
Setelah masalah Surat Cinta, Rian tidak membahasnya lagi dengan Fani.
Rian ingin menjadi satu-satunya orang yang mengingat masa lalu buruk itu, jika Fani mengingat hal itu lagi..dia mungkin akan takut dan trauma.
Saat itu..Fani tidak melihat wajah pria yang merendam tubuhnya pada bak yang dipenuhi air mawar, pria itu menggunakan topeng yang menutupi seluruh wajahnya.
Saat ini, Rian tidak ingin jika Fani mengingat hal buruk itu. Dia ingin membuat Fani melupakan masalah Surat Cinta dan membuatnya fokus pada hal lain.
"Kak Fani mau makan apa malam ini?"
Pertama...aku harus ngajak kak Fani makan di luar, biar kakak gak mikirin soal surat cinta itu lagi.
"Heum..? Kenapa ? emangnya kamu bisa masak?"
"Aku bukannya mau masak, kak...aku mau ngajak kak Fani makan malam di luar, kak Fani bilang aja mau makan apa, biar aku nyari restorannya"
Fani diam beberapa detik, lalu terlintas di pikirannya makanan apa yang ingin dia makan saat ini.
"Aku mau makan mie instan"
Ucap Fani sambil tersenyum pada Rian
Kali ini, Rian tidak membalas senyuman manis Fani, dia mengerutkan keningnya seolah tak percaya dengan ucapan Fani.
"Haah...?! kak Fani lagi bercanda kan?"
Kalau Makan mie instan, kakak gak bakalan kenyang...
"Aku gak bercanda Rian...aku beneran mau makan mie instan sekarang, kita beli mie instan di minimarket sekarang yuk"
Malam dingin kayak gini enaknya makan mie instan, aku juga udah lama banget gak makan mie..
"Tapi..."
"Udah gak usah tapi-tapian..! kita berangkat sekarang"
Fani berjalan keluar dari kamar, Rian menatap punggung Fani yang meninggalkannya.
Rian menyusul Fani dari belakang, setelah menuruni tangga, Rian menarik dan menghentikan Fani yang sedang berjalan menuju pintu.
"Kak..."
"Ada apa...?"
"Kakak mau keluar pake baju gitu..?"
Saat ini, Fani menggunakan baju kaos lengan pendek yang agak ketat di tubuhnya, dengan celana yang panjangnya satu jengkal diatas paha.
"emang bajuku kenapa?"
"Baju kak Fani ketat banget tau! terus celananya juga terlalu pendek!"
ucap Rian yang tidak mau jika Fani terlihat seperti itu di depan umum.
"Daritadi juga aku pake baju sama celana ini...kenapa sekarang kamu malah ngomel?!"
"Ini kan beda kak! dari tadi cuman aku doang yang liat kak Fani...kalau kita keluar Rumah kan banyak orang!"
"Jadi...mau kamu apa Rian..?"
__ADS_1
Rian membuka Hoodie yang sedang dia pakai lalu memberikannya pada Fani. Sekarang, Rian hanya menggunakan kaos putih polos dengan celana santai selutut.
"Kakak pakai ini sekarang"
Fani melakukan apa yang diperintahkan Rian, jika dia tidak menurut, dia bisa-bisa tidak jadi makan Mi instan.
Hoodie Rian cukup besar, Fani terlihat sangat kecil dengan Hoodie itu.. tangan Fani tidak terlihat jika dia tidak menarik lengan hoodie itu keatas, dan hoodie itu lebih panjang daripada celana yang dipakai Fani.
Rian merasa gemas melihat Fani dengan hoodienya yang kebesaran.
"Kamu imut banget tau kak.."
Ucap Rian sambil mengacak-acak rambut Fani.
"Ini kebesaran Rian...tangan aku gak kelihatan"
ucap Fani sambil merapikan rambutnya.
Rian semakin gemas melihat Fani yang cemberut, Dia langsung mengecup bibir Fani sekejap.
"Kita berangkat sekarang yuk kak"
Rian menggenggam tangan kiri Fani menuju Mobil.
Minimarket
Fani masuk ke dalam minimarket, sedangkan Rian menunggunya di dalam mobil.
Setelah memasukkan beberapa bungkus mie instan ke troli, Fani menuju kasir, tapi saat melihat seseorang mengambil es krim, dia juga ingin makan es krim..akhirnya dia mengambil 1 es krim rasa strawberry, lalu memasukkannya ke troli.
Saat selesai membayar, Fani langsung membuka es krimnya dan memakannya sambil menuju mobil.
Fani yang merasa Rian tidak berhenti menatapnya, kemudian bertanya padanya.
"Kenapa natap aku terus?"
"Buat aku mana Kak?"
"Buat kamu? apa?"
"Itu"
Rian menatap es krim yang dipegang Fani.
"Aku belinya cuman satu...kalau kamu mau, aku bisa masuk beliin kamu"
Tangan Fani sudah ingin membuka pintu mobil, tapi Rian mencegahnya.
"gak usah kak...Aku gak apa-apa kok"
ucap Rian sambil tersenyum
"kalau gitu..kamu nyobain punya aku aja"
ucap Fani dengan menyodorkan es krimnya pada Rian.
Bukannya memakan es krim di depannya, Rian malah memegang tangan Fani lalu mencium bibir Fani.
"Es krimnya manis yaa kak"
__ADS_1
ucap Rian sambil tersenyum puas melihat Fani yang masih terdiam.
Merasa Malu, Fani memilih memalingkan wajahnya menatap jendela mobil, lalu kembali menikmati es krimnya.
Aku kan nyuruh dia nyobain es krim yang aku pegang.. kenapa malah nyium sih..! ini kan di tempat umum..
-Fani
Siapa suruh kak Fani beli es krimnya cuma satu...Aku kan jadi salah fokus, liat bibir kakak yang lagi makan es krim.
-Rian
Di Rumah
Fani langsung menuju dapur untuk memasak mie instan yang dia beli.
Rian duduk di meja makan menunggu Fani. Karna meja makan berhadapan dengan dapur, Rian dengan bebas memperhatikan Fani yang sedang memasak.
Setelah beberapa menit, Fani memasukkan mie ke dalam air mendidih, lalu menuangkan bumbunya secara bersamaan.
Tak lama kemudian, Fani membawa dua mangkuk mie ke meja makan.
Rian yang sejak tadi menunggu Fani, memberikan senyuman tulus pada Fani.
"Kamu gak suka makan mie yaa?"
tadi..pas aku bilang mau makan mie instan, Rian terlihat heran..
"hm..suka sih kak, tapi aku jarang banget makan mie instan kayak gini, karna di rumah bunda gak ada yang masak mie instan"
Aku gak bisa masak..terus di rumah bunda gak pernah ada mie instan, Makanya aku jarang makan mie instan
"Di rumah mami gak pernah ada mie instan, tapi aku beli sendiri..terus masak sendiri"
Rian gak bisa masak... jadi, gak mungkin dia bisa makan mie instan semaunya.
"Kak Fani suka banget ya makan mie instan?"
Rasanya emang enak sih...tapi kalau keseringan makan mie juga gak baik.
"Aku suka makan mie instan karna bikinnya praktis, dan gak butuh waktu lama...tapi mami sering ngomel, kalau tau aku makan mie instan lebih dari 2 kali dalam seminggu"
Makanya aku bikinnya sembunyi-sembunyi.
"Karna sekarang Kak Fani gak sama mami Rina lagi...aku yang bakalan ngomel kalau kakak makan mie instan lebih dari 2 kali dalam seminggu!"
ucap Rian sambil menatap wajah Fani yang terlihat menyesal, karna telah memberi tahu tentang peraturan Maminya.
Kenapa aku malah ngasih tau Rian sih..! padahal aku udah beli banyak mie instan buat dimakan tiap hari...
Fani yang merasa kesal melanjutkan melahap mienya, begitu pula dengan Rian.
Selesai Makan..Fani membawa mangkuk yang sudah mereka pakai ke wastafel, lalu mencucinya.
Rian hendak membantu, tapi Fani melarangnya... Akhirnya Rian malah memeluk Fani dari belakang yang sedang membilas mangkuk yang dia cuci.
Aku berhasil membuat kak Fani melupakan masalah surat cinta itu untuk beberapa waktu, Besok... aku perlu mencari tahu..siapa orang yang mengirim surat cinta itu untuk kak Fani...dan kenapa dia muncul kembali setelah 3 tahun berlalu.
-Rian
__ADS_1