Penakluk hati

Penakluk hati
Pemberitahuan HUT Sekolah


__ADS_3

Hari ini, Fani dan Rian berangkat ke sekolah seperti biasa, Mereka juga sepakat untuk tidak peduli dengan surat cinta itu lagi.


Bagi Rian...Setidaknya, kesepakatan itu akan menghambat ingatan Fani pada masa lalu, Tapi dia akan tetap mencari tahu pengirim surat itu di belakang Fani.


Fani bahkan berjanji untuk membuang setiap surat yang ada di kolom mejanya.


Kelas XI IPA 1


Rian duduk di kursinya, memikirkan apa yang bisa dia lakukan agar mengetahui pengirim surat-surat itu.


Irwan yang sejak tadi memperhatikan Rian saat masuk kelas, menyadari bahwa sahabatnya sedang memiliki masalah.


Irwan menepuk pundak Rian, hal itu membuat Rian menoleh lalu membalikkan badannya ke arah meja Irwan.


"Ada Masalah apa bro?"


Rian tidak biasanya diam seperti ini, kecuali kita akan menghadapi ujian semester.


"Aku lagi mikirin sesuatu"


aku gak bisa ngasih tau masalah ini pada siapapun, sekalipun sahabat aku...karna orang yang ngirim surat itu adalah siswa di sekolah ini, dan bisa saja berada di kelas ini.


"Kalau ada masalah, di bagi-bagi yaa bro! jangan taunya cuman bagi-bagi hadiah doang"


Rian bukan tipe orang yang suka menutupi masalahnya, kalau kali ini dia benar-benar gak mau ngasih tau... berarti masalahnya hanya bisa diatasi oleh dirinya sendiri.


"Makasih sarannya bro..! tapi, karna kamu nyebut hadiah...gimana kalau makan siang nanti aku traktir?"


Aldi yang baru saja masuk kelas mendengar ucapan Rian, lalu duduk di bangkunya.


"Nah! ide bagus tuh bro"


ucap Aldi


"Oke bro...Makasih yaa"


Rian sepertinya benar-benar tidak ingin membagi masalahnya...dia bahkan mengalihkan pembicaraan..


ucap Irwan


Kelas XII IPA 1


Hari ini Fani hanya melihat satu buah amplop surat di kolom mejanya, seperti janjinya pada Rian, dia langsung membuang surat itu ke tempat sampah.


Fani yang baru saja selesai membuang surat itu, kembali duduk di kursinya.


Tepat saat Fani duduk, Rio sang ketua kelas dan beberapa anak OSIS SMA Nusa Bangsa masuk ke dalam kelas Fani.


"Perhatian teman-teman sekalian, Anggota OSIS ingin menyampaikan sesuatu, mohon di dengarkan dengan baik"


ucap Rio


Sebagai Ketua OSIS, Andika berbicara terlebih dahulu.


"Saya ingin menyampaikan bahwa Minggu depan, akan dilaksanakan Perayaan Ulang tahun Sekolah, meskipun sebentar lagi kita akan menghadapi ujian, saya harap teman-teman tidak keberatan dengan adanya perayaan ini. dengan ini... diharapkan teman-teman sekalian untuk berpartisipasi dalam acara tersebut"


ucap Andika

__ADS_1


"untuk bidang seni Acara tersebut meliputi Lomba membaca puisi, Lomba Tari, Lomba Nyanyi, dan Lomba teater"


Ucap wakil ketua OSIS, yang bernama Dina


"Untuk bidang lainnya, teman-teman sekalian bisa melihat jenis lombanya di brosur"


ucap salah satu anak OSIS tersebut


Dina membagikan brosur pada siswa-siswi kelas XII IPA 1.


Sejak tadi, Fani sesekali melirik Andika, dia merasa tidak nyaman dengan tatapan matanya.


Setelah anak OSIS keluar dari kelas, Lina langsung menepuk pundak Fani, hal itu membuat Fani membalikkan badannya ke arah Lina.


"Fan..kamu lihat tadi Andika liatin kamu terus!"


ucap Lina dengan sedikit berbisik


"kamu salah liat kali..."


kami bahkan gak saling kenal.. kenapa Andika nulis surat kayak gitu yaa...


"Dia itu suka sama kamu..! tapi karna kamu udah punya pacar, dia pasti udah patah hati tuh..makanya liatin kamu sampai segitunya"


"Tapi...bukannya aneh ya, dia nyebut aku mawar miliknya, padahal kami kan gak kenal!"


"Itu sih biar kata-katanya indah di baca Fan...dia kan jurusan Bahasa !"


"Iyya juga sih...tapi, aku gak ngasih tau Rian kalau pengirim surat itu andika"


"Kemarin dia gak nanyain, terus dia bilang, gak perlu bahas masalah surat cinta itu lagi"


Tapi... mungkin lebih baik, kalau aku kasih tau Rian


"kamu harus ngasih tau dia Fan! biar dia tau, kalau saingannya juga orang ganteng !"


ucap Lina sambil tersenyum


"kamu apa-apaan sih! memangnya kalau dia tau saingannya ganteng, buat apa?"


lagi serius gini, Lina malah bercanda...


"Biar dia tau... orang ganteng yang suka sama kamu bukan cuma dia, jadi..dia harus jaga-jaga jangan sampai kena tikung"


ucap Lina sambil terkekeh.


Fani memutar bola matanya, dia malas mendengarkan Lina.


"Tapi...aku tetap bakal ngasih tau Rian, meskipun kami udah sepakat gak bahas tentang surat itu lagi"


pulang sekolah nanti, langsung aku kasih tau...


"Iyya Fan.. kamu harus jujur sama Rian! Andika itu pintar fan..gimana kalau dia punya rencana licik buat bikin kamu putus sama Rian?!"


"Kamu mikirnya kejauhan Lina! semua orang tau kalau aku pacaran sama Rian..gak mungkin Andika bikin rencana kayak gitu!"


"gak ada yang gak mungkin fan! kamu mikir gak sih..dia itu ngirim surat cinta, satu hari setelah semua orang tau kamu pacaran sama Rian!"

__ADS_1


"Tapi yang ngirim surat cinta bukan cuma dia Lin! lagian...aku gak dapat surat cinta doang, aku juga ditembak beberapa siswa, kamu gak ingat?"


"Aku ingat sih..tapi mereka pengecut banget yaa...berani nembak kamu karna Rian lagi di skors"


"udah deh...gausah bahas itu lagi, lagian aku udah ngasih tau semua itu sama Rian"


Kelas XI IPA 1


Anggota OSIS baru saja keluar dari kelas Rian, Rian langsung membalikkan badannya ke arah teman-temannya.


"di brosurnya ada lomba basket nih, kelas kita harus menang, kita bertiga aja udah cukup ngalahin kelas lain.."


ucap Rian dengan percaya diri


"Kamu harus baca brosurnya baik-baik bro"


ucap Irwan pada Rian, lalu melirik Aldi


"Lomba Basket bersamaan dengan lomba game online, jadi aku gak bisa ikut lomba basket, sorry yaa bro"


ucap Aldi sambil tersenyum


"bisa-bisanya kamu senyum setelah nolak ikut lomba basket...kamu itu anak basket apa bukan sih?"


ucap Rian


"Aku anak mama papa bro"


ucap Aldi sambil tertawa.


"gak apa-apa bro...di kelas kita masih ada siswa yang bisa main basket, kita seleksi siapa yang paling bagus permainannya"


ucap Irwan.


"Okelah kalau gitu"


ucap Rian sambil menganggukkan kepalanya.


perjalanan pulang sekolah


Fani sedang memikirkan cara agar dia bisa membahas soal surat cinta itu, dia sesekali melirik Rian yang sedang fokus menyetir.


Rian yang menyadari Fani meliriknya beberapa kali, menepikan mobilnya di pinggir jalan.


"Ngapain berhenti disini..?"


ucap Fani sambil celingukan melihat Rian menghentikan mobilnya di pinggir jalan.


"Gak usah celingukan gitu kak, di luar gak ada apa-apa, aku tau daritadi kak Fani mau bilang sesuatu kan?"


ucap Rian dengan lembut


"Itu...aku bisa bilang di rumah, kita pulang dulu aja yuk..nanti kamu gak fokus nyetir"


ucap Fani sambil tersenyum manis agar Rian menurutinya.


Rian membalas senyuman Fani, Lalu kembali malajukan Mobilnya.

__ADS_1


__ADS_2