
Ketika Wira dan Rita sedang asyik kangen-kangenan ditelfon,Hans sendiri sedang sibuk chating.
Eeiiitttsss,jangan salah paham ya,Hans chatting sama Rena ya bukan wanita lain.
📱 Rena :Pah,papah lagi ngapain?
📱 Hans:Lagi lihat vidio mamah mu yang lagi
sedih,kenapa?
📱 Rena:Iih papa jahat deh,lihat noh.Kasihan mamah tuh
📱 Hans:He he he coba vidio kan terus kirim ke papah
📱 Rena:Okay pah
Setelah membalas chatt dari papahnya,Rena pun segera mengarahkan kamera ponselnya kearah sang mamah yang tengah menyibukkan diri dengan pekerjaannya.
Sehingga ia tak menyadari bahwa Rena tengah mengambil gambarnya levat vidio.
Setelah beberapa saat,Rena pun segera mengirimkan viduonya ke sang papah tercinta.
"Maaf dek,kamu pasti sedih banget.Baik-baik ya dedek diperut bunda!",guman Hans sambil mengelus Anggi yang sedang dalam vidio.
"Hans,sungguh keterlaluan loe.Bini loe lagi hamil noh seperti yang loe mau,lah ini malah loe kerjain",sinis Wira.
Flash back on
Saat itu mereka,Hans dan Wira tengah berada didalam bus yang akan mengangkut mereka mereka ke pulau ujung timur Indonesia.Mereka berdua mengawal para prajutut yang sedang ditugaskan disana.
"Bang Wira,nanti jika mba Rita telfon,bilang aja disini susah sinyal ya!Aku yakin Anggi pasti akan menanyakan hal itu pada mba Rita",kata Hans.
"Lah kamu ini bagaimana sih.Kasihan loh Anggi",jawab Wira sambil mengkerutkan dahinya.
"Bang,tolong bantu ya,aku hanya ingin memberi kejutan untuk Anggi bang.Bentar lagi dia ulang tahun bang.Sekalian biar Anggi juga belajar,jika nanti saya bener-benar ditugaskan kedaerah konflik,hal ini akan berlaku bang",jelas Hans panjang lebar.
"Heeeehh,ya sudahlah manut wes manut"jawab bang Wira.(Manut\=nurut,Wes\=sudah)
"Lah kata abang itu bahasa planet,kok jadi kerularan gitu?",kekeh Hans yang terkaget karena bang Wira menggunakan bahasa planet woolywood.
"Ha ha ha beristrikan orang woolywood membuatku terbiasa berbahas jawa Hans",jawab bang Wira sambil tertawa lepas,hingga membuat para prajurit yang ada didalam bus pun terheran-heran.
"Ada apa dengan pak Mayor dan Kapten"
__ADS_1
"Tumben mereka bisa tertawa"
"Wuuaahh ternyata pak Mayor dan Kapten bisa tertawa juga ya"
"Setelah menikah,mereka sedikit berbeda"
Begitu kira-kira bisik-bisik para prajurit disana.
Kembali lagi ke kedua perwira yang tengah berbincang.
"Iya bang,aku pun juga muali terkontraminasi dengan bahasa Anggi.Ah Anggi ...abang kangen dek",guman Hans.
"Jiiiiaaaahh kamu ini,baru juga beberapa jam terpisah sudah kangen aja",cibir bang Wira.
"Alah kaya bang Wira ngga aja",balas cibir Hans.
Selanjutnya,mereka pun asyik ngobrol dengan perbincangan yang hanya para kaum adam saja yang mengerti.
Flash back on
"He he he.Eh bang ada info ini.Dua hari lagi kita terbang kekota J",kata Hans memberi tahu.
"O iya,sssttt kamu juga jangan bilang-bilang sama orang rumah.Ini juga akan jadi kejutan untuk Rita.Duh Rita abang merindukanmu neng",galau bang Wira.
"Nah kan bucin!.Ha ha ha",ledek Hans sambil tertawa.
"Maaf ya bang.Kacanya insecure sama wajah gue",pd Hans.Ya ampun Hans kamu konyol sekali.
"What???!!!",kaget bang Wira sambil membelalakkan kedua bola matanya.
Pasalnya dari dulu diawal pertemanan mereka,Hans tidak pernah sekalipun bersikap konyol,trus ini tadi Hans bukan ya...🤔🤔🤔
"Dasar konyol!",ledek bang Wira kemudian tertawa terbahak-bahak.
Flashs back off
Dua hari pun telah berlalu,dan betapa dalam.dua hari ini,bang Wira dan juga bang Hans benar-benar berusaha keras menyelesaikan tugasnya.Hingga saat waktunya tiba untuk terbang kembali kekota,mereka telah menyelesaikan tugasnya.
"Kalian bisa pulang sekarang,namun jika nanti kondisi tidak kondusif,salah satu dari kalian akan saya tarik lagi kesini",jelas Danyon ketika hendak melepas kedua perwira ini.
"Siap,ijin bang.Kami siap melaksanakan tugas",jawab keduanya dengan lugas dan tegas.
"Baiklah,pulanglah kalian.Keluarga sudah menunggu kepulangan kalian",kata Danyon lagi.
__ADS_1
"Siap,ijin.Baik Pak",jawab keduanya lagi.
Kemudian mereka berdua segera menuju kepesawat militer yang akan membawa mereka kembali kekota J.
Kurang lebih lima jam perjalanan mereka,d an tepat ditengah malam mereka sampai dirumah dinasnya masing-masing dengan dijempaut ajudannya.
Sampai dirumah,Hans langsung membuka kunci pintu,karena memang Hans membawa kunci cadangannya.
Begitu masuk kedalam rumah,tujuan utamanya adalah kamar.Begitu memasuki kamar,hal pertama fia lihat adalah istri tercintanya.
Hans menatapai wajah Anggi yang begitu cantik.Ingin sekali dia mendekap tubuh indah yang membuatnya kecanduan itu.
Namun Hans sadar,bahwa diarinya habis perjalanan jauh.Maka Hans memutuskan untyk membersihkan dirinya dulu.Bang Hans pun segera menuju kekamar mandi,dan membersihkan diri.
Sepuluh menit berlalu,kini bang Hans sedang mengeringkan rambutnya dengan bertelanjang dada.
Setelah merasa rambutnya kering,bang Hans segera menyusul sang istri,merebahkan tubuhnya yang lelah diatas pembaringan.
Bang Hans tersenyum indah manakala ia melihat Anggi yang begitu pulas dalam tidurnya.Namun dia jadi sedikit sedih karena adanya bekas air mata yang mengering disana.
"Maafkan abang ya dek.Kamu pasti sedih banget ya",guman bang Hans sambil membelai indah wajah Anggi.
Kemudian bang Hans kecup pelan kening beserta pipi Anggi.Tangannya pun beralih keperut datar Anggi.
"Baik-baik ya dek kalian didalam sana.Terimakasih sudah berkenan hadir dirahim bunda",kata bang Hans lagi sambil menyingkap kemudian mengecup lembut perut Anggi.
Merasa ada sesuatu yang menyentuhnya,Anggi pun segera membuka mata dan bergegas duduk dari tidurnya.
"A......eeemmmm",suara Anggi terbungkam oleh tangan Hans.
"Ini abang Nggi",guman bang Hans lembut kemudian menyalakan lampu kamarnya.
"Abaangg....?",tanya Anggi dengan kerutan didahinya.
"Ini beneran abang,atau aku cuma mimpi ya?",gumannya sambil menepuk pipi kakan dan kirinya dengan kedua telapak tangannya.
Sementara bang Hans yang didepannya hanya tersenyum lebar melihat aksi Anggi yang unik.
"Ya Allah jika ini cuma mimpi,jangan bangunkan aku dulu.Anggi sangat merindukan bang Hans ya Allah",ocehnya lagi sendu.
"Ini abang Nggi,nyata bukan mimpi",guman bang Hnas sambil mendekati Anggi.
"Ya Allah suaranya kok terasa nyata sekali",masih dengan gumanan kecil Anggi berkata.
__ADS_1
"Ya Allah dek,ini beneran abang sayang,bidadari berhijab abang!",seru Hans sambil memeluk hangat tubuhbyang selalu menjadi candu baginya itu.
"Ya Allah,izinkan sebentar saja aku memeluknya,jangan bangunkan aku dulu",sendu Anggi sambil membalas pelukan bang Hans yang ia kira cuma dalam mimpi itu.