
Setelah memberi kejutan kepada Indira, dan parahnya gadis itu benar-benar terkejut, selain Allan yang memberi hadiah, Indira juga di buat syok karena Allan ingin menikahinya Minggu depan. dan hal itu membuat perdebatan kecil diantara mereka. Indira yang masih belum siap karena mendadak.
Karena kesal oleh keputusan Allan, Indira pun menyuruh sahabat nya untuk datang kerumahnya, setelah meminta ijin kepada Allan dan Oma Lili tentunya.
"OMG...are you serious..!!" Kiki terbelalak me dengar ucapan Indira yang akan menikah Minggu depan.
"Loe gak bercanda kan Dir?" Arum juga syok mendengar sahabatnya akan segera menikah.
Indira menghela napas dalam. "Gue gak bercanda, bahkan undangan nya udah dicetak, dan hanya nunggu gue jawab 'iya' doang." Ucap Indira dengan wajah kesal. Dirinya bukan tak senang ataupun bahagia, namun keputusan Allan terlalu mendadak.
"Loe beruntung banget beb dapetin lakik kek gitu." Kiki nampak mendukung keputusan Allan.
"Gue beruntung, tapi juga apes." Indira merebahkan tubuhnya ke kasur dengan terlentang. Karena mereka bertiga kini berada dikamar Indira.
"Lah..loe mah dapet laki ganteng, mapan, hot gitu dibilang apes." Ucap Kiki ikut merebahkan tubuhnya diikuti Arum.
"Apes gue pacaran sama pria dewasa, mainnya langsung nikah..ngeri..ngeri.."
Arum dan Kiki tertawa mendengar ucapan Indira.
"Coba aja kalo Bang Al, ngajakin gue nikah..langsung deh mau no debat." Ucap Kiki tertawa sendiri.
"Yee... mau Loe di santet Jingga." Arum melempar boneka ke arah Kiki.
"Hahaha,, gak lah gue tetep cinta Jing-jing gue."
Dan mereka tertawa, bercanda bersama bahkan membahas kelakuan para cowok-cowok mereka. Dan Indira juga meminta bantuan untuk membatu siapa saja yang mau di undang.
.............................
Kabar pernikahan Allan dan Indira pun sudah sampai ditelinga keluarga besar Allan, bahkan Bimo pun hanya diam saja ketika mamanya sibuk berbicara tentang pernikahan adiknya itu.
Bimo bahagia mendengar kabar itu akhirnya Indira akan menikah dengan orang yang dia sayangi. Disisi lain hatinya juga merasa sedih, dirinya belum sepenuhnya merelakan gadis yang menjadi cinta pertamanya semenjak SMA.
kini Bimo sudah bekerja membantu papanya di kantor, meskipun masih belajar dan menduduki Wakil CEO, namun Bimo cukup pintar dan cerdas dalam bidang bisnis, kepintaran papanya menurun kepada Bimo.
Siang ini para sahabat sedang berkumpul untuk makan siang, mereka semua hadir karena memang semenjak Bimo dan Indira pulang ke tanah air, mereka jadi semangat dan sering hangout bareng.
Disebuah cafe yang pernah menjadi terakhir kali pertemuan mereka, atau tepatnya perpisahan kelulusan waktu sekolah, kini tempat itu menjadi tempat favorit mereka untuk nongkrong bareng.
Mereka sudah berkumpul, lengkap formasi dan di tambah pacar Raka, sedangkan Guntur dan Bimo belum menggandeng perempuan.
"Eh neng Dira, kenalin nih pacar Abang." Raka memperkenalkan kekasihnya.
"Indira." ucapnya seraya mengulurkan tangan.
"Rania kak." Disambut Rania dengan senyum.
"Eh..kalo dilihat-lihat kalian kok mirip sih." Kiki yang mengamati keduanya komentar.
"Iya loh, mirip kek sodara." Timpal Guntur.
"Gak pala kalo, orang cantik mah banyak yang miripin." Indira dengan gaya absurnya.
Rania hanya tersenyum, dirinya juga mengamati wajah Indira yang memiliki sedikit kemiripan dengan nya.
__ADS_1
"Beuh..yang mau merrid, tapi gaya masih tetep narsis." Ucap Jingga dengan mengacungkan jempol nya.
"Harus dong, Indira gitu lho."
Dan mereka pun tertawa, mengenang masa-masa sekolah, dan kini mereka bisa merasakan lagi keseruan itu.
Bimo dan Resa seperti biasa, hanya menyimak. tapi kali ini Bimo hanya diam tanpa bisa menempel kepada Indira, seperti Resa yang selalu nempel kepada Arum.
"Kalo Lo nikah, bakalan jarang kumpul bareng dong Ra." Arum berucap.
"Iya, loe pasti sibuk ngurusin suami loe deh." Kiki juga menyahut.
"Ya kan kalo mau nongkrong gue minta ijinlah, ya kali mau maen slonong boy bisa durhaka gue." Ucap Indira santai.
Semua tingkah dan gerak Indira tidak luput dari mata Bimo, dan hanya Resa yang menyadari itu.
"Gue kira loe bakalan jadi istri durhakim." Raka menimpali.
"Loe semua harus hadir di pernikahan gue ya, tanpa ada terkecuali." Indira menatap satu persatu sahabatnya.
"Yah gue bakalan ngejomblo sendiri." Guntur dengan wajah melas.
"Loe pacar banyak, pake bilang jomblo." ucap Jingga.
"Tauk padahal cewek nya bisa di rentengin kek Chiki." Raka menimpali.
"Gue sama Bimo ajalah yang sama-sama jomblo, ya gak pak Ketu." Guntur menaik turunkan alisnya menggoda Bimo.
"Njirrr horor Gun." Bimo melempar sedotan ke arah Guntur.
"Ogah, gue masih bisa bawa cewek, ngapain bawa loe." Ucap Bimo, kini pria itu agak banyak bicara tidak sedingin waktu sekolah. tetapi jika sama perempuan Bimo masih sama.
"Loh bukan nya cewek yang loe ceritain juga dari negara kita, emang belum balik Bim?" Tanya Indira, yang mengingat sahabat cewek yang pernah Bimo ceritakan.
"Gue gak tau Ay, udah lost kontak." Jawab Bimo, yang sebenarnya cuma asal. karena nyatanya.dirinya tidak bisa berdekatan dengan perempuan secepat itu, jika hatinya masih ada nama Indira.
"Yah, masa pak Ketu paling tampan jomblo sih." Ucap Jingga meledek Bimo.
"Gue bukan jomblo, tapi emang gue belum Nemu yang pas, Jing.."
"Ehh busyet, kalo nama jangan di singkat wehh,, berasa doggy gue."
..............................
Dikantor Allan menjadi bahan gunjingan para karyawannya. Akibat terlalu bahagia dirinya sering mengumbar senyum dan ramah kepada semua pegawai yang menyapanya. Meskipun biasanya Allan hanya akan mengangguk saja ketika bawahannya menyapa, tapi tidak hari ini, bahkan Allan yang menyapa mereka duluan ketika berpapasan.
"Bos apakah ada yang saya lewatkan." Jimmy sedang berdiri didepan meja kerja Allan.
"Apa?" Allan hanya menjawab tanpa melihat Jimmy, karena dirinya harus cepat menyelesaikan berkasnya dan segera pulang untuk menemui pujaan hatinya.
"Saya rasa hari ini, anda nampak bahagia." Jimmy mengutarakan yang ia ingin katakan.
"Tentu saja." Allan tersenyum ketika menjawab.
"Tuh kan, kumat lagi senyam-senyum".
__ADS_1
"Boleh saya tahu?" Ucap Jimmy kepo.
"Kebetulan berhubung kamu ingin tahu maka kamu harus menyiapkan segalanya tanpa ada yang terlewat. " ucap Allan yang kini menatap Jimmy. "Minggu depan saya akan menikah__"
"Apa bos m_menikah." Jimmy membulatkan matanya terkejut karena berita yang ia dengar.
"Saya belum selesai bicara Jim." Ucap Allan menatap Jimmy kesal, karena sudah memotong ucapanya.
"Maaf bos, saya hanya terkejut." Jimmy pun minta maaf.
"Dan kamu harus menyiapkan segalanya dengan sempurna, saya percayakan sama kamu. Soal baju pengantin biar calon istri saya yang memilih, kamu cukup mengurus sisanya. dan ingat untuk keluarga Kusuma kamu harus bisa membuat mereka hadir semua." Ucap Allan panjang lebar, memberi perintah kepada Jimmy.
"Selamat kalau begitu bos, saya ikut senang dan akan melaksanakan semua tanpa ada salah." Ucap Jimmy, yang tadi wajahnya terkejut kini menjadi bahagia mendengar bosnya akan menikah.
"Ya, terima kasih, jangan lupa bawa anak istrimu juga nanti ke pesta."
"Pasti bos."
Jimmy pun meninggalkan Allan dan mengurus semua keperluan yang sangat mendadak ini. namun kalau ada uang semua bisa beres.
"Untung sultan"
.
.
.
.
.
Hayoo dong jempol mana jempol👍👍 cuma pencet aja loh🙈 Kirim banyak-banyak hadiah bentar lagi menuju halal, karena hilal sudah nampak jelas🤣🤣.
.
.
.
.
AKU KASIH VISUAL VERSI AUTHOR, KALO KALIAN BOLEH BERIMAJINASI SIAPA AJA YANG MENURUT KALIAN PANTAS😘
INDIRA CAHAYA PUTRI
ALLANARO PUTRA ADITAMA
__ADS_1
AKU SIH YESS....KALIAN TERSERAH🤣🤣🤣😜