.


"Adonan bayilah,apalagi?",kata Wira vulgar.


"Aataghfirullah,abang iihh ,ngomongnya ngga difilter!",seru Rita dan reflek tangannya mendaratkan satu cubitan di paha Wira.


"Aduh,sakit neng",kata Wira sambil mengelus pahanya yang dicubit Rita.


"Eh maaf bang,habisnya abang ngomongnya asal sih,aku kan jadi gemes bang",jawab Rita.


"Kalau gemes itu dicium neng,bukannya dicubit!",seru Wira.


"Aiihh,itu mah maunya abang",seru Rita ,lagi-lagi tangannya reflek menampar paha Wira.


Segera Wira menangkap tangan Rita.Lalu tanpa sengaja pandangan mereka bertemu,saling mengunci.Dan entah setan berbisik apa,tiba-tiba bibir mereka saling bertaut satu sama lain.


Cukup lama mereka saling bertukar saliva,hingga terdengar deheman yang mengagetkan keduanya.


"Khmm",Hans berdehem.


Membuat keduanya saling kelabakan kaya pencuri yang tertangkap basah.


"Dek,kamu tadi masak apa?",tanya Hans seolah-olah ngga tahu apa yang terjadi.


"Eh,tadi Anggi nggoreng ayam bang,ada walang goreng juga,tadi dibawain Rita",jawab Anggi.


"Walang goreng?Gimana itu rasanya?",tanya Hans.


"Ya gitu,nanti abang coba aja",kata Anggi.


"Eh,Ri mas Wira,maaf ya kalian jadi nunggu lama",kata Anggi.


"Eh,eenngg ngga papa Nggi",jawab Rita gugup.


"Duh,Anggi tadi tahu ngga ya,duh malu banget aku kalau Anggi sampai tahu",batin Rita.


"Bang Wira,makan yuuk",ajak Hans.


"Okay,emang Anggi masak apa",tanya Wira sambil berjalan kearah meja makan dengan santai seolah tidak terjadi apa-apa.


"Tadi mba Rita bawain walang goreng katanya,abang sudah pernah makan?",tanya Hans.


"Hah walang goreng?Makanan dari planet mana itu?",tanya Wira.


"Enak aja makanan planet,itu makanan khas Gunungkidul bang.Kalau abang udah ngerasain,dijamin ketagihan",jawab Rita.


"O iya,apakah rasanya nagih seperti bibirmu tadi?",bisik Wira ditelinga Rita.


"What...",kata Rita tanpa suara dengan semu merah dipipinya.

__ADS_1


"Udah,ayo kita makan,kalian coba aja walang gorengnya!",kata Anggi sambil mengambilkan nasi untuk Hans.


__ADS_2