Penakluk hati

Penakluk hati
Cemburunya Rian


__ADS_3

Rian menatap layar TV, menunggu adegan pemeran utama laki-laki di drama Korea itu muncul. Tak lama kemudian sang pemeran utama akhirnya terlihat.


"Kakak bilang dia ganteng?"


"Hm bukannya dia emang ganteng yaa?"


Sekarang giliran kamu! Aku gak bakal bikin kamu salah paham, karna laki-laki itu adalah aktor, bukan perusak hubungan orang seperti Lita.


"Dia lebih ganteng dari aku?"


Rian menatap fani dengan lekat, menunggu jawaban dari wanitanya itu. Fani menatap layar TV lalu menatap wajah Rian secara bergantian, dia melakukan itu beberapa kali.


Setelah mengetuk pipinya dengan jari beberapa kali seolah sedang berfikir, Fani akhirnya tersenyum pada Rian


"Hm.. kayaknya gantengan aktor itu deh!"


kalian sama-sama ganteng kok, tapi emang aktornya lebih ganteng sih


"Jadi kak Fani lebih milih laki-laki itu dibanding aku?"


Ucap Rian menahan rasa cemburunya.


"Milih? Aku gak milih salah satu dari kalian kok! Lagian kamu kan nanya gantengan siapa? Ya aku jawab jujur dong!"


Apa Rian bakal cemburu karna masalah kecil ini?


Rian menatap fani dengan cemberut, dia berdiri dari duduknya lalu meninggalkan Fani tanpa mengucapkan apapun.


Sepertinya dia beneran cemburu ya? Ini kan aktor Rian! Masa iya kamu cemburu gara-gara aktor drama Korea? Lucu banget sih.


Fani melihat Rian meninggalkannya menuju lantai 2, dia masih asik menonton drama Korea itu, tanpa perduli pada Rian yang meninggalkannya Karna cemburu.


15 menit kemudian Fani mematikan tv karna drama Korea itu sudah selesai. Dia menaiki tangga menuju kamar.


Fani memasuki kamar tapi tidak melihat Rian di dalam, akhirnya dia meraih handuk lalu menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Rian baru saja selesai membersihkan dirinya, dia hanya menggunakan handuk yang terlilit di pinggangnya. Saat Rian membuka pintu kamar mandi, Fani berdiri di hadapannya.


"Kak Fani?"


Ucap Rian menaikkan sebelah alisnya


"Jadi kamu di kamar mandi ya? Tadi aku gak liat kamu! jadi aku pikir kamu gak di kamar, minggir aku juga mau mandi"


Ucap Fani sambil mendorong Rian agar bergeser dari pintu kamar mandi.


Rian yang di dorong bukannya bergeser, malah menarik Fani dalam pelukannya.


"Kak!"


Ucap Rian lembut pada Fani


Rian kembali mengingat beberapa saat lalu, Saat Fani memilih aktor di drama Korea dibanding dirinya.


Rian masih merasa cemburu, dia mengeratkan pelukannya.


"Rian lepasin gak? Aku mau mandi!"


"Aku gak mau!"


Rian menenggelamkan wajahnya pada leher Fani,lalu berbisik pelan di leher wanitanya itu.

__ADS_1


"Aku cemburu kak"


Samar-samar Fani mendengar ucapan Rian, dia malah mencubit lengan Rian karna tidak mau melepaskan pelukannya.


"Auw, sakit kak!"


Rian melepaskan pelukannya, lalu mundur satu langkah dari Fani.


"Kamu kenapa hah? Main peluk di depan kamar mandi!"


"Aku mau kakak sekarang!"


Fikiran Rian semakin menjadi-jadi setiap kali dia mengingat Fani yang lebih memilih aktor korea di bandingkan dengan dirinya. Dia ingin meluapkan rasa cemburunya.


"Hm?"


Fani tahu apa yang diinginkan Rian, tapi saat ini dia hanya ingin mandi bukannya melayani Rian.


Rian menatap fani dengan dalam, lalu menarik tengkuk leher Fani, dia mengecup bibir istrinya itu beberapa kali lalu menggendongnya menuju tempat tidur.


Di tempat tidur, Rian menyuruhnya untuk tidak membandingkan dirinya lagi dengan laki-laki lain, dan berkata bahwa rasa cemburunya masih belum padam sepenuhnya.


Fani akhirnya sadar bahwa Rian menyimpan rasa cemburunya, dan meluapkannya dengan suara lembut, tidak seperti dirinya yang langsung marah-marah tidak jelas.


Selesai melakukan hal itu, Fani meraih handuk lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Fani kembali ke tempat tidur dengan pakaian lengkap, sedangkan Rian yang sedang tidur hanya menutupi tubuhnya dengan selimut.


Skip pagi


Hari ini adalah hari Minggu, Jam sudah menunjukkan pukul 06:34 Sinar sang mentari sudah menembus sela-sela jendela kamar Fani dan Rian.


Saat ingin bangun dari tempat tidur, lengannya ditarik oleh Rian, alhasil Fani kembali terbaring di kasur.


"Kamu udah bangun?"


Ucap Fani


"Kakak mau kemana?"


Ucap Rian dengan suara serak khas orang baru bangun tidur.


"Ini udah pagi Rian!"


Fani hendak melepaskan tangan Rian yang masih memegang lengannya.


"Aku gak mau kakak ninggalin aku!"


Ucap Rian sambil memeluk Fani.


"Siapa yang mau ninggalin kamu? Aku cuman mau buka gorden sama jendela Rumah!"


Fani mencoba melepaskan pelukan Rian, beberapa menit kemudian dia menyerah, dia tak cukup kuat melawan tenaga Rian yang masih memeluknya dengan erat.


"Riaan? Ini udah pagi, kita bangun sekarang yaa?"


Fani kini tidak mencoba melepaskan pelukan hangat Rian, dia berharap Rian akan melepaskan pelukannya jika dia meminta dengan suara lembut.


"Ini hari Minggu kak!"


Ucap Rian tanpa membuka matanya.

__ADS_1


"Tapi kita gak boleh malas-malasan kayak gini"


Ucap Fani masih dengan suara lembutnya.


Rian tidak membalas ucapan Fani, dia malah semakin mempererat pelukannya lalu mengecup kening Fani.


Karna ucapannya tidak ditanggapi,


Akhirnya Fani memilih menutup matanya kembali, dan menyusuri alam mimpi.


Skip


Jam sudah menunjukkan pukul 09:00 pagi, Rian membuka kedua matanya saat dia merasa tidak ada Fani di sampingnya.


Rian mengucek matanya, lalu mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar. Senyuman manis muncul di wajahnya saat Matanya tertuju pada Fani yang sedang duduk di depan cermin.


Rian bangun dari tempat tidur lalu menghampiri Fani.


"Kak Fani lagi ngapain?"


" Aku ngoles BB cream ke leher aku"


"Emangnya leher kamu kenapa kak?"


"Ini gara-gara kamu, ini bekas kecupan kamu tau!"


"Hm? Kalau gitu gak usah ditutupin kak! Aku suka ngeliatnya"


Akan lebih bagus kalau orang lain lihat tanda kepemilikan itu


"Suka? Kalau orang lain lihat gimana? Ini bikin malu tau!"


Bisa-bisa aku dikira mesum sama orang yang liat bekas kecupan kamu.


"Kenapa harus malu? Kakak bilang aja kalau yang buat titik merah itu suami kakak!"


"Kamu pengen aku dilihat orang kayak gini?"


"Itu tanda kepemilikan kak! Biarin aja!"


Fani yang mendengar ucapan Rian, tidak membalasnya lagi. Dia memilih lanjut mengoles BB cream ke lehernya.


Rian tersenyum melihat Fani yang cemberut, lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Skip


Fani sedang memasak di dapur, sedangkan Rian baru saja selesai mandi, dia menuruni anak tangga menuju dapur saat mencium aroma masakan yang sedang dimasak Fani.


Fani memasak lobster dengan bumbu yang sangat menggugah selera, Rian yang melihat Fani sedang memasak memeluknya dari belakang.


"Kakak lagi masak apa? Wanginya sampai ke ruang tamu loh kak"


"Aku masak lobster, ada banyak bahan di kulkas yang belum dimasak Karna kita sering makanan pesan antar"


"Gak apa-apa kok, kakak bisa masak kalau lagi mau aja, tapi gak perlu masak kalau itu bikin kakak kelelahan"


Ucap Rian sambil mencium pipi kanan Fani.


Semakin lama Rian semakin menunjukkan Kasih sayangnya tanpa henti, Fani merasa nyaman dengan sikap Rian padanya.


Namun, dia masih belum bisa memastikan, apakah Rian benar-benar berhasil meluluhkan hatinya atau rasa nyaman itu hanya singgah untuk beberapa saat saja.

__ADS_1


__ADS_2