
Bayi menggemaskan itu membuat tawa bahagia bagi penghuni rumah besar Aditama.
Allan yang semenjak mempunyai anak pulang kerja lebih sering tepat waktu, dirinya sudah jarang pulang malam.
Baginya menemani istri dan anaknya adalah hal yang tak bisa Ia lewatkan, apalagi pertumbuhan Beby Al begitu cepat menurutnya.
Sore ini Allan menemani putranya bermain di kamar, sedangkan Indira masih membersihkan diri.
Beby Al begitu menggemaskan diusianya yang baru empat bulan.
Ceklek
Indira keluar dari kamar mandi hanya menggunakan baltrobe dengan handuk melingkar di atas kepalanya.
"Loh Kamu tidak tidur sayang." Indira mendekati kedua pria belahan jiwanya yang berbeda usia itu.
"Mau magrib sayang, dia tidak akan mau tidur." Ucap Allan yang duduk dengan memangku Beby Al.
Bayi tampan itu tersenyum dan mengeluarkan suara khasnya ketika Indira menciumi wajahnya.
"Uluuhh anak Mama seneng bener ya ditungguin pala." Indira mengajak putranya berbicara.
Allan mengelus kepala putranya dan beberapa kali menciumi pucuk kepala putranya.
"Sayang stok asi masih banyak kan?" Tanya Allan pada Indira yang sedang mengeringkan rambutnya di depan meja rias.
"Masih Abang...Memangnya Kenapa?" Tanya Indira tanpa menoleh pada suaminya.
Kini bayi tampan itu sudah hampir terlelap digendongan Allan setelah Indira memberinya asi.
"Tidak apa-apa." Ucap Allan yang keluar kamar membawa Beby Al.
.
.
"Bi.. Malam ini Beby Al tidur sama bibi ya." Ucap Allan pada Beby siter nya Aldrick.
"Baik tuan." Si bibi menerima Beby Al yang sudah tertidur.
"Tidur yang nyenyak sayang, papa mau menjalankan misi dulu." Allan mencium pipi gembul putranya.
__ADS_1
.
.
"Loh Al mana Bang?" Tanya Indira yang melihat suaminya masuk kamar tanpa ada Beby Al bersamanya.
Allan menutup pintu dan menguncinya rapat-rapat, membuat Indira menatapnya curiga.
"Sudah tidur sama bibi." Allan memeluk istri nya dari belakang. Kepalanya bersandar di pundak Indira.
"Kenapa di kasih bibi, kan biasanya tidur sama kita?" Tanya Indira dengan mengelus rambut suaminya.
"Hm..aku merindukanmu sayang." Allan mengecup leher Indira dengan bibir basahnya.
"Hem.." Indira hanya bergumam mendapat sentuhan dari suaminya.
Tangan Allan menarik tali baju tidur yang Indira kenakan, karena malam ini Indira menggunakan baju tidur model kimono.
Kedua tangan Allan sudah bermain di gunung kembar Indira, karena semenjak menyusui Indira tidak pernah menggunakan bra, menurutnya terlalu susah jika ingin menyusui Beby Al.
"Ahh.." Indira mengeluarkan suara ketika Allan meremat dan memilin pucuk buah dadanya.
Bibir Allan menyusuri leher Indira yang rambutnya sudah Ia sibakkan kesamping, memberi gigitan kecil dan sesapan membuat leher putih mulus itu kini banyak bercak merah.
Kepala Indira mendongak dengan tangan memegangi kepala Allan yang terus menyerangnya di bagian sensitif.
Keduanya kini sudah berada di atas ranjang dengan keadaan folos. Kepala Allan menunduk bibirnya bermain di area inti yang terasa begitu hangat dilidahnya.
"Abang..engh..shhh.." Indira terus mende*sah ketika lidah dan bibir Allan menyesap miliknya kuat.
Tangannya menekan kepala Allan agar cumbuannya semakin dalam, karena dalam tubuhnya semakin mendesak untuk keluar.
"Ahh..Sayang..aku..emh.." Indira mulai merancau dengan tubuh bergerak gelisah.
Desa*han Indira semakin membuat Allan semangat untuk membuat istrinya semakin tersiksa.
Slup
Slup
Suara Dibawah sana membaut Indira semakin tak kuasa menahan gejolak dalam dirinya yang begitu mendesak keras.
"Enghhh...sshhh.." Indira semakin menggelinjang mendapat serangan dari bibir dan jari Allan secara bersamaan.
__ADS_1
"Arghhh.."Indira mendapat pelepasan dengan kaki bergetar mencekram kepala Allan.
Wajah Allan mendongak melihat wajah istri nya yang terlihat sayu tapi mengairahkan.
"Giliran ku sayang." Allan kembali mencumbu tubuh istrinya menyentuhnya dengan penuh cinta, semua tubuh folos istrinya tak lepas dari sentuhan Allan yang begitu memabukkan.
"Ahh.." Keduanya mendesah ketika terong premium Allan memasuki lembah lembab yang begitu nikmat.
Allan bergerak dengan perlahan, bibirnya menyusuri dua gundukan yang begitu padat dan besar. Lidah nya hanya bermain disekitar pucuk yang mencuat keras minta di hisap.
"Engh.." Indira meleguh ketika merasakan sesuatu dalam dirinya kembali bergejolak saat Allan menghentakkan milik nya dengan kuat.
"Sayang..ohh.." Allan semakin mempercepat gerakan pinggulnya.
"Abang..ahh.." Indira berteriak ketika Allan langsung membalikkan tubuhnya untuk menungging.
Bles
"Ugh.." Allan mendesis ketika milik masuk terlalu dalam dan merasakan ngilu yang juga nagih. Ehhh
"Owugh..shh abang.." Indira kembali Mende*sah dan mengerang ketika Allan dengan cepat menggerakkan milik nya, membuat perutnya terasa penuh.
Tangan Allan meraih kedua bahu istrinya dari belakang agar Indira setengah duduk di dengan milik nya yang terus bergerak semakin cepat.
"Sayang..sungguh milikmu enak sekali." Allan mendesis dan menggerang ketika milik nya didalam sana benar-benar merasa nikmat.
Tangan Allan menggapai buah dada Indira dan memainkannya, tanpa mengurangi kecepatan gerakan dibawah sana.
"Shh..ugh.." Indira kembali bergetar ketika pelepasan kedua meledak begitu dahsyat, karena Allan tidak memberinya jeda dan terus menyodok miliknya dibawah sana.
"Shhh..ahh..sebentar sayang." Allan mulai bergerak tak terkendali ketika miliknya didalam dicengkram kuat.
Indira tidak bisa menutup bibirnya rapat, sungguh suaminya membuatnya terus mende*sah dan menggerang.
"Ahh..arghh.." Allan mengigit pundak Indira kuat ketika meledakkan miliknya yang mampu membuat tubuhnya bergetar.
"Ahhkh." Indira menjerit antara nikmat dan juga sakit.
Keduanya mereguk kenikmatan yang tiada nyata, menyalurkan hasrat yang membuat keduanya melambung tinggi. Tidak cukup sekali Allan melakukan itu, dirinya kembali menyentuh istrinya ketika miliknya yang masih didalam kembali bereaksi.
.
.
__ADS_1
Fuuhhhh...Lemes🥱