Pelangi Senja Diujung Timur Indonesia

Pelangi Senja Diujung Timur Indonesia
PSDUTI 4 Pertemuan Tak Tak Terduga


__ADS_3

Hai hai hai,readers setia Pelangi Senja Diujung Timur Indonesia,kabar baik kan hari ini??


Masih semangat kan nunggu up nya,okay langsung aja kita meluncur ke kisah selanjunya


Come om guys,happy reading ....🌷🌷🌷🌷


Setelah sampai dimobil,Anggi segera membuka pintu penumpang sambil berkata,"Bang maaf Anggi duduk dibelakang boleh ya?",katanya dengan smile eyes.


"Hhhhhh,okay baiklah,asal kamu bahagia sayang",jawab Hans mengalah.


"Ngga usah Nggi,kamu duduk depan aja,kasihan tuh suamimu,emamg dia supir?",tolak Rita.


"Ngga papa mba Rita,sesekali",balas Hans yang menyadari keadaan Anggi.


"He he he,terimakasih abang sayang",jawab Anggi.


Lalu mereka pun masuk kedalam mobil,namun Hans tidak langsung menyalakan mesin mobilnya.D ia malah sibuk dengan ponselnya.


"Bang,kok ngga jalan,ada apa?",tanya Anggi beralih atensi yang tadinya sedang asyik gobrol dengan Rita.


"Hah...?",kaget Hans dengan pertanyaan Anggi karena terlalu fokus dengan ponselnya.


"Oh eh,ini lagi balas chatnya bang Wira",jelasnya setelah sadar akan pertanyaan Anggi.


"Ooohh,ada apa dengan pak Wira bang?",tanya Anggi lagi.


"Ngga papa sih,cuma ngajakin makan bareng,kita ajak gabung sekalian aja gimana?",balas tanya Hans.


"Bagus itu bang,ngga papa.Ajak aja sekalian pak Wiranya!",balas Anggi.


"Sudah nanti dia mau nyusul",jawab Hans,kemudian menyalakan mesin mobilnya dan segera menuju ke resto tempat Hans dan Wira janjian.


Karena jarak yang tidak jauh dan kebetulan jalanan lengang karena masih dalam kondisi pandemi,tidak lebih dari seperempat jam,mereka telah sampai diresto tempat Hans dan Wira janjian.


Mereka segera turun dari mobil,dan menuju keresto.Mereka bertiga mengambil tempat tepat dipojokan yang tidak begitu terlihat dari pintu masuk.


Setelah mereka duduk,waiters menghampiri mereka seraya memberikan buku menu."Selamat datang,bapak dan ibu.Mau pesan apa?",sapa mba waiters ramah.


"Sebentar mba,dek kalian pesan dulu,abang mau menghubungi bang Wira dulu!",seru Hans.


"SIAP kapten",jawab Anggi.


Lalu Anggi dan Rita pun memilih-milih menu,sementara Hans menghubungi Wira.


Setelah selesai,Hans lalu bertanya,"Dek,udah pesan?"


"Udah,tinggal abang yang belum,abang mau apa?",tanya Anggi.


Hans pun menyebutkan pesanannya,dan dia memesan masing-masing dua.


"Bentar lagi bang Wira sampai sini",jelas Hans tanpa ditanya.


"Oooohh",balas Anggi ber oooh ria.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian,waiters datang dengan membawakan pesanan mereka,tepat pada saat itu,Mayor Wira datang.


"Waah,bang bisa pas sekali",kata Hans.


"Eh,pak Mayor mari silakan",kata Anggi.


"Nggi sudah berapa kali saya bilang,jangan panggil saya pak.Kesannya saya sudah tua sekali",kata Wira membalas Anggi.


"Waduh,trus saya harus panggil apa ya?",tanya Anggi lagi.


"Panggil aja Jodi,alias jomlo abadi",celetuk Hans membuat mereka bertiga tertawa,namun tidak dengan Rita.


Dari tadi Rita menatap kearah manusia yang baru saja datang ini dengan tatapan tajam.


Sejurus kemudian,Wira beralih atensi ke Rita,seketika kedua netranya membulat sempurna dengan rahang yang hampir menyentuh tanah.


"KAMU!!"


"KAMU!!"


Seru mereka bersamaan,dengan bentuk dan ekspresi wajah yang sama.


"Ngapain kamu disini?"


"Ngapain kamu disini?",


Lagi-lagi mereka berbarengan dengan pertanyaan yang sama.


"Cie,cie cie,kompak banget sih,keknya jodoh nich.Bener ngga bang",kata Anggi sambil mengerling penuh arti kearah Hans.


"He eh,keknya jodoh",sambung Hans.


Sementara yang disindir belum juga sadar,mereka melanjutkan perdebatannya.


"Suka-suka saya,kaki-kaki saya.Kamu tuh yang ngapain disini",kata Rita.


"Emang kalau orang datang keresto itu mau ngapain?",balas Wira.


"Ya makanlah,masa iya nonton",sinis Rita.


"Nah itu tahu,ngapain nanya?",ketus Wira.


Sedang sepasang suami istri yang melihat perdebatan itu,hanya tersenyum penuh arti.Hans bahkan mengangkat kedua alisnya memberi kode.


Mengerti dengan kode yang diberikan Hans,Anggi pun segera mengambil makanannya,lalu berpindah bangku bersama Hans.


Kemudian mereka duduk dan menikmati makanannya,sambil nonton mas Al yang sedang ribut dengan Andin.Eh kok jadi mas Al dan Andin sih.Mayor Wira dengan Rita maksud author.


Kembali keperdebatan sengit antara mas Al dan Andin,eh mereka lagi.Habisnya mereka itu seperti sedang bermain peran sih,hadeegghh.


"Aneh aja gitu,kenapa sih dimana-mana pasti ketemu manusia es kaya kamu",sengit Rita."Jangan-jangan kamu penguntit ya,dasar sin****",sambung Rita kesal.


"Enak aja,apa untungnya saya nguntitin kamu,kaya kurang kerjaan aja",balas Wira.

__ADS_1


"Lah terus kamu ngapain kesini,pake gabung kemeja kita ...",tak sampai selesai kalimat Rita,karena dia baru sadar pasangan suami istri itu sudah tidak ada ditempatnya.


Melihat kursi dan meja yang kosong,Rita pun berpindah atensi kesebelah mejanya,disana sudah ada sepasang suami istri yang sedang asyik menikmati makanan mereka.Membuat Rita membuka netranya lebar-lebar.


"Ada apa ini?",kira-kira begitu arti tatapannya pada Anggi.


"Ehem,yaaahh perdebatan antara mas Al dan Andinnya sudah selesai bang!",seru Anggi dengan wajah kecewanya.


"O iya,untung saja makananku sudah habis",kelakar Hans.


"Nggi apa maksudnya ini?",tanya Rita.


"Hans...",panggil Wira.


"Maksud apanya?",jawab Anggi dengan pertanyaan ambigu sambil meneguk minumannya.


"Udah ngga usah ribut,duduk dan makan makanan kalian,keburu dingin.Jangan banyak protes!!",seru Anggi saat Wira hendak memberikan alasannya.


Dan entah memgapa,mayor dingin nan misterius itu menurut saja dengan perintah Anggi,membuat Hans dan Anggi saling berpandangan lalu tersenyum.


Begitupun dengan Rita,tanpa berkata apapun,dia langsung makan makanannya dengan diam dan hikmat.Mereka ini sedang makan apa upacara sih??


Beberapa saat kemudian,makan mereka pun selesai.Lalu mereka meneguk minumannya.Setelah itu beralih atensi ke Anggi seolah mau memberikan laporan kalau mereka telah menyelesaikan tuganya.


Dan benar saja dengan suara lantang mayor Wira bersuara,"Lapor makan telah selesai".


"Pppfftt...ha ha ha",tawa Anggi dan Hans terdengar menggelegar.


Sementara Wira dan Rita,gantian mereka yang saling pandang dengan tatapan heran.Setelah menyadari apa yang terjadi,mereka buru-buru mengalihkan pandangannya.


"Astaghfirullah,kalian ini manis sekali!",seru Anggi.


Begitu mendengar apa yang dikatakan Anggi,Wira baru menyadari kesalahannya.


"Tsk sial,kenapa aku selalu sial sih jika bertemu dengan perempuan ini?",gerutunya dalam hati.


Sedang Rita pun juga membatin dalam hatinya,"Ada apa dengan diriku,kenapa aku selalu kesal setiap bertemu dengannya.Bahkan namanya saja aku tidak tahu".


"Maaf bang makannya sudah selesai kan,bagaimana kalau kita pulang,besok kita lanjutkan lagi.Kebetulan malam ini aku ada janji mau mengunjungi bunda",jelas Hans panjang lebar.


"Heeehh",Wira menghela nafasnya panjang."Baiklah,besok kita bertemu lagi",sambungnya."Kuharap aku tidak bertemu lagi dengannya",batin Wira kemudian.


"Baiklah,kalau begitu",jawab Hans.


Setelah membayar kekasir,Hans segera menuntun Anggi menuju ke mobil.Lalu ia bukakan pintu disamping kemudi.


"Mba Rita nanti dibelakang sama bang Wira ya!",kata Hans sambil memutar dan membuka pintu kemudi.


Untuk sesaat Rita terbelalak,namun akhirnya mau tidak mau,Rita menyetujuinya.


TBC


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


__ADS_2