Pelangi Senja Diujung Timur Indonesia

Pelangi Senja Diujung Timur Indonesia
PSDUTI 15[ Rita dan Mayor Wira II]


__ADS_3

Hai hai hai...


Selamat malam readers semua...


Terimakasih karena kalian sudah setia menunggu update dari author


🌷follow IG@tutiek_925🌷


Dan juga IG@arif_wiraarisuta yang menjadi sumber inspirasi author


Happy reading gays


🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Disaat kedua sejoli itu sedang asyik ngobrol sama makan menu angkringan,tiba-tiba terdengar deru suara motor yang berhenti.Tak lama kemudian terdengar suara yang mrmanggil kedua sejoli itu.


"Ritaaa,mas Wira!",seru orang itu.


Serentak Rita dan Wira menoleh kearah sumber suara.Lalu terlihatkah sesosok perempuan berhijab yang didampingi oleh lelaki tampan nan gagah.Sebelas dua belas dengan Wira,siapa lagi kalau bukan Hans dan Anggi.


"Ah,kalian.Katanya mau kerumah bunda?",tanya Wira.


"He he he ngga jadi,bundanya ada acara mendadak bersama ayah",jawab Hans.


"Ish kalian",seru Rita.


"Pantesan,trus mau ngapain kesini,tumben?",tanya Wira.


"Nih ,istri cantikku ini merengek-rengek minta makan diangkringan,ya ku ajak kesini aja bang,eeh nnga tahunya malah ketemu kalian disini",jawab Hans panjang lebar.


"Udah kamu mau makan apa,ambil dek!",seru Hans lagi.


"Aaaahh,abang ambilin ya please !",pinta Anggi.


"Okay,kamu mau makan apa?",tanya Hans.


"Eeemmm ada nasi bakar ngga bang,Anggi mau nasi bakar"seru Anggi.


"Okay,mau minum apa?",tanya Hans lagi.


"Wedang uwuh ada?Anggi mau wedang uwuh!",seru Anggi.


"Hah,jual wedang uwuh ngga bang?Kok istrimu minta wedang uwuh?"tanya Hans dengan alis tertaut.


"Wedang uwuh?Ya ngga ada lah Hans,istrimu tu ada-ada aja",jawab Wira.


"Tapi Anggi mau wedang uwuh bang",rengek Anggi.


"Tapi ngga jual dek,gimana?",tanya Hans.


"Ya udah,kalau wedang uwuhnya ngga ada,Anggi ngga jadi makan.Anggi mau pulang aja!",seru Anggi sambil berlalu dari angkringan.


Mau tidak mau,Hans pun harus mengikuti istrinya.


"Maaf bang Wira,Rita,aku pulang dulu ya!",pamit Hans pada Wira dan Rita.


"Bang nasi bakarnya dua ya!",kata Hans lagi sebelum pulang.


Kemudian Hans punenyusul Anggi yang sudah sampai diparkiran.


Sementara didalam angkringan


"Itu si Anggi kenapa?Kok tumben-tumbenan ngambek gitu?",guman Rita.


"Iya,tumben tu anak.Ngidam kali",seloroh Wira.


"Hah,eh bisa jadi itu bang.Jangan-jangan Anggi hamil lagi.Ngga biasanya Anggi kaya gitu!",seru Rita.

__ADS_1


"Sudahlah biarkan,toh kalau Hans butuh bantuan kita,dia pasti telfon",seru Wira.


"Habis ini,kita nonton atau mau kemana?",tanya Wira.


"Eeemm,kita ketaman aja gimana bang?",tanya Rita setelah beberapa saat berpikir.


"Okay,yuuk berangkat!",ajak Wira sembari menarik tangan Rita lembut.


"Okay",jawab Rita sambil berdiri.


"Bro,gue pulang dulu ya",pamit Wira pada anak buahnya.


"Baik bang,hati-hati bawa anak gadia orang!",celoteh salah satu anak buah Wira.


"Eh eh eh,mulai kamu.Aku potong gaji kamu,baru nyaho loe",kata Wira sedikit mengancam.


"Ha ha ha,ampuuun bang!",seru anak buah Wira.Dia tahu jika bossnya hanya bercanda.


"Ya sudah,kami pulang dulu",kata Wira,kemdian berlalu menuju parkiran.


"Pakai dulu helmnya neng!",seru Wira sembari memakaikan helm.keatas kepala Rita.


"Terimakasih bang"jawab Rita.


"Udah siap?",tanya Wira setelah ia naik kemotornya.


"Udah bang",jawab Rita.


"Jangan lupa,pegangan yang kuat.Nanti terjungkal",peringat Wira.


"Iya iya ,iiihh abang modus deh",gerutu Rita.


"Heh siapa yang modus,nanti kalau kamu terjungkal kan repot",jawab Wira sambil memacu laju motornya.


Setelah setengah jam berlalu,mereka pun telah sampai ditaman.Rita segera melompat turun dari motor.


"He he he,saking sangatnya ini bang",kekeh Rita.


Mendengar jawaban Rita,Wira hanya geleng-geleng kepala.


Mereka pun akhirnya mencari bangku yang masih kosong.Kemudian mendudukinya sambil melihat pertunjukan musik akustik yang dibawakan para pengamen.


"Neng,boleh abang nanya?",tanya Wira memecah keheningan.


"Aih abang,tanya ya tanya aja,kenapa pake sungkan?",jawab Anggi.


"Kamu udah punya pacar belum?",tanya Wira lagi.


"Ha ha ha,ya ampun bang!Pertanyaanmu aneh sekali sih?",jawab Anggi sambil tertawa.


"Kok aneh?Wajar kan kalau abang tanya begitu?",kata Wira.


"Ya kali,kalau aku punya pacar,mana mungkin aku berani diajak jalan gini bang,pacarku bisa ngamuk-ngamuk nanti.Justru abang ngajakin Rita gini,emang ngga ada yang marah?",tanya Rita balik.


"He he he,iya juga ya,tapi siapa tahu kan?"jawab Wira."Kalau aku sih free neng",kata Wira lagi.


"Wuaah beneran jomlo dong?Mau aku kenalin sama sepupuku tidak bang?",tanya Rita.


"Ngga!Ngapain pake kamu kenalin segala sama sepupumu?",tanya sinis Wira.


"Ya kan abang jomlo,sepupuku juga jomlo.Cocok kan?",tanya Rita.


"Abang ngga mau sama sepupumu.Karena abang maunya sama kamu!",seru Wira.


"What....",pekik Rita saking kagetnya."Maksud abang?Bercandaanmu ngga lucu bang!",seru Anggi.


"Yang bercanda juga siapa neng?Abang serius.Abang maunya sama kamu.Kamu mau ngga jadi persit abang?",tanya Wira.

__ADS_1


Sontak kedua netra Rita membulat sempurna,dia ditembak dengan cara yang ngga romantis sama sekali aih.


"Gimana,mau kan jadi persit abang?",tanya Wira lagi.


"Hah,ngga pacaran dulu gitu bang?Masa langsung jadi persit sih?",bukannya menjawab,Rita malah bertanya.


"Maaf ya,abang ngga butuh pacar.Yang abang butuhkan persit",tegas Wira.


Cie elah,bang Mayor nembak cewek,apa ngasih peeintah sih,gitu amat ya...?


"Abang yakin mau jadiin Rita persit?Kenapa mesti Rita bang?",tanya Rita lagi.


"Yakinlah,kalau tidak ngga mana mungkin aku ngajakin kamu",kata Wira lagi.


"Ya ampun bang,abang ini ngajakin nikah,apa ngajakin tugas,gitu amat sih?",kata Rita sambil menepuk dahinya.


"He he he,maaf abang ngga bisa romantis neng.Abang harus gimana?",tanya Wira sambil mengenggam kedua tangan Rita.


"He he he,Rita juga ngga tahu bang.Orang abang nembak gini aja Rita udah seneng",jawab Rita malu-malu dengan rona merah dikedua pipinya.


"Jadi kamu terima abang?",tanya Wira dengan binar dikedua netranya.


Rita hanya memgangguk sambil tersenyum malu-malu menjawab pertanyaan Wira.


"Beneran kamu terima abang neng,sungguh",tanya Wira lagi.


"He eh,bang",jawab Rita lirih.


"Oh Ya Allah terimakasih!",seru Wira sambil mengecup kedua tangan Rita.


"Terimaksih karena sudah menerima abang"bisik Wira lembut sambil merengkuh tubuh Rita.


Untuk sesaat Rita hanya terdiam karena shock,namun kemudian ia tersadar bahwa ia sedang berada ditempat umum.Rita pun segera melepas pelukan Wira.


"Kenapa?",tanya Wira saat Rita merwnggangkan pelukannya dengan wajah yang sendu.


"Ada apa dengan Rita?Kenapa dia tidak mau aku peluk?Apa dia cuma ngerjain aku tadi?",batin Wira.


"Maaf bang,ini ditempat umum.Malu dilihatin orang.Belum muhrim kita",jelas Rita.


Seketika kelegaan menjalar hangat didalam hati dan pikiran Wira.


Tanpa terasa sudah lebih dari dua jam,Rita dan Wira berada ditaman.Mereka asyik bercerita tentang masa lalu mereka.Wira menyadari jika sudah malam,ketika dia melihat Rita memeluk lengannya.


Serta merta Wira melepas jaketnya,lalu memakaikan le tubuh Rita.


"Kita pulang yuuk,ini sudah malam dan sudah muali dingin.Nanti kamu masuk angin",ajak Wira.


"Yuuk,Rita juga sudah kedinginan bang",jawab Rita.


Lalu mereka pun bangkit dari duduknya dan segeraenuju keparkiran.Lalu mereka melesat membelah pekatnya malam.


TBC


🌷🌷🌷🌷🌷


Alhamdulillah up kedua ya gays,


Tak bosan-bosan Tutiek mengingatkan para reader untuk meninggalkan jejak like,koment,vote dan rate dari kalian.


Syukur-syukur Tutiek kalian buatkan kopi,biar Tutiek semangat bergadangnya.


Thanks buat kalian yang masih setia menunggu up demi up dari Tutiek.


Thanks juga untuk like,koment,vote serta rate kalian.


Happy reading semua....😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2