
PSDUTI 28 TRAGEDI BUBUR
"Abang iiihh,beneran perut Anggi laper banget bang",rengek Anggi sambil mengerucutkan bibirnya.
"Siap suruh pagi-pagi udah ngajakin yang enak-enak",ledek bang Hans sambil mendusel-dusel wajahnya didada Anggi.
"Aahh abang,lapeerr",rengek manja Anggi.
"Ya udah,mau makan apa?Yuuk kita cari keluar",ajak bang Hans.
"Eeemm",guman Anggi sambil mengetuk-ketukndagunya dengan jari.",Bubur ayam!",serunya.
"Okay,ganti dulu bajumu",kata bang Hans sambil meremas gemas gundukan Anggi yang makin padat dan sudah mulai membesar.
"Abaaang iihh!",seru Anggi.Pasalnya saat ini Anggi hanya mengenakan celana dalaman dan juga tangtop.
"Habis gemas sih.Makin besar dan padat berisi",kata bang Hans sambil mencium pucuknya,membuat Anggi menggelinjang kegelian.
"Abaang,Anggi lapar loh.Kapan kita makannya?",tanya Anggi yang masih setia dalam pangkuan bang Hans.Karena sedari tadi bang Hans tidak mau melepaskannya.
"Iya iya,sekali lagi"jawab bang Hans kemudian mencium pucuk kenyal Anggi dan juga meremasnya,gemas.Kemudian melepas pelukannya pada tubuh Anggi.
Anggi pun segera meloncat turun dan berganti pakaian dengan gamis motif bunga dengan hijab polos.
Sementara Bang Hans,dia menunggu Anggi ganti pakaian sembari memperhatikan setiap gerak geriknya.Senyum terus mengembang dibibirnya yang agak menghitam karena keseringan menghirup asap rokok dan juga vapor.
"Ya Allah indah sekali ciptaanMu ini.Izinkan hamba untuk tetap menjaganya menjadi pasangannya dunia akhirat",guman Hans masih dengan memandangi Anggi dengan lekat.
"Udah yuuk bang.Anggi sudah siap",kata Anggi sambil menyambar tas selempangnya tanpa melihat kearah bang Hans.
Satu detik ,dua detik ,tiga detik hingga beberapa detik telah berlalu tidak ada jawaban,Anggi pun segera menoleh kearah suaminya.Kemudian berjalan mendekat.
"Bang?Abang kenapa?Kok malah bengong?",sapa lembut Anggi sambil mengusap lengan bang Hans.
"Hah,ada apa dek?",tanya bang Hans gelagapan.
"Abang yang kenapa?Kok bengong gitu sih ngelihatin Anggi?Sebegitu terpesonanya abang sama Angg",goda Anggi sambil duduk dipangkuan Hans dan mengalungkan kedua tangannya dibelakang lehar Bang Hans.
"He he he ,iya dek.Kamu begitu mempesona abang.Jadilah bidadari abang,baik didunia ini ataupun disurga nanti ya!",kata bang Hans yang tiba-tiba melow.
__ADS_1
"In Syaa Allah bang",jawab Anggi dengan senyuman manisnya."Ngomong-ngomong bang,kapan nich kita makannya?",tagih Anggi lagi.
"Ya Allah anak ayah udah lapar banget ya?"tanya bang Hans sambil mengelus pelan perut Anggi yang masih rata.
"Iya ayah,lapar sekali",jawab Anggi menirukan suara anak kecil.
"Ya sudah yuuk,kita cari makan!",ajak bang Hans."Jangan lupakan maskermu dek!",seru bang Hans mengingatkan karena masih dalam kondisi pandemi.
"Iya abang,nich masker buat abang",jawab Anggi sambil memyerahkan masker buat bang Hans.
Mereka pun akhirnya keluar rumah mencari makan sembari jalan-jalan.
Tak membutuhkan waktu lama,Anggi dan Bang Hans pun telah menemukan pedagang yang Anggi cari.Kang bubur Ayam.
Mereka pun segera memesan makanan yang mereka inginkan.
"Baaangg Haaannss!",seru seorang gadis begitu melihat bang Hans ada disana.
Refleks bang Hans dan Anggi pun jadi menoleh kesumber suara.Disana terlihat seorang gadis yang tengah memakai baju yang sedikit memperlihatkan bagian atas tubuhnya lewat leher rendah bajunyang dipakainya.
Begitu sang gadis memastikan bahwa yang dia lihat beneran Bang Hans,gadis itu pun segera menghampiri bang Hans dan langsung memeluk tubuh bang Hans yang masih duduk dikursinya.
Mendapat pelukan tiba-tiba begitu,bang Hans jadi bingung.Namun begitu mengingat bahwa Anggi berada disebelahnya,bang Hans pun segera melepaskan pelukan Celin.
"Maaf Celin,saya sudah tidak memiliki waktu lagi untuk menghubungimu",jawab Bang Hans yang mendapat tatapan tajam dari Anggi.
Melihat gelagat yang kurang baik,Anggi pun segera berdiri dan menghampiri bang Hans.Kemudian fengan pedenya Anggi langsung duduk dipangkuan Hans.
"Baang..adek minta dielus ayahnya ini",manja Anggi sambil menyembunyikan wajahnya didada bidang bang Hans.
Sebenarnya Anggi sangat malu melakukan hal itu,tapi rasa malu itu lenyap begitu saja saat apa yang dia miliki didekati dan disentuh perempuan lain.
"Iya Adek kenapa?Cemburu ya karena ayah dipeluk perempuan selain bunda?",tanya Bang Hans pada bayinya yang masih dalam kandungan Anggi itu sembari ekor matanya melirik kearah Anggi.
"Iya ayah.Ayah jangan macam-macam ya",jawab Anggi menirukan suara anak kecil.
Sementara Celin yang melihat adegan tak tahuntempat itu,berdecak kesal.
"Ck,siapa lagi ini perempuan.Ngapain coba pakai duduk dipangkuan bang Hans segala",guman Celin dengan wajah tak bersahabatnya.
__ADS_1
"Heh,bangun kamu.Ngga tahu malu.Ini tempat umum wooii.Bukan hotel.Pakaian aja tertutup,tapi kelakuan minus.Sana buang saja hijabmu ini",kata Celin sambil menarik hijab yang Anggi kenakan hingga terlepas.Untung saat itu Anggi mengenakan dalaman yang menutupi leher putihnya.
"Allahu Akbar.Apa yang kamu lakukan??!!",bentak Bang Hans pada Celin kemudian segera melepas jaket yang ia kenakan.Kemudian menutupkannya dikepala Anggi.
"Maaf dek",guman Hans.
Untung saja saat itu Bang Hans memakai jaket,kalau tidak ngga tahu lagi.
"Sini berikan hijab istriku!!",bentak bang Hans sambil merebut hijab yang dibuka paksa oleh Celin.
"A-apa istri?!",kaget Celin dengan apa yang dikatakan Bang Hans.
Setelah mendapat hijab Anggi,Hans segera memakaikannya.
"Maaf sayang,abang ngga bisa menjagamu",bisik bang Hans ditelinga Anggi.
Setelah Anggi rapi kembali,dia pun segera menatap kearah perempuan yang bernama Celin itu.
"Maaf mba,apapun masalah anda dengan suami saya,jangan pernah melakukan hal memalukan seperti ini.Dimana rasa toleransinmu?",tanya Anggi lembut namun menusuk.
"Hei kamu jangan kebanyakan tinggkah ya.Bang Hans menukahi kamu itu hanya karena kasihan.Palingan bentar lagi kalau abang bosen kamu juga dilempar jauh",kata Celin ngga terima kalau ternyata Anggi adalah istri dari pria yang sangat ia kagumi itu.
"Jaga ucapanmu Celin.Istriku sedang hamil.Kalau sampai terjadi sesuatu dengan keduanya awas saja kau",ancam bang Hans yang akhirnya memilih untuk membungkus buburnya.
Lalu mengajak Anggi bangkit dan menuntunnya pergi sambil memgbil pesanannya.
"Maaf dengan keributan ini ya bu" kata bang Hans sambil membayar dan memberi sedikit konpensasi.
"Ngga papa pak.Ini ...",belum selesai si pedagang berkata Bang Hans sudah memotong.
"Terima saja bu,ini rejeki",kata Bang Hans.
"Terimakasih banyak pak.Semoga kehamilan istrinya lancar hingga persalinan",do'a tulus sang pedagang
"Aammiiinn",jawab Anggi dan bang Hans.
"Istrinya cantik sekali pak,semoga jika nanti perempuan ,dia cantik seperti mamanya",do'a pedagang itu lagi.
"Aammiiinn.Terakasih atas do'anya bu",jawab lembut Anggi.
__ADS_1
"Sama sama neng",jawab si pedagang.