
Selesai menceritakan bagaimana Anggi pingsan,sampai juga mereka diasrama.Disana beberapa persit ada yang masih berada dirumah Anggi.Sementara yang lain sudah kembali ke aktifitasnya masing-masing.
Begitu melihat Anggi turun dari mobil,para persit itu segera menghampiri Anggi dan Rita.
"Siap!Bu Anggi dan bu Rita.Bagaimana keadaan bu Anggi?",tanya salah satu persit.
"Alhamdulillah bu,saya tidak apa-apa.Hanya kelelahan saja",jawab Anggi ramah pada persit itu.
"Syukurlah kalau bu Anggi baik-baik saja.O iya bu didalam ada bundanya pak Hans",beritahu persit itu.
"O iya,sudah lama bu?",tanya Anggi sambil berjalan menuju kerumahnya.
"Begitu bu Anggi kerumah sakit,bunda langsung tiba"Jawabnya.
"Ooohh begitu,terimakasih ya bu!",seru Anggi.
"Sama-sama bu,semoga bu Anggi segera pulih.Saya permisi dulu bu!",seru persit itu.
"Baik bu.Sekali lagi terimakasih ya,sudah nungguin rumah saya",balas Anggi seraya tersenyum lembut.
"Sama-sama bu.Permisi",pamit persit itu.
Anggi hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya,lalu bergegas masuk kerumahnya.
"Assalamu'alaikum",sapa Anggi dan Rita sambil masuk kedalam rumah lalu menyalim dan mengecup punggung tangan bunda.
Begitupun dengan Rita,dia melakukan hal yang sama pada bunda Hans sambil berucap,"Sehat bund?".
"Wa'alaikumsalam,neng gimana?Kamu sakit apa?",tanya bunda sambil menuntun Anggi duduk disofa sampai-sampai bunda lupa dengan sapaan Rita saking khawatirnya.
"Anggi ngga papa kok bund,cuma calon cucu bunda ini lagi manja",jawab Anggi sambil mengelus pelan perutnya yang masih rata.
"Apa?!Alhamdulillah.Kamu hamil neng?",tanya bunda antusias.
"Iya bunda,sekarang usianya tujuh minggu",jawab Anggi lagi.
"Alhamdulillah.Semoga lancar hingga persalinan ya neng!",kata bunda lagi.
"Aammiiin",jawab Anggi dan Rita.
"Neng,tadi katanya kamu pinsan ya?Untung ada nak Rita,kalau tidak,ngga tahu bagaimana.Terimakasih nak Rita",kata bunda pada Rita.
"Iya bund,untung Rita tadi cepat tanggap terus kesini.Makasih ya Ri.Kamu memang sahabat terbaikku",kata Anggi sambil merengkuh tubuh Rita.
"Ah kamu dan bunda terlalu berlebihan.Padahal tadi aku udah ngerusak pintu kamu nggi.Eh belum dibenerin ya?",kaget Rita sambil menengok kearah pintu,namun pintunya sudah kembali seperti semula.
"Pintunya sudah diperbaiki tadi.Ayah nyuruh anggotanya buat memperbaiki.Nanti dari kantor mau langsung kesini katanya",jelas bunda panjang lebar.
__ADS_1
"Oohh,pantas.Maaf bun,Rita jadi ngerusak pintu",kata Rita tidak enak.
"Ngga papa nak Rita.Lagian kalau nak Rita tadi tidak mendobrak pintu.Gimana nasibnya Anggi?",kata bunda dengan bijak.
"Iya Ri,tenang aja.Nanti aku tinggal minta ganti rugi sama suami kamu itu.Dia kan pengusaha juga",ledek Anggi.
"Iihh Anggi apaan sih",jawab Rita tersipu.
"Udah -udah.Masak yuuk.Nanti ayah mau kesini kan?",tanya Anggi.
"O iya,udah neng kamu istirahat aja,biar bunda sama nak Rita yang masak",kata bunda.
"Benar itu bund,noh lihat muka kamu masih pucet tuh",timpal Rita.
"Ngga enak lah bund",rengek Anggi langsung dapat pelototan dari bunda dan sahabatnya.
"Iya deh iya,aku bantu kupas-kupas bawang aja ya!sambil duduk wes",jawab Anggi dengan mata berbunar,membuat kedua wanita beda usia itupun terpaksa mengangguk.
Akhirnya mereka bertiga asyik memasak sambil bercengkerama.
Satu jam setelahnya,hidangan pun telah selesai dimasak.Rita tengah sibuk membersihkan peralatan,sedang bunda menata piring dibantu Anggi.
Tak lama kemudian bunyi bel terdengar.
"Assalamu'alaikum",sapa ayah.
Mendengar suara ayah,bunda pun segera berlalu kedepan lalu membuka pintu.
"Mana Anggi bund?",tanya ayah dengan penuh kekhawatiran.
"Anggi disini yah",jawab Anggi seraya mendekat dan menyalim serta mengecup punggung tangan ayah.
Melihat ayah yang memasuki ruang makan,Rita segera menghampiri dan menyalim tangan ayah dan menciumnya.
"Ini istri Mayor Arya Wira Wardana ya?",tanya ayah.
"He he iya ayah,salam kenal",jawab Rita sambil tersipu.
"Wuaah pasti seru ya,dua sahabat berjodoh dengan dua sahabat",kata ayah lagi.
"O iya,Anggi katanya kamu ngga enak badan?Kok malah disini bukannya istirahat?",tanya ayah pada Anggi.
"Gimana sih bunda,mantunya sakit kok ngga disuruh istirahat?",seru ayah pada bunda.
"Maaf ayah,tadi Anggi yang maksa bunda.Habis Anggi ngga nyaman yah kalau cuma rebahan aja",jawab Anggi dengan sendu.
Melihat ekspresi Anggi yang tiba-tiba berubah sendu,membuat ayah langsung menatap penuh tanya kearah bunda.
__ADS_1
"Mantumu kenapa?",begitu kira-kira arti dari sorot netra ayah.
"Ayah!Selamat ya!Ayah mau jadi calon kakek",kata bunda menjawab pertanyaan lewat sorot netranya ayah.
"Ooohh.....",sedetik,dua detik,tiga detik.....
"Apa?!Hamil?!",seru ayah kaget,hadeggh yah telat kagetnya.
"Iya ayah,do'akan semoga semua lancar ya!",guman Anggi.
"Aammiiiin.Pasti Nggi.O iya Hans sudah dikabari?",tanya ayah lagi.
"Belum yah,seminggu ini abang susah dihubungi",jawab Anggi kembali sendu.
"Ooohh,palingan disana susah sinyal.Soalnya kali ini mereka berada didaerah yang susah sinyal",jelas ayah panjang lebar.
"Iya yah,kemarin bang Wira juga bilang begitu",timpal Rita.
"Udah udah,kita makan dulu,nanti keburu dingin.Setelah makan kita coba hubungi Hans,ya neng?",kata bunda.
"He eh bund",jawab Anggi sambil menganggukkan kepalanya.
"Anggi makan yang banyak,biar bayinya sehat!",seru bunda sambil menaruh lauk dan sayur sedikit lebih bantak dipiring Anggi.
"Ya ampun bunda,ini banyak sekali.Nanti kalau ngga habis gimana?",tanya Anggi.
"Tenang nanti aku bantuin ngabisin Nggi!",seru Rita.
"Dasar karung kamu",ledek Anggi pada Rita.
"Biarin karung pun ngga bakalan gendut,beda sama yang ini nich",cibir Rita.
"Iiisshh apaan sih,dasar karung!",seru Anggi lagi membuat suasana makan siang makin ramai.
Sedangkan ayah dan bunda hanya saling tatap sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Kalian ini,macam Hans dan Reno aja,berantem terus",guman bunda sambil tersenyum karena ini adalah kali pertama sisi lain Anggi.
"Maaf bunda,kami sudah biasa seperti ini sejak masih remaja",kata Rita.
"O iya,memang kalian bersahabat sejak kapan?",tanya ayah antusias.
"Kami kenal dan akhirnya sahabatan sejak awal kami masuk SMP yah",cerocos Rita ngga bisa direm.
"O iya?Pantesan kalian akrab sekali",ucap ayah lagi.
"Iya yah,kayaknya kita emang senasib deh yah,dari patah hati pun hampir bersamaan,akhirnya dapat jodoh pun sama",cerocos Rita lagi.
__ADS_1
"Ha ha ha,benar-benar.Pasti kalau kalian ngumpul berempat rame banget ya.Nanti jika suami kalian sudah pada pulang,kita berbeque an bareng dirumah ayah gimana?",tanya ayah antusis.
"Mau ayah,mau....",jawab Anggi dan Rita bareng.