Pelangi Senja Diujung Timur Indonesia

Pelangi Senja Diujung Timur Indonesia
PSDUTI 32


__ADS_3

PSDUTI 32


Melihat hidangan yang sudah disajikan Uti Jum diatas meja,selera Anggi langsung meningkat drastis.Langsung


saja Anggi mengambil piring lalu mengisinya dengan sega thiwul alias nasi singkong,lalu menambahkan walang goreng dan juga sambal.Tanpa menunggu lama,ia langsung melahapnya.


Bang Hans hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Anggi yang kaya orang kesurupan.


"Dek-dek.mbok ya alon-alon to!Koyo seminggu ra mangan ae lho oleh mu mangan ki!",seru bang Hans yang melihat Anggi sibuk malahab makanannya,sampai lupaelayani suaminya.


"Anakmu ki koyone darah Gunungkidule luwih kentel nak Hans",kata Uti yang juga menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Anggi.


"Nggih mak",jawab bang Hans.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Seminggu pun telah berlalu,kini Anggi dan bang Hans tengah mengantar Uti dan juga duo bocil double A kebandara.


"Kalian harus nurut nurut sama Uti,jangan suka bantah.Dan sekolahnya yang bener",nasehat Anggi pada kedua putranya.


"Iya bund,bunda juga harus hati-hati jaga adikku",jawab Ardi sambil mengusap perut Anggi yang mulai membuncit.Sehingga membuat Anggi,bang Hans,dan Uti melongo.


"Gusti le omonganmu,ge sopo iki le ngajari!",seru Anggi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Mbuh kui,ngerti teko sopo!",jawab Uti yang juga merasa heran dengan tingkah Ardi.


"Gayamu dek!",seru mas Arif yang juga merasa heran dengan tingkah adiknya.


"Yo wes,yo wes",kata Uti menengahi."Jaga awakke,ben sehat jabang bayine.Ojo rewel yo ngger,simbah bali sek neng jawa",sambung Uti sambil mengelus lembut perut Anggi.


"Nggih mak",jawab Anggi sambil memeluk tubuh Utinyang sudah mulai renta.


"Nak Hans,mamak titip Anggi yo",kata Uti kemudian ke bang Hans.


"Nggih mak",jawab bang Hans sambil merengkuh pundak Anggi.


Setelah saling bersalaman dan berpelukan,Uti beserta kedua bocol double A pun segera masuk untuk check in.Sedangkan Anggi dan bang Hans,masih menunggu diluar.Mereka menunggu pesawat yang ditumpangi Uti beserta dua anaknya boarding.


Setelah pesawat lepas landas dan mengudara,Anggi dan Hans pun segera pulang.


"Dek,mau langsung pulang,atau mau kemana dulu ini?",tanya bang Hans yang tengah menyadari kesedihan istrinya karena ditinggal anak dan emaknya.


"Mampir kesupermarket xx dulu yuuk bang!Aku mau belanja kebutuhan bulanan nich!",ajak Anggi.


"Siap bu Kapten!!",seru bang Hans lalu melajukan mobilnya menuju ke swalayan xx.


Sesampainya diswalayan,Anggi pun segera mengambil semua kebutuhan rumah tangganya.Hingga satu jam telah berlalu.Dan akhirnya kegiatan belanja Anggi pun selesai.Dan segera pulang kerumah.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Sebulan pun berlalu,kini kehamilan Anggi sudah memasuki usia ke 12 minggu.Dan disaat ini,Anggi dan bang Hans sedang berada diruang tunggu sebuah rumah sakit di kota J.Mereka tengah menunggu antrian untuk periksa kehamilan.


Setelah menunggu beberapa saat,akhirnya nama Angginpun dipanggil oleh perawat.Mereka berdua kemudian masuk keruang dokter secara beriringan.


Setelah keduanya duduk,dokter kandungan pun mulai bertanya tentang keluhan-keluhan yang dirasakan Anggi.

__ADS_1


"Ngga ada sih dok,paling cuma mual muntah aja sih kalau pagi",jawab Anggi.


"Oohh itu umum dialami oleh ibu hamil,nanti akan saya resepkan vitamin dan juga anti mualnya",jawab dokter.


Kemudian dokter mempersilakan Anggi untuk naik keatas brangkar,dan tidur telentang.Seorang perawat kemudian mendekat dan mengoleskan gel keperut Anggi setelah membuka baju yang menutupinya.


Kemudian dokter mulai menggerak-gerakkan transduser diatas permukaan perut Anggi yang sudah mulai membuncit.


"Bayi-bayinya sehat ya pak ,bu!",seru dokter begitu melihat janin Anggi didalam layar USG.


"Ya Allah,calon anak-anakku!",seru bang Hans sambil mengecupi wajah Anggi."Terimakasih dek,kamu bersedia mengandung generasi penerusku",lanjut bang Hans dengan wajah berbinar-binar.


"Iya bang,kan sudah jadi kodrat Anggi,semoga kelakereka lahir dengan lancar,selamat dan sehat ya bang,tak kurang suatu apa",jawab Anggi.


"Aaammiiiinn",balas bang Hans.


"Baiklah bu Hans,sebulan lagi datang periksa ya,ini resep vitamin dan obat mualnya.Jangan lupa makan dan istirahat yang cukup ya bu Hans!",kata dokter memperingatkan.


"Siap dokter",jawab Anggi antusias.


"Baiklah dok,kami permisi dulu,terimakasih",pamit bang Hans,kemudian menuntun Anggi keluar dari ruangan dokter.


Setelah menebus obat di apotik,mereka pun berjalan beriringan menuju ketempat parkir.


"Setelah ini,kita kemana dulu dek?Mumpung abang free ini?",tanya bang Hans setelah keduanya masuk kedalam mobil.


"Anggi mau ketempat bunda bang,Anggi pingin makan masakan bunda!",jawab Anggi polos.


"Okay,rupanya kalian kangen masakan nenek ya?",kata bang Hans sambil mengelus perut Anggi yang sudah terlihat sedikit buncit.


"Okay,yuuk cuuzz kita kerumah nenek!",jawab bang Hans.


Namun belum lagi bang Hans menekan gas,tiba-tiba ponsel bang Hans berdering.


Bunda memanggil....


"Ah bunda tahu aja kalau lagi diomongin",guman bang Hans kemudian menggeser tombol hijau pada ponselnya.


📱 Hans :Assalamu'alaikum bunda


📱 Bunda :Wa'alaikumsalam,Hans.Kamu lagi dimana?


📱 Hans :Barusan mau pulang dari rumah sakit bund,


periksa kehamilan Anggi,gimana?


📱 Bunda :Kalian ada acara ngga?Kalau ngga,mampir


tempat bunda ya.Bunda masak sop buntut ini.


📱 Hans :Masa sih bunda?Kok pas banget ya?Anggi


barusan bilang pingin kerumah bunda,katanya


pingin sop buntut buatan bunda.

__ADS_1


📱 Bunda:O iya?Waahh berarti itu ikatan batin antara


bunda dan calon cucu bunda.Ya sudah kalian


otw kemari,mumpung baru masuk panci ini.


📱 Hans :Siap bunda,kita langsung meluncur,


Assalamu'alaikum.


📱 Bunda :Wa'alaikumsalam


Setelah menutup panggilan telfonnya,bang Hans segera tancap gas menuju rumah bunda.Sementara Anggi sudah anteng dengan tidurnya.


"Lah ditinggal ngobrol,udah tidur aja istriku",gan bang Hans sambil membelai lembut pipi dan bibir Anggi.


Setengah jam kemudian,bang Hans dan Anggi telah sampai dirumah bunda.Pak Satpam langsung membukakan pintu gerbang begitu melihat mobil bang Hans terlihat melaju kearahnya.


"Siang mas Hans",sapa pak Satpam ramah.


"Siang juga pak Bas",jawab bang Hans kemudian melajukan mobilnya kehalaman rumah bunda.


"Belum bangun juga istriku",guman bang Hans,kemudian turun dan membuka pintu mobil,kemudian mengangkat tubuh Anggi ala bridal style.


Mbok Narti yang mendengar deru mesin mobil bang Hans,langsung menuju pintu dan segera membukanya tanpa menunggu bang Hans mengetukknya.


"Eh mba Anggi kenapa mas?",tanya mbok Narti cemas.


"Ngga papa mbok,hanya ketiduran aja tadi dijalan.Saya tidak tega membangunkannya",jawab bang Hans sambil merjalan menuju ke kamarnya yang diikuti mbok Narti dibelakangnya.


Setelah sampai depan kamar,mbik Naeti dengan sigap membukakan pintu untuk bang Hans.


"Makasih ya mbok",kata bang Hans.


"Sama-sama mas Hans",jawab mbok Narti kemudian berlalu kedapur kembali.


"Sudah mbok?",tanya bunda.


"Sampun (sudah) bu",jawab mbok Narti.


"Lah terus mana mereka?",tanya bunda yang tidak tahu kalau Anggi masih terlelap.


"Dikamar buk,wong mba Angginya tidur!",jawab mbok Narti.


"Ooohh,pantesan Hans langsung kekamar",kata bunda.


Tak lama kemudian bang Hans pun muncul didapur.


"Assalamu'alaikum bund!",serunya sambil mendekat kearah bunda.


"Wa'alaikumsalam Hans,Anggi tidur ya?",tanya bunda.


"Iya bund,mungkin capek",jawab bang Hans.


"Yah,namanya juga lagi hamil ya pasti bawaannya lemes Hans,ya udah sana kamu temani dulu nanti kalau makan siangnya sudah siap,bunda panggil!",seru bunda.

__ADS_1


"Baiklah bund,Hans ke kamar dulu!",pamit bang Hans.


__ADS_2