Pelangi Senja Diujung Timur Indonesia

Pelangi Senja Diujung Timur Indonesia
PSDUTI 36 KEMARAHAN ANGGI


__ADS_3

Hai hai reader......


Sebelum lanjuut niiiee.....boleh kan author bercerita dulu...?


Kalian pasti bertanya-tanya,kok author lama banget vakumnyaa...??


Jadi gini ya gays yaa....aku tuuhh setiap nulis cerita inii,selalu baper sendiri tahuu nggaa?Karena apa?


Karena tokoh utama pria dan wanita di cerita ini real adanya gays,meski ini cerita fiktif,tapi tokohnya real dengan nama yang ku samarkan.


Jadi aku tuuh harus ngendaliin diriku setiap aku nulis cerita ini,ngendaliin rasa cintaku untuk dia,karena aku yang tak mungkin lagi mencinta.Mau aku buang kemana coba laki ku,he he he


Untuk abang sumber inspirasi ku,abang pernah bertanya "kenapa aku berbeda?"


Dan inilah jawaban yang sebenarnya


"Karena aku merasa nyaman dengan abang.Abang bukan hanya sekedar teman atau sahabat,atau pun kakak bagiku.Tapi abang adalah seorang pria yang aku suka,semua yang aku cari ada pada abang.Namun aku sadar,tak mungkin bagiku untuk bersama mu.Dan aku cukup sadar diri akan siapa aku.Maka cukup bagiku mencintai dan menyayangimu dari jauh.Menyayang dan mencinta lewat do'a.Ketahuilah abang,jika abang bahagia aku pun akan bahagia,maka berbahagialah selalu sumber inspirasiku"


Jiiiiaaahhh gaaayyss.....jadi melow yaaa guee....Udah aahh....sesi curcol selesai....lanjuut ke kisah Anggi dan bang Hans yuuukk.....


Happy reading semuaa......


Belum selesai Anggi mencurahkan segala keresahan hatinya,tiba-tiba pintu kamarnya diketuk oleh seseorang,kemudian terdengar suara bunda disana.


"Anggi,kamu baik-baik aja kan nak?",tanya bunda dengan suara penuh kekhawatiran.


Mendengar suara bunda diluar,Anggi pun segera menghapus air matanya lalu bergegas berdiri dan menuju ke pintu kamar.


Sebelum mencapai pintu kamar,Anggi menyempatkan diri untuk menenguk segelas air putih yang selalu tersedia dimeja nakas kamarnya.


Sebelum membuka pintu,Anggi menghirup udara dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan.


Kriiieeekk....


"Iya bunda,Anggi baik-baik aja kok.Maaf tadi Anggi ngga sempat ikut sholat jamaah,tiba-tiba Anggi kebelet bund",jawab Anggi sambil nyengir cengengesan.


"Beneran nak?",tanya bunda lagi masih khawatir.


"Benar bund,maafin Anggi yaa,sudah membuat bunda khawatir!",jawab Anggi sambil tersenyum manis menutupi luka hatinya.


"Ya sudah kalau gitu,sholatnya sudah selesai kan?",tanya bunda.Pasalnya karena terburu-buru membuka pintu,Anggi belum sempat membuka mukenanya.


"Sudah bund",jawab Anggi.


"Ya udah,bunda tunggu dibawah ya!",kata bunda.


"Siap bund,bentar Anggi bersiap dulu ya bund",jawab Anggi.


Setelah itu bunda pun segera pergi menuju meja makan.


"Ada apa dengan anak itu?Bibirnya bisa tersenyum,tapi matanya tidak.Heehh semoga aja tidak sedang bertengkar dengan Hans",guman bunda sambil berjalan menuruni tangga.

__ADS_1


Ditangga,bunda berpapasan dengan Hans yang hendak menuju kekamarnya.


"Bunda!Bunda gimana,Anggi ngga papa kan?",tanya Hans pada bunda.


"Ngga sih,hanya aja ada yang aneh.Kalian ngga sedang bertengkar kan?",tanya bunda balik.


"Haaahh....ngga tuh bund.Coba Hans susul Anggi kekamar dulu bund",jawab Hans.


"Iya nak.Lebih baik begitu.Ingat Anggi sedang hamil.Emosinya ngga stabil.Kamu harus sabar menghadapinya!",seru bunda memperingatkan.


"Baik bunda.Hans kekamar dulu ya bund",jawab Hans,setelah itu Hans bergegas kekamarnya.


"Baiklah",jawab bunda yang juga segera keruang makan.


Diruang makan


"Bund,gimana?Anggi ngga papa?",tanya Ayah.


"Alhamdulillah,ngga papa ayah",jawab bunda sembari duduk disebalah ayah.


"Ada apa memangnya?Kok wajah kalian dan Hans tadi nampak tegang?",tanya bunda.


"Heeehh...tadi sambil menunggu adzan maghrib,kami berbincang sebentar mengenai satgas Hans bund",jawab ayah.


"He eh,lalu?",jawab bunda.


"Anggi kan belum tahu,trus tadi kata mbok Narti,Anggi diam dubelakang tembok,setelah itu kembali kekamar sambil menangis",jawab ayah.


"Iya bund.Tapi Anggi harusnya tahu resiko jadi istri prajurit",kata ayah lagi.


"Bunda yakin Anggi mengerti.Tapi mungkin karena lagi ngidam.Biasanya dia cukup mengerti semua kondisi kaan?",jawab bunda membela Anggi.


"Iya juga sih bund.Ya sudahlah.Reno....gimana tugas kamu dikalantan?",tanya ayah.


"Lancar yah",jawa Reno.


Sementara diruang makan sedang berbincang hangat,lain halnya diatas,dikamar Hans dan Anggi.


Setelah berbincang sebentar dengan bunda tadi ditangga,setengah berlari Hans menuju kekamarnya.Hans langsung membuka pintu tanpa mengetuknya terlebih dahulu.


"Deek...!",serunya.


Dan saat itu Anggi tengah melepas mukena yang ia pakai.


Setelah menutup pintu,Hans segera mendekat kearah Anggi,bermaksud memeluk tubuh Anggi seperti biasanya.


Namun tiba-tiba Anggi berkata,"Stop.Jangan menyentuhku sebelum abang jelaskan semuanya".


"Iya dek,tapi biarkan abang memelukmu sayang",jawab Hans yang sudah kalang kabut melihat raut wajah Anggi yang sudah tak bersahabat.


"Stop,Anggi bilang.Tega ya abang.Mau sampai kapan abang menutupi semua dari Anggi?Abang anggap apa Anggi ini bang?",seru Anggi sambil mengenakan hijabnya.

__ADS_1


"Harusnya dari kemarin abang ngasih tahu Anggi,biar Anggi mempersiapkan hati Anggi.Kenapa sampai saat ini abang belum ngasih tahu Anggi bang?Abang tahu kan hari ini ulang tahun Reno,tapi karena abang,semua jadi kacau.Kasihan Reno,abang tahu!",seru Anggi lagi.


"Iya dek,abang minta maaf.Abang salah.Abang bingung mau bilang sama kamu dek.Abang lagi nyari waktu yang tepat",jawab Hans sambil mendekat hendak memeluk tubuh Anggi.


Namun lagi dan lagi Anggi menghindar dengan tatapan tajamnya.


"Jangan dekat dan pengang Anggi bang,renungkan dulu semua sebelum abang sentuh Anggi lagi.Minggir Anggi mau turun!",seru Anggi sambil berlalu menuju ke pintu kamar.


Setelah berhasil keluar kamar,Anggi menghela nafas panjang guna menenangkan dirinya.


Setelah dirasa hatinya telah kembali tenang,Anggi segera menuju ke ruang tamu.


Sementara Hans mengekor dibelakangnya.


"Maaf semuanya.Lama ya nunggu Anggi!",seru Anggi setelah sampai diruang makan lalu ambil duduk didekat Rena.


"Tenang maa,cacing diperutku masih terkendali kok,belum bakar-bakan ban",kekeh Reno.


"Duuuhh....maaf ya Reno.Happy birthday yaa,semoga tercapai segala apa yang kamu inginkan",kata Anggi sambil menyalami Reno.


"Aammiinn,terimakasih maa",jawab Reno sambil sekilas melirik ke arah Hans yang berwajah murung.


"Heeemm...lagi perang nich nampaknya",batin Reno.


"Ya sudah karena semua sudah kumpul.Yuk makan malamnya kita mulai.Dan untuk Reno yang sekarang ulang tahun yang ke 24,ayah hanya bisa mendo'akan yang terbaik buat cucu ayah.Semoga karienya sukses dan segera didekatkan jodohnya",kata ayah.


"Aammiiinn...."


Lalu mereka pun mulai makan malam dengan hidangan kesukaan Reno.


"Ooohh jadi ini maksudnya.Pantas kok semua masakan kesukaan Reno ada disini",batin Reno.


"Anggi...!",kata ayah.


"Iya ayah.Ada apa?",jawab Anggi yang sedari tadi hanya mengaduk aduk piringnya.


"Kamu ngga makan?",tanya ayah lagi.


"He he...makan kok yah,masih sedikit panas"jawab Anggi.


Setelah itu memasukkan sesendok nasi kemulutnya.Sama halnya dengan Hans,dia juga nampak tidak berselera.


"Makan yang banyak Nggi,diperutmu ada 2 bayi yang butuh banyak nutrisi",kata ayah lagi.


"Baik ayah.Aahh...."pekik Anggi hingga mengagetkan semua.


"Kenapa deek",tanya Hans yang reflek memegang perut Anggi karena Anggi juga memengang perutnya.


TBC......


Gays.....kira-kira ada apa yaa dengan kandungan Anggi....??

__ADS_1


Nantikan episode berikutnya yaa....


__ADS_2