Pelangi Senja Diujung Timur Indonesia

Pelangi Senja Diujung Timur Indonesia
PSDUTI 31 [Pesta Ulang Tahun]


__ADS_3

PSDUTI Pesta Ulang Tahun Anggi.


Hai hai reader semua,author minta maaf ya,karena untuk malam 17 Agustus kemarin,Tutiek hanya bisa Up 1 Episode.


Saya pikir menjelang kemerdekaan,tugas bocil sedikit berkurang,eeehh tenyata malah banyak,bikin poster,bikin vidio yang bertemakan kemerdekaan dll.


Jadi mohon dimaafkan ya reader 🙏🙏🙏


Okay guys mari kita lanjut kisah Anggi dan Kapten Hans yuuk


Cekidot,Happy reading guys 🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


"Bundaaa",seru sikecil Ardi sambil menghampiri Anggi dan bang Hans.


"Iya sayang,ada apa?",tanya Anggi.


"Emang perutnya ibu ada dedek bayinya ya?",tanya Ardi.


"Iya ,kok tahu?",jawab Anggi.


"He he he,nenek yang ngasih tahu ya mas Arif",kata Ardi meminta persetujuan masnya.


"Iya,kata kakek dan nenek,bunda hamil dedek kembar ya?",tanya mas Arif lagi.


"He he he iya mas,do'akan ibuk ya,agar semua lancar sampai persalinan!",jawab Anggi.


Kemudian terdengar suara Rena yang tengah memanggil kedua bocil double A itu.


"Arif,Ardi...Ikut kakak yuukk!",seru Rena pada kedua bocil doublle A.


"Iya kak!"seru keduanya.


"Yuuk,kita ....",belum lagi kalimat yang akan diucapkan Rena selesai,kedua bocil double A malah tenganga melihat kedatangan seorang perempuan yang sangat mereka kenal.


"Bu Tutiek...!!",seru kedua bocil sambil berhambur mendekat kearah aothor dan menyalaminya.


"Bu Tutiek ,apa kabar?",tanya mas Arif penuh antusias.


"Kak Rena kenalin,ini tetanggaku dikampung.Temannya bunda!",seru mas Arif.


"Halo kakak,selamat datang,salam kenal!",sapa Rena sambil menjabat tangan Tutiek.


"Hai juga Rena,akhirnya kita bertemu juga ya",jawab Tutiek.


Rena hanya terkekeh dan mempersilakannya untuk mendekat kearah mamah tercintanya.


"Anggi....!!Barakallahu fii umrik,panjang umur,sehat selalu murah dan berkah rejekinya!",seru Tutik sambil memeluk Anggi dengan hangat.


"Makasih loh udah nyempetin datang.O iya kenalin ini Hans ,suamiku",jawab Anggi.


"Hai author",sapa Hans.",Jangan kau buat aku jadi laki-laki bren*** ya ,karena aku laki-laki sejati",tegas Hans lagi.


"Duh piss deh pak kapten,ngga ngga ngga,saya tahu pak kapten lelaki sejati"


Hiii ngeri kali pak kapten kalau marah(Author takut dengan marahnya pak Kapten Hans nich.Toloooonnggg)


"Duh maaf thor jangan dimasukkan kehati ya.Nasib kami ada ditanganmu kok",hibur Anggi."Silakan dinikmati hidangannya mba Tutiek",kata Anggi.


Tutiek pun berlalu ketempat prasmanan,tahu aja Anggi kalau Tutiek belum makan.


Tak lama kemudian,Reno datang dengan membawa sebuket bunga.


"Happy birthday tante cantik",kata Reno sambil memberikan buket bunganya.


"Ck kamu ini.Mamah.Tante tante",sungut bang Hans yang ngga mau Anggi dipanggil tante oleh anaknya,Reno.


"Makasih kak Reno,eh kok uda di sini aja?Lagi IB atau gimana ini?",tanya Anggi sambil memerima buket bunga pemberian Reno.

__ADS_1


"He he he mba Tutiek baik hati mah.Aku dipindah tugaskan kekota J ini.Katanya sih biar dekat sama mamah.Biar bisa jagain mamah ketika nanti ditinggal kunjungan kerja sama papah",jawab Reno.


"Apa?!!Awas kamu thor!",pekik Kapten Hans tak terima.


"Heh apa loe ngancem-ngancem saya?!",ketus Tutiek sambil tersenyum smirk ke arah Kapten Hans.


Menurut kalian,kira-kira yang direncanakan author Tutiek apa hayooo??


Silakan koment dikolom komentar yea....


Selesai bercengkerama dengan author,Anggi dan Kapten Hans menghampiri para anggota yang lain.Saling bercerita dan bertukar pengalaman.


Hingga tepat pukul sembilan malam acara pun selesai (masihPPKM ya,jadi acaranya ngga boleh lebih dari jam sembilan).Para tamu kapten Hans pun sudah kembali ke rumah masing-masing.


Tinggallah Kapten Hans dan Anggi sekeluarga.


"Hans ,Anggi maaf bunda pulang duluan ya.Besok pagi ayah dan bunda harus terbang kepulau S",pamit bunda pada Anggi dan Hans.


"Mba Jum,kami pulang dulu ya",pamit bunda lagi pada Uti.


"Iya ayah bunda,hati-hati",jawab Anggi.


"Ngih mbakyu,ngatos-atos",jawab Uti Jum.


Kemudian ayah dan bunda pun segera pulang,karena mereka harus segera beristirahat mempersiapkan tenaga buat perjalanan besok kepulau S.


"Papah,mamah,Uti...Rena juga pamit ya.Rena mau bareng kakak!",seru Rena sama Kapten Hans dan juga Anggi.


"Iya princes,hati-hati.Reno jangan ngebut-ngebut ya bawa mobilnya!",kata Anggi.


" Siap 'macan'",goda Reno pada Anggi.


"Ekheeem,Renooo!",seru bang Hans,posesif.


"Apa sih pah,bener kan mamah ku ini 'macan'?",goda Reno lagi.


"Weit,papah ketularan bahasanya 'macan' ya?",tanya Reno sambil mengeryit bingung.


"Ha ha ha,makanya sana buruan nikah",jawab banf Hans.


"Heeehh,papah kira Reno ngga mau nikah?Bilang noh sama mba Tutiek,suruh nyariin jodoh buat Reno!",seru Reno sambil melirik kearah author yang lagi asyik bermain dengan duo bocil double A.


"Apa?!",tanya author Tutiek.


"Ini si Reno minta jodoh thor,loe cariin deh.Kasian tuh jadi 'jones' dia",jawab Bang Hans.


"Coba ntar deh",jawab author Tutiek sekenanya.


"Dasar loe thor,kalau papah sama bang Wira aja loe kasih jodoh.Sementara gua,nanti-nanti.Ya udahlah.Ayo Na,kita pulang.Pusing kakak ngehadapin author Tutiek!",seru Reno langsung ngeloyor pergi.


Sementara Mayor Wira yang namanya disebut,hanya terkekeh geli sambil terus menggenggam tangan Rita.


"Eh,kakak....sabar donk.Papah,mamah author Tutiek!Kita pulang dulu ya!",seru Rena sambil berlari mengejar kakaknya."Kak Ren,tungguuuu....!".


"Iya.."


"Heem.."


"Okay..."


Jawab mereka bertiga berbarengan.


Setelah sidouble R berlalu,kini tinggal mereka disitu.


"Ayah bunda,kita sudah ngantuk.Bobok yuuk!"seru mas Arif sambil menguap."Hooaamm...".


"Eh anak ayah udah pada ngantuk ya,ya udah pulang yuuk!",kata bang Hans sambil merangkul kedua pundak anaknya.

__ADS_1


"Bang Wira mau bulan madu lagi,atau mau pulang?",tanya Bang Hans memggoda sepasang pengantin yang masih hot-hotnya itu.


"Kita nginep disini aja",jawab Mayor Wira.


"Okay,selamat bersenang-senang bang!",seru bang Hans kemudian berjalan keluar dan menuju parkiran.


Mendengar ledekan bang Hans,bang Wira hanya nyengir kuda.Kemudian mengandeng Rita dan menuju kekamarnya.


"Nggi mba author,saya duluan ya!",pamit mayor Wira kemudian berlalu pergi.


"Baik bang",jawab Anggi."Mba Tutiek mau nginep dimana?Disini apa dirumah kami?",sambung Anggi.


"Saya nginep sini aja Nggi.Kebetulan besok saya mau ketemuan sama teman-teman saya disini",jawab author Tutiek.


"Ya udah,kami pamit dulu ya",pamit Anggi kemudian mengajak Uti Jum untuk segera menyusul bang Hans.


Sepeninggal Anggi author pun segera masuk kamar untuk beristirahat.


🌷🌷🌷🌷🌷


Mentari pagi pun menyapa,m enghangatkan dunia.Sehangat keluarga Anggi yang pagi-pagi sudah heboh,karena Anggi yang keluar masuk kamar mandi dengan morning sicknesnya.


"Haduh bang,Anggi lemas bang",keluh Anggi karena ini sudah kali kesepuluh dia kekamar mandi memuntahkan segala isi perutnya.


Wajahnya pun sudah sangat pucat.Uti Jum datang membawakan minuman jahe hangat.


"Maaf nak Hans,mamak langsung masuk tanpa ketuk pintu",kata Uti karena ngga enak dwngan mantunya."Ini Nggi,mamak gawekke wedang jahe ,ben muale ilang",sambung Uti lagi.


"Nggih mak maturnuwun"jawab bang Hans sambil menerima air jahe buatan Uti.


"Weh,wes iso nganggo basa jawa to nak Hans?",tanya Uti.


"Sedikit mak",jawab bang Hans.


"Nih dek,diminum dulu biar mualnya berkurang",kata bang Hans sambil mengangsurkan gelas yang berisi air jahe.


"Makasih bang,mak",jawab Anggi kemudian menywruput air jahe itu.


"Eeemm bang,Anggi pingin makan walang goreng sama sega thiwul sambel bawang!",rengek Anggi.


"Duh ini nich yang bikin rempong",batin bang Hans.


"Ya bentar ya dek,coba abang tantakan teman-teman abang yang di Jogja,biar dikirim kemari",jawab bang Hans


"Tapi Anggi maunya sekarang",rengek Anggi lagi.


Seketika kepala Hans jadi pening tujuh putaran,eeeh tujuh keliling.


"Udah nak Hans ngga usah bingung,biar mamak buatkan.Untung mamak bawa glepung gaplek karo walang goreng mau",kata Uti yang mengerti kegundahan hati Hans.


" Onten mak?Alhamdulillah",seru bang Hans penuh syukur.


Satu jam kemudian,diatas meja sudah terhidang makanan yang Anggi inginkan.



Sega thiwul yang Anggi inginkan.



Walang goreng &sambel bawang


Kedua makanan diatas adalah oleh-oleh dari Jogja,khususnya dari Gunungkidul.


Sega Thiwul yang dimakan dengan sambal bawang dan walang goreng sangatlah nikmat.


Sega Thiwul yang rendah gula dengan walang yang tinggi akan protein.

__ADS_1


__ADS_2