Penakluk hati

Penakluk hati
Rencana Andika


__ADS_3

1 Minggu kemudian


Hari ini, akan diadakan beberapa lomba untuk merayakan hari ulang tahun sekolah SMA Nusa Bangsa.


kelas XII IPA 1


"Lin..! temenin aku nonton basket ya?"


ucap Fani


"cie yang dulu gak mau nonton sekarang malah ngajakin"


ucap Lina dengan nada bercanda


"Aku gak bakalan mau nonton kalau Rian gak minta aku nonton kali...!"


ucap Fani membela diri


"kamu harus nonton lah fan! Rian itu kapten basket, masa siswi lain di bangku penonton teriak-teriak ngasih semangat, tapi pacarnya gak nongol di sana sih..?! ya kan fan?!"


ucap Lina sambil terkekeh


"Udah ngejek nya...kita ke sana sekarang yuk"


Fani menarik tangan Lina keluar dari kelas.


Tidak seperti dulu, yang duduk di bangku paling pinggir, kini Fani dan Lina duduk di bangku penonton paling depan.


Kelas XI IPA 1 akan bertanding melawan kelas XII Bahasa, Rian tersenyum ke arah Fani saat melihatnya duduk di bangku penonton.


Andika yang juga ikut bermain basket hari ini, memperhatikan Fani yang sedang duduk di bangku penonton paling depan.


Bagaimana dengan Rian? yang sekarang menjadi pacar dari wanita yang dicintainya? Apa yang akan dilakukan Andika terhadap Rian? kali ini, Andika tidak akan menyembunyikan identitas dirinya dari Fani.


Andika berniat untuk mendekati Fani tanpa harus menyiksanya, saat dia merendam Fani 3 tahun lalu, dia tidak menyesal saat melihat Fani pinsan, tapi dia begitu membenci dirinya sendiri saat dia tahu...bahwa Fani masuk rumah sakit selama 1 Minggu karna ulahnya.


Pertanyaannya, bagaimana cara dia mendekati Fani?


Caranya adalah, dengan bersikap seolah-olah dia ingin berteman dengan Rian, dengan begitu, dia bisa bertemu dan bicara dengan Fani tanpa harus melakukan hal gila lagi.


Andika ingin menjalin hubungan baik dengan Rian terlebih dahulu, agar dia bisa mendekati Fani secara perlahan.


Saat ini, dia mungkin berfikir bahwa rencananya akan mulus tanpa masalah, karna dia tidak tahu bahwa Rian mengingat hal buruk yang dia lakukan 3 tahun yang lalu.


skip


Pertandingan basket telah selesai, Rian hendak menghampiri Fani, Tapi tiba-tiba saja Andika menepuk pundaknya dari belakang.


"hai...nama kamu Rian kan?"


ucap Andika yang berusaha bersikap akrab


Rian yang terkejut karna Andika tiba-tiba menepuk pundaknya, terdiam sejenak lalu membalas ucapan Andika.


"Iyya kak"


ucap Rian sambil memberikan senyum palsu pada Andika


"Permainan kamu sangat bagus, kelas kalian sepertinya akan mendapat juara pertama lagi, tahun ini"

__ADS_1


ucap Andika


Rian semakin tidak mengerti, mengapa Andika tiba-tiba bersikap sok akrab dengannya.


"Kami berlatih cukup keras kak, tapi permainan kak Andika juga bagus, poin kita bahkan hanya selisih 3 kak"


Apa yang sebenarnya diinginkan Andika? Kenapa dia tiba-tiba bersikap baik seperti ini ?


"Bagaimana kalau kita makan siang bersama? aku akan traktir anggota OSIS Hari ini, sekalian saja anggota basket ikut makan bersama kami"


ucap Andika sambil menatap beberapa anak basket di dekat Rian.


Rian tidak mungkin menolak ajakan kakak kelas yang menjabat sebagai ketua OSIS itu, akhirnya dia dan anak-anak basket lainnya makan bersama dengan anggota OSIS.


Saat Sedang makan bersama, Andika berusaha agar pembicaraannya dengan Rian menyangkut tentang Fani, hingga akhirnya dia menanyakan berapa lama mereka menjalin hubungan.


"Sudah berapa lama kamu pacaran dengan Fani?"


ucap Andika sambil tersenyum.


Saat mendengar nama Fani disebut, Rian akhirnya menyadari bahwa Andika punya niat tersembunyi.


"Sudah lebih dari 1 bulan kak, tapi..aku menyukai kak Fani sejak 4 tahun yang lalu"


Jadi...kamu ingin mendekati kak Fani melalui aku yaa..? aku tidak akan membiarkan kamu mendekati kak Fani sedikitpun, apalagi untuk menyiksanya lagi seperti dulu...


"Kamu bertepuk sebelah tangan cukup lama ternyata"


Andika masih memperlihatkan Senyum tampannya.


Rian membalas Andika dengan senyuman, lalu membalas ucapannya


Kamu tergila-gila pada kak Fani, aku yakin kamu tidak memiliki pacar selama 3 tahun terakhir...


"Aku ingin Fokus belajar dulu, lagipula sepertinya tidak ada wanita yang tertarik padaku"


"Kak Andika ganteng kok, gak mungkin gak ada wanita yang tertarik sama kamu kak!"


Itu karna kamu ingin merebut kak Fani dariku...makanya gak punya pacar..


Skip


Pulang sekolah


Fani dan Rian sedang berada di perjalanan, Rian melirik Fani yang terlihat mengantuk.


"Kak Fani ngantuk ya?"


"hm.. sedikit"


"Kalau gitu tidur aja kak...nanti kalau udah sampai rumah, aku bangunin"


ucap Rian sambil tersenyum pada Fani


Fani kemudian menutup matanya, kemudian menyusuri alam mimpi.


beberapa menit kemudian, Mobil Rian memasuki halaman rumah.


Rian turun dari mobil, lalu membukakan pintu mobil untuk Fani, saat melihat Fani yang sedang tertidur pulas, dia tidak tega untuk membangunkan nya.

__ADS_1


Rian menggendong Fani masuk ke dalam rumah dan naik ke lantai dua, lalu menidurkan nya di atas kasur.


Rian menatap lekat wanita yang sangat dia cintai itu.


Aku akan terus menjagamu kak...aku akan terus berada di sisimu, apapun yang terjadi, aku berharap kak Fani juga akan terus berada di sisiku


Rian mengelus pipi Fani lalu mengecup keningnya.


Setelah itu, dia mengganti seragam sekolahnya, merasa bosan karna Fani sedang tertidur, Rian akhirnya memutuskan untuk berenang di belakang rumah.


Rian menuju belakang rumah, lalu tersenyum dan meloncat ke kolam renang itu.


Setelah beberapa lama berenang, Rian duduk di pinggiran kolam, Fani yang sudah sejak tadi bangun dari tidurnya menghampiri Rian dari belakang.


"Enak ya sore-sore gini berenang ?"


ucap Fani yang sedang duduk di samping Rian, tapi jarak mereka berdua cukup jauh karna Fani tidak ingin bajunya basah.


"Kalau mau tau jawabannya, coba aja kak"


ucap Rian lalu berenang hingga ujung kolam dan kembali ke depan Fani.


"Airnya dingin, aku gak mau"


ucap Fani lalu berdiri dari duduknya


Rian mendekati Fani lalu mengangkat tangannya agar Fani menariknya keluar dari kolam.


"Kak tarik tanganku"


ucap Rian memohon pada Fani.


Fani dengan polosnya langsung menerima permintaan Rian, saat dia ingin menarik tangan Rian, Rian lebih dulu menariknya.


Alhasil dirinya terjatuh ke kolam itu.


"Riaan..!!!"


Fani berteriak saat air membasahi sekujur tubuhnya.


Rian tersenyum puas melihat Fani yang mulai marah dan mencoba untuk memukul dirinya.


Rian membiarkan Fani memukulnya beberapa kali, setelah itu dia menjauh dari Fani.


"Udah kak, lagian berenang bareng itu enak loh"


ucap Rian sambil tersenyum


"Aku dingin..Riaan!!"


Fani memakai baju dengan kain tipis, hal itu membuatnya menutupi bagian dadanya.


Rian yang melihat Fani melakukan itu, malah tersenyum devil, dia mendekati Fani.


Fani dengan cepat keluar dari kolam renang saat Rian mendekatinya, dia berdiri di pinggir kolam lalu menjulurkan lidahnya pada Rian.


"Aku bakal ngunciin kamu pintu kamar!"


ucap Fani lalu berlari kecil meninggalkan Rian yang sudah kedinginan karna berenang terlalu lama.

__ADS_1


Aduh...kak Fani kok malah jadi jahat gini sih, aku juga udah kedinginan kak...kalau kakak ngunciin pintu kamar, aku ganti bajunya gimana dong...?


__ADS_2