
π·π·**Follow IG @tutiek_925 π·π·
π·π·π·Sugeng maos sedaya....π·π·π·**
"Oh ya,masa sih?Jadi Rita juga korban gagal move on?",tanya Hans ngga percaya.
"Iya bang,Rita dulu juga pernah gagal nikah",jawab Anggi.
"Pantesan dia ketus banget sama Wira,kayaknya emang lagi membetengi diri deh Rita sahabat kamu itu dek!",seru Hans.
"He eh,padahal kejadiannya udah lebih dari lima tahun yang lalu loh,tapi sampai saat ini kebenciannya terhadap laki-laki masih membekas",gantian Anggi yang terlihat sendu.
"Sudahlah,berarti mereka ngga jodoh",jawab Hans.
"He eh bang,makanya Anggi pingin menjodohkan mas Wira sama Rita,siapa tahu mereka jodoh.Bantu Anggi ya bang?",mohon Anggi pada suaminya,Hans.
"Okay abang bantu,tapi ada syaratnya ππ",kata Hans.
"Syaratnya apa?",tanya Anggi.
Tanpa menjawab,Hans langsung memengang tangan Anggi dan mengarahkan ke bagian tubuh bawahnya yang sudah berdiri tegak minta masuk kesarangnya.
"Abang mau lagi dek,nich kan sudah tegak kaya tiang listrik!",bisik Hans ditelinga Anggi dengan sensual sambil menaruh tangan Anggi ditubuh bawahnya.
Tanpa menunggu aba-aba,Anggi langsung duduk diatas benda pusaka Hans yang sudah berdiri tegak.Sedikit menggoyangkan panggulnya disana.Membuat Hans merem melek merasakan sensasi nikmat yang Anggi lakukan.
"Eeeemmmmhhhh....deeekkk....",desah Hans.
Dan mereka pun melakukan ronde kedua pergulatan panas mereka.Hingga menjelang pukul dua malam,keduanya baru menyelesaikan kegiatan ranjang panasnya dengan tubuh penuh dengan peluh.
Pagi pun tak mau berkompromi,tak peduli betapa letihnya tubuh Anggi yang bagai habis lari maraton bermil-mil jaraknya,namun nikmat rasanya...πππ.
Dengan sedikit enggan,Anggi membuka kedua netranya.Saat hendak bergerak,dia merasa ada sesuatu yang menempel erat ditubuhnya.
Setelah tahu itu apa,dengan pelan Anggi menurunkan tangan dan juga kaki Hans yang menempel ditubuh Anggi layaknya tentakel squidword.Nah loh squidword nyasar kesini,sana main bareng patrick dan juga sponsbob,hush hush....
Setelah terlepas dari tentakel squidword,eeehh tangan dan kaki Hans maksudnya."Maaf Hans,author lagi kangen dengan ketawanya sponsbob dan kawan-kawan).Anggi segera menyeret tubuh polosnya kekamar mandi.
Setelah selesai membersihkan diri,Anggi segera berganti pakaian dan melihat Hans apakah sudah bangun atau belum.
"Bang,bangun sudah subuh",kata Anggi lembut membangunkan Hans.
"Eeehhmmm,udah pagi ya",jawab Hans sambil menguvek kedua netranya.
"Kok kamu sudah mandi duluan,ngga nungguin abang?",tanya Hans.
__ADS_1
"He he he,iya maaf bang,habis Anggi sudah ngga tahan.Tubuh Anggi lengket banget rasanya.Sudah sana buruan mandi,keburu waktu subuhnya habis nanti!",seru Anggi.
"Huuh,kalau aku nunggu abang,yang ada mandi plus-plus bang",batin Anggi.
"Iya deh,tapi nanti sore kita mandi bareng ya ππ",kerling Hans.
"Iya nanti sore",jawab Anggi tersipu."Astaga kenapa suamiku jadi mesum gitu ya..?",batin Anggi lagi.
Hans pun segera berlalu kekamar mandi dengan tubuh polosnya mempertontonkan otot perutnya yang kaya roti sobek dan tentu pusakanya yang begitu berotot,membuat Anggi menelan salivanya.
'Ha ha ha kini siapa yang mesum πππ'
Menyadari pandangan Anggi,bukannya masuk ke kamar mandi,Hans malah berbalik memperjelas pandangan Anggi.
"Mau lagi hem?",tanya Hans sambil menaik turunkan alisnya.
"Iisshh apaan sih bang",jawab Anggi malu-malu.
"Ha ha ha...",gelak Hans sambil memasuki kamar mandi.
Setelah Hans masuk ke kamar mandi,Anggi punenggerutu,"Dasar monster.Tak cukupkah semalam yang sampai tiga ronde?Kakiku aja masih berasa lemes".
Meski mulutnya menggerutu,namun pikiran Anggi mulai liar membayangkan acara mandi bersamanya nanti dengan bang suami tercinta.
"Iisshh,ada apa dengan otakku.Apa aku sudah terkontraminasi otak mesumnya abang ya?",gumannya sambil membereskan sisa-sisa pertempurannya semalam.
Setelah selesai dengan rapi-rapinya,Anggi segera menyiapkan baju koko beserta sarung untuk mereka kenakan sholat subuh.Tak lupa ia siapkan juga seragam PDL Hans lengkap dengan atributnya serta sepatu dan kaos kakinya.
Selang seperempat jam berlalu,Hans pun keluar fari kamar mandi,lalu ia memakai baju koko serta sarung yang Anggi siapkan,mereka pun segera sembahyang subuh berjamaah.
Selesai sembahyang,Anggi segera melipat mukenanya dan menaruhnya dilemari.Dan dia nergegas menuju dapur untuk membuatkan kopi lesukaan suaminya.
Sementara Hans,segera memgenakan seragam PDL yang sudah Anggi siapkan.Selesai mengenakan seragamnya,Hans segera menuju kedapur.
Disana sudah ada bidadari cantiknya yang sedang berkutat dengan kompor.
"Haa,Astaghfirullah bang,ngagetin aja ih!",seru Anggi saat ada dua tangan kekah merengkuhnya dari belakang.
"Heeemm wangi banget,masak apa sih bidadari abang?",tanya Hans sambil meletakkan kepalanya dipundak Anggi,tak lupa ia kecup kecil-kecil disana.
"Eeemmhh baaang,nanti nasi gorengnya gosong lho kalau abang begini!",seru Anggi memperingati.
"Ngga akan",jawab Hans sambil tangannya meremas lembut bagian menonjol didada Anggi,membuatnya siempunya melenguh pelan."Eeemmhhh....".
"Jangan goda abang dengan desahanmu sayang",bisik Hans sambil menyesap leher Anggi hingga meningalkan jejak kissmark.
__ADS_1
Plaaakk...
Bunyi tangan Hans yang ditampar Anggi."Abang,untungnya Anggi pakai hijab,kalau ngga pasti leherku ini dikira lagi biduran,karena banyak jejak kissmarknya",sungut Anggi.
"He he he,habis tubuhmu benar-benar candu buat abang dek.Andai hari ini abang ngga masuk pagi,sudah abang jadikan sarapan kamu dek",kata Hans.
"Iisshh apaan sih",sanggah Anggi.
Meski dengan gangguan Hans,akhirnya nasi goreng Anggi pun selesai dibuat.
"Bang lepas iihh,Anggi mau ambil piring,nasi gorengnya sudah jadi tuh!",seru Anggi.
Dengan terpaksa,Hans pun melepaskan Anggi dari jangkauan tangannya.
Setelah terlepas dari belitan Hans,Anggi pun segera berlalu ke rak piring lalu menuangkan nasi goreng buatannya kedalam dua buah piring,dan membawanya ke meja makan.
"Nasi goreng sudah siap,silakan dinikmati!",serunya pada Hans.
Hans pun segera menyantap nasi goreng buatan Anggi dengan lahab.
Setelah selesai menikmati nasi gorengnya,Hans segera berdiri dan membawa piringnya serta piring Anggi kewastafel dan mencucinya.
"Bang,biar Anggi saja!",seru Anggi.
"Ngga usah biar abang aja,kamu duduk manis saja disitu",kata Hans.
Setelah selesai mencuci piring,Hans segera menghampiri Anggi dan berkata,"sudah selesai tuan putri".
"Makasih ya bang",jawab Anggi seraya bangkit dari duduknya.
Dengan sigab Hans mengangkat tubuh Anggi dan mendudukannya dimeja makan.
"Bang..!!",pekik Anggi kaget.
"Beri abang bekal untuk kekantor sayang",kata Hans sambil memeluk erat pinggang Anggi.
"Bekal...??Bekal apa bang?",tanya Anggi bigung.
Namun bukannya menjelaskan,Hans malah memiringkan tubunnya dan mengecup lembut bibir ranum Anggi.Dari kecupan lembut berubah jadi ******* hangat dan lama-lama menjadi ciuman panas.
Tangan Hans pun segera menyingkap baju yang dikenakan Anggi hingga menyembulkan dua buah benda kenyal milik Anggi.
Hans segera menyesapnya layaknya seorang bayi yang sedang kelaparan.
Hhuuuhhh haredaaanngg gays....
__ADS_1
π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·