
Ruang UKS
Fani, Rian dan Kevin kini berada di UKS. Ada 2 kasur mini dalam ruangan itu.
Rian duduk di kasur sebelah kiri dan Kevin di sebelah kanan, sedangkan Fani hanya berdiri menunggu anak PMR yang sedang mengambil obat.
"kak Fani gak balik ke kelas?"
ucap Rian
"Mau nya sih gitu, cuman kalau aku ninggalin kalian berdua tanpa ada yang jagain, aku gak yakin kalian betah di ruangan ini"
aku yakin, kalau aku ninggalin kalian berdua di ruangan ini, kalian bakal baku hantam lagi.
"Fani Balik ke kelasnya bareng aku, kita kan satu kelas! yaa kan Fan?"
aku bisa lebih dekat sama Fani, karna aku di kelas yang sama, sedangkan kamu? kamu cuman adik kelas gue Rian.
"Aku bisa balik ke kelas sendiri!"
ucap Fani pada Kevin, seolah tak ingin Rian salah paham Fani menekankan ucapannya pada Kevin.
Seorang siswi dengan lambang PMR di bajunya dengan membawa kotak p3k masuk ke ruangan tersebut.
"Siapa yang mau diobati terlebih dahulu?"
ucap siswi yang bernama Lita
"Aku aja! sini cepetan!"
ucap Rian datar pada siswi tersebut
Lita memegang kapas yang telah di beri obat merah, dia mendekati Rian mencoba mengobatinya.
Lita menempelkan kapas tersebut di sudut bibir Rian sambil memberikan senyuman manis pada Rian.
Fani menatap Lita tidak suka, dia juga tidak tahu mengapa dia tidak suka pada Lita
"Auw, Sakit tau!"
Sebenarnya Rian tidak kesakitan, Lita menempelkan kapas itu dengan lembut, dia hanya tidak suka melihat senyuman Lita yang terlihat seperti ingin menggodanya.
Rian menepis tangan Lita lalu menatap fani.
"Lemah banget sih, baru gitu doang udah ngeluh sakit"
ucap Kevin dengan nada menghinanya.
Fani hanya berdiri tanpa mengucapkan apapun.
"Kak Fani"
ucap Rian lembut sambil tersenyum pada Fani
Fani menaikkan sebelah alisnya, lalu bertanya
"kenapa?"
"Obatin dong, kayak yang kemarin pas tangan aku berdarah"
Waktu itu kak Fani khawatir banget sama aku, sekarang malah kelihatan gak peduli
"kapan?"
Ucap Fani malas melihat Lita yang masih berdiri di samping Rian.
"kak Fani Lupa?"
kakak beneran gak ingat?
Lita menatap wajah Rian, lalu menatap fani seolah tak suka, karna sejak tadi Rian hanya memperhatikan Fani.
Fani tidak mendengar ucapan Rian, dia sibuk melihat Tatapan Lita, dia kemudian bertanya padanya
"Ngapain natap aku kayak gitu? syirik ya?!"
Dasar centil, sok-sok an senyum depan Rian, dia suami gue bego'
"nggak kok, siapa juga natap kamu"
Lita beralih pada Kevin dan mengobatinya.
__ADS_1
Rian baru sadar kalau sejak Lita mengobatinya, Fani bersikap acuh tak acuh padanya bahkan tidak mendengar ucapannya.
"Kak Fani!"
Rian memanggil nama Fani sambil tersenyum
"Apa?!"
Fani tampak malas membalas ucapan Rian.
"Obatin dong kak"
Kak Fani marah? atau jangan-jangan kak Fani cemburu yaa?
senyum Rian semakin mengambang saat Fani menatapnya tajam.
"Obatin aja sendiri, ngapain nyuruh aku?"
"Kak Fani marah ya?"
beneran cemburu ternyata, aku gak nyangka, akhirnya kakak punya sedikit perasaan sama aku
"gak! aku gak marah!"
ngapain juga aku marah?
Udah jelas-jelas mukanya marah gitu, Manis banget tau ekspresi marah kamu kak!! aku jadi pengen meluk kakak, biar api cemburunya padam!
ucap Rian dalam hati, sambil terus menerus mengukir senyum di wajah tampannya.
"kalau gak marah, sini obatin aku kak!"
Kakak!!! kamu manis banget!!
Fani mengambil kapas dan obat merah, lalu menghampiri Rian dan menempelkan kapas itu di sudut bibir Rian.
Fani menatap wajah tampan Rian dengan senyum indah yang tak pernah hilang dari wajah pria itu.
"Jangan senyum! ini susah ngobatinnya kalau kamu senyum!!"
di rumah pas tangannya penuh darah dia bilang gak apa-apa! tapi luka kecil kayak gini malah dibilang sakit? gimana sih?!
"Iyya kak"
ucap Rian sambil menatap fani dengan penuh arti.
Skip
Mereka sudah selesai mengobati lukanya, Fani kembali ke kelas bersama Kevin, tapi karna Rian memaksa untuk ikut dia juga mengantar Fani ke kelas XII IPA 1.
Fani dan Kevin masuk ke dalam kelas.
Setelah mengantar Fani, Rian kembali ke kelasnya.
"Fani kamu dari mana aja?"
ucap Lina yang sedang duduk sambil memakan Snack
"aku yang harusnya nanya sama kamu! kamu ninggalin aku di kelas pas lagi tidur!!"
"owh itu, sorry sorry aku terpaksa ninggalin kamu soalnya Rian nyuruh aku keluar dari kelas"
"Rian yang nyuruh kami keluar?"
jadi dia datang lebih dulu dari Kevin? terus ngapain dia sama kevin pake acara saling pukul segala?
"kamu belum jawab pertanyaan aku fan! kamu darimana?"
apa Fani pacaran sama Rian yaa? tapi kok gak ngasih tau aku sih?
"aku abis dari UKS Lin"
"UKS? kamu sakit fan?"
"bukan aku Lin, tapi Rian sama Kevin"
"Kevin? emang Rian sama kevin kenapa fan?"
Lina menoleh pada Kevin yang sedang duduk sambil menatap kearah Fani.
"Bibir Kevin kayaknya abis kena pukul yaa fan? kok bisa ya di hari pertama dia kayak gitu?!"
__ADS_1
"hm"
Lina berfikir sebentar lalu dia tiba-tiba menutup mulutnya saat menemukan jawaban dari pertanyaannya sendiri.
"tunggu apa jangan-jangan mereka berantem ya fan?"
Fani menarik nafasnya panjang lalu menghembuskannya.
"Iyya Lin"
"kok bisa? emang mereka berantem karna apa fan?"
"aku juga gak tau Lin! muka Rian ama Kevin udah kayak gitu pas aku bangun tidur"
bodoh amat mereka berantem gara-gara apa!
Skip
jam pelajaran terakhir akhirnya selesai. Kevin yang sejak tadi menunggu kesempatan agar bisa bicara dengan Fani segera menghampiri mejanya.
Lina sudah pamit pulang duluan, hanya tersisa beberapa siswa dalam kelas itu.
"Pulang bareng aku yuk!"
ucap Kevin pada Fani dengan senyuman manisnya
"Makasih Kevin tapi gue udah punya janji!"
sejak aku sakit!! Rian puluhan kali bilang kalau dia gak ngasih ijin, aku pulang sama siapapun selain dia lagi.
"janji? sama siapa?"
bukan sama Rian kan?
"Sama Aku!"
Fani dan Kevin menoleh ke arah suara tersebut.
Rian berdiri di depan pintu, lalu menatap Kevin tidak suka. Diapun masuk ke kelas lalu menghampiri Fani dan Kevin.
"Pulang sekarang yuk kak!"
ucap Rian sambil tersenyum puas, melihat wajah Kevin yang sedang menahan amarahnya.
"Iyya, aku duluan Kevin"
ucap Fani pada Kevin lalu keluar dari kelas bersama Rian.
Perjalanan pulang
"Tadi kak Fani marah banget yaa sama aku?"
kita lihat sampai mana kak Fani bisa nyembunyiin rasa cemburu kakak.
"marah? kapan?"
Emang muka aku kelihatan marah banget ya pas di UKS?
"pas di UKS tadi! kakak marah kan sama aku?"
masih gak ngaku juga yaa?
"gak kok, aku gak marah! ngapain juga aku marah sama kamu?"
ini gara-gara si Lita yang centil itu!
"kakak yakin? pas Lita ngobatin aku kakak gak marah?"
Fani menoleh ke arah Rian saat dia menyebut nama Lita.
"hm? Lita? owh siswi yang tadi ngobatin kamu? ngapain aku marah gara-gara dia?"
Kamu gak mau diobatin sama dia tapi terus terusan nyebut namanya!
"padahal tadi kakak sempat marah sama Lita"
Fani mulai menatap Rian tidak suka, karna yang dia bahas saat ini adalah Lita.
"kamu suka ya sama Lita? kalau suka tinggal bilang aja sama dia! gak usah takut aku marah! lagian dia kelihatannya suka sama kamu!"
Karna marah pada Rian yang terus menerus menyebut Lita, Fani akhirnya bicara asal-asalan tanpa berfikir panjang.
__ADS_1
Rian tertawa lepas mendengar ucapan Fani.