Penakluk hati

Penakluk hati
Semua akan baik-baik saja


__ADS_3

Fani berusaha menyembunyikan rasa malunya, ia meraih handuk lalu bangun dari tempat tidur, tapi saat ia ingin berjalan ke kamar mandi tiba-tiba dia mengeluh sakit.


"Auw"


Fani kembali terduduk di kasur, Rian yang melihat hal tersebut bangun dari tempat tidurnya dan menghampiri Fani


"Masih sakit ya kak? Aku gendong ke kamar mandi aja ya?"


"Hum masih agak sakit"


"Kak Fani hari ini izin aja ya? Gak usah ke sekolah, biar aku yang urus"


"Gak usah Rian! Ini gak apa-apa, bentar lagi sakitnya bakalan hilang kok"


"Beneran kak? Kakak gak apa-apa?"


"Iyya, lagian aku udah izin sakit 3 hari"


"Kalau ada apa-apa panggil aku ya kak"


Rian tentu saja tahu bahwa Fani saat ini kesusahan berjalan, bercak darah di atas kasur membuktikan bahwa semalam daging wanita yang dicintainya itu terkoyak. Rian menggendong Fani menuju kamar mandi.


Jam sudah menunjukkan pukul  07:05


Fani sudah siap dengan seragam sekolahnya, begitu pula dengan rian.


"Udah kak? Kita berangkat sekarang yuk"


"Iyya, ini udah siap kok"


Rian menuruni tangga diikuti Fani dibelakangnya.


Mereka memasuki mobil, Rian melajukan mobilnya menuju sekolah.


"Kak Fani beneran gak apa-apa kan?"


"Iyya, kalau kamu khawatir kayak gitu lain kali mainnya lebih lembut bisa kan?"


Mendengar ucapan Fani, Rian menelan slavinanya dengan agak berat


"maaf kak, lain kali aku bakal lebih lembut"


Skip sekolah


Mobil Rian sudah berada di parkiran, tapi mereka belum keluar dari mobil itu.


"Hari ini, kamu aja yang duluan soalnya selama ini aku yang duluan keluar dari mobil"


"Gak usah kak, kakak duluan aja"


"Gak Rian, kita harus adil"


"Adil apaan sih kak? Kakak duluan aja"


"Kalau kamu gak mau keluar, aku gak bakalan keluar mobil"


"Kak? Kita bisa telat"


"Ya itu terserah kamu"


Melihat kelakuan Fani, Rian merasa gemas dia mulai berfikir untuk mengerjai Fani.


"Kakak beneran gak mau keluar dari mobil?"


"Hm"

__ADS_1


Rian tersenyum pada Fani, dia tiba-tiba menarik tengkuk leher Fani dan mengecup bibir Fani sekilas.


Fani yang terkejut dengan apa yang dilakukan Rian menutup mulutnya sambil celingukan takut jika ada yang melihat mereka dan marah pada Rian.


"Heyy ini di sekolah Rian!!"


"Kak, aku gak bilang kita di lagi di rumah kok"


"Kamu gimana sih? Kalau ada yang liat gimana?"


"Tenang aja kak, kita kan udah nikah kalau ada yang liat juga gak apa-apa kok"


"Kamu lupa ya kalau kamu masih kelas 2? Aku sih gak apa-apa karna bentar lagi ujian, tapi kamu masih perlu sekolah 1 tahun setelah aku lulus!"


"Aku kan bisa bilang kalau kak Fani pacaran sama aku, masa pacaran aja mau di keluarin dari sekolah sih kak?"


"Gimana kalau ada yang tau kalau kita udah nikah?"


"Gak bakalan ada yang tau kak, aku bisa nyembunyiin ini dengan baik kok"


Setelah perdebatan panjang di mobil, Fani akhirnya mengalah dan turun dari mobil terlebih dahulu.


Kelas XI IPA 1


Rian baru saja sampai di kelasnya, saat dia duduk, Aldi dan Irwan langsung menghampirinya.


"Akhirnya kamu masuk sekolah juga bro, aku pikir kamu bakal putus sekolah gara-gara perusahaan orang tua kamu"


Ucap Irwan yang duduk di atas meja Rian


"Yaa kali, aku putus sekolah gara-gara kerja"


Rian tersenyum pada kedua sahabatnya


"Emang kamu cuti Sampai 3 hari karna apa bro?"


"Keluargaku sakit, jadi aku rawat sampai dia sembuh"


"kamu bukannya punya dokter khusus keluarga ya?"


Irwan kembali bertanya


"Punya sih, cuman aku pengennya ngerawat keluarga aku sendiri"


"terserah kamu aja deh"


Kelas XII IPA 1


Fani duduk sambil menopang dagu, dia sejak tadi memikirkan apa yang mungkin terjadi ke depannya, bagaimana jika dia tidak bisa mencintai Rian dengan tulus, apa yang harus dia lakukan?.


"Hey kamu kok ngelamun sih"


Wanita dengan rambut sebahu dengan make up tipis tiba-tiba menghampiri Fani dan mengejutkannya, siapa lagi kalau bukan Lina.


"Lin gak usah ngagetin gitu bisa gak sih?!"


"aku gak bakalan ngagetin kalau kamu gak ngelamun, tapi btw 3 hari ini kamu sakit kenapa gak bilang sih?!"


"Emang kamu gak tau?"


"Tau, tapi aku taunya dari wali kelas kita itupun dia ngasih taunya telat, aku jadinya gak jengukin kamu deh"


"Gak apa-apa kok, aku cuman demam dikit doang"


"Sebagai ganti aku gak jengukin kamu, hari ini aku bakal bayarin semua yang kamu makan di kantin"

__ADS_1


"Oke makasih ya Lin"


TingTing


Bel berbunyi nyaring tepat pukul 07:30


Menunjukkan jam pelajaran pertama akan segera dimulai, tak lama kemudian Bu Wati selaku wali kelas XII IPA 1 masuk ke dalam kelas diikuti seorang siswa di belakangnya.


"Pagi anak-anak"


Ucap Bu Wati yang berdiri di depan papan tulis bersama seorang siswa Disampingnya.


"Hari ini kita kedatangan siswa baru, silahkan perkenalkan nama mu nak"


Ucap Bu Wati pada siswa itu.


"Iyya Bu"


Siswa itu menoleh dan membalas ucapan Bu Wati, Sejak tadi siswa itu menatap fani sambil tersenyum padanya.


"Perkenalkan nama saya Kevin Dharmawangsa bisa dipanggil Kevin"


Akhirnya gue bisa dengan mudah dapetin Fani


"Ngapain cowok aneh itu pindah ke sekolah ini"


Ucap Fani dalam hati


"Wah gila, bukannya itu si Kevin ya? Dia pindah ke sini Jangan-jangan karna fani? Ganteng doang tapi sifatnya benar-benar buaya darat"


Ucap Lina dalam hati


Bu Wati mempersilahkan Kevin untuk duduk, tepatnya duduk di bangku kosong yang berada di barisan paling belakang.


Saat melewati meja Fani dia tersenyum dengan sangat manis pada fani, tapi Fani sama sekali tidak berniat membalas senyuman itu, dia hanya menatap Kevin datar tanpa ekspresi.


Setelah beberapa jam, bel berbunyi nyaring yang menunjukkan waktu istirahat telah tiba.


para siswa berbondong-bondong keluar kelas.


Kevin berdiri dari kursinya, dia hendak mengajak Fani ke kantin bersama. Baru dua langkah dia berjalan seseorang memanggilnya.


"hey, anak baru bantuin aku bawa buku ke perpus dong"


ucap Rio sang ketua kelas


Kevin menatap Rio sebentar lalu memperhatikan ruang kelas yang hanya di huni 4 orang, yaitu dirinya, fani, Lina dan Rio


"Iyya"


ucap Kevin malas


Mau tidak mau Kevin harus membantu, karna dia tidak mau membuat masalah di hari pertama sekolah.


kelas XI IPA 1


"aku ke kelas kak fani dulu ya"


ucap Rian yang sudah berdiri dari duduknya


"sekarang udah terang-terangan mau nunjukin perasaan kamu sama kak Fani ya?"


ucap Irwan


"bentar lagi kak Fani bakalan jadi pacar aku dan aku harus nunjukin kalo aku deket sama kak Fani, biar cowok lain gak berani ngedeketin kak Fani lagi"

__ADS_1


sorry sebenarnya dia udah jadi istriku bro


__ADS_2