Penakluk hati

Penakluk hati
Saingan Baru


__ADS_3

Rian Mengantar Fani hingga depan kelasnya.


Lina yang sejak tadi menunggu kedatangan Fani langsung sumringah melihat sahabatnya itu menghampiri mejanya.


Fani berdiri di samping kanan meja Lina.


"Heyy..kamu kurang ajar banget Fan..!! masa telfon aku langsung ditutup gitu aja..?!"


ucap Lina


"Yang kurang ajar itu kamu Lin..! tadi itu aku udah bohong sama Rian..!.tapi kamu malah nelfon, terus ngasih tau semuanya"


tapi ada baiknya juga sih... setidaknya Rian gak bakal salah paham, karna dia gak dengar soal itu dari orang lain.


"kamu gak ngasih tau Rian fan...?"


"tadinya sih gitu..cuman karna kamu terlanjur bilang pas nelfon tadi...Rian dengar semuanya!"


"bagus dong..! jadi kamu gak perlu bohong lagi! lagian tadi itu..aku mau ngasih tau info penting banget tau! kamu malah langsung nutup panggilan aku"


"Info penting apa?"


"tadi pagi...aku bangun tidur jam 5 pagi"


"kamu bangun cepat apa hubungannya dengan aku Lin? aneh-aneh aja!"


Malas mendengar ocehan Lina, Fani akhirnya duduk di kursinya, tempat duduk mereka satu baris, karna kursi Fani ada di depan meja Lina, dia harus membalikkan badannya untuk bicara dengan Lina.


"aku kan belum selesai bicara Fani..! aku tuh bangun tidur jam 5 subuh..jadi aku sampai di sini pagi-pagi buta..dan aku gak sengaja liat orang yang taruh surat itu di kolom meja kamu!"


"Kamu serius Lin..?! terus kamu liat mukanya...?!!


"Iyya..Fan, tapi kamu jangan kaget yaa kalau tau dia siapa"


"Kaget apaan sih... aku bakal kaget kalau yang ternyata nulis surat itu sebenarnya, Rian, Kevin atau ketua OSIS kita"


Mustahil Rian yang nulis, Kevin juga gak mungkinlah...terus ketua OSIS apalagi..


ucap Fani dengan nada bercanda.


Lina membulatkan matanya, dia tidak menyangka jika Fani yang menebak dengan asal-asalan akan benar.


"Kamu hebat Fan!"


"Hebat apaan ?! dari tadi kamu ngomongnya gak jelas banget Lin!"


"Tebakan kamu benar Fan! yang taruh surat cinta di kolom meja kamu itu..ketua OSIS kita"


"haah..?! jangan bercanda Lin...kalau kamu mau bilang itu Kevin, aku mungkin sedikit percaya, tapi kalau ketua OSIS...itu gak mungkin Lin!"


masa sih Andika Pratama, ketua OSIS yang gak pernah bicara sama aku.....gak, itu gak mungkin!


"Kevin gak mungkin nulis surat itu Fan..dia udah pindah keluar negeri! lagian...buat apa aku bohong ! aku liat dengan mata kepala aku sendiri..!"


pas aku liat muka Andika..aku juga heran banget, bisa-bisanya diantara banyaknya siswa di sekolah ini, yang nulis surat cinta itu, termasuk ketua OSIS kita

__ADS_1


"Owh jadi..Kevin pindah yaa? bagus kalau gitu...tapi soal Andika..aku masih gak percaya Lin!"


"Kamu buang surat-surat itu tiap hari kan? coba kamu cek kolom meja kamu!"


Fani yang baru saja membalikkan badannya tidak jadi meraih amplop surat di kolom mejanya, karna Rio sang ketua kelas ingin menyampaikan sesuatu.


Rio berdiri di depan papan tulis


"perhatian teman-teman! karna hari ini ada rapat guru..maka guru yang bersangkutan tidak akan mengajar..jadi diharapkan untuk teman-teman sekalian untuk tidak meninggalkan kelas"


ucap Rio lalu kembali ke tempat duduknya


Pantas saja gak ada guru yang masuk... padahal sejak tadi kan udah masuk jam pelajaran pertama..gue pikir guru kita lagi sakit, ternyata ada rapat toh


-Fani


setelah pengumuman Rio, Fani langsung meraih amplop di kolom mejanya, lalu membalikkan badannya pada Lina.


"tadi pagi Rian minta aku nyimpan surat ini kalau masih ada"


kalau diperhatiin... hari ini, ternyata amplop suratnya sama semua...hari pertama pas gue buang surat di tempat sampah, amplopnya beda-beda


"Coba kamu buka satu deh Fan...siapa tau ada nama pengirimnya! biar kamu percaya sama aku, gimana?"


Fani mengangguk lalu membuka salah satu amplop berwarna biru itu.


Fani membuka lipatan surat itu, dia agak heran karna hanya ada satu kata di surat yang cukup besar itu.


Milikku


"kamu ngerti maksudnya Lin?"


'milikku?' apaan sih? gak jelas banget


"heum...apa jangan-jangan, satu surat satu kata yaa Fan?"


Aneh banget yaa...


"kita buka semua suratnya kalau gitu Lin!"


kalau memang benar satu surat satu kata...itu artinya semua surat ini dari satu orang..!


Fani dan Lina membuka semua surat itu satu persatu, setelah terbuka semua... ternyata tebakan Lina benar, satu surat berisi satu kata, mereka mencoba menggabungkan setiap kata dari setiap surat.


Milikku-Sampai-Fani-Kapanpun-Dan


Mawar-Akan-Adalah-Kamu-Tidak-Berubah


"kalau disusun dengan benar.. kalimatnya akan jelas!"


ucap Lina


"Fani Adalah Mawar Milikku Dan Sampai Kapanpun Tidak Akan Berubah"


Fani membaca kata yang sudah menjadi satu kalimat itu.

__ADS_1


Fani seketika menyadari sesuatu.


"Mawar Milikku?"


Terdengar sangat familiar... tapi.. aku dengar ini dimana..?


"Tapi karna gak ada nama pengirimnya...kamu pasti belum percaya yaa..sama aku?"


ucap Lina sambil cemberut


Fani hanya membalas ucapan Lina dengan senyuman.


Fani berusaha mengingat-ingat kapan dan dimana dia mendengar kalimat itu, tapi hingga waktu pulang sekolah tiba..dia sama sekali tidak mengingat apapun.


Seperti yang dikatakan Rian, Fani memasukkan semua surat itu kedalam tasnya.


Lina dan Fani keluar kelas dan menuju ke parkiran sekolah. di Koridor sekolah, karna banyaknya siswa yang berpapasan..Fani tidak sengaja bertabrakan dengan seseorang.


"Maaf.."


ucap Fani lalu menatap orang yang sudah dia tabrak


"gak apa-apa...Mawarku"


ucap siswa itu lalu tersenyum pada Fani


Fani hanya terdiam..dia merasa aneh, dan muncul tanda tanya besar di kepalanya saat ini, mengapa Andika memanggilnya mawar? padahal mereka tidak saling mengenal.. setidaknya itulah yang dipikirkan oleh Fani saat ini.


Lina yang melihat dan mendengar apa yang terjadi, merasa senang... karna ucapan Andika barusan adalah bukti kalau dia gak bohong soal pengirim surat cinta itu.


"Fan.. sekarang kamu percaya kan sama aku?! semua surat itu dari Andika Fan!"


"Aku tau Lin"


Siswa yang bertabrakan dengan Fani adalah Andika..Ketua OSIS tampan dan juga sepopuler Rian.


Mereka hanya beda tipis..kalau Rian pintar fisika dan matematika, Andika pintar dalam mata pelajaran Bahasa, baik itu bahasa Indonesia ataupun bahasa Inggris.. Andika memenangkan berbagai penghargaan dalam lomba debat.


Terakhir..Andika adalah ketua OSIS dan Rian adalah Kapten Basket.


Sekarang Fani dan Lina berada di parkiran, Fani melihat Rian yang berlari kecil menuju mereka berdua.


"udah lama yaa kak..? Maaf tadi aku ke kelas kak Fani dulu..aku pikir kakak nunggu di dalam kelas"


"aku lupa ngasih tau kamu..lagian aku nungguin kamu bareng Lina..jadi gak apa-apa"


"Kalau gitu aku duluan yaa Fan!"


Lina masuk ke dalam mobilnya lalu meninggalkan Fani dan Rian.


"Kak..Kita juga pulang sekarang yuk"


ucap Rian lalu membukakan pintu mobil untuk Fani


"Iyya"

__ADS_1


Fani masuk ke dalam mobil.


__ADS_2