Pelangi Senja Diujung Timur Indonesia

Pelangi Senja Diujung Timur Indonesia
PSDUTI 13 [Rita dan Mayor Wira]


__ADS_3

Hai hai hai readers semua,happy reading all


Setelah menerima telfon dari Wira,Hans meletakkan ponselnya kembali ke nakas.


"Mas Wira ngapain malam-malam gini telfonnhh",tanya Anggi sambil menggoyangkan pinggulnya.


Hans bukannya menjawab,dia malah melahab bibir merekah Anggi.


"Bisa ngga selesai-selesai kalau dia tahu apa yang ingin diketahui bang Wira",batin Hans.


Hans dan Anggi pun terus melanjutkan pertempuran ranjangnya.Entah sudah yang keberapa kali mereka mencapai puncak kenikmatannya.Yang pasti setelah lebih dari dua jam,keduanya baru menyelesaikan pertempurannya.


"Eeemmhh bang,mas Wira tanya apa tadi?",tanya Anggi sambil menyusupkan kepalanya didada bidang Hans yang lembab.


"O iya mana ponselmu?Tadi bang Wira nanya nomor ponselnya Rita",jawab Hans.


"Nih",kata Anggi setelah mengambil ponselnya dinakas.


Hans pun segera membuka ponsel Anggi yang ngga diberi kunci khusus.Disaat ponsel Anggi terbuka,langsung terpampang foto pernikahan mereka diwalpaper Anggi.


Sambil tersenyum penuh arti,Hans segera mencari kontak atas nama Rita.Begitu ketemu,Hans langsung mengirimkan keponselnya,kemudian diteruskan ke Wira.


Hans:nich nomornya Rita.


Setelah ditunggu beberapa saat,ternyata tak ada balasan dari Wira.Hans pun segera meletakkan ponselnya kemudian merengkuh tubuh polos Anggi yang sudah terlelap lebih dulu.


Mentari pagi nan hangat pun menyapa,pertanda bahwa hari sudah berganti pagi.Namun disana,diatas kasur empuk nan hangat,sesosok tubuh nan polos masih bergelung dengan selimut tebal.


Sementara yang satunya sudah keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit ditubuh bagian bawahnya.


"Astaga,nampaknya kamu benar-benar lelah dek,sampai jam segini belum bangun",guman Hans.


Lalu Hans pun mengambil seragam PDLnya dan mengenakannya sambil terus memperhatikan bidadarinya yang masih terlelap.Dengan iseng Hans mentowel-towel pipi Anggi.Namun yang ditowel hanya melenguh sambil membetulkan letak selimutnya.


"Kamu lucu banget sih dek",guman Hans lagi.


Merasa gemas dwngan Anggi yang tak kunjung bangun,Hans pun mencium kedua bibir Anggi,membuat siempunya bibir bereaksi,karena ada gangguan.


"Eeemmhh abang apaan sih",seru Anggi sambil meraup oksigen dalam-dalam.


"Ha ha ha,habisnya kamu dibagunin dari tadi ngga bangun-bangun",kata Hans.


"Haah,astaga ini jam berapa bang?",tanya Anggi yang melihat Hans sudah mengenakan PDLnya.


"Udah siang sayang,nich abang aja udah selesai dengan seragam abang",jawab Hans.


"Ya ampun bang,maaf.Abang jadi ambil pakaian sendiri",kata Anggi dengan wajah memelas.


"Udah ngga papa.Lagian semalam kamu ngapain aja?",tanya Hans.


"Iiihh ngapain,ngga inget dengan apa yang abang lakukan tadi malam.Nih punyaku aja masih perih bang.Sore udah dua ronde,eeh malamnya masih minta jatah aja",sungut Anggi.


"He he he,maaf sayang.Habis tubuhmu nagih banget sih.Apalagi sekarang melihat dua bukitmu itu,punya abang jadi bangun lagi nich",goda Hans.


"Apa...?",seru Anggi yang segera memeriksa dadanya.Dan benar saja,ternyata selimut yang ia kenakan buat menutup dua bukit kembarnya melorot.Sehingga dua bukit kembarnya terpampang jelas.

__ADS_1


"Ha ha ha,sana buruan mandi.Abang sudah siapkan air hangat",kata Hans yang tanpa aba-aba langsung mengangkat tubuh Anggi kedalam kamar mandi.


"Aaahhh abaang...!",pekik Anggi kaget.


Setelah sampai dikamar mandi,Hans segera menurunkan tubuh Anggi kedalam bathup dengan perlahan.


"Bang,lalu gimana dengan sarapan abang?",tanya Anggi.


"Udah kamu mandi aja yang bener,abang bisa kok buat sarapan sendiri",jawab Hans sambil mencium kilas bibir Anggi,kemudian berlalu dari kamar mandi.


"Maaf yang bang!"seru Anggi.


"Siap tuan putri",jawab Hans sambil membalikkan tubuhnya menghadap Anggi.


"Astaghfirullah",guman Hans sambil menggelengkan kepalanya.Lalu segera menuju kedapur.


Siang harinya dikantor tempat kerja Rita,ketika dia sedang sibuk memeriksa berkas,tiba-tiba ponselnya berbunyi.


Nomor tidak dikenal memanggil.


"Nomor tidak dikenal?Siapa nich?",guman Rita.


Tak lama kemudian,sebuah notifikasi masuk ke ponsel Rita.


Lagi-lagi dari nomor tak dikenal.


"Siapa sih ini?",guman Rita lagi kemudian dia segera membuka notifikasi tersebut.


📱 :Assalamu'alaikum Rita,lagi sibuk ngga?


Rita: Wa'alaikumsalam,maaf siapa ya?


"Bidadari berhijab?Tunggu-tunggu.Yang memanggilku bidadari berhijab itu kan....?",guman Rita.


Rita:Maaf siapa ya?


📱 :He he he ,aku Wira.Maaf kalau menganggu.


Rita:Oalah bang Wira toh?Loh tahu nomorku dari siapa


bang?


📱 :Semalem hasil ngeganggu orang ngaduk adonan


Rita:Astaghfirullah abang,u sil iih 😄😄


📱 :Ha ha ha.O iya ngomong-ngomong nanti sore kamu


ada acara tidak?


Rita:Eeemm ngga sih bang,kenapa memangnya?


📱 :Nanti malam keluar yuuk,suntuk aku diasrama terus.


Rita:Okay,abang ajak mas Hans dan Anggi ya!

__ADS_1


📱 :Atur aja


Rita:Siap bang Mayor.Maaf bang aku tinggal kerja lagi ya


📱 :Okay,met siang bidadari,Assalamu'alaikum


Rita:Wa'alaikumsalam.


Mereka pun mengakhiri chatingnya.


Disore harinya,saat jam pulang kantor telah tiba.Rita tengah menunggu ojek online yang telah dia pesan.Tiba-tiba ada mobil mercy yang berhenti didepannya.


"Ri,ayo naik!",seru pengemudi sambil menghampiri Rita.


"Eh,abang.Tapi aku sudah pesan ojek online bang",jawab Rita.


"Ya udah cancel aja,gampang kan!",seru Wira


"Lah ini ojeknya uda dateng bang",kata Rita karena saat itu ojek online yang dipesan Rita telah sampai.


"Mas ini ongkos ojeknya,kembaliannya ambil saja.Kamu selesaikan saja.Tapi penumpangmu,biar aku yang nganter",kata Wira panjang lebar pada driver ojeknya.


Driver ojek yang semula bingung,kini tersenyum dengan ulah Wira.


"Baik pak,terimakasih",jawab si driver yang tidak berani mendebat ketika melihat seragam yang dikenakan Wira.


"He he he gitu ya ternyata kalau tentara lagi bucin,lucu juga",guman sidriver pelan,lalu ia mengenderai motornya dan berlalu pergi.


"Yuuk,naik.Drivernya udah pergi tuh!",seru Wira seraya membukakan pintu mobil untuk Rita.


"Gimana ngga kabur,orang abang pake seragam loreng gitu",sungut Rita sambil masuk kedalam mobil Wira.


Wira pun segera masuk kemobil setelah menutup pintu untuk Rita,kemudian melesat membelah macetnya jalanan ibukota menuju kerumah Rita.


"Ri,nanti jam tujuh siap-siap ya.Nanti abang jemput",kata Wira memecah kesunyian.


"Nanti Anggi jadi diajak kan bang?",tanya Rita.


"Abang usahakan nanti",jawab Wira.


Mereka pun menikmati perjalanan sambil berbincang.Hingga tanpa terasa,mereka telah sampai dirumah Rita.


"Alhamdulillah sudah sampai,mampir dulu bang",tawar Rita.


"Ngga usah,abang langsung pulang aja,ingat ya nanti jam tujuh abang jemput.Okay!",kata Wira lagi.


"Siap bang Mayor!",seru Anggi.Kemudian Anggi turun dari mobil Wira.


"Abang hati-hati ya!",pesannya.


"Siap bu Mayor",goda Wira sambil mengerlingkan sebelah matanya.


"Iihh abang,genit tahu...!",seru Rita dengan rona merah dipipinya.


"Ya udah abang pamit ya,Assalamu'alaikum",pamit Wira.

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam",jawab Rita.


Wira pun segera melesat menuju ke asrama.


__ADS_2