
🌹
🌹
🌹
Disebuah cafe menjelang sore nampak ramai pengunjung. hari ini Indira sudah meminta ijin kepada Allan bahwa dirinya sedang berkumpul dengan para sahabat perempuannya di tambah sepupu Indira yaitu Rania.
"Ra, Loe sekarang tambah aduhai tau gak sih semenjak menikah." Kiki yang memperhatikan Indira sekarang lebih berisi dan cantik.
"Hm..iya kakak memang tambah cantik dan seksi." Timpal Rania yang memang jarang bertemu karena kesibukan masing-masing.
"Mungkin loe udah isi Ra?" Tanya Arum tiba-tiba.
"Iya ini isi lemak semua." Indira berkelakar dan tertawa setelahnya.
Ia tidak bercerita kepada para sahabat dan keluarga ayahnya karena tidak ingin membuat mereka khawatir dan sedih.
"Kak, nenek selalu bertanya kapan kakak mau kerumah?" Tanya Rania, karena memang nenek nya sering menanyakan kedatangan Indira mengingat beliau sudah sangat lansia.
"Rencananya besok Ran, aku sama Bang Allan mau kesana." Karena memang sudah ia bicarakan dengan Allan.
"Oke, nanti aku sampaikan sama nenek, pasti beliau senang." Rania pun senang mendengar Indira akan datang berkunjung.
"Bulan depan gue mau tunangan sama gaess." ucap Arum tiba-tiba.
"What?" Mereka bertiga kompak.
"Issss...gak usah lebai deh." Arum mendengus kesal, dengan mendelik kearah sahabat nya itu.
"Beneran rum?"
"Beneran kak?"
"Beneran rum-rum?"
__ADS_1
"Duh. kalian ini benar-benar deh." Arum sampai heran mendengar kekompakan mereka.
"Selamat..?!" Mereka bertiga memeluk Arum alhasil berpelukan bersama.
"Iya, doa in moga semua lancar, dan kalian semua wajib Dateng." Arum tersenyum senang.
"Pasti kita bakalan dateng."
"Kita kan Bestie." mereka bertiga kompak dan tertawa bersama dengan wajah bahagia.
.
.
.
.
.
Bisa Indira lihat taman sore ini sangat ramai pengunjung, dan penampilan yang paling mencolok menjadi pusat perhatian pengunjung adalah suami tampan nya.
Bagaimana tidak Allan menggunakan jaket tebal, dan celana jeans hitam yang membungkus ketat kaki jenjangnya. di tambah kaca mata hitam yang menambah bikin mata cerah, dan bikin hati panas dingin.
"Dih. gak sadar dia tebar pesona." Indira menggerutu dengan langkah cepat, bagai mana tidak jika pose Allan duduk sambil membaca seperti itu bikin para wanita makin betah memperhatikannya.
"Lagi tebar pesona pak." Indira berdiri didepan Allan dengan tangan bersedakep.
Allan mendongak, mendengar suara sang istri. "Sayang." Ia berdiri langsung memeluk pinggang istrinya lalu mencium kening. "Udah selesai ketemuannya." tanya santai tanpa menjawab ucapan istrinya.
"Hm, sangking sibuknya Abang gak lihat aku dari tadi." Indira mencibir dengan wajah kesal. Dirinya merasa panas sendiri melihat suaminya menjadi pusat perhatian para pengunjung kebanyakan wanita.
"Gak juga sih, Abang lagi baca koran, jadi gak sadar kamu udah sampe." Allan mengusap tengkuknya, merasa istrinya sedang mode garang. "Kamu kenapa sih, kok kayaknya kesel gitu." Allan menangkup wajah istrinya.
__ADS_1
"Aku, ah.. Abang gak sadar apa kalo bikin ati aku panas." Indira duduk di bangku yang Allan duduki tadi.
"Memang Abang melakukan apa?" Allan duduk didekat Indira.
"Lihat aja para wanita yang ada disini." ucap Indira ketus, dengan membuang muka.
Allan memperhatikan kesekeliling ternyata banyak wanita berada tidak jauh dari tempatnya duduk, dan mereka bisik-bisik lalu tersenyum kearahnya ketika tak sengaja Allan melihat.
Allan hanya mengulum senyum, ternyata dirinya menjadi pusat perhatian dan istri cantik nya ini cemburu. "Kamu cemburu?" Allan menusuk-nusuk pipi Indira dengan jari telunjuknya.
"Iss, apaan sih." Indira melengos.
Allan memeluk tubuh istrinya yang masih duduk dari belakang. "Berarti emang suami kamu ini tampan sayang, dan kamu harusnya beruntung."
"Beruntung apa, bikin hati panas terus ia." Indira masih ngedumel.
"Tapi kamu tetap pemenangnya, karena kamu pemilik hati ini, tubuh ini, semua milik Abang."
"Dih." Indira bergerak melepas rangkulan Allan.
"Beneran sayang, Abang hanya milik kamu, dan kamu hanya milik Abang." Allan menaik turunkan kedua alisnya menggoda sang istri.
"Abang narsis." Indira sedikit berlari menjauhi Allan menuju mobil Allan parkir.
"Jangan lari sayang." Allan pun berdiri dan mengikuti langkah cepat kaki istrinya.
Sungguh melihat istrinya dengan wajah cemburu membuatnya gemas sendiri.
.
.
Selamat bobok..ðŸ¤
__ADS_1