
Fani dan Rian tidak menyangka bahwa orang tua mereka akan berkunjung tanpa pemberitahuan.
Mereka masih berdiri di halaman rumah, Fani sedang memikirkan alasan terlogis selain berkelahi hingga Rian mendapatkan luka di wajahnya.
"kak Fani..! kita gak mungkin berdiri di sini terus kan?"
Rian menyadarkan Fani yang sedang sibuk berfikir.
"tapi kalau mereka nanya soal luka di wajah kamu gimana..?"
Fani memperhatikan luka dan memar di seluruh bagian wajah Rian.
"hm..luka di wajah kamu terlalu banyak..! gak mungkin mereka bakal percaya kalau aku bilang aku yang nampar kamu..!"
mustahil bisa nyembunyiin fakta kalau Rian habis berantem
"haah..? kak fani mau bilang ini bekas tamparan kakak? gak! aku gak mau..! kak Fani gak boleh bilang kalau ini tamparan kakak!!!"
Rian sedikit meninggikan suaranya, namun pengucapannya tetap terdengar lembut.
"Hush..!! jangan kerasin suara kamu..! nanti ada yang dengar! aku gak bakal bilang gitu Rian..Mereka gak bakal percaya kalau alasan kita itu!"
"Kita jujur aja kak..lagian kalau sampai ketahuan bohong, masalahnya bakal tambah parah"
aku bakal diomelin sama bunda kalau ketahuan berantem, tapi gak apa-apalah..kalau ayah sih..pasti bangga karna dia juga suka berantem pas SMA!
"iya juga sih..kalau bohong tapi ketahuan..mending kita jujur aja"
Tapi..gimana kalau Rian kena masalah? ini kan salah aku..!
Setelah beberapa menit berdiri di halaman rumah, Mereka akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam Rumah dan akan berkata jujur jika ditanya soal wajah Rian.
Ayah Aditya, Bunda Lia, Mami dan papi Fani, yaitu Rina dan Saputra mereka semua duduk di ruang tamu sambil bercengkrama.
Fani dan Rian menghampiri orang tua mereka lalu mencium tangannya.
"Fani sayang...menantu kesayangan bunda akhirnya pulang sekolah..sini duduk sayang"
ucap bunda Lia sambil tersenyum manis pada Fani
"Aduh sist putri kesayanganku sekarang udah direbut yaa.."
ucap Rina sambil terkekeh melihat tingkah laku Lia pada putri tunggalnya itu.
Kini Fani dan Rian duduk berdampingan, Orang tua mereka mulai memperhatikan wajah Rian.
__ADS_1
"Riaan..! wajah kamu kenapa..?"
ucap Lia pada putranya
"Nak wajah kamu penuh luka..kamu habis berkelahi ya?"
ucap Rina yang membuat Lia langsung menatap Lekat Rian
"Berkelahi..?!! kamu berkelahi sama siapa Rian..?! kok wajah kamu sampai penuh luka kayak gini sih sayang..?!"
Rian hanya terdiam, dia bisa berkata iya jika ditanya apakah dia berkelahi atau tidak, tapi dia tidak bisa menjelaskan alasan mengapa dia sampai berkelahi.
"ini bukan masalah besar..ini urusan anak muda! Ayah yakin Rian bisa menjaga diri dengan baik..yang penting adalah hasilnya...! kamu menang kan nak?!"
ucap ayah Aditya dengan tenang pada Rian
Rian mengangguk pada ayahnya, lalu sang Ayah tersenyum padanya.
udah aku duga..! Ayah pasti bangga kalau tau aku akhirnya berantem di sekolah.. Bukannya prihatin..malah nanya siapa yang menang..!
"kau benar Aditya, masalah seperti ini sering terjadi di usia mereka..aku ingat, dulu kau juga sering menantang kakak kelas untuk berkelahi, hanya karna Lia diantar pulang olehnya"
ucap Saputra
Lia yang mendengar hal itu langsung menatap Aditya, dia tidak tahu bahwa dulu alasan Aditya sering berkelahi ternyata karna dirinya.
Fani dan Rian tentu saja tahu bagaimana kedekatan orang tua mereka, persahabatan orang tua merekalah yang akhirnya menciptakan perjodohan ini.
"daripada menginterogasi Rian! lebih baik menyuruh mereka untuk mengganti seragam sekolahnya dulu"
ucap Rina pada Lia
Lia yang masih diselimuti kekhawatiran hanya bisa pasrah dengan mereka.
Rian tidak menjawab pertanyaannya, Aditya membela Rian, Saputra menganggap hal itu adalah wajar, dan terakhir...Rina memilih untuk membiarkan Fani dan Rian pergi tanpa penjelasan.
"baiklah..sebaiknya kalian ganti pakaian dulu..bunda bakal panggil dokter stevan kemari"
Fani dan Rian merasa senang, mereka tidak menyangka bahwa orang tua mereka akan memaklumi perbuatan Rian.
Bahkan Mereka tidak perlu menjelaskan apapun, Hal yang mereka takutkan ternyata tidak terjadi.
Fani dan Rian menaiki tangga menuju lantai 2 untuk berganti pakaian.
"untung ayah sering berkelahi pas SMA, jadi kita gak perlu susah payah jelasin sama mereka"
__ADS_1
"aku gak nyangka loh kalau ayah Aditya sering berkelahi pas SMA, papi bilang itu karna bunda Lia loh..! padahal kalau dilihat, ayah Aditya bukan tipe orang yang gak bisa nahan emosi"
Mereka sudah sampai di depan pintu kamar, Rian merasa ucapan Fani adalah sindiran, dia langsung menarik tangan Fani memasuki kamar...lalu memojokkannya di tembok.
kedua lengan Rian menghadang kedua sisi Fani, dia tersenyum manis melihat wajah Fani yang kaget.
"Bukan tipe orang yang gak bisa nahan emosi? kak Fani lagi nyindir aku yaa..? karna aku langsung main tonjok sama Kevin?"
"Aku gak nyindir kamu..! tapi sifat kamu itu mirip sama ayah Aditya, itu mungkin karna faktor genetik kali yaa?"
kalian terlihat seperti mudah mengontrol emosi, tapi kenyataannya gak gitu.
Rian mendekatkan wajahnya pada telinga fani.
"Faktor genetik yaa..aku jadi penasaran, apa anak kita nanti bakal punya sifat yang sama kayak aku"
Fani yang mendengar bisikan Rian langsung mendorong tubuh Rian agar menjauh darinya.
Rian tersenyum melihat tingkah laku Fani, dia merasa gemas mempermainkan istrinya seperti itu.
"kita kesini buat ganti baju Rian..! jangan mikir yang macam-macam!"
"Aku gak mikirin apa-apa kok, apa jangan-jangan kak Fani yang mikir kayak gitu..?"
"huh apaan sih..! minggir aku mau nyari baju dulu"
"tungguin kak"
"jangan deket-deket sama aku!"
Fani meninggalkan Rian yang sedang tersenyum karna berhasil mempermainkannya.
Aditya pamit kembali ke kantor karna harus menghadiri rapat penting, sedangkan Saputra harus berangkat ke luar kota malam ini untuk urusan bisnis.
Hanya tersisa Bunda Lia dan Mami Rina yang duduk di sofa ruang tamu.
Bunda Lia sudah selesai menghubungi dokter stevan, mereka tinggal menunggu beberapa menit sebelum dia datang.
Rina memperhatikan Lia yang masih khawatir dengan kondisi Rian.
" jangan cemberut gitu dong sist, aku jadi gak enak karna biarin mereka gak jelasin masalahnya"
ucap Rina
"gak apa-apa kok sist..dulu Aditya sering berkelahi, tapi aku malah marahin dia karna dia gak mau jelasin alasannya, ternyata alasannya karna aku dideketin sama kakak kelas"
__ADS_1
Apa jangan-jangan masalah Rian juga sama? kalau sama..Rian pasti lebih marah daripada Aditya saat berkelahi, saat itu aku cuma pacarnya Aditya..tapi melihat Fani yang sebagai istrinya..Rian pasti marah besar saat melihat laki-laki lain mendekati Fani.