
Hari Weekand sudah berlalu kini semua orang beraktivitas seperti biasa. Begitupun dengan gadis cantik dan penuh semangat, Indira yang biasanya bermalasan ketika hari Senin tiba, tapi pagi ini dirinya terlalu bersemangat. Mungkin karena habis libur dan menghabiskan waktu menikmati keindahan laut membuatnya menjadi lebih baik lagi hari ini. Ataukan ada seseorang yang membuatnya senang.
"Lah tumben tu anak udah duktai dalam kelas." Kiki bicara dengan Arum yang berjalan disisinya. Melihat Indira yang sudah datang lebih dulu membuat mereka heran.
"Eh Dir, tumben loe udah nonggol duluan ni?" Tanya Arum sambil menaruh tasnya dimeja dan duduk disamping bangku Indira.
"Hee kepagian ya gue." Dengan cengiran gadis itu menjawab.
"Kesambet apa loe?" Kiki menimpali.
"Elah, loe pada mah gak bisa liat gue rajin. gue kesiangan pada protes, kepagian protesin lagi." Keluh Indira jengkel.
"Abis gak ada angin gak ada ujan loe nya bikin aneh." Keluh Kiki.
"Eh, eh, Btw kemaren sama Abang Bimo diajakin kemana Beb." Kepo Kiki dengan wajah penasaran.
"Iya gak mungkinkan kalo Bimo langsung anterin loe pulang?" Tambah Arum ikut penasaran.
"Gue kepantai." Ucap Indira santai.
"Omo..serius loe." Kiki sampe melongo.
"Lah...timbang kepantai doang, emang kenapa?" Tanya Indira yang melihat reaksi sahabatnya seperti terkejut.
"Loe bilang doang? ehh Oneng yang ngajakin loe Bimo Dir, Bimo!" Ucap Kiki greget.
"Ya Bimo, terus ada yang salah?"
"Iss dasar punya otak pinter buat belajar tapi Nol buat urusan cowok." Keluh Kiki kesal.
"Loe gak berasa gimana gitu diajakin Bimo mantai berdua?" Sedari tadi Kiki yang nyerocos hoboh sendiri, sedangkan Arum hanya memutar bola matanya malas.
"B aja." Jawabnya cuek.
"Loe tu ya, makanya cari cowok biar gak penasaran." Arum menoyor pelipis Kiki.
"Iss gue kan cuma pengen punya cowok kek bang Bimo ganteng." berkata dengan kesal karena ledekan Arum.
"Hahaha...udah ah, udah bel yuk kelapangan." Ajak Indira karena setiap hari Senin pasti acara rutin upacara.
Semua murid sudah berkumpul di lapangan untuk mengikuti kegiatan rutin upacara dihari Senin.
....................
Dikediaman Aditama seorang Pria postur tubuh tegap dengan menggunakan kaca mata hitam baru turun dari mobil dan segera memasuki rumah yang ia rindukan selama tiga hari kemarin, tapi entah rumah atau penghuninya yang ia rindukan, tetapi dirinya sangat senang bisa kembali kerumah nya itu.
"Loh Al, kamu sudah pulang Nak?" Tanya Lili ketika melihat putra nya memasuki rumah.
"Sudah Ma." Allan segera memeluk sang Mama dan memberi kecupan dipipi.
"Kok cepet, biasanya kamu lama kalo pergi." Ucap Lili yang kembali duduk disofa membaca majalah dan Allan ikut duduk disamping Mama nya.
__ADS_1
"Pekerjaan Al sudah selesai Mah, jadi Al cepat pulang." Jawabnya seraya tersenyum.
"Oh, kirain ada yang dikangenin makanya kamu cepet pulang." Ucap Lili dengan senyum menggoda anaknya.
"Ya, Al kangen Mama."
"Yakin cuma kangen sama Mama?"
"Hem, terserah Mama kalo gitu, _Ucapnya pasrah, __Ini buat Mama." Memberikan paperbag yang ia bawa kepada Lili.
"Apa ini?" Lili membukanya dan melihat parfum yang ia inginkan yang baru-baru ini baru rilis di Amerika itu.
"Iss kamu tau aja kalo Mama lagi pengen parfum ini." Dengan wajah berbinar senang melihat benda yang ia inginkan ada didepan nya tanpa harus pesan dulu yang membutuhkan waktu lama.
"Al tau apa yang Mama ingin." Ucapnya seraya berdiri.
"Makasih Al." Lili tersenyum senang.
"Sama-sama Ma, Al mandi dulu." Allan segera pergi menuju kamarnya untuk membersihkan diri dan istirahat sebentar, sebelum dirinya menemui seseorang.
..................
Disekolah sedang ramai karena mereka kedatangan tamu sekolah tetangga yang mengajak siswa Nusa Bangsa untuk melakukan pertandingan persahabatan.
Para siswa/i mulai berkumpul memenuhi lapangan basket hanya untuk memberi semangat pemain sekolah mereka. Banyak juga para siswi mencuri pandang kepada cogan-cogan yang ada disekolah Nusa Bangsa ataupun sekolah tetangga.
"Widihhh banyak cogan nih?" Indira Cs yang baru keluar kelas sudah melihat keramaian para murid yang memenuhi lapangan basket.
"Otak loe cogan melulu?" Kesal Arum.
"Itumah emang otak loe yang Bebel ogeb." Indira menimpali.
"Sorry worry otak gue kagak kek otak loe yang encer, tapi beku kalo sama cowok." Cibir Kiki.
"Cowok teroosss...!" Arum mendelik jengkel karena Kiki selalu membahas cowok.
"Idih yang Jomkut alias Jomblo akut." Setelah mengatakan itu Kiki lari ngiprit sebelum kena gaplok sama Arum.
"Wahh dasar Kiki Mariki Anjiir..awas loe!" Arum mengejar Kiki yang sudah lari dengan tawa meledek.
Indira hanya geleng kepala melihat sahabatnya yang kelakuan nya masih mirip anak SD.
"Hay Cantik." Sapa seseorang membuat Indira menoleh.
Indira hanya mengerutkan keningnya melihat cowok yang tidak ia kenal, tetapi melihat seragam basket yang cowok itu kenakan ia bisa menebak bahwa cowok itu dari sekolah tetangga.
"Kenalan yuk? __cowok itu mengulurkan tangan nya __Gue Reza." Ucapnya memperkenalkan diri.
Indira hanya diam tanpa membalas uluran cowok itu, __Dira." Jawabnya cuek dan berlalu pergi.
"Widihh bos kagak ngelelirik loe." Ucap teman sicowok.
__ADS_1
"Ck. Baru ini tangan gue dicueki cewek." Kata cowok itu dengan masih menatap punggung Indira yang semakin jauh berjalan menuju lapangan basket.
"Dia itu cewek Famouse disekolah ini Rez."
"Menarik, cantik juga." Ucap Reza dengan senyum devilnya.
"Hay cogan-cogan pada ngapain disini." Tiba-tiba terdengar suara cewek.
"Boleh kenalan dong, Kenalin gue Flora." Tanpa rasa sungkan Flora mengulurkan tangan nya didepan Reza.
Cowok itu membalas uluran tangan Flora, _Reza."
"Ganteng kek orang nya." Flora berbisik centil ditelinga Reza.
Reza hanya tersenyum menyeringai melihat kelakuan gadis yang menurutnya lumayan cantik dan sexy.
Flora bergelayut manja dilengan Reza yang merupakan kapten basket sekolah tetangga.
Dirinya merasa bangga bisa dekat apalagi menggandeng cowok mostwanted dari sekolah lawan mereka.
"Cih, emang kalo minuman Floridina tiga ribu itu murahan." Ejek Kiki yang melihat pemandangan disebelahnya ketika Flora melewati dirinya dan sahabatnya.
Flora hanya menatap sinis mendengar Kiki meledeknya.
"Eh, itu bang Bimo gantengnya Kiki ngapain jalan kesini."
Indira dan Arum yang awalnya fokus melihat kelakuan Flora kini malah menjadi melotot melihat Bimo dan Resa berjalan kearah mereka. Karena kedatangan mereka malah membuat gaduh para siswi yang sedang duduk di area Indira memekik girang dan banyak model cabe-cabean menampilkan senyum manis mereka.
"Lah bikin geger aja tu lakik loe." Ketus Arum yang jengkel karena keadaan menjadi riuh ramai akibat melihat Bimo mendekat.
"Ay." Bimo mendekati Indira dan duduk disebelah Indira, dirinya masih menggunakan hodie berwarna hitam.
"Kenapa kesini sih, bikin gaduh tau gak." Arum bersungut kesal melihat disekelilingnya para siswi kayak cacing kepanasan.
"Pengen di kasih semangat." Jawab Resa datar pandangan nya fokus kedepan.
"Ck. lebay."
"Kenapa kesini?" Tanya Indira
"Pengen aja, belum mulai juga." Jawab Bimo tanpa mengalihkan pandangan nya menatap Indira.
"Gak risih apa para fans loe udah kayak predator semua." Indira yang juga merasa kesal karena menjadi tidak nyaman.
Bimo hanya diam dan tersenyum tipis.
Tak berselang lama wasit membunyikan peluitnya pertanda permainan akan segera dimulai.
Sedetik kemudian para siswi dibuat menjerit histeris melihat pemandangan yang membangongkan.
"Bimoooo..!!!!!!!!
__ADS_1
Like
Komen