Pembantuku Canduku

Pembantuku Canduku
Part118


__ADS_3

"Sekarang giliran Abang." Allan perlahan naik mensejajarkan wajahnya dengan wajah Indira yang nampak cantik dengan sisa keringat yang masih basah.


Allan kembali mengecup bibir ranum istrinya yang sudah membengkak karena ulahnya.


"Berbaring sayang." Allan membantu Indira untuk berbaring memunggunginya, dirasa sudah pas Allan kembali melancarkan aksinya mencumbu istrinya agar kembali bergairah.


"Eghh.." Indira meleguh ketika bibir Allan bermain di lehernya dengan kecupan basah dan gigitan kecil, tangan Allan pun bekerja untuk memijat lembut buah dada yang begitu keras dan kenyal.


"Shh..Abang pelan." Indira mendesis ketika Allan meremat kuat benda kenyal nan padat itu.


"Maaf sayang." Allan meraup bibir istrinya untuk kembali ia lu*mat. Dari bibir turun ke bagian leher hingga membuat Indira mendongak memberi akses Allan agar leluasa menyentuh area lehernya. Perlahan tangan Allan mengarahkan terong miliknya dari arah belakang, seiring mulutnya yang bermain di puncak mungil istrinya yang sudah mencuat.


"Ahh...Desah keduanya ketika Allan berhasil mendorong miliknya hingga habis.


"Uhhh...kenapa masih saja begitu sempit sayang.." Allan mendesis ketika miliknya dicengkram begitu ketat di dalam sana, tubuh nya bergerak pelan. Wajah nya Ia benamkan di ceruk leher istrinya.


Indira Mende*sah dan menggerang ketika sodokan Allan begitu dalam dan kuat, tangan nya menyentuh tangan Allan yang bermain memilin pucuk dadanya.

__ADS_1


Suara keduanya semakin lama semakin erotis, hawa panas memenuhi kamar mereka.


"Ya, terus sayang lebih cepat...ahh.. Ummh.." Allan merancau dengan wajah memerah merasakan miliknya yang begitu dimanjakan di adakan sana.


Indira terus bergerak mencari kepuasan di atas tubuh Allan, kini keduanya sudah berganti posisi.


"Sayang...ohh...emmh milikmu begitu nikmat." Mendengar ungkapan cinta Allan membuat Indira semakin semangat bergerak liar di atas tubuh suaminya. Melihat wajah suaminya yang begitu panas di bawahnya membaut gejolak dalam dirinya semakin meningkat.


Allan sedikit menaikkan kepalanya agar bisa meraih buah dada yang sejak tadi selalu menggodanya untuk di sapa. Lidahnya dengan lincah bermain mengikuti pergerakan Indira, tanahnya meremat, dan memijat dengan penuh semangat.


Allan semakin kuat menyesap dan memilin pucuk dada Indira, apalagi tangan Indira semakin menekan menyuruh tangannya agar semakin kuat meremasss.


"Ahhh..aku..emmh.." Indira terus merancau ketika dirinya sudah tak bisa lagi menahan.


"Bersama sayang.."Allan membatu menggerakkan miliknya dari bawah, membuat tangan Indira langsung berpegangan di pundak Allan.


Semakin cepat Allan bergerak, Indira semakin merancau tak terkendali.

__ADS_1


"Shhh..ahhh.." Indra mendongakkan kepalanya sehingga membuat dadanya membusung di depan wajah Allan.


Tak membuang waktu Allan segera menenggelamkan wajahnya diantara belahan dada Indira ketika dirinya juga merasakan miliknya semakin berkedut untuk meledak.


"Arrgghh..." Leguhan panjang keduanya secara bersamaan.


Allan kembali menyentuh perut istrinya memastikan jika tidak terjadi sesuatu, karena Allan sempat melihat wajah Indira yang seperti menahan sakit.


"Apa dia tidak apa-apa?" Allan menatap wajah istrinya yang masih tersengal napasnya. Indira hanya menggeleng sebagi jawaban, meskipun memang tadi sedikit merasakan nyeri sebentar lalu hilang.


"Terimakasih." Allan mencium kening istrinya. Dan membatu memindahkan Indira dari atasnya, yang miliknya masih berada di dalam.


"Ahh."


"Aku mau kekamar mandi Abang." Indira merentangkan tangannya untuk di bantu.


Allan tersenyum dan segera meraih tubuh polos istrinya kedalam gendongannya.

__ADS_1


__ADS_2