Pelangi Senja Diujung Timur Indonesia

Pelangi Senja Diujung Timur Indonesia
PSDUTI 2 [Tak disangka]


__ADS_3

Hai hai,apa kabar pembaca setia Pelangi Senja Diujung Timur Indonesia,Gimana kabar kalian??


Semoga kalian senantiasa dalam lindungan Allah dan selalu diberi kesehatan serta keselamatan,aammiiinn.


Disarankan membaca I Love You Om Tampan terlebih dahulu ya,biar ngerti alurnya.


🌷🌷🌷🌷🌷 Follow IG @tutiek_925 🌷🌷🌷🌷🌷


And Happy reading guys....🌷🌷🌷🌷🌷


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Seminggu setelah Anggi dan Hans kembali dari bulan madunya di Gunungkidul,mereka memutuskan untuk pergi berbelanja kesalah satu supermarket yang ada dikota J.


Sambil menikmati perjalanan,Anggi dan Hans saling mengobrol.


"Bang,Anggi dengar bang Wira akan berangkat satgas ya,berarti kemungkinan abang juga donk?",tanya Anggi.


"Tahu dari mana kamu dek?",kata Hans.


"He he he,dari media sosialnya bang Wira bang",jawab Anggi sambil terkekeh.


"Ooohhh",Hans hanya ber oh ria."Kemungkinan sih begitu dek,kenapa memangnya?",sambung Hans.


"Yaahh,berarti kita harus LDR yaa?",tanya Anggi.


"Iya,ya kamu kan tahu dek,jadi pendamping prajurit memang itu resikonya",jawab Hans.


"Iya sih,Anggi tahu.Cuma rasa-rasanya kok Anggi belum siap ya",jawab Anggi .


"Siap ngga siap ya harus siap dek",terang Hans.


"He he he iya juga sih",balas Anggi."Emang biasanya berapa lama bang?",sambung Anggi.


"Bisa enam bulan,setahun atau lebih,tergantung sih dek.Kenapa sih,tanyanya kok gitu banget?",balik tanya Hans.


"Ngga papa bang,cuma ingin tahu aja.Dan pastinya Anggi akan kangen banget sama abang kalau abang satgas",jawab Anggi sambil menatap kearah wajah Hans dengan senyum imutnya.


"Dek ini kita mau belanja ya,jangan goda abang seperti itu!"seru Hans sambil mencubit hidung Anggi membuat siempunya mengaduh.


"Aduh abang kebiasaan deh,ntar kalau hidungku panjang macam hidung pinokio gimana coba?",tanya Anggi sedikit lebay.


"Bagus itu,pasti kamu terlihat makin cantik",goda Hans pada Anggi.


"Mana ada cantik bang.Orang hidung pinokio bulet panjang gitu.Abang ini ada-ada aja",sambung Anggi.


"Kok abang,kamulah yang ada-ada aja.Lagian mana ada hidung dicubit jadi panjang macam punya pinokio",jawab Hans.


"He he he",kekeh Anggi tersenyum imut kearah Hans.


"Sudah abang bilang,jangan goda abang",kata Hans yang tiba-tiba menghentikan laju mobilnya.


Melihat Hans berhenti mendadak,Anggi menjadi terkaget lalu bertanya,"loh kok berhenti sih bang?".


"Katanya mau belanja,ya kita berhentilah.Orang sudah sampai",kata Hans."Makanya jangan mikir mesum terus",bisik Hans sambil tersenyum menggoda.


"Iihh abang apaan sih,siapa juga yang mikir mesum",jawab Anggi sambil memukul pelan lengan Hans.


"Kamulah,masa abang.Tuh lihat pipimu merona merah.Masih ngga ngaku juga",goda Hans lagi.

__ADS_1


"Aaa abang iihh,udah ah,yuuk turun.Jadi belanja kan?",tanya Anggi.


"Gimana kalau kita ehem-ehem disini aja?",goda Hans.


"Ini diparkiran abang.Ngawur aja!Udah ah,yuuk turun!",seru Anggi sambil membuka pintu mobil.


"Ha ha ha",tawa renyah Hans.


Hans yang biasanya begitu tegas terhadap para anggotanya,jika sudah bersama Anggi pasti berubah konyol.Ada aja yang dia lakukan umtuk menggoda Anggi.


Setelah turun dari mobil,mereka segera menuju kedalam swalayan.Ketika melihat pegawai kasir,tiba-tiba Anggi tersenyum teringat dengan pekerjaan dia dahulu.


"Kenapa kamu dek senyum-senyum gitu?",tanya Hans posesif sambil berkali-kali mengamati siapa yang diberi senyuman oleh Anggi.


"Aih posesif sekali sih abang.Bukan sama siapa-siapa bang.Anggi teringat aja sama pekerjaan Anggi dulu",jawab Anggi sambil mengambil keranjang dorong.


"Ooohh kirain abang ngasih senyum kesiapa",jawab Hans membuat Anggi seketika berhenti dari jalannya sembari menatap kearah Hans.


"Ya Allah dek,kalau berhenti pakai tanda atau lampu send kenapa.Suka mendadak gitu.Apa jangan-jangan sengaja ya ingin ditabrak abang",goda Hans karena ngga sengaja menabrak tubuh Anggi disaat Anggi berhenti mendadak.


"Pftt lampu send?Abang pikir aku kendaraan apa?Lagian abang tu aneh,masa aku tersenyum aja ngga boleh sih.Nanti aku dikiranya orang sombong loh bang kalau ngga ada senyum,lagian nich ya orang yang jarang tersenyum itu bikin cepat keriput,abang mau Anggi cepat keriput?",jawab Anggi panjang lebar.


"Kamu ini paling bisa deh jawabnya",kata Hans sambil mengusak ujung hijab Anggi."Sini biar abang yang bawa keranjangnya",sambung Hans seraya meraih keranjang yang dipegang Anggi dan mendorongnya.


"Okay",jawab Anggi lalu berjalan didepan Hans sambil memilah-milah apa saja yang mau dibeli.


Setelah memilih bahan pokok,Anggi berjalan ke bagian sayur dan buah buahan.Ada beberpa sayuran yang dipilihnya.


Setelah dari stand sayur dan buah,mereka beralih ke stand lauk.Disana mereka memilih beberapa hasil laut.


"Bang!",panggil Anggi.


"Jika punya anak nanti,abang ingin punya anak laki apa perempuan?",tanya Anggi.


"Hah,eeehh kalau abang sih sedikasihnya aja dek,namun jika boleh memilih abang pingin punya anak perempuan",jawab Hans setelah berpikir sejenak.


"Anak perempuan,kalau boleh tahu kenapa dengan anak perempuan?",tanya Anggi.


"Simple aja sih,kita kan sudah punya dua jagoan dikampung,tinggal nambah perempuan biar komplit",jawab Hans,yang justru membuat Anggi trenyuh.


"Tunggu,kita lagi belanja.Kenapa kamu tiba-tiba tanya masalah anak?",tanya Hans heran karena tidak biasanya Anggi menanyakan hal-hal sensitif dimuka umum.


"Ngga papa sih.Hanya saja aku dengar katanya apa yang kita konsumsi bisa mempengaruhi anak kita nanti.Misalnya,jika kita menginginkan anak laki-laki,maka kita harus rajin makan daging merah.Namun jika ingin anak perempuan,kita harus rajin makan sayuran",jelas Anggi.


"Ooohh gitu.Kirain kenapa",sambung Hans.


Sementara mereka mengobrol,tak jauh dari Anggi dan Hans ada seseorang yang menguping sambil memperhatikan mereka berdua.Lebih tepatnya kearah Anggi.


"Kok kaya si Anggi sih itu,tapi sama siapa?Bukannya suami Anggi itu si Riyon",guman orang itu.


"Eh tapi bener itu Anggi",guman orang itu lagi sambil memastikan bahwa itu adalah Anggi.


"Kalau itu Anggi,lalu siapa pria yang bersamanya itu?",guman orang itu lagi.


"Ah daripada penasaran ,mending aku sapa deh.Kalau misal salah orang ngga papalah,daripada penasaran",gumannya lagi.


Lalu orang itu pun mendekat kearah mereka berdua tang sedang asyik memilih belanjaan sambil berbincang akrab.Bukan akrab,tapi mesra.Makin membuat orang itu bingung.


"Uuppss,maaf mba saya ngga sengaja!",seru orang itu pura-pura menyenggol Anggi.

__ADS_1


"Ngga papa mb....",belum selesai bicara,Anggi dibuat melonggo melihat siapa yang ada didepannya ini.


"Kok aku kaya kenal dengan orang ini ya",pikir Anggi sambil mengamati orang didepannya.


Begitu juga dengan orang yang menyenggol Anggi,dia melakukan hal yang sama.


Beberapa menit kemudian,mata keduanya nampak berbinar.


"Rita...!"


"Anggi...!"


Seru mereka bersama.


"Ya Allah,kamu beneran Rita kan?",tanya Anggi.


"Iya,dan kamu Anggi kan?",balas orang itu.


Lalu tanpa aba-aba mereka berdua pun berpelukan.


"Ya Allah Rita,apa kabar?",tanya Anggi.


"Alhandulillah baik Nggi,kamu sendiri gimana?",balas orang itu yang ternyata bernama Rita.


"Alhandulillah,aku juga baik Ta",jawab Anggi.


"Kamu kok disini,emang kamu tinggal dimana?",tanya Anggi.


"Aku tinggal didaerah A,kamu sendiri kenapa ada disini?",tanya Rita


"Ya karena aku tinggal disini,diasrama A",jawab Anggi.


"Hah kok bisa?",tanya Rita


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Ehem,karakter baru guys....


Siapakah Rita?


Apa hubungan Rita dengan Anggi?


Lalu kenapa dia bisa tahu hubungan Anggi dan Riyon?


Penasaran ya....???


Makanya kasih jejak


LIKE


KOMENT


VOTE


Dulu biar Tutiek semangat nulisnya,o iya masukan juga kisah ini kedalam rak FAVORIT kalian ya...!!


Secangkir kopi atau Setangkai mawar juga boleh,biar saya makin semangat menulisnya...


Okay guys....

__ADS_1


🌷🌷🌷🌷 🌷Matur suksma......🌷🌷🌷🌷🌷


__ADS_2