Pelangi Senja Diujung Timur Indonesia

Pelangi Senja Diujung Timur Indonesia
PSDUTI 12 [Jatuh Cinta pada Manusia Planet]


__ADS_3

Setelah berpelukan dengan Anggi,Rita segera mengambil tas yang tadi ia letakkan disalah satu sofa ruang tamu Anggi.Lalu segera berlalu.


"Dah Anggi,Assalamu'alaikum",pamitnya.


"Wa'alaikum salam.Mas Wira hati-hati ya nyetirnya!",seru Anggi.


"Siap bu Kapten,Hans aku anter neng Rita dulu ya,habis itu aku langsung pulang.Kalian lanjutkan bikin ponakan buat aku aja!",seru Wira sambil berjalan kearah parkiran yang diekori Rita dibelakangnya.


"Dasar bang Wira,awas aja ntar kalau udah mgerasain enaknya bikin anak!",balas Hans yang hanya disambut dengan tawa oleh Wira.


Anggi dan Hans belum masuk kedalam rumah,mereka menunggu Wira dan Rita berlalu.


Tak lama kemudian,Rita melambaikan tangannya sambil berseru,"Daah Anggi,mas Hans".


"Daah,hati-hati !",seru Anggi.


Setelah mobil Wira tak kelihatan,Anggi dan Hans segera masuk kerumah asramanya.Tak lupa Anggi mengunci pintu,kemudian membereskan meja ruang tamu.


Setelah selesai,Anggi segera menyusul Hans yang sudah masuk kekamar duluan.


Sedang yang ada dijalan.


"Neng,kamu kerja dimana sih?",tanya Wira.


"Disalah satu bank Swasta bang,kenapa?",tanya balik Rita.


"Ngga papa sih,o iya boleh tanya ngga?",tanya Wira lagi.


"He he he,tanya ya tanya aja bang,ngapain sungkan?",jawab Rita sambil terkekeh.


"He he he,bukan gimana-gimana neng,takutnya nyinggung pertanyaanku",jawab Wira lagi.


"Belum juga ditanya bang.Emang abang mau tanya apaan sih?",tanya Rita penasaran.


"Sebelumnya maaf nic ya.Kamu ini kan cantik,kok belum menikah?",tanya Wira hati-hati.


"Lah abang sendiri,kenapa belum nikah?Padahal abang itu punya kerjaan yang mapan,udah Mayor lagi,ngga susah kan nyari cewek.Aku yakin dengan status abang,pasti banyak cewek yang ngantri mau jadi istri abang!",jawab Rita panjang lebar.


"Ya mau bagaimana lagi neng,belum ketemu jodoh.Yang manis sih banyak,tapi yang memaniskan hariku belum ketemu",jawab Wira.


"Aih masa sih bang?Padahal orang kaya abang ini,gampang loh nyari cewek,tinggal tunjuk aja,pasti langsung iya iya!",seru Rita.


"Begitu ya,jadi kalau aku nunjuk kamu,kamu pasti mau dong ya?",tanya Wira lagi.


"Loh kok aku sih bang,ya bukan aku juga kali!",seru Rita.


"Lah tadi kamu bilang,aku tinggal tunjuk aja.Ya aku tunjuk kamu lah.Gimana,mau ngga?",tanya Wira.


"Iihh ini siabang nembak?Atau bercanda?Ngga jelas banget",batin Rita.


"Mau apa dulu nich?",tanya Rita balik.


"Ya mau jadi istriku lah.Kalau pacar,aku udah ngga butuh soalnya",kata Wira.

__ADS_1


"Ya Allah,masa tiba-tiba aku dilamar sih.Iihh ngga romantis banget!",seru Rita.


"Ooohh,jadi kamu mau lamaran yang romantis ya?Okay baiklah,tunggu tanggal mainnya!",seru Wira lagi.


"Ya Allah bang,abang apaan sih",seru Rita sambil mencubit kecil paha Wira.


"Neng jangan goda abang,nanti kalau abang khilaf,kamu berani?",goda Wira.


"Ya Allah abang,siapa juga sih yang nggodain abang.Lagian kurang kerjaan banget",jawab Rita.


"Iya deh,serah kamu deh neng",jawab Wira menyerah.


"He he he",kekeh Rita.


"O iya ,tadi apa namanya?Walang goreng?",tanya Wira.


"Iya,kenapa bang?",tanya Rita sambil mengeryitkan dahinya.


"Ngomong-ngomong enak juga ya.Gurih-gurih renyah gimana gitu",kata Wira.


"Iyalah,makanan ekstrim Gunungkidul,pasti lah gurih dan garing.Besok aku ajak nyari dikebon mau?",tanya Rita.


"Beneran?Pastilah mau",jawab Wira.


Wuuiiihh,kode tuh bang Mayor Wira,ayo gercep!Jangan sampai Rita direbut orang bang!


Mereka pun terus ngobrol hingga tak terasa mobil yang mereka tumpangi sudah memasuki area rumah yang ditinggali Rita.


"Wuaah udah sampai aja,makasih ya bang udah dianterin!",seru Rita sambil melepas seatbeltnya.


"Ngga bang,kenapa?",tanya Rita .


"Gimana kalau besok kita jalan-jalan,trus nonton?",tanya Wira.


"Baiklah,ajak Anggi dan mas Hans sekalian ya bang,biar rame!",seru Rita.


"Okay,besok abang ajak mereka",jawab Wira.


"Ya udah,aku masuk dulu ya bang,maaf abang langsung pulang aja ya,udah malam.Ngga enak sama yang ounya rumah!",seru Rita.


"Iya neng,ngga papa.Ya udah sana kamu buruan masuk.Udah malam ini!",seru Wira lagi.


"Okay,makasih ya bang.Assalamu'alaikum!",pamit Rita sambil keluar dari mobil Wira.


"Wa'alaikumsalam",jawab Wira.


Kemudian Rita pun berlalu masuk kedalam rumah.Setelah memastikan Rita sudah masuk kedalam rumah,Wira segera meninggalkan rumah Rita.


Wira mengendarai mobilnya dengan hati yang dipenuhi dengan bunga yang bermekaran.


"Oh,aku jatuh cinta pada gadis berhijab",serunya sambil bersenandung.


Wah wah wah,abang Mayor lagi berbunga-bunga nich reader.Moga aja cinta bang Mayor ditwrima ya sama Rita,aammiiinin dong reader....

__ADS_1


Saking senengnya,hingga tak terasa mobil Wira sudah memasuki area asrama.Diapun segera mematikan mesin mobilnya,dan bergegas masuk kedalam rumah.


Setelah masuk kerumah asramanya,Wira langsung menuju kekamar dengan hati berbunga-bunga.


Setelah bebersih dan berganti pakaian,Wira langsung merebahkan dirinya kekasur empuk miliknya sambil membuka ponselnya.


Namun.....


Eng ing eng....ternyata Wira belum punya nomor ponsel Rita,Duuuuhhh gagal maning son.Rencana mau chating dengan Rita,eeeh ternyata abang Mayor tidak punya nomor ponsel Rita,duh duh duh ambyar deh bunga sekebon yang lagi bermekaran.


Akhirnya,terpaksa juga Wira menelfon Hans.


Wira :Hans,kamu udah bikin adonan?


Hans:Abang kenapa,lagi nanggung nich!


Wira :Ha ha ha maaf deh nganggu.O iya tanyain istrimu


dong.Berapa nomor ponsel Rita!


Hans:Astaga bang,kenapa tadi ngga minta langsung?


Wira :He he he,tadi aku lupa.


Hans:Dasar abang,bentar aku tanyakan Anggi dulu.


Wira :Okay,aku tunggu ya!


Hans:Siap bang.


"Aaahh kenapa tadi aku bisa lupa?",seru Wira frustasi."Aah sudahlah,nunggu kabar Hans aja.Moga aja dia lagi ngga ngaduk adonan bayi",serunya lagi.


Sementara dikamar kediaman Hans.


"Abaaang,terus bang enak",racau Anggi.


Mereka sedang olah raga ranjang,berusaha membuat adonan bayi.


"Eesshh dek,....."


Tring tring tring.....


Tiba-tiba ponsel Hans berdering dengan begitu nyaringnya,ooohh astaga nganggu aja sih siponsel.A khirnya mau tidak mau,Hans pun segera meraih ponselnya dan melihat siapa yang menelfonnya malam-malam gini.


"Siapa bang?",tanya Anggi.


"Bang Wira?Ngapain dia malam-malam gini telfon?",jawab Hans.


"Ya udah angkat aja bang",kata Anggi sambil membalik posisi.


"Dasar modus,bilang aja pengen diatas!",seru Hans sambil tersenyum senang.


"He he he,biar abang bisa angkat telfon mas Wira loh",jawab Anggi sambil mengarahkan junior Hans kedalam pusat inti tubuhnya.

__ADS_1


"Aaahh",desah Hans lalu dia menggeser tombol hijau dipomselnya.


__ADS_2