
"Nih kalian cobain walang gorengnya",kata Anggi sambil membuka tutup toples tempat walang goreng.
Melihat Anggi yang melayani suaminya,entah kenapa Rita pun refleks mengambilkan nasi untuk Wira.
"Bang nasinya segini cukup?",tanya Rita pada Wira.
"Hah,udah cukup neng",jawab Wira.
"Ekhem....",Hans berdehem.
"Kek nya asrama bakalan ada tambahan anggota ini bang Hans!",seru Anggi.
"Keknya sih gitu dek",jawab Hans dengan senyum penuh arti kearah Wira.
"Apaan sih kalian!",seru Rita.
"Apa?Orang kita ngomongin calon anggota baru asrama kok.Emang kamu calon anggota baru asrama?",ledek Anggi ke Rita.
"Mas Wira,kode tuh!Buruan deh dihalalin,he he he",goda Anggi kemudian ke Wira.
"Kamu apaan sih Nggi,Hans istrimu perlu kena tindakan itu!",seru Wira ke Hans.
"Siap Mayor,nanti biar saya hukum enak istri saya Mayor!",seru Hans sambil nyengir kearah Anggi.
"Aih,keknya abang salah deh!",seru Rita.
"Cie cie cie,udah ada yang panggil abang nich",gida Anggi lagi.
"Hush,Hans beneran ngajak bikin adonan nich istrimu!",kata Wira sambil terkekeh.
"Aih,bilang aja mas Wira pingin,noh buruan halalin Rita,biar ngerti rasanya!",balas Anggi tanpa malu.
"Betul tuh,abang kalau ngerti rasanya,dijamin bakalan betah seharian dikamar,ha ha ha",gantian Hans yang menggoda Wira.
"Kalian bisa diam ngga,aku lagi mau bernostalgia dengan walang goreng dan sambel bawang nich.Ribut aja dari tadi!",seru Rita menyembunyikan rona merah pipinya.
"Aih aih,galaknya sohibku yang satu ini.Kodenya jangan keras-keras non,nanti sakit!",goda Anggi lagi pada Rita.
"ANGGI.....!",seru Rita sambil meneplak pundak Anggi.
"Aih,apaan sih Ri?",jawab Anggi.
"Aku pulang nich kalau kalian ngga mau diem.Walang gorengnya aku bawa lagi,mau?",ancam Rita.
"Eh,jangan dong"
"Eits jangan"
Jawab Hans berbarengan dengan Anggi.
"Loh emang abang suka ya sama walang gorengnya?",tanya Anggi.
"He eh,enak dek.Cocok dimakan sama sambel bawang",jawab Hans.
"He eh,ternyata makanan planet ini enak juga",sambung Wira.
"Iisshh,percaya kan?Makanan khas Gununhkidul itu emang enak-enak!",seru Rita.
__ADS_1
Mereka pun terus makan sambil saling menggoda.Dan yang jadi sasaran empuk mereka adalah,Rita.
Hingga Rita tak tahu lagi harus bagaimana.Ngga Anggi,ngga Hans bahkan Wira pun ikut-ikutan menggoda Rita.
Akhirnya setelah satu jam berlalu,acara makan malam mereka pun selesai.Seperti biasa,Hans selalu membantu Anggi mencuci piring.
"Mas,biar Rita aja yang bantu nyuci piring,Mas Hans didepan aja sana sama bang Wira!",seru Rita.
"Iya bang,tenang mumpung Anggi ada asistennya",sambung Anggi.
"Okay,baiklah.Abang kedepan dulu ya dek?",kata Hans.
"Siap Kapten",jawab Anggi sambil mengurai senyum termanisnya.
Setelah berpamitan,Hans pun berlalu.Tak lupa dia bawa minuman kaleng yang tadi dibelinya,lalu dibawa keruang tamu.
"Nich buat abang",kata Hans sambil meletakkan minuman kaleng diatas meja.
"Okay,trims ya Hans.O iya mana para gadis?",tanya Wira.
Busyet gadis,Anggi bukan gadis lagi ya Wira,ingat itu.
"Mereka masih beberes dapur,palingan bentar lagi nyusul.Ada apa bang?",tanya Hans.
"Hans,kayanya aku jatuh cinta deh sama gafis planet Wollywood itu",kata Wira.
"Heh,gadis Wollywood?Siapa bang?",tanya Hans bingjng.
"Siapa lagi kalau bukan sahabat Anggi,istrimu!",jawab Wira.
"Kok Wollywood sih?",tanya Hans masih bingung.
"He he he,baru inget aku bang",kekeh Hans.
"Wanita Gunungkidul emang menggoda ya Hans?",tanya Wira.
"He he he,ya begitulah bang,kalau tidak mana mungkin aku jatuh hati sama Anggi,si bidadari berhijabku",jawab Hans sambil menatap penuh arti kearah Anggi yang berada didapur.
"Eh kamu menyebut istrimu bidadari berhijab juga?Kok sama sih,Rita itu bagiku juga bidadari berhijab",kata Wira.
"Oh iya bang,kok bisa samaan ya?",jawab Hans sambil terkekeh.
"Ha ha ha,kayanya kita memiliki selera yang sama deh",jawab Wira.
"Sepertinya begitu",jawab Hans.
Tepat ketika Hans menjawab pernyataan Wira,Anggi dan Rita sampai diruang tamu.
"Kayanya seru sekali,lagi ngomongin apa sih?",tanya Anggi seraya,maunya sih duduk disebelah Hans,tapi dengan cerdiknya Hans menarik Anggi,hingga Anggi jatuh terduduk dipangkuan Hans.
"Aauu,abang apaan sih?Malu tahu ,ada mas Wira dan Rita tuh",seru Anggi sambil berusaha bangkit dari pangkuan Hans.
Tapi tangan Hans menahan pinggang Anggi,sehingga Anggi tidak dapat berkutik.
"Ekhem,kasihanilah kami yang jomlo ini dong,kallian ini!",seru Wira.
"Iya ih,mentang-mentang udah halal,pamer!",seru Rita.
__ADS_1
"Iri,bilang bos",jawab Hans masih memeluk erat pinggang Anggi,sehingga Anggi hanya mampu menyembunyikan wajahnya didada Hans.
"Abang ih,lepasin dong!Anggi kan malu sama Mas Wira dan Rita!",bisik Anggi.
Akhirnya Hans pun melepaskan belitan tangannya,dan Anggi segera beranjak dari pangkuan Hans,lalu duduk disebelah Hans.
Sementara Rita,dia mau tidak mau juga duduk bersebelahan dengan Wira.
"Busyet,ada apa dengan jantungku?Kenapa jadi mendadak disko begini ya?",batin Rita setelah mendudukkan dirinya disebelah Wira.
"Oh astaga,teman Anggi ini cantik sekali sih.Lihatlah bibirnya!Astaghfirullah",batin Wira yang tiba-tiba teringat dengan manis bibir Rita.
Seketika otak Wira traveling keindahnya 'syurga' dunia bersama Rita,Astaga Mayor Wira,kayanya harus segera mengakhiri masa jomlo deh,duuuhhh!
"Eh Nggi,kapan kamu rencananya mau pulang ke kampung?",tanya Rita mengalihkan kegugupannya karena berdekatan dengan Wira.
"Nanti kalau abang IB ya bang?",jawab Anggi sambil bertanya pada Hans.
"He eh,abang juga udah kangen sama anak-anak.Terutama dek Ardi.Abang kangen banget dengan celoteh lucunya",jawab Hans.
Mereka pun akhirnya ngobrol ngalor ngidul.Dari yang penting sampai bercanda receh.Hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.
"Ya ampun Nggi,ngga kerasa.Kita saking keasyikan ngobrol,tahu-tahu udah malam aja.Aku pamit pulang dulu ya!",pamit Rita sambil memesan jasa ojek online diponselnya.
"Eh iya ya,kamu tadi kesini naik apa?",tanya Wira.
"Ojek bang.Kenapa?",tanya Rita lagi.
"Ya udah,abang anterin yuk.Ngga baik perempuan jalan sendiri malam-malam gini!",kata Wira.
"Ngga usah bang.Rita udah pesan ojek online kok ini",jawab Rita.
"Cansel!",tegas Wira.
"Beneran bang,ngga papa aku naik ojek!",seru Rita.
"Ri,bener kata bang Wira.Sebaiknya kamu pulang diantar dia,ini sudah malam!",kata Hans ikut membujuk Rita.
"Iya deh Ri,ini udah jam sepuluh lebih.Baiknya kamu diantar sama bang Wira aja.Lebih aman.Aku juga tak was-was serta khawatir",kata Anggi.
"Heh,iya deh iya.Aku cancel deh ojek onlinenya",akhirnya Rita menyerah.
"YES....!",seru hati Wira.
"Ekhem,yang dapat kesempatan deket,jangan diapa-apakan loh temenku.Dia harus sampai dirumah dengan aman tak kurang satu pun!",goda Anggi.
"Siap Bu Kapten,sahabatmu ku pastikan sampai dirumah dalam keadaan utuh.Tak kurang satu pun",jawab Wira.
"Ya udah.Nggi mas Hans,aku pulang dulu.Nanti besok aku mampir kesini lagi",pamit Rita.
"Baiklah.Terimakasih ya walang gorengnya.Besok boleh deh dibawain lagi",jawab Anggi.
"Siap,besok aku nyari dulu dikebon ya!",jawab Rita sambil terkekeh.
Rita pun lalu bangkit dan memeluk sahabatnya .
"Semoga kamu jadi penghuni asrama ini,biar aku ada temannya!",bisik Anggi.
__ADS_1
"Iihh Anggi,apaan sih?",jawab Rita sambil menyembunyikan rona merah pipinya.