
Rian menuju ke kelas fani, setelah sampai di depan pintu kelas XII IPA 1, hanya ada 2 orang dalam ruangan itu.
Dia melihat Fani yang sedang tertidur dengan posisi membaringkan kepalanya pada meja dengan lengan sebagai bantal, sedangkan Lina duduk di kursi samping fani.
"Rian? ngapain dia kesini?"
Ucap Lina
Rian tersenyum melihat Fani, lalu memberi isyarat pada Lina yang sedang memainkan ponselnya, dia menyuruh Lina untuk keluar dari kelas agar dia bisa berduaan dengan Fani.
"nyuruh aku keluar kelas, gak sopan banget sih ni anak, untung ganteng kalau nggak, aku gak mau lah ninggalin sahabat aku berduaan sama kamu"
ucap Lina sambil keluar dari kelas.
Rian menarik sebuah kursi dan duduk berhadapan dengan Meja Fani. Dia tersenyum manis pada wanitanya itu.
"Kak Fani kalau udah ngantuk tidur dimana pun juga pasti nyenyak yaa? kalau lagi tidur mukanya imut banget lagi"
ucap Rian dalam hati
Kevin yang sudah kembali dari perpus berhenti di depan pintu kelasnya, dia mengepalkan tangannya melihat Rian yang duduk berhadapan dengan Fani yang sedang tertidur.
"Dia lagi? orang ini perlu aku kasih pelajaran biar gak deketin Fani lagi"
Dia berjalan masuk menghampiri Rian tanpa mengucapkan apapun, dan tiba-tiba Kevin menarik Rian lalu melayangkan sebuah tinju di wajah Rian.
Bugh
Rian menatap Kevin dengan penuh amarah, Rian menyentuh sudut bibirnya yang sudah berdarah. Dia langsung membalas perbuatan Kevin.
Bugh
Satu tinju yang mengenai wajah Kevin dan membuatnya tersungkur menabrak sebuah meja.
Mendengar suara keras Meja yang bergeser, Fani membuka matanya.
Fani sangat terkejut melihat Rian yang sudah sangat marah, dengan Kevin yang sudah tersungkur. Fani melihat sebuah darah di sudut bibir Rian, begitu juga dengan Kevin.
"Kalian ngapain?"
Mereka gak lagi berantem kan?
Rian dan Kevin menatap Fani bersamaan.
Rian mengambil nafas panjang agar amarahnya hilang, lalu tersenyum pada Fani. sedangkan Kevin langsung berdiri dan menghampiri Fani.
"Kak Fani udah bangun ya? tadi aku nungguin kak Fani bangun"
Kak Fani gak liat aku mukul orang aneh ini kan?
"Hai Fani, aku mau ngajak kamu makan siang bareng tapi orang ini malah mukul aku"
Dasar sialan kamu pikir masalah kita udah selesai? aku bakal bikin kamu jauh dari Fani
"Maaf ya bro!! tadi itu gak sengaja, soalnya tangan aku kepeleset"
orang ini gila yaa? dia yang datang main pukul-pukul terus aku yang dituduh
"Udah deh! gak usah diperpanjang masalahnya!!! terus Lina kemana?"
Lina ninggalin aku? lagian ngapain kalian main pukul-pukulan? dasar gaje
__ADS_1
"kak Lina tadi keluar kelas, kak Fani mau ke kantin kan? bareng aku aja kak"
ucap Rian
"gak! aku yang duluan ngajak Fani makan siang, Fani bakalan ikut aku"
ucap Kevin
"Aku bisa ke kantin sendiri, kalian mending ke UKS aja deh, liat tuh bibir kalian udah kayak vampir yang abis minum darah"
Mereka udah kayak anak kecil yang main pukul-pukulan, Lagian aku gak bisa nerima tawaran Rian dengan mudah! bisa-bisa si Kevin curiga sama kami.
"gak kak, ini bukan apa-apa aku bakal ikut kak Fani ke kantin"
Apa kak Fani sama sekali gak peduli sama lukaku?
"aku gak butuh obat, ini cuman lecet dikit doang"
Kevin menyentuh luka di sudut bibirnya.
"Terserah kalian, aku mau ke kantin!"
Fani berjalan keluar dari kelas menuju kantin, di sepanjang koridor sekolah, ada banyak siswa-siswi yang memperhatikan dirinya, bukan tanpa alasan tapi karna dia diikuti 2 siswa tampan di belakangnya.
Sejak tadi Fani merasa risih dengan tatapan para siswi-siswi yang memperhatikannya, apalagi para siswi yang sudah mengoceh dan bergosip tentang dirinya.
Skip Kantin
Fani duduk di sebuah kursi dengan meja panjang, Rian duduk di samping kanannya lalu Kevin duduk di samping kirinya.
Ada banyak orang yang memperhatikan dirinya, Fani tidak suka dengan hal itu.
"Kalian ngapain duduk di sini sih? ada banyak tempat duduk selain di sini!"
"Kak Fani mau aku duduk dimana emangnya?"
ucap Rian lembut sambil tersenyum pada Fani
"aku tau disini banyak tempat duduk, tapi aku maunya duduk di sini"
ucap Kevin pada Fani
"kalau gitu, kalian gak usah pindah yaa!"
Makan bareng sih gak apa-apa, tapi gak satu bangku juga kali!!!
Fani pindah dari tempat duduknya, dia sekarang duduk berhadapan dengan Rian dan Kevin.
Rian baru saja ingin bicara tapi Fani langsung menghentikannya.
"hush, jangan bicara lagi! Rian aku mau makan!"
Fani mendekatkan jari telunjuk ke bibirnya.
Rian tidak jadi bicara, sedangkan Kevin hanya diam.
Sekarang mereka bertiga makan dengan lahap, karna Fani memesan mie bakso, Rian dan Kevin juga memesan makanan yang sama.
"kalau udah selesai, kalian mending ke UKS dulu baru balik ke kelas, nanti luka di bibir kalian tambah sakit!"
ucapan Fani ditujukan untuk mereka berdua, tapi dia hanya menatap Rian.
__ADS_1
"Iyya kak"
Rian tersenyum menatap fani.
"aku gak usah ke UKS, mending aku ikut kamu balik ke kelas"
ucap Kevin pada Fani sambil tersenyum devil pada Rian.
"Kalau gitu aku bakal nganterin kak Fani ke kelas dulu baru ke UKS!"
aku gak bakalan biarin kamu deket-deket sama kak Fani!
Meskipun kantin sudah tidak ramai, masih ada beberapa orang yang ada disana, Mereka sejak tadi bergosip tentang Fani.
"si fani centil banget yaa, bisa-bisanya dia merayu 2 cowok sekaligus"
ucap salah satu siswi
"Iyya, dia emang cantik sih tapi murahan!"
"Rian mau aja sama cewek kayak Fani, si anak baru itu juga! kok bisa sih dia mau dirayu sama Fani?!"
Para siswi tak berhenti mencaci maki Fani, meskipun kenyataannya Fani bukan cewek centil seperti yang mereka katakan.
Fani tentu saja punya banyak hater, ada banyak siswi-siswi yang iri padanya karna dia cantik.
Lagipula semua siswa-siswi di sekolah ini sudah tahu, bahwa Rian seorang murid paling pintar dan sebagai kapten basket menyukai Fani sejak lama.
"Kalau kalian gak mau ke UKS, Aku pastiin kalian dipanggil guru BK bentar lagi!"
kalian kan abis berantem, kalau aku laporin Sama guru BK kalian gak bisa gangguin aku lagi! dan bakalan kapok kalau ketemu Pak Ridwan
"jangan dong kak! aku gak mau ketemu Pak Ridwan, bisa-bisa kena pukul sampai pingsan!"
Rian tahu pak Ridwan benar-benar memberikan hukuman yang berat pada siswa yang berani berkelahi di sekolah.
"Sampai pinsan? mana ada guru BK yang mukul siswanya sampai pinsan?!"
ucap Kevin tak percaya
"kamu gak tau Pak Ridwan makanya sok berani! dasar anak baru"
Kena pukulan pak Ridwan baru tau rasa kamu
ucap Rian
"udah debatnya! jadi kalian pilih mana? Ruang UKS atau BK?"
ucap Fani dengan suara sedikit ditekan
"gimana kalau kak Fani nganterin aku ke UKS aja?"
"oke, tapi aku anterin doang yaa? abis itu aku balik ke kelas"
"kamu mau nganterin dia ke UKS?"
ucap Kevin pada Fani
"Iyya, kamu duluan aja ke kelas atau ke ruang BK! sekalian kenalan sama pak Ridwan!"
ucap Fani
__ADS_1
"gak, aku gak jadi ke kelas! aku juga ikut ke UKS kalau gitu!"
mana mau aku balik ke kelas sendirian, terus biarin Fani berduaan sama Rian