Pelangi Senja Diujung Timur Indonesia

Pelangi Senja Diujung Timur Indonesia
PSDUTI 29 [Kejutan Lagi]


__ADS_3

PSDUTI 29 Kejutan Lagi


Mereka pun akhirnya berlalu pergi dari tempat penjual bubur.Menuju kerumah dinas bang Hans.


Selama dalam perjalanan Anggi hanya diam,tak ada kata yang terucap dari kedua bibirnya.Ditanya Bang Hans pun hanya menjawab seperlunya.


"Dek,kamu kenapa?Kok diam aja dari tadi?",tanya bang Hans.


"Ngga papa kok bang",jawab Anggi sambil membuamg pandangan jauh keluar kaca mobil.


"Bener ngga papa?Apa ada yang sakit?",tanya bang Hans lagi.


"Ngga ada ,abang ",jawab Anggi.


"Anak abang gimana,baik-baik juga?",tanya bang Hans lagi.


"Tenang aja.Bayi abang baik-baik saja",jawab Anggi lagi.


"Bayi abang memang baik-baik saja.Tapi tidak dengan hati dan perasaanku bang.Hatiku sakit.Siapa lagi perempuan itu",batin Anggi dalam hati.


Tak terasa mereka telah sampai dirumah dinas,bang Hans membuka kaca mobil ketika melewati pos.


"Siap.Siang Kapten",sapa om penjaga.


Bang Hans hanya menganggukkan kepalanya,kemudian menaikkan lagi kacamobilnya.


Setelah Bang Hans memarkirkan mobilnya,Anggi segera turun tanpa menunggu bang Hansmembukakan pintu,kemudian langsung berjalan kerumah dan membuka kunci pintu dan masuk kedalam rumah tanpa menghiraukan bang Hans.


Melihat kelakuan Anggi,bang Hans hanya menggelengkan kepalanya.Lalu segera menyusul Anggi kedalam rumah.


Namun saat bang Hans tiba didalam rumah,Anggi sudah masuk kedalam kamar dan menutup serta mengunci pintunya.


"Dek,buka pintunya!Kamu belum sarapan loh!",kata bang Hans dengan lembut sambil membawa nampan dengan mangkuk yang berisi bubur.


Namun yang dipanggil hanya diam saja,tidak menyahut.


"Ayolah dek,kasihan siadek dalam perutmu loh. Dari tadi belum makan!",masih dengan suara lembut bamg Hans mencoba merayu Anggi agar tidak marah.


Namun lagi-lagi tak ada sahutan dari dalam kamar,membuat kesabaran bang Hans makin menipis.


"Dek,buka pintunya atau abang dobrak!",seru bang Hans penuh ancaman.


Dan lagi-lagi tidak ada sahutan dari dalam.Membuat bang Hans makin panik.


"Dek abang hitung sampai tiga,kalau pintunya bekum juga dibuka,abang akan dobrak.Satu....dua...",kata Hans sambil mengambil ancang-ancang.


"Ti....",


Krieeet,pintu kamar terbuka dan menampakkan Anggi dengan tatapan sendunya.


"Akhirnya,ini buburnya dimakan dulu.Kasihan baby didalam sini.Pasti dia lapar",kata bang Hans dengan senyum mengembang dikedua sudut bibirnya.


Tanpa berkata sepatah kata pun,Anggi meraih nampan yang bang Hans bawa,kemudian menutup kembali pintu kamar dan menguncinya rapat-rapat.


"Ooohh Astaga Anggi.Serem juga kalau dia sedang marah",guman Bang Hans sambil begidik ngeri.


Setelah Anggi mengambil buburnya,bang Hans punnjuga segera melahap buburnya.Jujur saja saat ini bang Hans begitu kelaparan.

__ADS_1


Gimana ngga lapar,tenaganya sudah terkuras habis setelah melayani ***** Anggi dipagi hari.


Setelah selesai dengan buburnya,bang Hans segera meraih ponselnya dan menghubungi seseorang.


"Iya halo.Gimana persiapannya?"


"Okay.Anggi biar aku yang urus.Terimakasih ya"


tuuuuutt


Setelah mengakhiri pembicaraannya,Bang Hans segera menuju kedapur dan membersihkan mangkuknya.


Dilihatnya lagi pintu kamar yang masih tertutup.


"Heeehh semoga saja buburnya dimakan",gumannya kemudian bang Hans merebahkan tubuhnya diatas sofa saking lelahnya.


Gimana ngga lelah,baru saja sampai dari perjalanan panjangnya,udah terkuras tiga ronde.Tanpa menunggu lama ,kedua mata bang Hans pun terpejam.


Sementara Anggi yang sedang ngambek didalam kamar,setelah selesai makan,Anggi menunggu beberapa saat dulu.Tidak langsung kedapur.Dia masih malas bertemu dengan suaminya.


Setelah beberapa saat didalam kamar,Anggi pun keluar kamar sambil membawa nampan yang tadi dibawa bang Hans.


Anggi menuju kedapur,dan segera mencuci bekas mangkuknya.Saat ia hendak masuk kekamar,tak sengaja ekor matanya melihat bang Hans yang sedang mendengkur hakus disofa.


"Bukanya merayu dan menjelaskan ,dia malah asyik tidur.Dasar om tampan semprul",gerutunya sambil berjalan lagi ke kamar.


Lewat adzan dhuhur bang Hans terbangun.Ia pun swgera menunaikan ibadah wajibnya pada sang khalik.Kemudian ia mencari sebuah kertas dan menuliskan sesuatu disana sambil menunggu pesanannya datang.


Tak selang waktu sepuluh menit,ada yang megetuk pintu rumah bang Hans .Bang Hans segera keluar dan menerima paketan katena ternyata yang memgetuk pintu adalah kurir.


Setelah paketan ia terima,ia pun segera menempelkan keryas yang tadi sempat bang Hans tulis.Lalu ia meletakkan paketannya didepan kamar.


Anggi terbangun saat perutnya kembali terasa lapar.Ia pun segera bangkit dari peraduan dan segera berjalan keluar kamar.Namun dia terjengit kaget saat mendapati sebuah kotak kado dengan hiasan pita diatasnya.


Anggi mengambil secarik kertas yang tertempel disana lalu membukanya.


Bidadari abang,jika sudah bangun jangan lupa makan.


Makanannya sudah abang siapkan meja makan.


Maaf abang pergi tanpa pamit.


Nanti jika sudah selesai makan,segera mandi dan pakai pakaian yang abang siapkan dikotak lalu temui abang diresto xx.


Disana nanti akan abang jelaskan siapa Celin.


Jangan lupa makanannya dimakan dan dihabiskan.


"Apa ini maksudnya?",biarin aja aku mati kelaparan,gerutu Anggi.Namun tak ayal dia juga memakan yang telah disiapkan bang Hans.


Ada rasa dongkol bercokol dalam diri Anggi."Maksudnya apa coba?Main kabur-kaburan aja.Ngapain nunggu nanti.Sekarang aja kan bisa",guman Anggi sambil sesenggukkan.


Kehamilan Anggi kali ini,benar-benar membuat Anggi jadi manja dan cengeng.


Tanpa sadar Anggi pun telah menghabiskan semua makanan yang bang Hans siapkan dimeja makan.


"Huuuhhh,kenyang sekali",guman Anggi sambil mengelus perutnya.

__ADS_1


Gimana ngga kenyang Nggi makanan begitu banyak kamu habiskan sendiri.


Setelah membersihkan bekas-bekas makannya,Anggi segera kekamar dan membuka bungkusan kado yangbtadi ditinggalkan oleh bang Hans.


"Wow...cantik sekali bajunya",guman Anggi sambil menempelkan baju itu ketubuhnya.Dan warnanya sangat cocok buat kulit Anggi.


Adzan ashar pun telah berkumandang.Anggi segera melaksanakan kewajibannya.Kemudian menjelang pukul setengah lima sore,Anggi segera membersihkan dirinya.


"Sebenarnya abang pergi kemana sih.Baru juga semalam pulang.Ini udah pergi lagi aja.Kalau gitu ngapain pulang",gerutunya sambil memeriksa ponselnya.


Hingga adzan maghrib berkumandang,Hans tak juga memberi kabar.


"Ya Allah kamu kemana bang.Nyuruh aku bersiap -siap taoi kamunya ngga ada kabar.Lalu aku harus gimana?",keluh Anggi sambil menangis sesenggukan.


Tiba-tiba ponselnya berbunyi dan ada satu notifikasi masuk.


Om Tampan:Nggi kamu sudah siap,kalau sudah segera keluar.Om Toni sudah menunggu.Biar Om Toni yang mengantarmu ke resto xx


Setelah itu ponsel bang Hans mati lagi.


"Ya Allah abaaanngg",geram Anggi saking kesalnya.


Dia pun segera menuju teras,dan memmbuka pintu.Benar saja disana sudah ada Toni sang ajudan suaminya.


"Om,maaf saya belum siap.Tunggu sebentar ya!",kata Anggi tak enak.


"Siap bu Ari",jawab Toni.


Tak butuh waktu lima belas menit,Anggi sudah Anggun dengan pakaian yang diberikan oleh Hans.Dia pun segera keluar rumah .


"Maaf om nunggu lama",kata Anggi.


"Siap.Nggga papa buk",jawab Toni


Kemudian Toni punembukakan pintu mobil untuk Anggi,dan segera tancap gas begitu Toni memasuki mobil tersebut.


🌷🌷🌷🌷


**Hai hai reader setia I Love You Om Tampan dan juga PSDUTI....


Kali ini Tutiek akan update PSDUTI tiap hari sabtu pukul 10.00 ya


In Syaa Allah update 5-6 Episode .


Nah karena ini mendekati HUT RI ke 76,maka In Syaa Allah akan ada bonus Update buat kalian dimalam 17 Agustus nanti sebagai teman tirakatan kalian.


Jangan lupa follow IG @tutiek_925 untuk info lebih lamjunya ya


Jangan lupa kasih Tutiek


LIKE


KOMENT


VOTE


RATE ⭐⭐⭐⭐⭐ ya

__ADS_1


Matur sembah nuwun semua


Happy Reading**


__ADS_2