
1 Minggu kemudian
Hari ini diadakan lomba basket antar sekolah, ada 10 sekolah yang mengikuti lomba ini.
Sebagai tuan rumah, sekolah Nusa Bangsa menyambut sekolah-sekolah lain dengan mengadakan pertunjukan musik dan tari, para siswa yang ingin menyumbangkan lagu juga dipersilakan untuk memeriahkan acara.
Rian dan anak-anak basket lainnya sedang pemanasan, sekolah mereka adalah pemain pertama hari ini.
Bangku penonton bagian kanan dipenuhi siswa-siswi Nusa Bangsa. Mereka adalah supporter Nusa Bangsa, sedangkan bagian kiri ada sekelompok siswa dari sekolah lain yang datang menjadi supporter, bangku kiri juga diisi para pemain basket yang akan bertanding hari ini.
Rian, Irwan dan Aldi selesai melakukan pemanasan dengan anak-anak basket lainnya,
5 menit lagi permainan akan dimulai.
Rian melirik bangku penonton, dia sedang sibuk mencari seseorang tapi hal itu malah membuat para siswi-siswi histeris karna merasa diperhatikan.
"Eh liat deh Rian ngeliatin aku"
Ucap seorang siswi
"Apaan sih, dia itu lagi nyariin aku tau!!"
Siswi lainnya menimpali
"Wah Rian ganteng banget sih"
Ucap siswi lainnya
Rian memang terkenal di sekolahnya, bagaimana tidak, selain sebagai kapten basket, wajahnya yang tampan, postur tubuhnya yang tinggi dan senyumannya yang manis membuatnya jadi pria dambaan para siswi.
Kelas XII IPA 1
"Nonton basket yuk, hari ini yang main sekolah kita tahu!"
Lina mengajak Fani yang sedang membaringkan kepalanya pada meja dengan lengan sebagai bantal.
"Aku ngantuk Lin, kamu nonton aja, disana bakalan banyak orang jadi gak usah takut"
"Aku gak takut!! Cuman kalau kamu gak ikut aku malas aja gitu"
"Udah pergi aja! aku mau tidur"
Fani menutup matanya
"Ya udah aku nungguin sampai kamu bangun"
"kamu kalau dibilangin bisa nurut gak sih?"
"Gak"
"Ok aku temenin, tapi aku duduknya di pinggiran yaa? Soalnya aku mau tidur"
"Iyya asalkan kamu ikut kita duduk paling depan juga gak apa-apa kok"
Lina akhirnya tersenyum ceria, lalu menggandeng lengan Fani menuju lapangan basket.
Lina dan Fani sampai di kursi penonton, mereka duduk di bangku paling pinggir sebelah kiri.
Fani bersiap mencari posisi paling nyaman agar bisa tidur sambil duduk, karna roknya agak pendek dia menutupi bagian pahanya dengan jaket.
Babak pertama dimenangkan oleh SMA Nusa Bangsa, dan babak kedua baru saja selesai. Perbedaan skor antara SMA Nusa Bangsa dan lawannya di babak kedua adalah 42:30
Rian dan anak basket lainnya sedang istirahat, sambil mengelap keringat, mereka minum air mineral di pinggir lapangan.
Rian terus-menerus mencari seseorang di bangku penonton, beberapa detik kemudian dia tersenyum saat matanya menangkap sosok yang ia cari-cari sejak ia memasuki lapangan.
Matanya tertuju pada wanita yang duduk di bangku penonton paling pinggir, wanita itu memejamkan matanya sambil menopang dagu, terlihat jelas bahwa dia sedang tidur.
Anak basket SMA Cakrawala
"Bro, gak usah nyariin cewek itu lagi, mungkin dia gak ikut nonton"
Ucap salah satu anak basket SMA Cakrawala
"Gue yakin dia lagi nonton"
Ucap Kevin yakin kalau Fani sedang menonton pertandingan basket.
Kevin akhirnya melihat Fani, setelah beberapa menit matanya menyusuri bangku penonton yang diisi puluhan siswa-siswi SMA Nusa Bangsa.
"Hey bro, coba kamu liat cewek yang duduk sambil menopang dagu itu"
Ucap Kevin pada temannya tadi
"Yang mana bro?"
"Cewek yang duduk di bangku paling pinggir sebelah kiri"
"Cewek yang lagi tidur itu bro?"
"Iyya, aku mau dia"
"Yang kemarin udah kamu putusin? Bentar kalau ketahuan selingkuh, aku gak mau kena imbasnya bro"
Kevin terkenal playboy di sekolahnya, dia berpacaran paling lama 2 bulan. Minggu lalu saat bertemu Fani dan Lina di restoran, tepatnya saat mengetahui bahwa Fani bersekolah di SMA Nusa Bangsa, Kevin memutuskan semua pacarnya agar tidak memiliki gangguan saat mendekati Fani.
Pertandingan untuk SMA Nusa Bangsa hari ini sudah selesai, dan akan dilanjutkan pertandingan sekolah² lain.
__ADS_1
Final akan dilanjutkan besok hari, Hanya akan ada 5 sekolah yang masuk final. Karna SMA Nusa Bangsa menang, mereka sudah pasti masuk final.
Fani masih tertidur pulas di bangku penonton, Rian yang sejak tadi memperhatikannya mulai merasa khawatir, posisi tidur fani terlihat seperti akan jatuh.
Bukan hanya Rian yang memperhatikan Fani sejak tadi, Kevin juga merasa khawatir melihat posisi fani yang seperti itu.
"Eh Rian! kamu Mau kemana?"
Irwan melihat Rian berdiri dari duduknya
"aku mau nyamperin kak Fani"
"kamu beneran mau nyamperin kakak kelas kita? kamu dapat keberanian darimana Sampai mau nyamperin kak Fani?"
Sekarang Aldi yang mulai bertanya
"aku takut kak Fani jatuh, dia lagi tidur di bangku penonton"
"Wah wah wah, kamu keren banget bro! Tingkatkan yaa jangan sampai kendor, kalau aku mah malu"
Ucap Aldi yang merasa Rian sangat percaya diri.
Di sisi lain
"Aku nyamperin Fani dulu ya"
"Fani? Fani siapa bro?"
"Cewek yang tadi aku tunjukkin"
"Cewek yang lagi tidur itu ya?"
"Iyya, aku mau duduk di sampingnya biar dia gak jatuh"
"Tapi coba kamu liat deh, ada cowok yang mau ngedeketin dia"
Rian menghampiri Fani yang masih terlelap, para siswa-siswi di bangku penonton mulai histeris saat Rian mendekati Fani.
Karna Fani duduk di bangku paling pinggir, Rian berdiri di samping kursi fani. Lina yang duduk di samping kiri Fani dan Para siswi-siswi semakin heboh saat melihat Rian membungkuk dan mengelus rambut Fani.
"Kak, bangun kak"
Rian mencoba membangunkan Fani dengan mengelus rambutnya.
Karna merasa ada yang mengelus rambutnya dan mendengar ocehan orang², Fani akhirnya membuka matanya lalu meregangkan otot-otot tubuhnya.
Fani belum sadar bahwa saat ini dia sedang menjadi pusat perhatian. Dia menatap Rian yang sedang berdiri di samping kanannya, lalu mengedarkan pandangannya ke sekeliling.
Seketika ia sadar, pria yang berdiri di samping kanannya itu membuatnya menjadi pusat perhatian.
"Kamu ngapain disini?"
"Tapikan aku gak jatuh, aku cuman tidur doang"
"Kakak gak usah nonton kalau lagi ngantuk, mending tidur aja di UKS"
"Aku udah gak ngantuk, aku mau ke kelas"
"Iyya kak"
Fani menoleh ke arah kiri, ia menatap Lina lalu menggandeng tangannya, ia meninggalkan orang-orang yang sejak tadi memperhatikan percakapannya dengan Rian.
Kevin mengepalkan tangannya dengan sangat kuat, dia melihat Rian dekat dengan Fani bahkan sampai mengelus rambutnya. Dia berusaha menahan amarahnya saat ini.
"Sial!! Bisa-bisanya dia deket sama Fani sampai mengelus rambutnya segala"
Fani bahkan gak mau bicara ama gue, kenapa cowok itu bisa deket ama Fani? Dia bahkan mengelus rambutnya.
"cowok yang nyamperin cewek itu, ketua basket SMA Nusa Bangsa bro"
"Kapten basket? Namanya siapa?"
"Rian kalau gak salah, tapi kalau saingan kamu dia, aku gak yakin kamu bisa menang"
"Emang kamu pernah liat aku ditolak sama cewek? aku yakin bisa dapetin Fani"
"Iyya juga sih, kamu memang gak pernah ditolak, tapi pas aku ke toilet, aku dengar dari anak-anak SMA Nusa Bangsa katanya Fani itu nolak semua cowok yang nembak dia"
Mendengar ucapan salah satu temannya, kini kevin tersenyum karna mengetahui bahwa Fani tidak punya pacar.
"Dia nolak semua cowok? Itu artinya dia gak punya pacar, ternyata aku punya peluang yang besar bro"
"Bentar dulu, aku belum selesai bicara, mereka juga bilang kalau Rian dari dulu suka sama Fani, katanya sih cuman dia doang yang ngaku suka sama Fani sampai satu sekolah tahu, tapi gak berani nembak"
"Jadi dia udah lama ngejar Fani? Dia cuman satu langkah di depanku, dan itu karna dia kenal lebih dulu sama Fani"
"kamu tetap mau ngejar si Fani?"
"Iyya lah, aku bakal ngajakin dia pulang bareng selesai kita main"
"Terserah kamu aja deh"
Fani saat ini ada di kelas, dia duduk berhadapan dengan lina yang dibatasi sebuah meja, lina sejak tadi menatap fani sambil menunggu penjelasan dari sahabatnya itu.
"Udah dong mikirnya! Sekarang jelasin gak"
"Jelasin apa sih Lin?"
__ADS_1
Masa sih aku mau ngasih tau Lo sekarang? Ini gara-gara Rian!! Ngapain dia pake ke bangku penonton segala, kan aku juga yang repot
"Kenapa kamu tadi disamperin Rian?, Kalian juga kelihatan akrab, kamu biasanya gak balas ucapan orang lain dengan semudah itu"
"Tadi kamu denger sendiri kan? Rian nyamperin aku karna aku mau jatuh pas lagi tidur, dan soal aku balas ucapan dia, disana ada banyak orang Lin! gak mungkin aku gak balas ucapan dia"
Udah dong Lin, percaya aja kayak biasanya! Jangan bikin aku bohong lagi, dosa aku udah banyak!
"Iyya juga sih, Rian kan suka sama kamu yaa, Jadi dia mungkin pengen orang-orang tahu kalau dia suka sama kamu, makanya dia perhatian sampai segitunya"
"Mungkin tuh Lin"
Syukur kamu berhenti nanya, tapi Rian gak seharusnya nyamperin aku, anak-anak lain bisa curiga dan mencari tahu soal hubungan kami.
Rian dan anak basket lainnya keluar dari ruang ganti, mereka sudah selesai berganti pakaian. Sekarang sudah waktunya pulang sekolah, Rian hendak mencari Fani untuk diajaknya pulang.
Sedangkan kevin sejak tadi mencari tahu kelas Fani, setelah mendapatkan jawaban dari salah satu siswi, dia berjalan menyusuri ruang-ruang kelas hingga berhenti di depan pintu kelas XII IPA 1.
Kevin menghampiri Fani dan Lina sambil tersenyum pada kedua wanita itu.
"Hai, kalian masih ingat aku gak?"
Ucap Kevin dan melambaikan tangannya
"kamu yang Minggu lalu di restoran itu ya?"
Ucap lina sambil membalas senyuman Kevin
"Iyya, masih ingat ternyata"
Kevin duduk di samping kursi fani.
Fani tidak menghiraukan kehadiran Kevin, dia sudah cukup dengan kehadiran Rian yang secara tiba-tiba dalam hidupnya, saat ini berurusan dengan laki-laki lain bukanlah hal yang ia inginkan.
"Fani masih sama kayak Minggu lalu ya, apa aku ada salah sama kamu? Sampai balas ucapanku aja kamu gak mau?"
Fani mulai merasa terganggu karna namanya disebut, dia menoleh pada Kevin tapi tetap menunjukkan wajah yang datar dan bersikap acuh tak acuh
"Gak kok, kita kan gak sedekat itu sampai kamu punya salah sama aku"
Ucap Fani sambil menekan kata gak sedekat itu
Rian berdiri di depan pintu kelas XII IPA 1, dia memperhatikan baju seragam kevin yang menunjukkan bahwa dia dari SMA Cakrawala, lalu kemudian Rian menatap fani. Dia berdiri di sana tepat saat Fani membalas ucapan Kevin.
Dilihat dari posisi duduk Kevin yang duduk di samping kursi fani, sudah jelas bahwa Kevin ingin mendekati Fani.
"Kak pulang yuk"
Rian tahu bahwa Fani tidak mungkin mau meladeni pria seperti kevin. Fani terlihat sangat tidak nyaman dengan kehadiran Kevin.
Fani menoleh ke arah pintu kelas, dia agak heran mengapa Rian hari ini bersikap sangat aneh, dia seolah ingin orang lain tahu bahwa mereka menjalin hubungan.
"Pulang? Aku bisa pulang sendiri"
Rian kenapa sih? Dia gak liat Fani sama orang gak penting ini apa? Mereka bisa curiga.
"Aku mau antar kakak pulang hari ini, mau kan?"
Kak Fani gak bakalan nolak kan? Lagian aku gak bilang kita pulang ke rumah yang sama.
Rian datang di saat yang tepat, gue udah gak tau mau bilang apalagi tadi, si Kevin udah gak tau malu aja masih mau deketin Fani padahal fani nya gak mau.
ucap Lina dalam hati
Ini orang yang tadi nyamperin Fani di bangku penonton,
Dia mau ngajak Fani pulang? Yang bener aja, aku yang tadi basa-basi biar dia mau aku anterin pulang dan kamu mau rebut dia dari aku gitu aja? Ya gak bakalan aku biarin lah!!
Ucap Kevin dalam hati.
"Sorry, tapi fani hari ini pulang bareng aku"
Ucap Kevin pada Rian
"Nganterin kak Fani pulang? Emang kamu tau rumahnya dimana?"
Rian kini berjalan masuk keruang kelas, dia berhenti di depan meja Fani.
"Aku kan bisa nanya sama orangnya, kamu gak usah ikut campur"
"Yang ikut campur itu, kamu bukan aku!"
Rian mulai menunjukkan wajah tidak sukanya pada Kevin
Fani menatap wajah Rian, terlihat jelas bahwa dia akan membuat Kevin berhenti bicara dengan mengklaim bahwa dia adalah wanitanya.
Lina yang sejak tadi tidak bicara, merasa harus mengakhiri ketegangan antara Rian dan Kevin.
"Hari ini Fani bakalan pulang bareng aku, soalnya Fani mau mampir ke rumahku dulu baru pulang"
Kalau gini kalian harus berhenti debat dong, lagian Fani juga gak bakalan mau dianter ama kalian.
"Iyya hari ini aku mau mampir ke rumah Lina dulu, kalian duluan aja pulangnya"
Yaa kali aku harus milih diantara kalian, bisa-bisa Lina curiga ama aku.
Rian menatap fani, lalu Fani melirik lina. Fani menolak ajakan Rian karna itu akan membuat Lina curiga, dan untuk Kevin menurut Fani tidak ada alasan untuk mau diantar pria yang baru dua kali dia temui.
__ADS_1
Rian mengerti alasan Fani menolak ajakannya untuk pulang bersama. Sedangkan Kevin merasa dirinya sudah gagal, bagaimana bisa wanita itu menolak untuk diantar pulang oleh dirinya.