Pelangi Senja Diujung Timur Indonesia

Pelangi Senja Diujung Timur Indonesia
PSDUTI 30 [ Masih Seputar Kejutan]


__ADS_3

PSDUTI 30 Masih Seputar Kejutan


Mobil yang dikendarai oleh ajudan bang Hans yang bernama Toni sudah melaju sedang menuju resto xx.


Sementara diresto xx,Hans sedang kesana kemari memberi intruksi kepada para anggotanya.


"Siap.Malam Kapten!",seru seorang perempuan cantik.


"Ya,malam.Gimana persiapannya sudah beres?",tanya bang Hans.


"Siap.Sudah Kapten!",jawab perempuan itu.


"Okay,kalau begitu semua siap diposisi masing-masing.Istri saya akan segera sampai!",perintah Bang Hans.


"Siap.Kapten!",seru para anggota yang membantu Bang Hans mempersiapkan kejutan untuk Anggi.


Sementara Anggi yang tengah berada ditengah jalan,menahan dongkol."Apa sih maunya abang.Tadi pagi tahu-tahu digodain cewek,tadi siang tiba-tiba kabur ngga ada kabar,eehh ini maksa-maksa orang pergi.Ngga tahu apa kalau aku ini capek.Pinginnya tiduran.Dasar abang ihh sebel!",gerutu Anggi sudah kaya kereta aja,brendeett ngga selesai-selesai.Membuat om Toni tertawa tertahan.


"Siap ,bu Ari.Sebentar lagi kita sampai bu",kata om Toni.


"Iya om",jawab Anggi tak bersemangat.


Hingga seperempat jam kemudian,mobil pun telah berhenti ditempat parkir.Om Toni segera tutun dan membukakan pintu untuk Anggi.


"Siap.Silakan bu Ari!",kata om Toni.


"Om,ini kita menuju kemana om?Bang Hans ada bilang ngga sama om?",tanya Anggi pada om Toni.


"Siap.Ke hall bu Ari.Mari saya antar",jawab om Toni.


Anggi pun mengikuti kemana arah kaki om Toni melangkah sambil terus berfikir."Ada acara apa sih?Kok ada dekorasi ulang tahun segala?Apa ada Dandim yang ulang tahun ya?".


Karena asyik melamun,Anggi tidak menyadari kalau ia trlah ditinggal oleh om Toni di aula hotel.


"Eh om Toni!Kemana sih om Toni",guman Anggi sambil mengedarkan pandangannya.


Saat Anggi mengedarkan pandangannya,tiba-tiba dia menangkap sosok perempuan cantik yang tadi paginia temui di kang bubur ayam.


"Eeh,itukan gadis yang tadi ketemu di kang bubur ayam",guman Anggi sambil memicingkan matanya.


Tak lama kemudian,Anggi menangkap sosok laki-laki yang seharian ini membuatnya dongkol.Siapa lagi kalau bukan Kapten Ari Arif Hans.


"Hah,abang?!guman Anggi sambil terus memicingkan netranya guna memperjelas pandangannya.

__ADS_1


Setelah dirasa bahwa itu adalah suaminya,Anggi pun segera berjalan mendekati mereka berdua.


"Abaaang!",seru Anggi penuh emosi."Oh jadi seharian ini ngga ada kabar,karena abang ada disini?Ada janji temu rupanya",sungut Anggi sambil melengos pergi dari tempat itu.


"Eh dek,bukan gitu,Abang bisa jelasin!",seru bang Hans sambil mengejar Anggi,karena Anggj berjalan begitu cepat.


"Ya Allah anakku!",pekik bang Hans ketika ingat kalau Anggi sedang hamil.


"Nggi,dengerin abang dulu dong",kata bang Hans begitu dia berhasil mencekal tangan Anggi.


"Apalagi yang mau abang jelaskan?",tanya Anggi dengan deraian air mata yang sudah tak mampu lagi Anggi bendung sambil menghempaskan cekalan tangan Hans.Kemudian berlari kembali keluar aula hotel.Tepat disaat Anggi keluar,disaat itu pula ada mobil yang melintas.


Braaaakkk....


"ANGGI....!!"


"Astaghfirullahaladzim!",seru Anggi yang tersadar dari lamunannya."Ya Allah jangan sampai itu terjadi.Baiklah aku harus elegan.Ngga boleh ngamuk disini.Apalagi disini ada banyak anggota bang Hans",batin Anggi menngatur strategi sambil menarik nafas dalam-dalam agar emosinya stabil.


Kemudian ia hembuskan nafas pelan-pelan."Okay saatnya beraksi",guman Anggi dengan senyum smirknya sambil berjalan mendekat kearah bang Hans dan juga Celin.


"Baang,sudah lama nunggunya?",tanya Anggi sambil ngelendot dilengan bang Hans.


"Eh,dek...udah sampai?",tanya bang Hans gugup."Kok reaksinya biasa aja sih.Tadi pagi aja uring-uringan.Ini kok datar-datar aja",batin bang Hans sambil memperhatikan wajah Anggi.


"Eh.en-ngga papa dek",jawab bang Hans sambil menggaruk tengkukknya yang tidak gatal.


"Waduh gagal nich kayaknya",batin bang Hans lagi.


"Hai mba Celin,ketemu lagi",sapa Anggi dengan lembut namun penuh penekanan.


"Eh,ha-halo juga bu Ari",jawab Celin gugup.


"Sama siapa kemari?",tanya Anggi sambil mengamit lengan bang Hans makin kencang.


Namun belum lagi Celin menjawab,tiba-tiba dari belakang Anggi ada yang memanggil namanya.Seketika Anggi berbalik,dan menatap satu persatu orang-orang yang ada disitu.


"Ayah,bunda,Rena,kok kalian ada disini?Bukannya ayah dan bunda harusnya terbang kepulau S?Trus Rena,katamu kemarin kamu ada kerja kelompok?Iiihhh kalaian kok bohongi Anggi sih hiks hiks !",tangis Anggi akhirnya pecah juga.


"Sebenarnya ada apa dengan kalian",tanya Anggi masih sambil menangis sesenggukan.


Sementara tidak ada yang menjawab pertanyaan Anggi.Namun tiba-tiba lampu padam dan terdengarlah lagu selamat ulang tahun.


"Happy birthday bunda,happy birthday bunda.Happy birthday happy birthday.Happy birthday bunda",suara cempreng khas anak-anak pun terdengar.

__ADS_1


Seketika Anggi menutupi mulut dengan kedua telapak tangannya.


"Mas,adik.Benarkah ini kalian?",tanya Anggi dengan deraian air mata haru dikedua pipinya.


"Selamat ulang tahun bunda!",seru sikecil Ardi dan mas Arif bersamaan sambil memegang kue ulang tahun dan membawanya kehadapan Anggi.


"Terimakasih sayangnya ibuk",jawab Anggi dengan senyum haru diwajahnya.Lalu acara ulang tahun pun dimulai.


Kehadiran kedua bocil Anggi,sesikit bisa mengonati rasa kecewa Anggi atas apa yang dilakukan bang Hans.


Setelah acara tiup lilin selesai,satu persatu para anggota Hans pun mengucapkan selamat untuk Anggi.Tak terkecuali Celin.


"Siap.Bu Ari.Selamat ulang tahun",kata Celin.


"Sama-sama,terimakasih",jawab Anggi agak sedikit ketus.


"Duh masalah ini",guman Celin.


"Siap.Kapten.Bisa tolong jelaskan ke bu Ari apa yang terjadi?",tanya Celin pada bang Hans.


"Iya ,nanti biar aku yang jelaskan pada istriku.Terimakasih ya bantuannya",jawab bang Hans.


"Siap,Kapten.Sama-sama",jawab Celin.


"Selamat ulang tahun bidadari berhijab abang",kata bang Hans.


"Abang masih punya hutang penjelasan ke Anggi",lirih Anggi penuh tekanan.


"Celin,anggota abang.Kayanya dia anggota",guman Anggi sambil memperhatikan Celin yang sudah bergabung dengan para anggota yang lain,yang sedang asyik dangdutan.


"Nah itu tahu",jawab bang Hans.


"Terus kenapa tadi siang pergi diam-diam",tanya Anggi sambil cemberut.


"Ya nyiapain ini semua.Jemput anak-anak ke stasiun.Lagian siapa suruh kamarnya dikunciin",gantian bang Hans yang ngambek.


"Ck,salah sendiri deket-deket perempuan lain",sungut Anggi.


"Cie cie Anggiku cemburu",goda bang Hans.


"Ih GR,siapa yang cemburu.Ini nih anak abang nich yang ngga suka",ketus Anggi.


"Iya ,iya anak-anak ayah.Maafin ayah ya",kata bang Hans sambil mengelus lembut perut Anggi yang masih rata.

__ADS_1


__ADS_2