Pelangi Senja Diujung Timur Indonesia

Pelangi Senja Diujung Timur Indonesia
PSDUTI 6 Seberkas Kisah Lalu


__ADS_3

🌷🌷Follow IG @tutiek_925 🌷🌷


Sugeng maos sedaya...🌷🌷🌷


"Eh mas,kenapa sih keknya mas Wira ngga suka banget sama Rita sahabatku itu?",tanya Anggi penasaran.


"Eh,iya loh,kenapa sih bang?",tanya Hans pula.


"Iisshh kalian berdua ini,kenapa ngasih pertanyaan yang sama padaku?",balik tanya mayor Wira.


"Aiisshh,bukanya jawab,malah balik tanya",seloroh Anggi dengan mode sinis.


"Duh,Hans..rupanya istrimu dan sahabatnya ini punya sifat yang sama.Jutek.Jangan jutek-jutek,nanti kalau cantiknya luntur,Hans cari yang lain loh",goda mayor Wira.


"Loh kok jadi aku bang,ngga dink dek,ngga bakalan aku nyari yang lain",cepat-cepat Hans membela."Bisa bahaya ini kalau sampai Anggi ngambek,jatah malamku bisa-bisa diundur",batin Hans.


"Ha ha ha ,dasar Hans bucin",kata mayor Wira sambil terbahak.


"Awas saja bang kalau kamu sampai bucin sama sahabat isttiku,aku akan lakukan hal yang sama padamu",geram Hans dengan senyum smirknya.


"Awas saja mas Wira,Anggi do'akan kamu kuwalat sehingga kamu bucin sama Rita!",sinis Anggi.


"Aaammmiiiinnn",balas Hans mengamini.


"Eh loe,apa-apaan sih.Asal kalian tahu ya,aku ngga bakalan jatuh cinta sama gadis jutek gitu",balas Wira.


"Terserah mu lah mas Wira",jawab Anggi malas berdebat dengan Wira.


Tanpa terasa mobil mereka pun telah memasuki area asrama tempat tinggal mereka.


Begitu mobil memasuki area parkir,Hans segera mematikan mesin mobilnya.Anggi segera turun yang kemudian disusul Hans,lalu menuju pintu bagasi untuk mengambil barang belanjaannya.




Hari pun berganti malam.



Setelah selesai makan malam,Hans dan Anggi menuju kekamarnya.Anggi memilih untuk duduk di sofa,sedangkan Hans menuju keeja kerjanya disudut kamar.



Anggi asyik dengan ponselnya,sedang Hans asyik dengan laptopnya.Hingga tanpa mereka sadari jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.



Selesai Anggi dengan chattingnya bersama Rita,Anggi pun bangkit dan melihat kearah Hans yang masih sibuk dengan laptopnya.



Pelan namun pasti,Anggi merengkuhkan kedua tangannya kedada Hans dari belakang,tak lupa kecupan hangat ia daratkan dipipi kiri Hans.



Cup



"Belum selesai bang",bisiknya ditelinga Hans menimbulkan geleyar aneh dalam diri Hans.



"Sebentar lagi selesai",jawab Hans sambil menatap kearah Anggi lewat kaca yang ada didepannya seraya tangannya memegang tangan Anggi.



"Ya sudah,selesaikan dulu",kata Anggi lembut sambil menarik kedua tangannya dari dada Hans,namun sebelum tangan Anggi terlepas dengan sempurna,Hans sudah memegangnya dengan erat.



"Biarkan begini,ngga sampai sepuluh menit,kerjaan abang selesai",ucap Hans.



"Okay",jawab Anggi.



Lalu Hans pun melanjutkan pekerjaannya.Sementara Anggi,dia hanya bisa menatap wajah Hans dari samping yang tengah serius mengerjakan pekerjaannya.



"Ya Allah suamiku,kenapa kamu makin tampan kalau serius begini?",batin hati Anggi.



Hingga tanpa sadar,Hans pun sudah menyelesaikan pekerjaannya.Bahkan Hans sudah memebereskan semua berkas-berkasnya.



Cup



Tiba-tiba Hans memgecup lembut bibir Anggi,membuat Anggi membuka lebar kedua bola netranya.



"Ck ck ck,segitu terpesonanya kamu sama abang ya,sampai ngelihatin abang tanpa berkedip",goda Hans sambil menarik tangan Anggi hingga Anggi terduduk dipangkuannya.


__ADS_1


"Iiihh abang,apaan sih",jawab Anggi dengan rona merah dikedua pipi halusnya.Ia pun langsung mengalungkan kedua tangannya dileher Hans dan menenggelamkan wajahnya didada bidang Hans.



"Iiihh gemesnya istri abang",kata Hans yang gemas dengan tingkah Anggi.Kedua tanganya pun melingkar erat dipinggul Anggi seraya mengelusnya pelan.



"Istri abang kenapa manja sekali ini?Ada apa heemm?",tanya Hans sambil memgecup pucuk kepala Anggi dan menghirup aroma shampoo yang menguar dari rambut Anggi.



"Anggi mau itu...",jawabnya malu-malu sambil membuat garis-garis abstrak didada bidang Hans.



"Heh,tangan nakal",kekeh Hans sambil menarik tangan Anggi dan mengecupnya hangat.



Tanpa aba-aba,Anggi telah mengubah cara duduknya hingga menghadap kearah Hans.Lalu tanpa basa-basi pula Anggi segera menyerang Hans dengan kecupan-kecupan panas.



"Hei,istriku kenapa jadi mesum begini?",tanya Hans sambil memegang dagu Anggi dan membuatnya menghadap ke Hans.



Kedua netra mereka pun saling bertatapan dan saling mengunci.Entah siapa yang memulai duluan,kedua bibir mereka telah bertautan dan saling me\*\*\*\*\* dan saling bertukar saliva.



Cukup lama kedua bibir itu saling me\*\*\*\*\* dan saling me\*\*\*\*\*\*,hingga akhirnya keduanya melepas ciuman panas mereka.



Setelah melepas bibir ranum Anggi,bibir Hans pun turun memelusuri leher halus Anggi.Mengecup kecil-kecil dan kadang menyesapnya kuat,hingga meninggalkan jejak kissmark disana.



Sementara tangannya sudah bergerilya ke seluruh lekuk tubuh Anggi,terutama dibagian-bagian sensitifnya Anggi.Hingga satu desahan yang sedikit tertahan keluar dari bibir Anggi.



"Aaasshh baaangg Haannsss....",desah Anggi membuat panas tubuh Hans meningkat dengan drastis.Setelah itu entah bagaimana,tubuh mereka telah sama-sama polos tanpa sehelai benang pun.



Dan akhirnya malam ini,mereka berdua telah menyatukan tubuh mereka dengan cinta dan diakhiri dengan lenguhan panjang keduanya tanda bahwa keduanya telah mencapai puncaknya.



Tubuh Hans tumbang disebelah Anggi,lalu dengan lembut Hans mengecup kening Anggi,"Terimakasih sayang,malam ini sungguh luar biasa",kata Hans lembut.




Hans pun menerima dengan senang hati pelukan istri tercintanya.



"Eh,istri abang ini,kenapa sih hem?",tanya Hans sambil membelai lembut rambut Anggi yang sedikit acak-acakan.



"Eeeemm,ngga papa bang,cuma pingin aja deket-deket abang",jawab Anggi sambil mendusel-dusel kepalanya didada bidang Hans.Membuat sesuatu berdiri tegak namun bukan tiang listrik.



"Bang..!"seru Anggi.



"Hem,iya ada apa dek?",tanya Hans.



"Mas Wira sudah pernah nikah belum sih?",tanya Anggi.



"Hampir,tapi ngga jadi",jawab Hans dengan wajah sedikit sendu.



Hans selalu sedih jika ingat kisah cinta sahabat satu lettingnya itu.



"Memang apa yang terjadi bang?",tanya Anggi sambil mengamati perubahan air muka Hans.



"Ngga papa sih",jawab Hans sambil menghela nafas panjang.



"Ngga mungkin ngga papa jika sampai membuat abang sedih gitu",seloroh Anggi.



"He he he,kamu memang ngga bisa dibohongi dek",kata Hans sambil mengecup pucuk kepala Anggi.

__ADS_1



"He he he,Anggi penasaran bang!",kata Anggi dengan sorot mata penuh harap.



"Siapa tahu aku bisa menjodohkan Rita dengan mas Wira",sambung Anggi lagi.



"Heeehh,bang Wira itu masih susah move on dek",kata Hans sambil menerawang jauh.



Flash back on



"Hans,tolong kamu ambil undangannya dipercetakan ya!",seru Wira.



"Baik bang",jawab Hans yang meski mereka satu letting,tapi Hans selalu menganggap Wira sebagai kakaknya.



Hans pun langsung menuju kesalah satu percetakan yang ada dikota J. Setelah mengambil undangan,Hans segera membawa undangannya kerumah Wira.



"Bang,ini undangan....",tak sampai selesai Hans mengucapkan kalimatnya,dia terbelalak melihat kondisi Wira yang acak-acakan.



"Bang,abang kenapa?",panik Hans melihat kondisi Wira.



"Buang undangan itu Hans,aku tak membutuhkannya!",seru Wira dengan nada amarah.



"Ta-tapi bang....",belum lagi Hans menyelesaikan kalimatnya,tatapan tajam sudah dia dapatkan dari Wira.



Buru-buru Hans meraih undangan yang baru saja dia letakkan dimeja,lalu membuangnya ketempat sampah.Tak tangung-tanggung,Hans langsung membuangya ditempat sampah yang ada diluar pagar rumah Wira.



Setelah membuang undangan ketempat sampah,Hans segera kembali kedalam dan melihat kondisi sahabatnya.



"Bang Wira baik-baik saja",tanyanya sambil menatap Wira dengan penuh kebingungan.



"Buruk Hans,kondisiku sangat buruk hari ini",cicit Wira sambil memeluk tubuh sahabatnya Hans.



"Maaf bang,apa yang terjadi?",cicit Hans.



"Rieska Hans...Rieska membatalkan pengajuan pernikahan kita",jawab Wira dengan getir.



"Haahh,kok bisa bang.Apa yang terjadi?",tanya Hans sambil melepas pelukan sahabatnya.



"Dia membatalkan pengajuan dengan alasan,dia tidak sanggup jika nanti aku tinggalkan dia satgas ke Lebanon.Dia memintaku memilih untuk mempertahankan pernikahan kita,atau ke Lebanon",jelas Wira panjang lebar.



"Sebagai seorang prajurit,tentu aku memilih menjalankan tugas negara Hans,tapi dia tidak terima dan akhirnya memutuskan untuk membatalkan pengajuannya",akhir cerita Wira.



"Heeeehh,berarti Rieska bukan jodohmu bang.Yakinlah suatu saat nanti,jodoh kita yang mengerti dengan pekerjaan kita,pasti dikirimkan oleh Tuhan",hibur Hans.



Dan setelah Satgasnya di Labanon,Wira mendapat kenaikan pangkat,dari Kapten ke Mayor.



Flash back off



"Kok ceritanya mirip ya dengan kisah Rita",kata Anggi setelah Hans menyelesaikan ceritanya.



\*\*Kira-kira bagaimana ya kisah cinta Rita yang sampai membuatnya gagal move on dan trauma??Sampai-sampai dia begitu membenci laki-laki??



Lanjut di episode selanjutnya ya gays\*\*....

__ADS_1


__ADS_2