
Rian Aditya Wijaya (Rian)🥰
Stefani Olivia Saputra (Fani)🥰💜
Delina Anggraini (Lina)❤️
Andika Pratama (Andika)❤️
Perjalanan pulang
"Kak Fani ingat yang aku suruh tadi pagi?"
"Iyya.. suratnya ada di dalam tasku"
Aku jadi penasaran..gimana reaksi Rian kalau tau ternyata pengirim surat itu Andika.
"Hari ini suratnya ada berapa kak?"
Setidaknya aku harus tau..ada berapa banyak orang yang ingin merebut kak Fani dariku..
"Surat itu ada sebelas, tapi... sepertinya surat itu dikirim oleh satu orang"
Mungkin karna mereka melihatku membuang surat-surat itu setiap hari, hanya tersisa 1 orang yang tetap ingin memberiku surat.
"sebelas surat dikirim oleh satu orang?"
Rian Melirik Fani sebentar lalu kembali fokus menyetir
"Ini aneh bukan..? sebenarnya saat membuang surat-surat itu..aku gak terlalu memperhatikan warna amplopnya, tapi sepertinya cuman hari ini warna amplopnya sama semua"
Daripada warna amplop...Isi surat ini lebih membuatku bingung
"Kak Fani tau darimana kalau surat itu dari satu orang?"
"Lina nyuruh aku buka salah satu amplopnya..tapi isi surat itu cuman satu kata, jadi..kami buka semua amplop itu, dan ternyata satu surat hanya ada satu kata"
"Satu surat satu kata?"
Orang ini cukup kreatif...kalau Kak Fani buka satu surat, tapi isinya cuman satu kata, otomatis akan penasaran..jadi, kak Fani akan langsung membuka semua surat itu secara bersamaan
"Aku gak tau jelasinnya gimana...bentar kalau sampai rumah, kamu liat sendiri suratnya"
Kalau Rian belum nanya siapa pengirimnya, aku gak perlu bilang dulu...
Skip
Fani dan Rian langsung berganti pakaian saat sampai di rumah. Kini mereka duduk bersebelahan di sofa yang ada di dalam kamar.
Fani membuka tasnya mengambil surat-surat itu, lalu meletakkannya di atas meja, dia menyusun setiap kata itu dengan benar dan menjadi sebuah kalimat.
__ADS_1
Fani Adalah Mawar Milikku Dan Sampai Kapanpun Tidak Akan Pernah Berubah
Rian membaca kalimat itu dalam hatinya, tidak ada yang aneh dalam kalimat itu, namun...setelah membaca berulang kali, seketika itu dia mengepalkan tangannya.
"Mawar Milikku?!! Sialan! beraninya dia!"
Fani menatap Rian heran, ini pertama kalinya dia mendengar Rian mengumpat.
"Ada apa?"
Kenapa Rian sampai marah gitu..? padahal pas berantem sama kevin, dia gak sampai mengumpat
Rian menatap Fani tanpa tersenyum, Rian mengingat kembali kejadian 3 tahun lalu, Fani saat itu baru pacaran dengan Fikri.
Mungkin Fani tidak mengingat kejadian itu, karna sudah lama..tapi Rian mengingatnya dengan jelas.
Flashback
Fani Adalah Mawar Milikku Dan Sampai Kapanpun Tidak Akan Pernah Berubah
Hampir setiap hari Fikri mendapatkan SMS dengan kalimat itu, tentu saja Rian tau, karna dia selalu bersama Fikri.
Hingga suatu hari, orang itu berhenti mengirim pesan pada Fikri, tapi orang itu mengirim pesan pada Fani, akhirnya Fikri menyuruh Fani untuk memblokir Setiap nomor yang mengiriminya kalimat itu.
Semakin Hari, Fani merasa tak nyaman dengan pesan itu lalu mengganti nomornya. Berbeda dengan Fikri, dia sengaja membiarkan orang itu untuk mengirim pesan padanya.
Fikri tidak menganggap kalimat itu sebagai ancaman, tapi hanya sebagai gangguan.
Namun, di hari ulang tahun Fani... tepatnya malam pesta ulang tahun, Fani tiba-tiba menghilang 1 jam sebelum pesta dimulai.
Semua orang sibuk mencari Fani, termasuk Fikri, Fikri meletakkan ponselnya di meja, Saat itu..Rian tanpa sengaja melihat sebuah pesan pada layar ponsel Fikri.
Rian mencerna pesan itu dengan baik. Dia berlari ke kamar Fani dan membuka paksa kamar mandi itu karna terkunci.
Tebakan Rian benar, dia sangat marah dengan apa yang dia Lihat.
Fani pingsan dengan tubuhnya terendam di bak mandi, mulutnya di sekap...tangan dan kakinya diikat, air dan mawar berwarna merah memenuhi bak mandi itu, ada banyak bunga mawar yang berserakan di lantai.
Gaun putih yang Fani gunakan berubah Menjadi merah.
Rian mengeluarkan Fani dari bak mandi lalu menggendongnya menuju kasur, Dia langsung memanggil semua orang agar menuju kamar Fani.
Ini perbuatan orang itu...dia selama ini hanya mengirim pesan yang sama dan menyebut Kak Fani adalah Mawar Miliknya..!! beraninya dia melakukan ini pada kak Fani.
ucap Rian sambil menatap Fani yang masih pinsan dengan Fikri menggenggam tangan Fani.
Setelah kejadian itu...Fani sakit selama 1 Minggu, orang itu mengirim pesan singkat pada Fikri
Jaga Mawarku dengan baik dan Buat Mawarku bahagia...Jika tidak, aku akan Mengambilnya kembali
Lalu dia tidak pernah lagi mengirim pesan.
Flashback off
"Rian..? ada apa..?"
Rian lagi mikirin apa sih..?
__ADS_1
"Kak Fani gak tau kalimat itu...?"
Aku gak perlu ngasih tau kak Fani..akan lebih baik kalau kakak gak ingat...aku hanya perlu merahasiakan ini dengan baik.
ucap Rian Lalu menggenggam tangan Fani sambil tersenyum manis padanya.
"Kamu tau kalimat itu..? Aku gak ingat dimana aku membaca kalimat itu, tapi kalimatnya sangat familiar"
Entahlah... mungkin aku gak sengaja membacanya di jalan...?
"Kalau udah lupa...gak perlu maksain buat ngingat lagi kak.."
Kak Fani gak perlu ngingat kejadian buruk itu... dulu, Saat kak Fani sadar.. kakak menangis semalaman karna takut orang itu akan kembali, dan merendam tubuhnya sampai pingsan.
"Tapi..kenapa tadi kamu sampai mengumpat? Ini pertama kalinya aku dengar kamu mengumpat"
ucap Fani yang sejak tadi penasaran.
"Itu...Aku cuman marah aja, karna dia nyebut kak Fani sebagai miliknya"
Ini sudah 3 tahun...Aku akan mencari tau siapa sebenarnya orang itu...dan tidak akan membiarkan hal yang sama terulang kembali.
"Aku kan udah jadi Milik kamu.. kenapa masih harus marah?"
kita kan udah nikah
Rian tersenyum mendengar ucapan Fani, dia kemudian menarik Fani agar duduk di pangkuannya.
"heyy... kamu jangan narik-narik gitu dong"
ucap Fani yang tidak terima tangannya ditarik secara tiba-tiba
Rian langsung memeluk Fani tanpa mendengarkan protes Fani padanya.
"Aku harusnya gak perlu khawatir lagi...Karna Kak Fani sendiri yang bilang kalau Kakak Udah jadi milik aku"
Kak Fani memang berkata seperti itu...tapi sampai saat ini, kenyataannya tidak seperti itu kak...Hatimu belum menjadi milikku seutuhnya.
Rian mengeratkan pelukannya, Fani yang merasa tubuhnya tak bisa bergerak, mencoba mengelus lengan Rian dengan lembut.
"Riaan..."
ucap Fani dengan suara yang lembut
Rian melepaskan pelukannya, lalu menatap Fani dengan dalam.
"Apa Kak Fani sayang sama aku?"
ucap Rian sambil menggenggam tangan Fani
"Kenapa kamu tiba-tiba nanya ini?"
"Aku takut...kak Fani terpaksa bersikap seolah-olah peduli dengan perasaanku, karna sejak awal kak Fani gak punya perasaan padaku"
Fani terdiam sejenak, dia mulai mengerti arah pembicaraan Rian.
"Apa kamu bisa memberiku waktu sedikit lagi..? aku sedang berusaha untuk menetapkan perasaanku padamu"
__ADS_1
Rian tersenyum pada Fani lalu mengecup keningnya.
"Aku akan menunggumu Kak"