
"Ayah,bunda,Rena saya pulang dulu ya,mau lanjut telfon sama bang Wira",pamit Rita.
"Enngg,neng Anggi ngga papa kan?",tanya bunda khawatir pasalnya tadi dia melihat perubahan sikap Anggi.
"Tenang bund,Anggi ngga papa,dia hanya sedang konsen karena desaignnya harus selesai minggu ini",jawab Rita.
"Maaf bund,saya permisi dulu ya",pamit Rita lagi.
"Ya neng,terimakasih ya,dan maaf Anggi sudah merepotkan",kata bunda.
"Bunda,kaya sama siapa aja loh,bund bagi Rita,Anggi itu saudari,bukan orang lain.Jadi bunda ngga usah sungkan.Okaay bunda!",kata Rita.
"He he he,baiklah neng Rita.Kalian memang anak-anak yang baik.Semoga persahabatan kalian langgeng sampai akhir nantu",do'a bunda tulus.
"Aammiiinn",jawab Rita sambil mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
"Maaf bund,saya permisi dulu.Kasihan abang sudah nungguin vidio callku.Assalamu'alaikum bund,ayah!",pamit Rita lagi.
"Wa'alaikumsalam",jawab ayah dan bunda barengan.
Sementara Rena,begitu vidio call dari papanya ditutup,dia langsung menuju kekamar mamanya.
Tok tok tok
"Mah,boleh Rena masuk?",tanya Rena sambil mengetuk pintu.
"Masuk Ren!",jawab Anggi setelah menetralisir hatinya.
"Ren,ada apa?",tanya Anggi begitu Rena masuk.
"Ngga ada apa-apa sih mah.Apa Rena mengganggu?",tanya Rena balik.
"Eeh ngga kok,sini!",kata Anggi sambil menepuk sofa disebelahnya meminta Rena untuk duduk disampingnya.
Rena pun menuruti apa kata mamahnya.
"Mah,ini ponsel mamah!",kata Rena sambil menyerahkan ponsel Anggi.
"Okay,udah selesai?",tanya Anggi sambil menerima ponselnya.
"Udah.Eeemm mah,maaf boleh Rena tanya?",kata Rena sambil memperhatikan manik mata mamahnya.
Anggi tersenyum,lalu menjawab,"Mau tanya apa memangnya?".
"Eeemm kenapa tadi tiba-tiba mamah pergi pas papah telfon?Tadi ditanyain papah loh!",seru Rena.
Lagi-lagi Anggi tersenyum sambil berkata,"Ngga ada apa-apa.Tadi itu mamah baru keinget kalau desaign ini harus mamah serahkan minggu ini,jadi mamah langsung masuk kamar deh.Maaf ya!".
__ADS_1
"Ooohh",jawab Rena."Ya udah mah,Rena keluar dulu.Mamah selesaikan dulu deh desaignnnya.Nanti malah ngga keburu.Tapi kalau mamah capek segera istirahat ya!Kasihan dedek bayinya kalau mamah lelah!",seru Rena memperingatkan.
"Iya cantik!Terimakasih ya sudah memperhatikan mama",jawab Anggi lagi-lagi dengan senyum manisnya.
Dug Nggi ....pinter banget sih kamu nyembunyiin perasaan!!
"Siap mah!",jawab Rena.Kemudian ia berlalu keluar kamar.
"Mamah,mamah!Mau mamah pasang senyum dengan sakarin sekalipun,kesedihan mamah itu tidak bisa mamah tutupi dari mata mamah",omel Rena setelah diluar kamar.
"Ren,gimana mamah kamu?Dia ngga papa kan?",tanya bunda begitu Rena sampai diruang keluarga.
"Mamah sih nebar senyum manis terus nek,tapi sorot matanya kelihatan banget kalau dia lagi sedih",keluh Rena sambil mendaratkan tubuhnya disofa.
"Heeehh,bunda juga heran dengan papahmu.Bisa-bisa ekspresinya datar gitu.Mana Anggi lagi hamil lagi.Hormonnya itu kan naik turun kaya roler coaster",kata bunda dengan helaan panjangnya.
"Yah,coba deh ayah cari tahu ada apa dengan Hans.Ngga biasanya dia begitu!",seru bunda pada ayah.
"Sudah bund,tadi ayah langsung nyuruh anggota ayah dulu yang sekarang masih tugas disana",jawab ayah.
"Ya sudah kita tidur dulu.Biarkan Anggi menenangkan dirinya dulu!",seru ayah sambil bangkit dari duduknya kudian berjalan kekamar tamu kemudian diikuti bunda.
"Trus Rena tidur dimana ini?",tanya Rena bingung.
"Sana kamu tidur dikamar mamah.Tapi jangan ganggu dia!",jawab ayah.
Tok tok tok
"Mah...",panggil Rena.
"Masuk Ren!",jawab Anggi.
Ceklek
"Mah,Rena tidur disini ganggu mamah ngga?",tanya Rena.
Anggi pun berpaling kemudian tersenyum,"Ren,Ren.Kamu ini!Sudah tidur gih sana!",kata Anggi.
"Baik mah,Rena tidur dulu ya!",kata Rena.
"Iya..",jawab Anggi kemudian melanjutkan kegiatannya.
"Heeemm,dari tadi pinselnya cuma disitu.Apa papah ngga hubungin mamah lagi ya?",guman lirih Rena sambil memperhatikan mamahnya.
Kemudian ia merogoh ponselnya,dan mulai mengetik pesan untuk papahnya.
Sementara dirumah sebelah Anggi,Rita tengah menerima vidio call dari Wira.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum bang",sapa Rita begitu melihat wajah Wira memenuhi layar ponselnya.
"Wa'alaikumsalam,udah dirumah neng?",tanya Wira.
"Udah bang.Eh bang mana mas Hans?",tanya Rita to the point.
"Ada,kenapa kamu nyari Hans?",selidik Wira yang tidak tahu bahwa seminggu ini dia tidak memberi kabar pada istrinya.
"Tolong bilangin sama mas Hans.Suruh ngasih kabar ke Anggi.Karena seminggu ini ternyata dia ngga ngasih kabar ke Anggi.Kasihan Angginya tuh bang.Sedih terus dia"
"Tau ngga bang,tadi pagi Anggi sampai pinsan loh gara-gara mikirin suaminya yang ngga kasih kabar.Eeehh sekalinya telfon ekspresinya gitu amat.Jangankan Anggi,aku aja sampai dongkol bang lihatnya",cerocos Rita menggebu-gebu penuh emosi.
"Udah ngomel-ngomelnya?"tanya Wira sambil tersenyum lebar.
"Iihh abang gitu deh.Rita tuh lagi dongkol bang!",rengek Rita.
"Iya,nanti abang kasih tahu Hans.Emangnya kenapa kok pagi-pagi Anggi bisa pinsan?",tanya Wira yang tak mau melihat Rita terus bersungut-sungut.
"Bang,abang ingat ngga waktu diresepsi kita?",tanya Rita.
"Ingat yang mana sih neng?",tanya Wira lagi.
"Itu loh waktu Anggi ngambek gegara minta sega thiwul",kata Rita.
"Oohh yang itu,terus kenapa?",tanya Wira.
"Ternyata Waktu itu Anggi ngidam bang.Anggi tuh sekarang lagi hamil tujuh minggu!",seru Rita.
"Apa?!Yang benar.Anggi HAMIL!",seru Wira dengan menekan kata hamil,karena Hans yang sedari tadi ada disampingnya hanya bermuka datar tanpa ekspresi.
"Iya,dan abang bisa bayangin kan gimana?Seminggu menunggu kabar dari suami,eehh begitu telfon ngga respek.Gimana Anggi ngga sedih coba.Mana hormon ibu hamil itu naik turun belok kanan belok kiri kaya roaler coaster",cerocos Rita.
Hi hi hi ternyata Rita dan Anggi memiliki kepribadian yang sama ya!!
"Ya udah neng,nanti abang nanya ke Hans ada apa kok dia bisa begitu.Kalau sudah bosan dengan bidadarinya,nanti biar abang carikan anggota abang yang masih bujang",seloroh Wira.
"Setuju bang,biar tahu rasa itu mas Hans.Suruh telfon si Anggi gih sana!",seru Rita.
"Heeeh orangnya lagi asyik chatingan entah dengan siapa!",kata Wira.
"Udah ah ngomongin Hans sama istrinya terus dari tadi.Kamu ngga kangen apa sama abang?",tanya Wira
"He he he,maaf bang.Habis Rita dongkol banget tuh sama sahabat abang"kekeh Rita."Kangenlah bang!Kapan abang pulang?Katanya kemarin cuma seminggu disitu?",tanya Rita.
"In Syaa Allah minggu depan neng.Do'akan semua lancar ya.Agar abang cepat pulang!",seru Wira.
"Aammiiinn pasti bang",balas Rita.
__ADS_1