Pelangi Senja Diujung Timur Indonesia

Pelangi Senja Diujung Timur Indonesia
PSDUTI 19[Kisah Wira]


__ADS_3

Netra Wira melotot tak percaya dengan apa yang dia lihat.Persis didepan mata dan telinganya,dia harus menyaksikan tunangannya sedang berpesta s*** dengan beberapa pasangan lainnya dikamar itu.


Sambil mereka secara bergiliran mencambuki tubuh Wira.


"Heh kau tau prajurit,kau hanya kita manfaatkan lewat Selvi.Kau kira dia mencintaimu?Cih itu hanya bualan semata.Benar kan baby?",kata seorang pria sambil mencambuk badan Wira.


"Yeah baby,kita habisi dia,lalu kita berpesta",kata Selvi tanpa perasaan.


"Yeah",jawab pria itu,lalu mereka kembali berpesta.


Selang beberapa jam kemudian pesta itu belum juga usai,malah semakin ramai.Namun tiba-tiba terdengar suara tembakan dari luar,membuat mereka kalang kabut,bingung mau kemana mereka berlari.


Pasalnya mereka tengah berada didalam sebuah kamar,dan hanya ada pintu masuk dan juga balkon.


Seketika mereka melupakan keberadaan Wira yang sudah dalam kondisi mengenaskan.


Setelah semua tertangkap,Wira segera dibawa kerumah sakit dan mendapatkan perawatan.


Sedangkan mereka yang tertangkap,dibawa ke sel.Tak terkecuali Selvi.Setelah proses yang begitu alot,akhirnya Selvi mengaku bahwa mereka adalah komplotan kelompok pembuat onar yang ada didaerah itu.


Selvi mengatakan bahwa ia sengaja menjebak Wira,dan akan membunuhnya lalu akan ia pamerkan ke atasan Wira.


Namun Selvi salah perhitungan,sebenarnya Wira pun sudah tahu rencana Selvi,namun dia hanya berpura-pura terjebak.Meski ia harus mengorbankan tubuhnya,namun komplotan itu berhasil terbongkar.


Karena dari awal wira memang ingin membongkar komplotan itu.Namun tak disangka kalau ternyata istilah tresno jalaran soko kulino akan berlaku untuk Wira.


Namun setelah kejadian pesta s*** itu,rasa yang dimiliki Wira langsung lenyap tak tersisa.Namun bekas trauma yang ditinggalkan oleh Selvi lewat sentuhan halusnya,tudak mudah untuk dilupakan.


Flash back off


"Begitu neng ceritanya",tutup Wira yang kini sudah pindah kedalam kamar dengan posisi Wira tiduran berbantalkan paha Rita.


"Ya Allah bang,berarti waktu itu abang mencintai perempuan yang salah dong",kata Rita sambil mengusap-usap rambut Wira lembut.


"Ya begitulah neng",jawab Wira."Tapi dari kejadian itu,meski abang kehilangan cinta,tapi abang mendapat pangkat baru",kata Wira sambil memeluk perut rata Rita.


"Iiihh abang geli tahu..",kata Rita sambil terbahak.Dan malam itu dimulai dari saling gelitik hingga akhirnya mereka saling bermandi keringat dengan lenguhan panjang diakhir kegiatan mereka.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Hari demi hari pun berlalu,kini Wira dan Rita sudah berada diasrama dan menjadi tetangga Anggi.


Selayaknya para pendamping prajurit yang lain,Anggi dan Rita pun disibukkan dengan kegiatan para pendamping prajurit.


Seperti saat ini,saat Anggi dan Rita bersama-sama mengantar suami mereka yang akan ditugaskan ke pulau paling timur di Indonesia.


"Heeehh,akhirnya merasakan juga gimana LDRan bang",guman Anggi.

__ADS_1


"Loh emang sudah jadi resiko setiap pendamping prajurit kan dek?",tanya Hans sambil memeluk erat tubuh istrinya.


"Heeehh,rasanya kok kaya ngga sanggup ya bang",kata Anggi lagi yang akhir-akhir ini manjanya tidak ketulungan.


"Ya udah lah Nggi,kan ada aku",jawab Rita yang juga berada dalam pelukan suaminya.


"He he he,iy ya Ri,untung kamu jadi istri mas Wira,jadi kita bisa deketan terus ya",jawab Anggi seketika raut wajahnya berubah ceria.


Hans hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Anggi yang memang sedikit berbeda.


"Cepat sekali perubahan moodnya?Heeh untung ada Rita",batin Hans.


"Hei kalian,sepeninggal kita,biasakan kalau dikomplek asrama,kamu Nggi panggil Rita dengan embel-embel bu.Kalau tidak suamimu yang gagah itu,busa kena tindakan lagi loh",kata Wira panjang lebar.


"Apa?!Abang kena tindakan?Kapan bang?Kok Anggi ngga tahu?",tanya Anggi persis kereta api yangbtenfah berjalan.


Apa yang dikatakan Anggi sukses membuat Hans dan Wira tertawa.


"Ya Allah dek,kalau nanya satu-satu",jawab Hans sambil mencubit hidung Anggi gemas.


"He he he,maaf bang",cengir Anggi yang sukses membuat Rita membuka netranya lebar-lebar.


"Iihh,Anggi berubah banget",guman Rita lirih,namun bisa didengar dengan baik oleh Wira.


"Berubah gimana?Orang sejak jadi istri Hans,Anggi udah seperti itu",jawab Wira.


"Mungkin Anggi lebih merasa nyaman bersama Hans neng",jawab Wira sambil mengecup pucuk kepala Rita.


"Abang iih,malu tahu dilihat banyak orang",kata Rita sambil menyembunyikan wajahnya didada bidang Wira.


"Itu udah hal biasa neng.Coba kamu lihat sekeliling.Lagian kita ngga bisa berpelukan begini kan nanti.Harus nunggu enam bulan baru bisa mesra-mesraan lagi",jelas Wira panjang lebar.


Entah mengapa kedua prajurit berbeda pangkat itu,semenjak menikah jadi banyak bicara dan lebih hangat.Padahal dikalangan anggota dan para juniornya,mereka terkenal irit bicara dan dingin.


"Bener juga ya bang",jawab Rita setelah melihat sekelilingnya,bahkan netranya hampir copot saat melihat Anggi dan Hans saling memangut bibir masing-masing.


"Ah ya ampun,Anggi!",pekik Rita.


Membuat Wira ikut melihat kearah Hans dan Anggi.Wira hanya tersenyum lebar.Mengingat sahabatnya yang sejak berada di Akmil dulu hingga saat bertemu Anggi,tidak pernah sekalipun ia membuka hatinya untuk perempuan.


"Mereka mah emang dikenal pasangan teromantis diasrama",jawab Wira sambil mengecup bibir Rita.


"Ya ampun bang,malu iihh",sungut Rita.


"Ha ha ha,makanya jangan liatin terus mereka.Ntar kepingin kan repot",kata Wira.


"Repot?Repot gimana maksud abang?",tanya Rita polos.

__ADS_1


"Ya ampun neng,kamu polos banget sih",jawab Wira sambil mencupit gemas pipi Rita.


"Iihh abang",sungut Rita.


"Ya nanti repot menidurkan sijunior kan.Maunditurkan dimana coba",goda Wira.


Bluusshh wajah Rita langsung bersemu merah mendengar penuturan Wira.


"Iihh abang mesum",jawab Rita sambil mencubit pinggang Wira.


"Aauu,sakit ah neng",kata Wira sambil menangkap tangan nakal Wira.


Kembali kepasangan Hans dan Anggi


Setelah puas menyesap bibir masing-masing,Hans menoleh kearah Wira lalu tersentum lebar.


Melihat Hans yang tersenyum lebar,Anggi mengikuti arah pandangan Hans,dan akhirnya Anggi pun ikut tersenyum melihat kemesraan Wira dan Rita.


"Akhirnya kau menemukan kebahagiaan bang",guman Hans.


"He eh,Rita juga.Akhirnya mereka bisa bersatu.Ngga nyangka ya bang?",tanya Anggi.


"Iya.Tapi baru bersama sebentar udah harus LDR.Tapi ya memang begitu resikonya jadi pendamping prajurit",kata Hans lagi.


"He eh",jawab Anggi sambil merengkuh tubuh gagah sang suami,menghirup aroma suaminya dalam-dalam.


Waktu pun berlalu,kini telah tiba saatnya bagi Hans dan Wira juga prajurit yang lain untuk meninggalkan anak dan istrinya demi tugas negara.


Anggi yang sedari tadi tidak lepas dari pelukan Hans,makin erat memeluk tubuh suaminya.


"Abang hati-hati ya.Awas jangan sampai tergoda bidadari sana!",sungutnya.


"Ngga bakalan sayang.Buat apa tergoda bidadari,jika disini sudah ada dewi yang menunggu abang",kata Hans.


"Iihh belajar gombal dari mana coba"jawab Anggi.


"He he he",kekeh Hans sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Ya udah abang pamit,kamu hati-hati disini",kata Hans sambil mengecup lembut kepala Anggi.


"Iya bang,abang juga hati-hati disana.Anggi akan menunggu abang pulang",jawab Anggi.


Hal yang sama pun dilakukan oleh Wira dan Rita.


Setelah berpamitan pada keluarga masing-masing,para prajurit segera memasuki bus-bus yang sudah disediakan.


Mereka diantar dengan tangis haru oleh keluarga masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2