Pelangi Senja Diujung Timur Indonesia

Pelangi Senja Diujung Timur Indonesia
PSDUTI 21[Pinsannya Anggi]


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih setengah jam,akhirnya mereka sampai di rumah sakit.Ajudan Hans segera turun dan membukakan pintu mobil untuk Anggi dan Rita.


Rita turun lebih dulu,lalu memapah tubuh Anggi yang diperjalanan tadi telah sadar dari pinsannya.Karena Rita terus menaruh minyak kayu putih didepan didung Anggi.


"Nggi,kuat jalan kan?",tanya Rita penuh khawatir.Pasalnya selama Rita kenal Anggi,tidak sekalipun Anggi pernah seperti ini.


Dulu bahkan saat Anggi sakit dan memaksakan diri ikut upacara pun tak separah ini,lalu ini kenapa?


"Bisa Ri,ngga usah khawatir",jawab Anggi lemah.


"Siap!bu.Maaf apa perlu saya ambilkan kursi roda?",tanya ajudan Hans.


"Ngga usah om,terimakasih",jawab Anggi pelan sambil berjalan dipapah Rita.


"Ya udah",jawab Rita sambil hati-hati memapah tubuh Anggi.


Setelah mendaftar,mereka pun mengantri.Selang beberapa saat,suster keluar lalu memanggil,"Nyonya Anggi Arif Hans".


Anggi pun segera masuk kedalam,sementara Rita menunggu diluar.


Setelah selesai memeriksa,dokter meminta Anggi supaya duduk didepannya.


"Gimana dok,ada apa dengan kesehatan saya?",tanya Anggi.


"Tenang bu Anggi.Ibu periksa sendiri?",tanya dokter.


"Iya dok,suami saya sedang ada dinas di Papua",jawab Anggi dengan sendu.


Kan jadi sedih lagi gegara ingat bang Hans ngga ngasih kabar.Hey Om Tampan....kamu dimana?Kasih kabar dong ke Anggi!Kasihan tu tante cantiknya jadi sedih..


"Ada apa ya dok?",tanya Anggi lagi.


"Ngga apa-apa bu.O iya kapan terakhir ibu datang bulan?",tanya dokter.


"Terakhir itu seminggu sebelum Rita nikah.Berarti.Allahu Akbar,saya sudah telat dua minggu dok",jawab Anggi yang baru menyadari jika dirinya belum mendapat tamu bulanannya.


"Baiklah bu kalau begitu,untuk lebih memastikannya.Saya akan merujuk ibu ke bagian obgyn",jawab dokter itu lalu memberi rujukan pada Anggi agar menuju ke dokter spesialis obgyn.


Begitu melihat Anggi keluar,Rita yang tadinya duduk dibangku tunggu sambil memainkan ponselnya,langsung berdiri dan menghampiri Anggi.


"Gimana Nggi?Ngga papa kan?",tanyanya khawatir.


"Aman",jawab Anggi dengan senyum sumringah dibibirnya.


Membuat kedua alis Rita berpaut."Ini peremouan kenapa?Tadi lemes banget dan sedih.Sekarang udah ceria lagi.Macam roler coaster aja",gaman Rita sambil mengikuti kemana kaki Anggi melangkah.

__ADS_1


"Loh kok ke obgyn Nggi?",tanya Rita begitu membaca nama ruangannya.


"He eh,kita mampir kesini sebentar.Ayo mau ikut masuk tidak?",tanya Anggi.


Tanpa menjawab Rita hanya menganggukkan kepalanya dan terus mengikuti Anggi sampai dia masuk dalam ruangan.


"Selamat pagi bu?",sapa dokter itu ramah.


"Pagi dok,maaf saya tadi dari dokter umum.Tapi dirujuk kemari",jawab Anggi sambil memberikan surat rujukan.


"Oohh,kapan terakhir ibu datang bulan?",tanya dokter itu lagi.


"Sekitar satu setengah bulan yang lalu dok",jawab Anggi.


"Baik bu,untuk memastikan.Mari kita periksa dulu",kata dokter sambil mempersilakan Anggi berbaring di brangkar.


Setelah Anggi berbaring,asisten dokter langsung menyibak baju Anggi dan mengoleskan cairan gel kepermukaan perut Anggi.Lalu memberikan alat kepada dokter.


"Baik bu,mari kita lihat",kata dokter sambil menggerak-gerakkan alat itu diperut Anggi.


"Telat berapa minggu tadi bu?Dua minggu ya?",tqnya dokter.


"Iya dok"jawab Anggi sambil memperhatikan monitor.


Anggi dan Rita mendengarkan sambil memperhatikan monitor dengan seksama.Lalu...


"Dok,kok itu kantungnya ada dua ya?",tanya Anggi bingung.


"Mana -mana",heboh Rita membuat dokter menggelengkan kepalanya.


"Sebentar bu",kata dokter sambil memeprhatikan lagi monitornya.


"Wuuaahh selamat bu Anggi,anda akan mendapatkan bayi kembar!",seru dokter heboh sendiri.


"Kembar?Alhamdulillah.Bang Hans calon anak kita kembar",guman Anggi lirih disertai air mata yang berderai.


"Selamat Nggi!Kamu harus jaga kandungan kamu.Jangan sedih terus",kata Rita menyemangati.


"Iya Ri",jawab Anggi sambil tersenyum.


"Baiklah bu,akan saya resepkan obat dan vitaminnya.Nanti silakan diambil diapotik ya!",kata dokter.


"Baik dok!",jawab Anggi.


"Bu ini resep dan foto USGnya.Semoga semua lancar hingga persalinan",kata dokter itu dengan tulus.

__ADS_1


"Baik dok,terimakasih.Permisi",jawab Anggi sekaligus berpamitan pada dokter obgyn itu.


"Ri,aku akan punya anak kembar.Wuuahh ternyata bibit bang Hans super ya!",seru Anggi tanpa filter.


"Iya iya,kamu udah.Aku kapan ya?",tanya Rita.


"Nanti jika sudah saatnya,pasti kamu hamil kok.Sekarang nikmati aja dulu masa pacaran LDRan",jawab Anggi dengan suara makin mrlemah diakhirnya.Karena Anggi kembali teringat dengan Hans.


Menyadari aura Anggi yang berubah sendu,Rita pun segera berser,"Nggi nyari sarapan yuuk!Laper nich.Tadi kan aku belum sarapan".


"Loh kok tumben,kenapa?",tanya Anggi sambil masuk kedalam mobil yang pintunya sudah dibukakan oleh ajudan suaminya.


"Heeehh,gimana bisa sarapan.Orang pagi-pagi ada yang telfon,begitu diajak bicara responnya sebentar,setelah itu ngga ada respon.Eehh begitu didatengin rumahnya,sampai pintu didobrak pun yang punya rumah ngga denger",cerocos Rita panjang lebar.


"He he maaf Ri.Baiklah om,kita cari bubur ayam ya!",seru Anggi pada ajudan Hans.


"Siap!Baik bu",jawab ajudan.


"Eh tadi itu kamu bisa pingsan,gimana ceritanya?",tanya Rita.


"Heeeehhh...",Anggi menghela nafas panjang,kemudian mulai bercerita.


Flash back on.


"Kenapa abang tak kunjung memberi kabar?Dulu aja selalu sempat ngasih kabar.Lah ini,telfon ngga.Pesan ngga dibales.Ada apa sebenarnya disana?",guman Anggi sambil menimang-nimang ponselnya.


Mata Anggi masih terbyka lebar,padahal waktu sudah menunjukkan pukul dua dini hari.


"Bang,kamu dimana.Ini lagi kepala.Kenapa sejak kemarin pusingnya ngga ketulungan sih",guman Anggi lagi lalu ia meminum pereda nyeri.Dan tak lama kemudian,ia pun tertidur karena pengaruh obat.


Keesokan harinya,Anggi terbangun dengan suara alarm berupa adzan.Dengan susah payah dia membuka kedua netranya,karena baru sekitar jam dua tadi dia tertidur,kini dia harus bangun unguk menunaikan ibadah wajibnya terhadap sang pencipta.


Setelah selesai,kmbali ia memeriksa ponselnya,mana tahu ada kabar dan Hans.


Namun nihil


Bahkan disaat Anggi membuka akun media sosial miliknya pun,dia tidak menemukan apa-apa.


Hingga rasa sakit kepala itu kembali menyerangnya.Namun Anggi berusaha menahannya dan dia segera menelfon Rita dengan tujuan hendak menanyakan kabar bang Wira,bila mungkin ia memberi kabar pada Rita.


Begitu tersambung,Anggi langsung menanyakan kabar bang Wira.Namun lagi-lagi NIHIL


Bang Wira juga belum ngasih kabar pada Rita.Hingga akhirnya sakit kepala Anggi benar-benar tak tertahankan,dan akhirnya Anggi jatuh pingsan didapur ketika ia hendak mengambil minum.


Flash back off.

__ADS_1


__ADS_2