
""Assalamu'alaikum.Anak perawan hadiiirr",teriak seorang gadis yang masih mengenakan seragam.SMA sambil memasuki rumah Anggi.
"Wa'alaikumsalam",
Jawab mereka kompak sambil menoleh kearah suara yang tengah melengking itu.
"Renaa!!"seru Anggi sambil menghampiri putrinya.
"Mamaaa!",seru Rena sambil berhambur kepelukan Anggi.Mereka pun berpelukan erat.
"Eeh,jangan kenceng-kenceng pelukannya.Kasihan dedeknya.Nanti sesak!"seru ayah dengan wajah paniknya.
Spontan Rena langsung melepas pelukannya sambil melihat kearah perut Anggi.
"Apa?!Disini ada calon adik Rena mah?",tanya Rena sambil mengelus pelan perut rata Anggi.
Anggi menganggukkan kepala sebagai tanda bahwa apa yang dikatakan Rena benar.
"Beneran?!",seru Rena dengan wajah berbinar."Hai adik,baik-baik disana ya.Kak Na nunggu kalian disini ya!",seru Rena membuat mereka yang ada disitu mengeryit.
"Iya kak Na,tunggu aku ya",jawab Anggi."O iya Na,kenalin ini sahabat mamah,Rita istri dari om Wira",seru Anggi memeprkenalkan Rita.
"Rita",kata Rita memperkenalkan diri.
"Rena nte",jawab Rena."Wuuaahh om.Wira sudah ada teman tidur rupanya",seloroh Rena.
"Ha ha ha kamu ini ada aja",kata Anggi."Ya udah yuuk ganti seragam dulu.Mamah kasih pinjam.baju mamah",ajak Anggi,kemudian mereka pun melangkah kekamar.
Begitu Anggi dan Rena berlalu,Rita pun segera bertanya kepada ayah dan bunda.
"Ayah,bunda maaf,boleh Rita tanya?",tanya Rita.
"Pasti tentang Rena!",tebak Ayah.
"He he he,ayah ini macam bang Wira dan mas Hans ya.Tebakannya suka bener",kekeh Rita sambil menggaruk tengkuknya.
Kamu belum tahu aja Ri,kalau ayah itu seniornya Hans dan Wira.
"Rita ,Rena itu cucu ayah dari anak pertama.Tapi orang tua mereka sudah meninggal.Hans lah yang ambil.peran sebagai pengganti orang tua mereka.Mereka tahu kalau Hans itu om mereka,tapi karena biasa panggil pah,jadi ya begitulah",jawab ayah panjang lebar.
"Ooohh gitu",jawab Rita,"Eh yah,mereka?Maksud ayah Rena punya saudara?",tanya Rita lagi.
"Iya,kakaknya Rena.Sekarang lagi tugas diKalimantan",jawab bunda.
"Ooohh.Kakak Rena prajurit juga ya bunda?",tanya Rita lagi.
"Iya,kenapa?",tanya bunda heran dengan pertabyaan Rita.
__ADS_1
"Ngga sih bund.Kagum aja sama keluarga bunda.Semuanya prajurit.Apa Rena juga ada niat jadi melati pagar bangsa juga?",tanya Rita.
Duh Ri kamu kebanyakan tanya deh....
"Tahu tuh,tanya aja sendiri.Tuh orangnya sudah datang",kata bunda yang melihat Anggi dan Rna sudah datang ke ruang makan.
"Hayiooo,lagi ngomongin Rena ya...?!",seru Rena sambil mengambil tempat duduk.
"He he he.Maaf tante kepo tadi",jawab Rita.
"Iihh tante.Kepo apaan emangnya nte?",tanya Rena.
"Eh besok kalau sudah lulus,rencana Rena apa?",balik tanya Rita.
"Ooohh,Rena mau daftar jadi KOWAD,kenapa tante?",jawab Rena.
"Haaa,beneran?Wuuaahh bakalan jadi keluarga prajurit ini bund",kata Rita."Belajar yang rajin biar nanti bisa lukus seleksi",kata Rita kemudian sambil menepuk punggung Rena.
"Makasih tante.Tapi tenag aja nte.Ada ayah sama papah.Ada om Wira juga.Pasti mereka mau bantu.Iya kan yah?",tanya Rena sambil mengambil makan malamnya.
"Hari ini kok masih nyari pertolongan kaya gitu.Usaha sendiri yang bener.Jujur ngga usah bawa-bawa ayah,papah,apalagi om Wira.Ingat itu",nasehat ayah ke Rena.
"Benar ayah,Anggi setuju.Meski mungkin ayah,abang atau pun om Wira bisa bantu,tapi lebih baik kamu usaha dengan jujur",sambung Anggi.
"Baik ayah,mamah.Rena akan berusah semaksimal mungkin agar Rena bisa jadi Prajurit KOWAD",jawab Rena mantap.
Mereka pun melanjutkan makan malam mereka dengan penuh canda.Setelah selesai,mereka bersama-sama membersihkan sisa-sisa makan malam mereka.Kemudian berkumpul diruang keluarga.
Bunda membuat kopi untuk ayah dan juga teh untuk.para perempuan dengan cemilan.
Mereka pun melanjutka ngobrolnya sambil menonton televisi.Eeh bukan sambil ditemani televisi tepatnya.Karena televisinya hanya dinyalakan tapintidak ditonton.
Pas lagi asyik-asyiknya ngobrol,tiba-tiba suara ponsel Anggi bergetar dan berdering.
Anggi segera mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menghubunginya.
"Abaaaanngg...",pekik Anggi begitu senang.Tanpa menunggu lama,Anggi pun segera menekan tombol hijaunya.
"Assalamu'alaikum abang....",seru Anggi saat melihat wajah Hans memenuhi layar ponselnya.
"Wa'alikumsalam bidadari abang,lagi pada ngapain seru kali nampaknya?",tanya Hans.
"Habis makan bang,abang udah makan?",tanya Anggi.
"Udah,tadi sama bang Wira",jawab Hans,namun wajahnya nampak biasa saja,tidak menyiratkan rasa rindu disana.
"Oohh",jawab Anggi yang tiba-tiba canggung dengan raut wajah Hans.
__ADS_1
"Papah...tahu ngga kalau papah mau punya an....",seru Rena yang langsung ditutup mulutnya sama Anggi.
"Papah mau punya an...an apa Ren?",tanya Hans.
"An...antara papua dan Jakarta pah",jawab asal Rena begitu melihat sorot mata Anggi.
"Ooohh kirain apa",jawab Hans.
"Eh om Wira,disini ada tante Rita loh!",seru Rena saat melihat Wira melintas.
Sementara Anggi sudah menyibukkan dirinya dengan desainnya yang tertunda demi menghilangkan prasangka yang tiba-tiba datang.
Mereka pun asyik ngobrol,tanpa menyadari Anggi yang sudah duduk menjauh dari mereka.
Tapi sudut mata Rita menangkap sesuatu yang berbeda dengan Anggi.Begitu pun dengan ayah.
"Eh bang,maaf ya Rita ketoilet dulu,nanti kita sambung dirumah ya!",ijin Rita mencari alasan.
"Okay,nanti sambung dirumah ya",jawab Wira.
Begitu dapat jawaban dari Wira,Rita langsung undur diri dan menghampiri Anggi yang sudah berada dikamarnya.
Ceklek
"Nggi,kamu baik-baik aja?",tanya Rita begitu memasuki kamar Anggi.
"Iya aku baik-baik aja kok Ri,ada apa?",tanya Rita sambil tangannya sibuk mencoret-coret desainnya.
"Ngga usah bohong Nggi,aku tahu loh.Ada apa?",tanya Rita.
"Apa sih,ngga papa kok",jawab Anggi.
"Nggi lihat aku!Kamu mulai ngga percaya sama aku?",seru Rita.
"Heeehh,beneran aku ngga papa,ngga usah khawatir aku bisa mengatasinya.Nanti kalau aku butuh bantuanmu,aku pasti kasih tahu kok",jawab Anggi.
"Okay kalau gitu,bener ya kamu harus cerita sama aku",tekan Rita."Kalau gitu aku pamit dulu ya,mau lanjut telfonan sama abang",serunya.
"Okay,sip",jawab Anggi dengan senyum manisnya.Padahal saat ini jatinya sedang galau parah,eh galut ding,galau akut he he he.
Akhirnya Rita pun keluar kamar Anggi meski hatinya masih menganjal.Namun Anggi belum mau cerita.Percuma juga dipaksa cerita.
Sampai diruang tamu,obrolan mereka sudah selesai.
"Anggi dimana neng?",tanya ayah.
"Dikamar yah,sedang menyelesaikan desaignnya",jawab Rita."Ayah bunda ,Rena,maaf ya saya pulang duluan mau lanjut telfon abang",pamit Rita.
__ADS_1