
"Jangan pegang-pegang,Anggi ngambek sama abang",kata Anggi.
Wagu banget Nggi,ngambek kok ngomong....
"Iisshh ngambek beneran ya,ya uwes lah,abang pasrah",putus asa Hans dengan ngambeknya Anggi.
Hans pun berlalu pergi dari kamar menuju ruang tengah.Sementara Anggi,dia meringkuk diatas ranjang dengan perasaan kesal.Diruang tengah Hans merogoh ponselnya disaku celana.
📱:"Assalamu'alaikum bunda".
📱:Wa'alaikumsalam nak,ada apa?Kok suaranya lesu ?
📱:Anggi ngambek bunda.
📱:Loh tumben mantu bunda ngambek.Kamu apain memangnya?
📱:Ngga Hans apa-apain bunda.
📱:Trus kenapa bisa ngambek gitu,ngga biasanya loh Anggi ngambek.
📱:Itu dia bund,Hans juga heran.Akhir-akhir ini tuh,Anggi suka minta makanan yang aneh-aneh bund.Masa di Jakarta gini,dia minta dibelikan sego thiwul.Mau cari dimana coba?
📱 :Loh,jadi Anggi ngambek karena itu?
📱:Iya bund,pusing kepala Hans.
Ting tong
Lagi serius-seriusnya telfonan sama bunda,tiba-tiba bel rumah bunyi.
📱:Maaf bund ada tamu,Hans tutup dulu ya.Assalamu'alaikum.
📱:Iya nak,yang sabar ya.Wa'alaikumsalam
Setelah menutup sambungan telfonnya,Hans segera menuju kepintu dan membukanya.Begitu pintu dibuka,nampak driver ojol disana.
"Permisi pak.Benar dengan Kapten Ari Arif Hans?",tanya si driver.
"Benar",jawab Hans singkat.
"Maaf pak,saya mengantar ini",kata driver sambil menyerahkan bungkusan plastik.
"Tapi saya tidak order tuh mas",jawab Hans dengan bingung.
"O iya ini kiriman dari ibu Rita pak yang tinggal di xx",jawab driver ojol.
"Oohh dari ibuk.Terimakasih ya mas",jawab Hans setelah mengetahui bahwa itu kiriman dari ibu Rita.
"Sama -sama pak.Permisi",jawab si driver.
Sepeninggal sidriver ojol itu,Hans segera membuka bungkusan yang dia terima.Begitu bungkusan terbuka,netranya langsung berbinar.
"Ah ibuk tahu aja kalau Anggi ngambek.Jadi ngrepotin kan",guman Hans seraya meraih ponsel yang tadi ia letakkan dimeja.
📱:Assalamu'alaikum buk
__ADS_1
📱:Wa'alaikumsalam nak Hans.Gimana kiriman ibuk sudah sampai?
📱:Sudah buk,terimakasih dan maaf malah merepotkan ibuk.Padahal ibuk masih capek karena acara hari ini.
📱:Ngga papa nak Hans,Anggi itu sudah ibuk anggap seperti putri ibuk.Lagian Rita bisa bangkit dari keterpurukan juga atas bantuan kalian.
📱:Ah ibuk bisa saja.Itu mah karena Rita memang berjodoh dengan bang Wira buk.
📱:He he he iya ya.Ya udah kamu istirahat sana.O iya jangan lupa buka tutup kotaknya.Soalnya sego thiwulnya masih panas,nanti basi.
📱:Baik buk,terimakasih.
📱:Sama sama nak Hans.O iya satu lagi.
📱:Iya buk.
📱:Bikinin sambel bawang Anggi suka makan nasi itu sama sambel bawang.
📱:Iya buk iya,terimakasih ya buk.Maaf Hans jadi merepotkan ibuk.
📱:Ngga papa nak,jangan sungkan.Ya udah ibuk tutup duku ya nak Hans.
📱:Baik buk,sekali lagi terimakasih banyak.
📱:Sama sama nak Hans,Assalamu'alaikum
📱:Wa'alaikumsalam
Setelah menutup panggilannya,Hans pun segera membuka tutup kotak yang menjadi wadah sego thiwul itu.Hans pun melakukan apa yang disarankan oleh ibuk Rita lengkap dengan tempe tahu serta ayam goreng.
Flash back on.
Dikamar,setelah kurang lebih satu jam beristirahat,Anggi mulai mengerjab-ngerjabkan netranya.Dia meraba sisi ranjangnya.Namun tidak ada siapa-siapa disana.Anggi pun duduk menyender disandaran ranjang.
"Abang,abang dimana!",seru Anggi sambil mengedarkan netranya keseluruh ruangan.
Lalu Anggi bangkit dan pergi kekamar mandi,namun disana kosong.Anggi segera membersihkan dirinya,setelah selesai dengan mandi dan ganti baju,Anggi segera keluar kamar mencari Hans.
"Bang,abang dimana?!",seru Anggi lagi.
Flash back off
Anggi berjalan menuju ruang tengah,namun indranya mencium aroma sambel bawang,seketika Anggi menutup hidungnya.
"Iihh abang,baunya ngga enak banget iih,buang sambelnya",kata Anggi sambil menutup hidungnya.
Mendengar suara Anggi,Hans spontan menoleh kearah Anggi.
"Loh bukanya kamu suka sambel bawang ya?",tanya Hans bingung.
"Ngga ngga Anggi ngga suka baunya bang,buang!!",seru Anggi lagi dan berhasil membuat Hans lagi-lagi harus mengelus dada.
"Ya sudah abang buang sambelnya",seru Hans seraya membuang sambel bawangnya kewashtafel sambil mencuci cobeknya.
"Gimana masih bau sambel?",tanya Hans sedikit geram,udah susah-susah bikin,eeh dibuang.
__ADS_1
Anggi menarik nafas dalam,kemudian menghembuskannya."Nah ini udah hilang baunya",serunya kemudian.
Lalu Anggi menghampiri meja makan,dan alangkah senangnya Anggi ketika netranya menemukan sego thiwul yang sangat diinginkannya.
"Abang,aaahh terimakasih udah beliin sego thiwulnya"seru Anggi dengan manja sambil memeluk tubuh Hans dan menghirup aroma tubuh Hans dalam-dalam.
Senyum Hans pun mengembang,"Sama-sama.Ini tadi bukan abang yang beli dek,tapi ibuk yang ngirim",jujur Hans.
"Hah,ibuk?kok ibuk bisa tahu?",tanya Anggi.
"Iya,tadi waktu diresepsi Rita dan bang Wira,kamu kan manyun terus,dan hal itu tak luput dari pandangan ibuk.Ibuk pun tanya sama abang.Dan akhirnya taraa",jawab Hans panjang lebar.
"Ooohh",hanya kata itu yang keluar dari bibir Anggi.
"Astaga cuma 'oooh'?",tanya Hans
"Terus abang maunya apa?",tanya Anggi seraya mengedip-ngedipkan netranya.
"Cium boleh",jawab Hans.
"Okay,sini",kata Anggi sambil mendekatkan bibirnya kebibir Hans,namun setelah itu Anggi melengos pergi.
"Mandi dulu abang bau!",seru Anggi sambil berlari keruang tengah.
"Anggi!!",seru Hans gemas kemudian mengejar Anggi setelah sadar kalau dia dipermainkan.
"Ha ha ha,ampuun bang!",seru Anggi sambil tertawa karena Anggi digelitiki pinggangnya oleh Hans.
"Dasar nakal",seru Hans sambil mengecup pelan pipi Anggi.
"Abang mandi dulu gih,lalu kita makan bareng okay!",seru Anggi.
"Okay",jawab Hans lalu ia menarik tubuh Anggi kedalam kamar.
"Eh apa-apaan ini abang.Kok Anggi pake ditarik-tarik segala?',tanya Anggi.
"Mandiin!",manja Hans.
"Ish macam anak bayi aja,dimandiin.Abang ini ada-ada aja!",seru Anggi namun dia pun mengikuti Hans kekamar mandi.
Setelah sampai dikamar mandi,Hans bukannya mandi air,malah dia mandi keringat karena ada adegan iya l-iya dulu sebelum mandi.Membuat Anggi memanyunkan bibirnya makin panjang.
"Ah aku kelaparan,ini gara -gara abang.Mandinya kelamaan",gerutu Anggi.
Hans hanya terkekeh geli mendengar gerutuan Anggi.Dibibir menggerutu,namun tubuhnya terus memberi reaksi berbeda kala Hans menyentuh bagian-bagian sensitif tubuh Anggi.
Mereka pun segera makan malam dengan menu sego thiwul dan tempe tahu serta ayam goreng.
"Kok kaya ada yang kurang ya?",tanya Anggi.
"Emang apa yang kurang dek?",tanya Hans.
"Bentar bang,abang gimana sih?Masa sego thiwul dimakan begitu aja,mana sambelnya?,tanyanya polos.
"Astaga Anggi,bukannya tadi kamu nyuruh abang buat ngebuang itu sambel?",tanya Hans bingung.
__ADS_1