Penakluk hati

Penakluk hati
Setelah perkelahian


__ADS_3

Setelah 1 jam memberikan kata-kata mutiara beserta kata-kata bijak pada Kevin dan Rian, Pak Ridwan memutuskan untuk memberikan skors selama 1 Minggu pada Kevin dan Rian.


Kevin memutuskan untuk bolos pada jam pelajaran terakhir, untuk sementara waktu dia tidak ingin Fani melihatnya dengan wajah penuh luka, karna menurutnya dia terlihat jelek saat ini.


Rian kembali ke kelasnya saat jam pelajaran terakhir berlangsung, dia ditatap dengan penuh tanda tanya oleh guru yang sedang mengajar.


"Misi Bu"


Ucap Rian yang berdiri di depan pintu kelas.


"Rian? Kamu darimana nak? Jam pelajaran ibu hampir selesai, kamu telat 45 menit?!"


"Maaf Bu tadi ada sedikit masalah, saya boleh masuk Bu?"


"Boleh, tapi untuk absensi kamu tetap saya anggap tidak hadir nak"


"Iya Bu"


Sedangkan kedua sahabatnya, menatapnya dengan sangat heran, itu karna wajah tampan Rian kini dipenuhi luka memar dan beberapa luka yang mengeluarkan sedikit darah.


Rian langsung duduk di kursinya, dia menghela nafas panjang saat kembali membayangkan wajah Fani yang terlihat takut bercampur khawatir.


Di kelas XII IPA 1


Fani sejak tadi menggigit kecil kuku ibu jarinya, dia tidak bisa fokus mengikuti pelajaran, Kevin tidak kembali ke kelasnya, jadi dia tidak tahu apakah Rian juga belum kembali ke kelasnya.


Lina sesekali melirik sahabatnya itu, dia melihat kekhawatiran di wajah Fani.


Jam pelajaran terakhir akhirnya selesai, para siswa-siswi satu persatu meninggalkan kelas.


Lina langsung menghampiri Fani.


"Fani..kamu gak apa-apa?"


Kalau dipikir-pikir sih..Fani wajarlah khawatir sama Rian, mereka kan pacaran. Tapi hari pertama ngumumin hubungan mereka malah jadi gini.


"Aku gak apa-apa Lin..tapi Rian pasti kena masalah gara-gara aku"


Dari awal aku emang punya firasat buruk soal Kevin, dia bukan tipe cowok yang mudah menyerah.. apalagi aku nolak dia secara terang-terangan di awal kami kenalan.


"Ini bukan salah kamj Fani..ini salah si kevin!! kalau suka ya gak apa-apa, tapi cara dia deketin kamu itu gak wajar! mana ada cowok baik yang maksain perasaannya sama cewek yang dia suka?!! lagian kan kan udah punya pacar"


Si Kevin sialan itu emang gila..udah tau dari awal Fani gak suka sama dia, masih aja ngebet buat pdkt


"aku bakal nungguin Rian dulu Lin, kamu pulang duluan aja"


"kamu nunggunya di sini? gak perlu aku temenin?"


"Gak usah Lin..aku gak apa-apa kok"


"Kalau gitu aku duluan yaa Fan"

__ADS_1


Lina keluar dari kelas, hanya tersisa Fani di dalam kelas itu.


"Apa Rian baik-baik aja yaa? Luka di wajahnya jauh lebih banyak dari yang kemarin, ngapain juga si Kevin gila itu nyium kening aku!! dia pasti sengaja bikin Rian cemburu.. gimana Kalau Rian dikeluarin dari sekolah gara-gara aku? bisa rumit permasalahannya"


Sebelum meninggalkan kelas, Rian menjelaskan apa yang terjadi pada wajahnya, dan mengapa hal itu bisa terjadi.


"Aku kaget bro..!! baru juga hari pertama pacaran..! saingan kamu udah pada muncul!! langsung main tonjok lagi!"


ucap Aldi


"Yang bikin muka kamu kayak gitu kak Kevin yang baru pindah itu kan?"


Siswa yang baru pindah tapi langsung berani berantem di sekolah?! dia pasti bukan siswa yang punya citra yang baik


ucap Irwan


"cuman ada satu yang namanya Kevin di kelas kak Fani..!!!"


Kevin itu sebelum pindah ke sekolah ini memang udah naksir kak Fani, aku juga udah beberapa kali debat sama dia buat ngantar Kak Fani pulang.. tapi selama ini kak Fani gak ngasih respon sama dia..dan fakta bahwa aku pacaran sama kak Fani pasti bikin dia marah besar!.


Rian Menjemput Fani di kelasnya seperti biasa, Sebelum masuk ke kelas itu dia berusaha mengukir senyum di wajahnya.


Rian menghampiri Fani yang sedang duduk sendirian di dalam kelas.


"Udah lama yaa kak? Maaf..tadi aku ngobrol sama teman aku dulu baru kesini"


ucap Rian lembut sambil tersenyum pada Fani


"Pasti sakit ya..? Maaf Rian..aku harusnya gak biarin Kevin nyium aku, seandainya aku menghindar...kamu gak bakalan sampai berantem kayak gini"


Kamu gak bakalan termakan api cemburu seandainya aku bisa nolak Kevin dengan tegas.


"Kak Fani kan bisa obatin aku..jadi sakitnya bakalan hilang kalau udah sampai rumah"


Tapi..di rumah ada kotak p3k gak yaa?


Fani tersenyum pada Rian lalu dia menarik kerah baju Rian.


"Aku bisa obatin sekarang"


Fani mengecup bibir Rian sekejap


"jadi..kak Fani mau ngobatinnya pake obat ampuh yaa? kalau gitu sih satu kali belum cukup kak..! pipi kanan sama kiri aku juga sakit Lo kak.."


ucap Rian sambil tersenyum puas pada Fani


"Luka Kamu gak bisa sembuh kalau cuma diobatin kayak gini..! kita ke rumah sakit aja kali yaa..?"


"Gak usah ke rumah sakit kak.. nanti disuruh minum obat! aku gak suka obat..! kita pulang aja ya kak"


"Gimana kalau kamu nyuruh dokter yang kemarin itu buat datang ke rumah?!"

__ADS_1


"Kak stev? gak usah kak.. dia bakalan ngadu sama Bunda, dan aku bakalan kena masalah Kalau ketauan berantem"


Bunda gak bakalan marah sih..cuman aku gak mau orang-orang ayah ikut campur masalah aku sama kak Fani.


"jadi..kita langsung pulang aja?"


Padahal lukanya cukup parah..tapi kalau dia keras kepala mau bagaimana lagi.


"hm..kita langsung pulang sekarang"


Perjalanan pulang


"Rian..kamu gak apa-apa aku duduk kayak gini..? kamu nyaman gak sih..?"


Fani duduk di pangkuan Rian yang sedang menyetir mobil, Fani sebenarnya tidak mau..tapi Rian membujuknya agar duduk di pangkuannya.


"Aku gak bakalan nyuruh kakak kalau aku gak nyaman..!"


"owh Iyya..tadi pak Ridwan bilang apa? kalian gak dipukul..?"


"Ka..Li..an..? kak Fani nanyain soal Kevin juga..?"


Rian menaikkan sebelah alisnya lalu menatap Fani sambil menyetir.


"haah..? nggak..!! maksud aku kamu gak dipukul pak Ridwan kan?! udah...!!jangan liatin aku..!! liat ke jalanan Riaan..!"


ucap Fani yang awalnya agak sedikit terbata, namun akhirnya menekankan kalimat terakhirnya pada Rian.


"Pak Ridwan gak mukul aku kak, katanya karna ini pertama kalinya aku masuk ruang BK jadi dikasih pengecualian. Owh..Iyya kak..aku belum bersihin kening kamu!"


"Bersihin..?"


cup


"Kevin nyium kening kakak di bagian ini kan..? sekarang udah bersih"


ucap Rian dengan senyum yang tulus pada Fani.


"hm..Iyya"


bersihin katanya..? hm Rian memang kekanakan-kanakan yaa..


Sampainya di Rumah, Fani dan Rian terkejut melihat pintu rumah yang terbuka lebar dan 2 mobil mewah terparkir di halaman Rumah mereka.


Ini kan Mobil Papi..!!


-Fani


Ini kan Mobil Ayah


-Rian

__ADS_1


Fani dan Rian saling tatap, setelah mengetahui siapa yang sebenarnya berkunjung ke rumah mereka secara dadakan.


__ADS_2