Pelangi Senja Diujung Timur Indonesia

Pelangi Senja Diujung Timur Indonesia
PSDUTI 20 [LDR Pertama Anggi Pinsan]


__ADS_3

Tangis sedih para putra dan putri para prajurit masih terdengar jelas.Begitupun dengan para pendamping prajurit,mereka masih menyisakan isak tangisnya.Padahal bus-bus yang mengantar tugas para prajurit sudah tidak lagi terlihat.


"Hiks hiks hiks ,untung ada kamu Ri,aku ngga tahu lagi gimana caranya.Rasanya tak sanggup jika harus berjauhan dengan abang,....",tangis Anggi makin pecah.


"Heeh,tumben ini anak?Tadi aja didepan mas Hans ,kamu baik-baik aja.Kenapa tiba-tiba mewek gitu?Biasanya sesedih apapun,kamu selalu tersenyum?"tanya Rita sambil mengeryitkan dahinya.


"Aaaaa,aku ngga tahu Ri!!",tangis Anggi makin kencang.Untung mereka sudah didalam rumah asrama Anggi.


"Heeehh,ya sudah sekarang kamu maunya bagaimana?",tanya Rita.


"Huaaaa,aku juga ngga tahu Ri",jawab Anggi yang juga merasa heran dengan dirinya,kenapa jadi begitu cengeng.


"Eh,gimana kalau kita kesupermarket depan beli es krim?",tanya Rita.


"Es krim?Mau mau mau",jawab Anggi dengan mata berbinar senang.


"Eh,moodnya udah baik lagi.Kok cepet banget ya?",guman Rita.


"Ayoo buruan",ajak Anggi.


"Okay,kita naik motor aja ya",kata Rita.


"Okay",jawab Anggi.


Mereka pun akhirnya pergi supermarket dengan menaiki motor yang sebelumnya sudah berganti pakaian.Ngga mungkin kan mereka jalan-jalan dengan seragam persit?Itu sangat tidak etis dan menyalahi aturan tentunya.


Tak berapa lama,Anggi dan Rita sudah sampai di supermarket Aftamart.Mereka segera menyerbu outlet es krim lalu mengambil apa yang mereka mau.


Setelah mendapat apa yang mereka mau,mereka menuju ke salah satu bangku yang disediakan supermarket tersebut.Dan langsung melahab es krimnya dengan riang gembira.


Seketika mood Anggi yang semula terjun bebas,jadi melambung tinggi.Entah nanti jika sudah dirumah sendiri,apakah akan tetap stabil diatas atau terjun bebas lagi,hanya author lah yang tahu.Yang penting,kali ini mood Anggi baik-baik saja.


Dua minggu telah berlalu,ini benar-benar dirasa berat oleh Anggi.Setelah enam bulan lebih menikah,dan ini kali pertama Anggi harus jauh dari Hans.Dan entah kenapa akhir-akhir ini kepala Anggi selalu terasa berputar-putar.


"Astaghfirullah,ada apa dengan kepalaku.Kenapa aku jadi pusing begini",guman Anggi setelah selesai melaksanakan kewajibannya pada sang pencipta.


"Bang,gimana keadaanmu?Semoga abang baik-baik saja ya disana",gumannya lagi sambil menyeka air matanya.


Anggi bingung sekaligus sedih.Bingung karena dia yang jadi begitu cengeng,sedih karena memikirkan kabar sang suami.Hingga membuat kepala Anggi makin terasa pening.


Ini sudah seminggu,dan belum ada kabar apapun dari Hans,terakhir Hans memberi kabar saat ia tengah tiba di bumi Papua.


Anggi meraih ponselnya,dan membuka akun media sosialnya,lalu punya Hans,tapi tidak ada kabar apapun.


Sambil menghela nafas panjang dan menahan sakit dikepalanya,Anggi mencari nama bu Mayor.


📱 Rita :"Assalamu'alaikum Nggi,ada apa?.

__ADS_1


📱 Anggi:Wa'alaikumsalam bu Mayor.


📱 Rita :Udah biasa aja,geli aku dengernya!Ada apa kok


tumben pagi-pagi nelfon?


📱Anggi:Ngga ada apa-apa bu Mayor.Cuma mau nanya


aja.Pak Mayor ada kasih kabar tidak?Kok bang


Hans ngga ngasih kabar ya seminggu ini?


📱Rita :Heeehh,sama Nggi.Bang Wira juga ngga ngasih


kabar.Semoga mereka baik-baik aja ya Nggi.


📱Anggi:Aammmiiinn


📱Rita :O iya Nggi,nanti sore jalan yuuk,suntuk nie.


📱Anggi:.........


📱Rita :Nggi,kamu masih disitu?


📱Anggi:..........


📱Anggi:...........


"Anggi kamu kenapa kok ngga ada suaranya",guman Rita.Seketika terlintas dalam benak Rita saat Anggi tiba-tiba yang menjadi cengeng dan moody an.


"Ya Allah Anggi!",seru Rita sembari berlari keluar menuju rumah Anggi.


Samapi di depan pintu,Rita langsung menggedor pintu rumahnya.


"Nggi...Anggi kamu ngga papa kan?!"A N G G I...!",serunya lagi dengan suara keras tapi tak ada sahutan dari dalam,dan makin membuat Rita panik.


Mendengar teriakan Rita,salah satu anggota yang saat itu tengah piket,langsung menghampiri.


"Siap. Pagi bu Wira,ada apa ini bu?",sapanya.


"Pagi om,om bisa minta tolong dobrakkan pintunya!",seru Rita tanpa basa basi saking paniknya.


Anggota itu mengeryitkan sedikit dahinya,namun saat ia menyadari bahwa bu Mayor ini sahabat dari bu Kapten,dia pun segera mengikuti intruksi Rita.


"Siap.Laksanakan bu Wira",jawabnya dan segera mendobrak pintu rumah Anggi.Dan sekali dobrak,pintupun langsung terbuka.


Jangan tanya ya kok bisa,maklum prajurit itu badannya kuat-kuat ya....

__ADS_1


Tanpa menunggu lama,Rita pun segera berlari masuk kedalam.Sedangkan anggota itu,dia masih menunggu diluar.


"Anggi!!ANGGI...!!",panggil Rita dengan suara yang makin keras.


Merasa tidak ada jawaban dari panggilannya,Rita segera menuju kekamar Anggi.Namun begitu pintu kamar ia buka,kosong


Melihat kamarnya yang kosong,Rita segera menuju kekamar mandi,dan kosong lagi.


"Nggi!Kamu dimana?",seru Rita lagi sambil berjalan ke arah dapur.


"ANGGIIII.....!!!",teriaknya dengan kencang,membuat anggota yang tengah berjaga diluar ikut panik,tapi tak bisa berbuat apa-apa.Hanya bisa mengawasi dari luar.


Melihat Anggi yang tergelatak dilantai,Rita segera berlari keluar.


"Tolong,om tolong bantu angkat tubuh bu Anggi keluar.Dan om tolong siapkan mobil.Kita kerumah sakit!",seru Rita kepada para anggota yang sudah berada didepan rumah Anggi begitu mendengar suara histeris Rita.


"Siap.Baik bu"


Jawab mereka kompak.


Akhirnya tubuh Anggi berhasil dibawa keluar dan dimasukkan kedalam mobil oleh salah satu anggota disitu.


"Ada apa ini bu Wira?",tanya salah seorang persit disitu.


"Maaf bu saya ngga tahu,saya datang kesini,tubuh bu Ari sudah pingsan.Permisi!",jawab Rita sambil masuk kedalam mobil,kemudian menerima tubuh Anggi.


"Hati-hati om!",seru Rita sambil menerima kepala Anggi.


"Siap!.Baik bu!",jawab anggota itu.


Sementara Rita dan salah satu anggota itu memasukkan tubuh Anggi kedalam mobil,salah seorang anggota yang menjadi ajudan Hans sudah stanby dibangku kemudi.


"Terimaksih om,tolong tutup pintunya",kata Rita.


"Siap!laksanakan",jawab anggota itu lalu menutup pintu mobil.


"Om jalan,kita kerumah sakit xx ya!",kata Rita.


"Siap!baik bu Wira",jawabnya lalu melajukan mesin mobilnya menuju rumah sakit yang disebutkan Rita.


Sementara di asrama,para anggota dan para persit yang ada disitu,langsung menggoda anggota yang tadi mengangkat tubuh Anggi.


"Wuuahh,pasti nanti kamu dapat hadiah hukuman ini dari pak Hans"


"Iya ,tahu kan pak Hans posesifnya bagaimana",timpal yang lain.


Membuat anggota itu tersenyum kecut.

__ADS_1


"Heeehhh,maaf kapten,saya sudah menyentuh tubuh istri anda.Semoga anda tidak marah",gumannya lirih sambil berdo'a supaya nanti tidak dapat hukuman dari Hans.Semoga


__ADS_2