
Hai hai hai
Selamat siang readerku tercintaaahh....
Terimakasih sudah setia dengan Pelangi Senja Di Ujung Timur Indonesia
Cerita dikit ya
Readerku tercinta,dalam kisah ini tidak ada cerita fakta ya,semua hanya fiktif.
Semua yang saya tulis disini benar-benar fiktif,tidak ada hubungannya sama sekali dengan seseorang.Namun jika ternyata kok ada yang sama,itu benar-benar hanya kebetulan semata tanpa kesengajaan.
Disini saya juga ingin mengucapkan terimakasih kepada reader yang sudah ngasih masukan kesaya,baik lewat chat atau pun DM.
Yang perlu saya garis bawahi disini adalah,setiap penulis pasti punya seseorang yang dia kagumi,dan orang itu yang pasti menginspirasi.
Dan disini tokoh utamanya tetap Anggi dan bang Hans ya,sedang Rita dan Mayor Wira adalah pemeran kedua.
Okay gays,mengerti ya bahwa kisah ini 100% fiktif,n gga ada fakta atau hubungan dengan kisah hidup seseorang 😉😉😊😊
Okay gays,Happy reading.....
🌷🌷🌷🌷🌷
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam,Rita dan Wira telah sampai dirumah Rita.Sebenarnya jarak taman kota dan Rita tidak terlalau jauh,namun Wira sengaja memperlambat laju motornya,katanya dia ingin berlama-lama romantisan diatas motor.Duh duh so sweet banget sih mayor Wira.
"Terimakasih untuk malam ini ya neng",kata Wira pada Rita.
"Sama -sama bang",jawab Rita malu-malu.
"Ya udah abang pamit dulu ya",pamit Wira.
"Loh,abang ngga mampir dulu?"tanya Rita.
"Lain kali aja,udah malam ini ngga enak sama tetangga",jawab Wira.
"Ooohh",Rita membulatkan bibirnya.
"Ya udah neng masuk gih sana,udah malam ini.Nanti masuk angin loh",kata Wira.
"Abang jalan dulu,baru nanti Rita masuk",jawab Rita.
"Ngga bisa,neng masuk dulu,ngga baik perempuan diluar sendirian malam-malam",kata Wira lagi.
"Abang dulu!",masih dengan ngeyelnya.
__ADS_1
"Neng...!Neng masuk dulu!Atau jangan-jangan neng masih ingin berduaan ya sama abang?",goda Wira.
"Aaahh enak aja,ngga-ngga"jawab Rita dengan semburat merah dipinya.
"Ya udah,Rita masuk duluan ya bang.Hati-hati",kata Rita sambil berlalu menuju pintu rumah.
"Iya",jawab Wira sambil memperhatikan Rita.
Setelah sampai,Rita segera membuka pintu dan melangkah masuk.Namun sebelumnya,Rita menoleh kearah Wira.Disana Wira masih nangkring diatas motor sportnya sambil memperhatikan Rita.
Mendapati Wira yang masih ada disana,Rita memberikan senyum manis sambil berucap,"hati-hati",tanpa suara sembari menggabungkan jari jempol dan telunjukknya.
Mendapati perlakuan Rita yang kaya anak ABG labil,Wira hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum penuh arti.Namun kemudian Wira pun melakukan hal yang sama.
Setelah memastikan Rita telah masuk kedalam rumah,Wira segera menggeber motor sportnya menuju ke asrama kembali.
Mentari hangat pun menyapa,pertanda pagi nan ceria telah tiba.
Ditempat berbeda,dua manusia berbeda jenis tengah senyum-senyum layaknya abg yang lagi kasmaran.
Di asrama,tempat Wira berada,ia tengah tersenyum sambil memegangi bibirnya sendiri.Dalam benaknya,terbayang adegan kissingnya bersama Rita.Masih jelas terasa betapa manis bibir merah Rita.
Disebuah rumah yang tidak begitu besar,namun nyaman,disana ada seorang gadis yang tengah menatap dirinya kedalam cermin.Tangannya membelai bibirnya sendiri,sambil sesekali matanya terpejam membayanhkan betapa nikmat ciuman Wira.Dia adalah Rita.
********
Setelah berjuang berhari-hari mengantri,dan menghadap atasan Wira,akhirnya mereka bisa mengadakan prosesi pedang pora sebagai lambang bahwa Mayor Wira Arya Wardana telah mengakhiri masa lajangnya.
Hans dan Anggi nampak serasi dengan kedua mempelai,karena mereka didaulat menjadi pengiring pengantin.
Lagi-lagi Anggi menunjukkan keanehannya.Kali ini tiba-tiba saja,Anggi menginginkan sego thiwul.Terang aja membuat rekan-rekan Hans dan Wira bingung.
"Hans-Hans,istrimu ada aja,masa ditempat kondangan gini minta thiwul sih"celetuk rekan Hans.
Mendengar celetukan dari salah satu rekan Hans,Anggi jadi semakin sewot.Ia pun memonyongkan bibirnya kedepan dengan tatapan sendunya.
Sontak saja hal itu membuat Hans kelabakan sambil terus berfikir,ada apa dengan istrinya itu.
Beruntung karena kedekatan Anggi dengan keluarga Rita,akhirnya Hans pun jadi dekat juga dengan keluarga Rita.Jadi disaat Anggi ngambek begitu,keluarga Rita tidak mempermasalahkan akan hal itu.
Mereka justru tersenyum penuh arti mengetahui tingkah aneh Anggi.
"Anggi kenapa itu nak Hans?",tanya ibu Rita saat acara sudah selesai.
"Heeh,Anggi pingin makan sego thiwul buk!Trus kalau disini,mau nyari kemana?Pusing saya buk"jawab Hans.
__ADS_1
"Yang sabar ya nak Hans,semoga ada kabar baik ya nanti",kata ibu Rita lagi.
"Hah,aammiiinn",jawab Hans meski sedikit bingung dengan jawaban ibunya Rita.
"Ya sudah nak Hans,ibu dan bapak pulang dulu,kalian kalau sudah capek,ngga papa lho kalau mau pulang."kata ibunya Rita sambil menepuk pelan pundak Hans.
"Baik bu,hati-hati"jawab Hans.
Setelah berpamitan dengan Hans yang tengah bercengkerama dengan rekan-rekannya,ibunya Rita menghampiri Rita dan Anggi yang tengah asyik berbincang.
"Ri,Nggi,ibuk pulang dulu ya",pamit ibunya Rita.
"Baik buk"
"Siap buk"
Jawab Rita dan Anggi berbarengan.
"Nggi,jangan sering-sering buat suamimu snewen dong,kasihan dia",kata ibunya Rita sambil mengacak pelan kerudung yang Anggi kenakan.
"He he he,gimana ya buk,ngga tahu kenapa kadang Anggi
pingin banget makanan kampung buk",manja Anggi.
Setelah keluarga Rita berpamitan,tak selang lama,giliran Anggi dan Hans yang berpamitan,menyisakan dua pengantin baru disana.
Selesai dengan prosesi pedang pora dan resepsinya,mereka pun segera menuju kekamar hotel yang telah mereka pesan.
Sesampainya dikamar hotel,Rita segera membersihkan dirinya kekamar mandi,kemudian dia langsung berganti pakaian.
Setelah keluar dari kamar mandi,kini giliran Wira yang membersihkan diri.Selesai membersihkan diri,Wira segera keluar,namun begitu dia keluar dari kamar mandi,ia mendapati Rita yang tengah tertidur pulas.
"Ah,dia tidur.Ck...gagal deh.Ya udahlah ini juga belum malam pertama,ini siang pertama",guman Wira menyemangati diri sendiri.
"Siang ini,kamu bisa lolos gadis planet pluto,tapi jangan harap nanti malam",bisiknya lirih sambil mengecup pipi Rita lalu membaringkan tubuhnya yang lelah sambil memeluk tubuh Rita.
Siang itupun mereka lewati dengan mimpi indah.
Sementara di asrama,sepasang suami istri sedang diam-diaman.Pasalnya si istri ingin makan sego thiwul namun sisuami bingung mau carinya dimana makanan langka itu.
"Ya Allah dek,ini di Jakarta loh.Kalau di Jogja mah abang yakin,mudah nyarinya",Hans menghela nafasnya dengan kuat.
Sementara Anggi hanya manyun,bahkan kristal-kristal bening sudah ada dipelupuk netranya.
"Dek,jangan pandangi abang begitu dong",kata Hans lirih sambil meraih tubuh Anggi.
__ADS_1
Namun Anggi berkelit,tidak mau disentuh oleh Hans.