Penakluk hati

Penakluk hati
Rian VS Andika


__ADS_3

Setelah hampir 30 menit Fani menguncikan Rian dari luar kamar, Fani akhirnya membukakan pintu untuk Rian.


"Kak Fani, maafin aku yaa.."


ucap Rian merasa bersalah, kalau tau fani akan semarah ini padanya, dia tidak akan berani menariknya ke dalam kolam.


"Iyya"


ucap Fani singkat setelah membuka pintu untuk Rian.


"Kak Fani masih marah?"


Rian mengikuti Fani yang berjalan menuju sofa.


"kamu gak kedinginan? ganti baju aja sana!"


ucap Fani sambil memainkan ponselnya.


Rian tau Fani masih marah padanya, ini pertama kalinya Fani benar-benar marah, Rian sadar jika perbuatannya salah. Namun jika Fani sikap Fani cuek padanya maka dia akan sangat marah pada dirinya sendiri.


Rian masuk ke kamar mandi, lalu mengganti pakaiannya, setelah itu dia menghampiri Fani yang sedang duduk di sofa.


"Kak..."


ucap Rian yang kini duduk di kursi yang berhadapan dengan Fani.


Fani yang sedang membaca memainkan ponselnya menjawab Rian tanpa menoleh padanya.


"Ada apa?"


ucap Fani


"Maafin aku kak"


ucap Rian dengan nada yang lembut


"Iyya"


Lagi-lagi Fani tidak menatap Rian dan masih fokus dengan bukunya. Hal itu membuat Rian semakin merasa bersalah, hingga rasa bersalah itu berubah menjadi rasa takut.


"Aku mohon kak...."


kini Rian menundukkan kepalanya, suaranya bukan lembut lagi, tapi lebih terdengar lemah.


Merasa Suara Rian yang tidak seperti biasa, Fani mulai merasa tak enak, sepertinya hukuman yang dia berikan sudah cukup.


"Aku udah maafin kamu, jadi gak usah dipikirin lagi ya.."


ucap Fani yang kini menatap Rian.


Saat Rian Mendengar ucapan itu, dia langsung mengangkat wajah lalu Tersenyum pada Fani.


"Kakak beneran udah gak marah lagi?"


ucap Rian memastikan


Saat Fani kembali tersenyum padanya, Rian berdiri dari duduknya lalu pindah ke samping Fani. Fani menoleh ke arah Rian saat Rian sudah duduk di sampingnya.


"Kenapa kamu pindah kesi..."


cup


Rian seketika mengecup bibir Fani dan menghentikan ucapannya. Rian kemudian menarik Fani ke pangkuannya.

__ADS_1


Lagi dan lagi...dia terus menarikku ke pangkuannya dengan seenaknya..!


Fani cemberut saat dirinya telah berada di pangkuan Rian.


"kak, aku mau ngasih tau kakak sesuatu"


ucap Rian sambil menatap Fani


"Apa?"


Fani menjawab Rian tanpa menatapnya, karna Fani sedang masih menatap ponselnya.


"tatap aku kak..."


Rian yang melihat Fani tidak memperhatikannya menekan sedikit ucapannya.


"okay, sekarang apa?"


ucap Fani yang sudah menatap Rian


"Andika mau deketin kak Fani"


"Masa sih?"


"Iyya kak, kemarin habis main basket, dia sok akrab sama aku...tapi ujung-ujungnya dia malah nanyain soal hubungan kita"


"Jadi, dia mau deketin kamu biar dia juga bisa deket sama aku? gitu?"


"Kayaknya sih gitu kak"


"Kalau gitu, biarin aja...kamu temenan sama dia, kalau dia emang mau deketin aku niatnya bakalan ketauan dalam waktu seminggu"


ucap Fani dengan percaya diri


Sebelum Rian selesai bicara, Fani merangkul leher Rian yang membuatnya berhenti bicara.


"Kenapa? kamu takut aku suka sama Andika yaa?"


ucap Fani


"i..tu...itu, aku gak mau kalau kakak dideketin cowok lain!"


ucap Rian yang semula terbata, hingga akhirnya suaranya terdengar lantang


"Jangan mikirin hal yang gak penting lagi yaa..! aku gak suka kalau kamu mikirin hal negatif soal aku!"


ucap Fani sambil tersenyum, lalu mencium pipi Rian


"Aku gak pernah mikirin hal negatif soal kak Fani!"


ucap Rian membantah ucapan Fani


"kamu yakin? kamu gak ingat candaan soal wajah kamu yang penuh bekas luka? hari itu...kamu sampai.."


Menangis


Sebelum ucapannya selesai, Rian lagi-lagi menghentikan Fani dengan mengecup bibirnya.


"Gak usah di ingat lagi yaa kak, itu bakal jadi yang terakhir kalinya aku mikir hal gitu"


Hari itu aku benar-benar takut kak Fani ninggalin aku...makanya sampai nangis


skip Besok pagi

__ADS_1


Hari ini adalah hari kedua acara yang diadakan untuk HUT sekolah, karna begitu banyak kelas dan beberapa jurusan, maka acara tidak bisa selesai dalam 1 hari, karna itu Acara ini diadakan selama 3 hari.


Hari ini diadakan final basket, kelas XI IPA 1 yaitu kelas Rian akan melawan kelas XII IPS 2, hasil pertandingan ini akan menentukan juara pertama dan juara kedua lomba basket tahun ini.


Fani duduk di bangku penonton paling depan seperti kemarin, dan Lina duduk di sampingnya. Sebelum pertandingan dimulai, Rian memperhatikan Fani yang duduk di bangku penonton, saat tatapan mereka bertemu Rian langsung tersenyum pada Fani.


Fani membalas senyuman dari Rian. Sedangkan Lina yang sedang duduk di samping Fani sedang sibuk memperhatikan Andika.


"Eh Fani...itu bukannya Andika yaa..?"


ucap Lina saat melihat Andika sedang duduk di kursi untuk juri.


"Andika? ngapain kamu Perhatiin andika?"


ucap Fani yang tidak peduli dengan keberadaan Andika


"Fani...! Andika lagi duduk di kursi juri tau!!!"


mendengar ucapan itu, Fani langsung mengarahkan pandangannya ke kursi juri berada.


"Ngapain Andika disitu? dia kan bukan juri!"


"itu yang mau aku bilang! jangan-jangan dia gantiin salah satu juri ya?"


"Hah? Kalau gitu..."


gimana kalau Andika curang? dia bisa memberikan pelanggaran sesukanya pada Rian


"Andika bisa curang Fan!"


Rian yang sedang pemanasan baru menyadari bahwa juri nya adalah Andika, Rian menatap Andika dengan tatapan tidak suka. Meskipun Fani menyuruhnya untuk berteman dengan Andika, bukan berarti dia akan langsung menuruti hal itu.


Saat mata Andika dan Rian bertemu, keduanya tidak ada yang memberikan senyum.


"Bisa-bisanya dia jadi juri di pertandingan final, padahal dia juga ikut lomba basket kemarin, meskipun dia Ketua OSIS bukannya dia terlalu bertindak seenaknya ya..!!!"


-Rian


"Karna menatapku seperti itu, sepertinya Rian sudah tahu kalau aku tidak seharusnya duduk di kursi ini, tapi...jika aku membuatnya kalah, dia akan membenciku"


-Andika


Fani dan Lina yang sejak tadi memperhatikan keduanya merasa khawatir. Fani menggigit kuku ibu jarinya saat Rian dan Andika tidak tersenyum saat mereka saling tatap.


"Lina... sepertinya ada yang gak beres"


ucap Fani khawatir jika Andika berani berlaku curang dalam pertandingan ini


"kamu takut Andika bakalan bertingkah bodoh kan? dia itu ketua OSIS, dia gak bakalan bikin malu dirinya sendiri di depan umum Fan!"


ucap Lina yang merasa Fani mulai khawatir


"Tapi..yang lebih aku takutkan itu, Rian bakalan berkelahi lagi kalau sampai Andika bertingkah macam-macam sebagai juri Lin!"


ucap Fani lalu menoleh ke arah Lina


"Tenang aja Fani...Andika gak bakalan berani, kamu gak perlu khawatir Fan!"


ucap Lina meyakinkan Fani


Tapi... Kemarin Rian bilang kalau Andika bersikap sok akrab...kalau Andika memang ingin berteman dengan Rian, meskipun itu karna aku. Sepertinya Andika gak bakalan bikin masalah di pertandingan ini...


-Fani

__ADS_1


__ADS_2