
Hai hai reader semua....
Setelah sekian purnama,akhirmya Tutiek bisa update lagi....
Maafkeun jika kelean mpe lupa alurnyaa
Happy reading all.....
Setelah selesai masak,Anggi bergegas kembali kekamar.Badannya kegerahan.Mungkin karena faktor hamil dan kebetulan cuaca memang sedang panas.Dari pagi hingga sore ini.
Sampai dikamar,Anggi segera menuju kekamar mandi.Namun didepan kamar mandi,Anggi berpapasan dengan Hans yang baru keluar dari kamar mandi.
Hans terlihat begitu segar dengan handuk yang melingkar di tubuh bagian bawahnya.Rambut yang masih sedikit basah,hingga ada beberapa yang menetes ketubuhnya.
Entah karena hormon kehamilan atau bagaimana,melihat dada bidang dan otot perut Hans yang begitu sempurna dengan sedikit tetesan air yang masih tersisa,tetiba dada Anggi bergejolak.
Kedua mata indahnya tak bisa lepas dari roti sobeknya bang Hans.
"Jangan lupa bernafas dek,abang belum siap kamu tinggalkan",bisik Hans ditelinga Anggi sambil memeluk Anggi dari belakang.
"Aaaaa....Abaaang....Iiihh abang ngagetiin Anggi tahuu...",pekik Anggi saking kagetnya.
"Salah sendiri ngelihat abang sampai segitunya",kata Hans sambil terkekeh tak lupa ia kecupi cuping telinga Anggi dan turun ke area leher.
"Abaang gelii iiihh...Anggi belum mandi lho.Gerah banget inii.Lagian siapa pula yang lihatin abaang.Gr...!!",sanggahku.Padahal jantungku dalam kondisi jedug jedug brutal.
"Niih lihat air liurmu sampai netes gituu"kata bang Hans sambil mengelap sudut bibir Anggi dengan jempol kanannya.
Dan tanpa aba-aba,Hans langsung menyambar bibir merah Anggi.Membuat si empunya gelagapan.
"Abaaangg....iiihh....!!!",seru Anggi setelah ciuman selesai sambil berusaha melepaskan diri dari pelukan Hans.
"Ha ha ha....makanya jangan goda abang dengan tatapanmu ituu.Andai abang ngga ada janji sama Reno,udah abang bawa masuk kekamar mandi kamu dek",kata Hans yang masih enggan melepas pelukannya.
"Ìisshh.....Udah aah...Anggi mau mandi.Keburu ditunggu bunda looohh",jawab Anggi sambil melepaskan diri dari pelukan Hans.
"Ya udah hati-hati,tapi nanti malam kita lanjut,ya ...ya...yaaa",kata Hans sambil menaik turunkan kedua alisnya.
"Iiihhh....apaan siiihh abang",jawab Anggi dengan rona merah yang tak dapat disembunyikannya.
Melihat rona merah dipipi Anggi,Hans pun tersenyum,kemudian berkata,"ya udah sana mandi,nanti malam abang tunggu janjimu".
"Iiihh siapa yang berjanji....Anggi ngga looohh whlee....",jawab Anggi sambil menggoda Hans.
"Apa kamu bilang,coba melet lagi kalau berani!",kata Hans sambil kembali memeluk tubuh Anggi.
"Aaa...abaang...iyaa iyaaa....nanti malam,Anggi sekarang tak mandi duluu!",seru Anggi yang mulai panik dengan gelagat Hans.
"Duuhh bisa-bisa aku melewatkan makan malam ini kalau ngga segera lepas dari abang",jerit batin Anggi.
"Ya uda hati-hati dek,nanti malam abang tunggu lho ya",Kata Hans sambil mencuri satu kecupan dipipi Anggi sembari melepas pelukannya.
"Whleee....!",goda Anggi sambil bergegas masuk kekamar mandi.
"Dasar kamu deek,anak uda 2 masih ajaa kaya anak kecil.Heeehh...Ya Allah...apa aku sanggup jauh dari dia?",guman Hans yang tiba -tiba merasa sedih.
Setelah berhasil melewati Hans yang sedang bergairah,akhirnya Anggi bisa menyelesaikan mandinya.
Tanpa berlama-lama dikamar,Anggi pun segera menyusul Hans keruang keluarga.Karena sore ini,mereka akan sholat berjamaah dimushalla rumah.
Biasanya mereka sholat dikamar masing-masing,atau yang laki-laki ke masjid.
Dengan langkah ringan sambil bersenandung kecil,Anggi melangkah kearah suara para kaum adam dirumah bunda ini berkumpul.
Tinggal selangkah lagi kaki Anggi sampai dipintu pembatas ruang keluarga dan ruang makan,namun seketika langkah kaki Anggi berhenti ,bahkan bukan hanya kaki namun jantung pun serasa berhenti berdetak.
__ADS_1
Diruang keluarga,para lai-laki keluarga Hans sedang berbincang.
"Sstt...jangan kenceng-kenceng Ren,mamahmu belum tahu" kata Hans.
"Lah kok,gimana-gimana paa?",sahut Reno.
"Iya,mama mu belum tahu kalau papah ada satgas ke pulau P.Papah baru nyari waktu yang tepat buat ngomong sama mamamu"jawab Hans.
"Paah....keberangkatan papa tuh tinggal minggu depan looh,itu pun bisa maju.Kasihan mama loh kalau ngasih tahunya mendadak.Duuh mana mama lagi hamil lagi",balas Reno.
"Iya,rencananya habis makan malam,papa mau ngasih tahu mama mu",jawab Hans.Sambil menghela nafas,pandangan Hans jauh kedepan.Entah apa yang dia pikirkan.
Sementara dibalik tembok,Anggi menutup rapat mulutnya dengan kedua telapak tangan,menahan tangis.
"Apa ..... Abang jadi abang mau satgas ke pulau P.Kenapa abang merahasiakan semua ini dariku...?",lirih Anggi.
Dengan langkah gontai,Anggi kembali menuju kekamar.Tatapan kosong.
Ada banyak pertanyaan berseliweran dikepala Anggi.Kenapa?Kenapa?dan kenapa?
"Loh Anggi,kenapa ngga jadi turun",tanya bunda sambil memperhatikan wajah Anggi.
Karena berjalan sambil bengong,Anggi ngga sadar kalau berpapasan dengan bunda dan Rena ditangga.
"Ooohh....jangan lama-lama yaa.Uda mau masuk sholat maghrib.Kita sholat berjamaah di mushalla.Mumpung semua kumpul",kata bunda.
"Iya bunda",jawab Anggi dengan senyum yang dipaksakan.
Anggi pun segera berlalu kekamar dan langsung kekamar mandi.Menyalakan keran sambil menangis.
Sementara Hans,Reno beserta ayah masih asyik berbincang diruang keluarga.Hingga adzan maghrib pun tiba.
Mereka pun segera ambil wudhu dan bergegas menuju ke Mushalla yang ada disudut rumah disusul Bunda dan Rena.
Sampai di Mushalla dan hingga sholat segera dimulai,namun Anggi belum juga menampakkan hidungnya.Hal itu membuat Bunda khawatir.
"Anggi mana ya Ren,kok belum nyusul juga.Sholat uda mau dimulai ini",tanya Bunda.
"Hpnya belum ketemu kali Bund,biarlah nanti mama juga nyusul",jawab Rena.
__ADS_1
Akhirnya Bunda dan Rena pun segera mengikuti sholat berjamaah yang sudah dimulai.
Namun hingga sholat selesai pun,Anggi belum kelihatan juga.Membuat Bunda semakin khawatir.
"Ren,kamu nyusul Ayah,dan yang lain keruang makan dulu yaa.Bynda mau nengok Anggi dulu dukamar.Takut kenpa-napa!",perintah Bunda ke Rena.
"Baik Bund,Rena duluan yaa",jawab Rena dan bergegas menuju ruang makan.
Sementara di kamar Anggi.
Puas menangis,Anggi pun segera ambil wudhu kembali.Karena adzan sudah berlalu dan ngga mungkin Anggi sholat di Mushalla,akhirnya Anggi memutuskan sholat dikamarnya.
Dengan beruraian air mata,Anggi mencurahkan segale keluh kesahnya.Tangisnya kembali pecah.
Entah,mugkin hormon kehamilan yang menyebabkan Anggi jadi cengeng.Aaahh....namun siapa sih orangnya yang mampu berLDR dalam kondisi hamil.
Apalagi tempat yang akan dituju sang suami,bukanlah tempat yang aman.
Bisa pulang dalam kondisi hidup aja sudah sangat beruntung.Karena banyak prajurit yang bersatgas di pulau P,dan hanya pulang nama.
Mengingat hal itu,Anggi kembali berderai air mata.
"Ya Allah,sungguh aku sadar akan tugas abang,tapi aku ngga siap dengan segala resikonya.Aku ngga ingin kehilangan abang",keluh Anggi.
"Tapi aku harus sadar,siapa abang.Bahkan aku aja hanya istri kedua,negara ini adalah tugas utamanya",keluh Anggi lagi.
Sementara diluar
Setelah sampai ke kamar Hans dan Anggi,Bunda segera memgetuk pintu.
Tok tok tok
"Anggi...nak kamu baik-baik aja kaan?",tanya bunda.
Mendengar ketukan dan suara bunda diluar,Anggi segera menghapus air matanya dan menarik nafas panjang.
Setelah merasa tenang,Anggi segera bangkit dan membuka pintu.
Taraaa.....apa yaa kira-kira yang terjadi setelah inii....??
__ADS_1
Okay kita lanjut ke episode selanjutnya yaaa....