Pelangi Senja Diujung Timur Indonesia

Pelangi Senja Diujung Timur Indonesia
PSDUTI 23 [Bidadari-Bidadari Ayah]


__ADS_3

"Mau ayah,mau...",jawab Anggi dan Rita bareng.


"Menantu cantik bunda kenapa kok sedih?",tanya ayah.


"Abang yah,sudah satu minggu ini tak ada kabar",sendu Anggi.


"Oohh,mereka Hans dan Wira memang sedang berada ditempat yang sinyalnya susah.Kalau ada sinyal pasti mereka menghubungi kalian kok",kata ayah menenangkan.


"Ya udah,sana kamu istirahat dulu.Dari tadi kamu belum istirahat kan?Kasian calon cucu bunda disini!",seru bunda sambil mengelus lembut perut Anggi.


"Nak Rita,kamu juga istirahat gih,sana temani Anggi dikamar",seru bunda lagi.


"Baik bund",jawab Anggi.


"Baik bund,tapi maaf Rita tidak bisa menemani Anggi.Rumah Rita masih berantakan bund,tadi pagi belum sempat beres-beres langsung lari kesini soalnya",jawab Rita.


"Ya Allah Ri,maaf ya !Aku jadi ngrepotin kamu", kata Anggi.


"Ngga papa Ri,udah kamu istirahat dulu aja.Nanti sore aku kesini lagi.Okay!",jawab Rita.


"Ya udah,makasih ya nak Rita.Nanti kita makan malem bareng disini lagi ya.Biar bunda yang masak!",seru bunda.


Ayah yang sedari tadi memperhatikan interaksi ketiga wanita itu,hanya tersenyum bahagia.


"Aku merasa seperti punya dua anak perempuan.Mereka benar-benar saling menyayangi seperti Hans dan Wira",batin ayah.


"Okay bund,Nggi bunda dan ayah,maaf Rita permisi pulang dulu ya.Nanti sore In Syaa Allah Rita kesini lagi.Apalagi ada makan malam gratis",kekeh Rita sambil memeluk Anggi."Jangan cengeng!Mana Anggi yang suka bikin rusuh disekolah dulu?",seru Rita ditelinga Anggi,membuat Anggi terkekeh juga.


"Kamu ini ,masih ingat aja.Jang lupa nanti malam kita masak bareng lagi.Mumpung bunda ada disini",kata Anggi.


"Siap",jawab Rita sambil melepas pelukannya.


"Bund,Rita pulang dulu ya",pamit Rita seraya menyalami dan mencium punggung tangan bunda.


"Iya neng",jawab bunda sambil mengusak lembut kerudung yang Rita kenakan.


"Ayah!Rita pulang dulu ya",pamit Rita seraya menyalami dan mencium punggung tangan ayah juga.


"Heem",jawab ayah singkat namun tangannya melakukan hal yang sama seperti bunda.


Setelah berpamitan,Rita pun berlalu pulang.


"Nggi,kok masih disini,sana istirahat dulu"kata bunda.


"Eh,iya bund.Anggi kekamar dulu ya bund ,ayah!",pamit Anggi.


"Iya.Sana istirahat.Biar calon cucu ayah sehat",jawab ayah.


"Siap.Baik ayah",kekeh Anggi sambil berlalu menuju kekamarnya.


Mendengar jawaban Anggi,merekah senyum ayah.Senyum yang jarang sekali terlihat.


Melihat senyum ayah,bunda pun jadi ikut tersenyum."Sudah lama sekali senyum itu hilang",guman bunda lirih.Namun nyatanya terdengar oleh ayah.


"Eh bunda",kaget ayah yang kemudian menghampiri bunda dan memeluknya dari belakang.

__ADS_1


"Bunda tahu kenapa ayah bahagia?",bisik ayah.


"Kenapa memangnya?",balik tanya bunda.


"Karena ayah merasa seperti punya dua anak perempuan bund.Bunda lihat si Anggi,meski anaknya sudah dua,tapi kadang dia manja juga kan.Terus itu sahabatnya Anggi,si Rita.Karakternya sama kaya Anggi",jawab ayah panjang lebar.


"Iya ya ,ayah.Ngga nyangka juga bunda kalau kedua sahabat itu bisa bersanding juga dengan perempuan yang bersahabat",jawab bunda.


"Semoga sampai mereka sama-sama tua,tetap bersahabat dan hubungan mereka tetap langgeng ya bund!",seru ayah lagi.


"Aammiiiinn.Ayah ngga ngantor lagi ini?"tanya bunda ketika bibir ayah sudah muali menelusuri leher bunda.


"Eehh,diusir nich ayah!",seru ayah sambil menggigit pelan leher bunda.


"Bukannya ngusir yah,tapi waktu istirahatnya sudah hampir habis.Nanti ayah kebablasan.Nanti malem deh bunda kasih servis plus-plus",kata bunda dengan rona merah dipipinya.


Aaaiiihhh bunda,masih malu-malu kucing aja nich....


"Janji ya!!",seru ayah.


"He eh",jawab bunda.


Mendengar janji bunda,ayah pun segera melepas pelukannya setelah memberi kecupan mesra dipipi bunda.


"Ayah berangkat lagi ya bund!",pamit ayah sambil menyesap singkat bibir bunda.


Duh duh si ayah ngga tahu situasi,kalau Anggi lihat gimana??Kan kasihan ayah....!!!


"Iihh,ayah genit",satu capitan kecil sukses mendarat di perut sixpacknya ayah.


"Ha ha ha",tawa ayah menggema lalu pergi keluar dan menuju kekantornya lagi.


Ceklek


Bunda membuka kamar Hans dan Anggi.


"Oohh sudah tidur rupanya",guman bunda sambil menutup kembali pintu kamar Hans.


Setelah memeriksa kondisi Anggi,bunda pun menuju kekamar tamu dan mengistirahatkan tubuhnya yang letih disana.


Jika dirumah Anggi,mereka sedang istirahat,maka lain lagi dengan Rita dirumahnya.Dia sedang sibuk membereskan rumahnya yang tadi pagi ia tinggal begitu aja.


Dua jam kemudian,kegiatan beberesnya Rita baru selesai,kemudian ia pun merebahkan tubuhnya dikasur empuknya sambil mengenang malam-malam panas nan bergairahnya bersama Wira.


"Bang,Rita kangen",lirihnya sambil memeluk foto Wira.


Berbeda dengan Anggi,bunda dan Rita.Jika mereka tengah istirahat,maka ayah dikantor tengah menelfon seseorang sambil kadang memarahi orang tersebut.


📱:........


📱:Wa'alaikumsalam,gimana kondisi disitu?


📱:.......


📱:Kenapa ngga kasih kabar,kasihan itu istrimu

__ADS_1


📱:.....


📱:Nanti malam lepas tugas,telfon kasihan mereka nung


gu-nunggu


📱:.......


📱:Nanti malam ayah dan bunda makan malam dirumah


telfon,ajak juga si anak nakal satunya.


📱:.......


📱:Ya sudah ayah mau lanjut dulu,Assalamu'alaikum


Setelah selesai dengan telfonnya,ayah pun segera melanjutkan kegiatannya.


Sore harinya,disebuah rumah asrama tiga orang peremouan tengah asyik masak sambil bercengkrama.Bercanda dan bersenda.


Meski hubungan mereka hanya mertua menantu,tapi hubungan bunda Anggi nampak seperti ibu anak.Rita yang melihatnya pun ikut bahagia.


"Oh ya,masa Anggi dulu waktu sekolah gitu",kata bunda disaat Rita menceritakan kebandelan-kebandelan mereka disekolah dulu.


"Isshh,kaya kamunya engga aja.Kita sekelas ya.Dikelas kita ngga ada anak yang 100% nurut,termasuk kamu",seru Anggi ngga terima sambil meneplak bahu Ruta.


"Dug Nggi,kamu laki apa perempuan sih?Tenagamu gede banget?",seru Rita sambil meringis.


"Ha ha ha tenagaku kan dobel Ri.Aku sama dedek ya dek ya!",seru Anggi sambil mengelus pelan perutnya yang masih rata.


"Wuuu dasar.",cibir Rita.


"Sudah sudah,kalian ini berantem terus",kata bunda sambil tersenyum lebar melihat keakraban Anggi dan Rita.


Sementara disana,diruang tamu ada sepasang mata yang memperhatikan mereka bertiga dengan senyum mengembang penuh dibibirnya.


"He he he,jangan sedih dong Ri,semoga disini juga segera menyusul Wira junior",seru Anggi sambil mengelus pelan perut Rita.


"Aammiiiinnn"


"Aammiiiinn"


Jawab Rita dan bunda berbarengan.


"Aammiiinn",spontan yang diruang tamu ikut mengamini do'a Anggi,sehingga membuat ketiga peremouan itu menoleh berbarengan.


"Ayah....!!!"


Seru mereka bertiga barengan.


"Eh,Assalamu'alaikum",sapa ayah sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Wa'alaikumsalam ",


Lagi-lagi mereka kompak menjawab salam ayah .

__ADS_1


"Wuaah kompak sekali sih para bidadari ayah ini,sayang yang satu ngga hadir",kata ayah sambil menghampiri bunda dan kedua putrinya (Anggi dan Rita ).


"Hadiiirrr!!!??",seru seorang gadis yang baru saja masuk dan masih mengenakan seragam SMA.


__ADS_2